Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Melakukan Janji Sumpah Saudara


__ADS_3

“Katakan!! Katakan syaratnya, jika kau benar-benar bisa menyembuhkan kakak ku, aku akan melakukan apapun yang kau inginkan,” teriak Qing Hu seketika dengan cepat muncul di depan Bai Han sambil mengangkat kerah Jubah Bai Han.


“Apa begini cara seseorang ingin meminta bantuan?” Tanya Bai Han dengan seutas senyum kecil.


Uhuk uhuk..!!


“Hu'er, kau setidaknya bisa berpikir jauh lebih dewasa saat ini, tapi kenapa kau malah menjadi semakin di luar kendali, tenangkan dirimu,” ucap Qing Ha sambil mengusap darah yang terus keluar dari mulutnya dan memegangi perutnya yang terus mengeluarkan darah.


“Ta..Tapi kan kak, dialah yang menyebabkan-”


“Diam Hu'er, apa kau tidak sadar jika sebenarnya kitalah yang salah di sini, mengapa kau tidak juga berpikir dewasa.”


“Apa kau pikir dia dan yang lainnya akan mau melawan kita, jika kita tidak terlebih dahulu membuat tempat mereka hancur. Sadarlah Hu'er, jika orang-orang yang berasal dari Dimensi ini sebenarnya adalah orang-orang yang cukup baik dan menginginkan hidup damai.”


“Tapi malah kita datang lalu membunuh, memburu, mereka satu persatu, tentu saja mereka semua akan berusaha untuk membalas dendam. Salah satunya adalah orang yang ada di depanmu ini.”


“Mungkin saat ini dia mencoba untuk bersabar agar tidak membunuh kita, sudah hal baik dia tidak membunuh kita dari awal. Karena jika ia mau, ia bisa membunuh kita dari tadi.” Teriak Qing Ha.


Mendengar kakaknya berteriak, Qing Hu seketika membeku, karena baru kalo ini ia di bentak. Tapi di satu sisi, ia juga seketika tersadar jika merekalah yang salah di sini.


...


“Ma..Maafkan aku,” ucap Qing Hu langsung membungkukkan badannya dengan tulus.


“Santai saja, walau aku membenci kalian dan kini pikiranku campur aduk, apakah membunuh kalian atau harus memberikan kalian kesempatan kedua, masih di dalam benak ku saat ini.”


“Perlu kalian ketahui, jika ayah, adik, dan pamanku juga ikut menjadi korban akibat kelompok kalian dan pada saat itu aku telah bersumpah jika akan membunuh kalian semua tanpa menyisakan satu pun.”


“Namun aku sadar jika pastinya ada juga orang yang benar-benar berbeda, ada baik ada jahat, mungkin itu adalah hal biasa. Tapi hati yang murni dan tulus itu adalah yang langka.” Ucap Bai Han melirik keduanya.

__ADS_1


“Kalian berdua adalah salah satunya, dapat terlihat jika kalian memiliki hati yang murni dan tulus. Jadi aku akan memberikan kalian kesempatan kedua, namun dengan sebuah syarat. Jika kalian setuju dengan syaratku, maka aku akan menyembuhkan dia terlebih dahulu lalu setelah itu membuka segel yang ada di dalam tubuh kalian.”


“Apa kalian setuju?” Tanya Bai Han.


“Aku setuju apapun syaratnya, ayo sembuhkan kakak ku,” ucap Qing Hu dengan nada cepat.


“Walaupun syaratnya adalah nyawamu?” Tanya Bai Han melirik Qing Hu.


“I..Ini,” Qing Hu langsung membeku dan tak lama ia pun langsung memasang wajah penuh tekad. “Iya, walau nyawaku sebagai syaratnya.” Ucap Qing Hu melirik Bai Han.


“Haha,, jangan terlalu serius, aku hanya bercanda. Tentunya aku tidak akan membunuh kalian.” Ucap Bai Han.


“Karena kalian sangat berguna bagiku nanti,” gumam Bai Han dalam hati.


“Lalu apa syaratnya?” Tanya Qing Ha.


“Hemm..!! Jadilah saudara sesumpahku yang ke 3 dan ke 4, karena dengan itu, aku yakin kalian tidak akan berkhianat.” Ucap Bai Han.


“Ooh,, itu dapat terlihat dari cara kalian yang saling menjaga satu sama lain, dan juga aku tahu kalian itu bukan saudara kandung,” jawab Bai Han dengan nada santai.


“Aah,, begitu ya,” ucap Qing Hu menggaruk kepalanya. “Tapi aku tidak terlalu percaya kepada orang yang baru aku kenal, butuh waktu lama aku bisa percaya dengan orang, walau itu adalah kau yang akan menjadi saudara sesumpah kami.” Ucap Qing Hu.


Mendengar itu, Bai Han langsung tersenyum tipis. Artinya Qing Hu telah setuju dengan syaratnya dan ia pun melirik Qing Ha.


Qing Ha terdiam sesaat, dan tak lama ia pun mengangkat kepalanya. “Apakah dengan jika kami setuju syarat itu, kami juga bisa ikut bertarung bersama mu?” Tanya Qing Ha.


“Tentu saja, memang kau tidak ingin membalas dendam?” Jawab Bai Han lalu balik bertanya.


“Tentu saja aku akan membalas dendam, tidak hanya itu saja, aku akan menghancurkan mereka sampai ke akar-akarnya, karena Organisasi Menara tidak hanya di sini saja, itu terbagi menjadi 3 Faksi, dan kami berada di Faksi Menara Penelitian, tugas kami adalah membawa sebanyak mungkin budak untuk di teliti untuk di buat jadi bahan eksperimen,” ucap Qing Hu.

__ADS_1


Mata Bai Han seketika melotot saat mendengar itu. “I...Ini, tapi kenapa aku tidak di beritahu oleh Chen Long jika Menara terbagi menjadi 3 Faksi?”


“Tentu saja dia tidak tahu, karena nama kedua Faksi berbeda, kedua faksi tersebut tidak menggunakan nama Menara agar tidak di ketahui banyak orang dan perlu kau ketahui jika Faksi kami adalah yang terlemah,” jawab Qing Hu.


Qing Hu juga menjelaskan banyak hal tentang Organisasi Menara secara menditail. Tapi Bai Han langsung menahannya dan menyuruhnya untuk bercerita nanti. Karena saat ini ia di beritahu oleh Spiritnya jika tidak cepat-cepat menyelamatkan Qing Ha, maka Qing Ha bisa mati.


***


2 Jam telah berlalu.


“I..Ini, sampai saat ini aku masih tidak bisa percaya jika aku benar-benar bisa di selamatkan,” ucap Qing Ha dengan mata melotot.


Bruk..!!


Setelah tersadar, Qing Ha dan Qing Hu pun langsung berlutut. “Terimakasih Tuan muda, kami berjanji akan selalu mengikutimu kemanapun kau pergi, dan akan menjadi tameng serta ujung tombakmu,” ucap Qing bersaudara serempak.


“Hei hei,, cukup, jangan panggil aku Tuan muda, umur kalian lebih tua dariku dan juga kita ini akan menjadi saudara sesumpah. Apakah kalian melupakan syaratnya?” Ucap Bai Han dengan nada kesal karena di panggil Tuan muda.


“Aah, tentu saja kami ingat,” ucap Qing bersaudara.


“Hemm..!! Jika begitu langsung saja ayo kita buat jika kita mulai hari ini adalah saudara sesumpah.” Ajak Bai Han langsung mengeluarkan 3 cawan kecil dan sebotol arak.


Setelah memberikan keduanya masing-masing satu cawan. Bai Han pun langsung menuangkan arak ke cawan mereka masing-masing, termasuk cawannya.


“Apa kalian siap?” Tanya Bai Han.


Keduanya mengangguk serempak. Bai Han dan Qing bersaudarapun langsung menyayat jari mereka lalu meneteskan darah mereka ke dalam cawan.


“Aku bersumpah akan menjadi saudara yang akan menjaga Qing Ha dan Qing Hu, apapun yang terjadi dan dimanapun kalian membutuhkanku, maka aku yang akan pertama kali datang membantu kalian, karena kalian adalah anggota keluargaku. Jika aku melanggar sumpahku, maka aku siap mati pada detik itu juga,” teriak Bai Han.

__ADS_1


“Aku bersumpah akan menjadi saudara Bai Han, dan akan selalu menjadi perisainya, dimanapun ia membutuhkan, maka aku akan langsung datang. Karena saudara Bai Han adalah anggota keluargaku, dan aku siap mati pada detik itu juga, jika melanggar sumpahku,” teriak Qing Ha.


__ADS_2