Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Meningkatkan Kekuatan dan Keluar Dari Hutan Berkabut


__ADS_3

“Xie'er duduk di sana, jika sudah mencapai batas, jangan di paksakan oke,” ucap Bai An mengusap rambut putrinya.


“Oke.”


Xie'er berlari kecil ke arah pojok ruangan tempat Inti Energi Semesta tersegel. Ia langsung duduk posisi lotus.


Bai An yang melihat itu langsung melirik ke arah barat, ruangan ini berbentuk segitiga, dan barat adalah ujungnya.


Bai An merasa energi yang berada di ujung barat paling padat.


“Kau di utara dan aku ke barat, lakukan dengan cepat, kita tidak punya banyak waktu.” Ucap Bai An, tanpa menunggu jawaban, ia langsung melesat ke arah barat.


Bai Tan juga bergerak menuju utara di saat bersamaan.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Tanpa menunda lagi, Bai An langsung menyerap semua Energi Inti Semesta yang ada di sekelilingnya hingga memenuhi dantiannya.


Bomm..!!


Tak sampai satu menit, sebuah ledakan terdengar dari tubuh Bai An, saat aura Bai An akan menyebar, auranya kembali lagi kedalam tubuhnya, seolah energi di seklilingnya tidak mengizinkan aura tersebut merusak tempat ini.


Sama halnya dengan Xie'er, saat ini terdengar sudah 5 kali lebih ledakan di dalam tubuhnya, uniknya lagi, Xie'er sama sekali tidak menyerap energi yang ada di seklilingnya, malah energi yang ada di sekelilingnya masuk dengan sendirinya.


Xie'er tidak menyadari hal tersebut, karena saat ini ia sudah tertidur pulas. Xie'er berkultivasi dengan cara tertidur, ia melakukan ini karena merasa lebih nyaman.


Tentunya cara ini ia ikuti dari apa yang di lakukan oleh kakaknya Bai Han.


Di bagian utara, Bai Tan terlihat belum mempunyai tanda-tanda berevolusi ke tahap ke tiga, jika ia sudah mencapai tahap ke tiga, ia akan setara dengan Ratu Peri, karena Ratu Peri memiliki jumlah inti energi yang lebih banyak dan padat.


Walau begitu, Ratu Peri hanya pernah sekali berevolusi, ia belum melakukan evolusi kedua.


Waktu terus berlalu.


Kini sudah 5 tahun mereka berada di dalam ruangan tersegel.


Bom..!!


Aura di sekeliling Bai Tan saat ini berputar-putar, walau begitu, Bai Tan tetap memejamkan matanya.


Blush..!!


“Hmm,, akhirnya aku sudah berevolusi ke tahap ketiga,” gumam Bai Tan tersenyum bahagia.


Pandangan Bai Tan mengarah ke Bai An, ia melihat Bai An memejamkan matanya, tingkat kultivasi Bai An juga meningkat pesat.


Setelah itu pandangan Bai Tan mengarah ke Xie'er, Bai Tan sedikit membelalakkan matanya saat melihat perubahan Xie'er.

__ADS_1


Saat ini tingkat kultivasi Xie'er berada di Dewa Raja Semesta , di usia terbilang anak-anak sudah mencapai Dewa Raja Semesta, bahkan tingkat kultivasi Xie'er saat ini menyamai tingkat kultivasi milik Bai Han.


Wajah Xie'er yang seputih giok kini melebihi giok tersebut, Bai Tan tidak bisa mengamungkapkannya dengan kata-kata.


Tinggi badan Xie'er yang awalnya 130 kini bertambah 25 cm, jadi tinggi Xie'er kini 155cm.


Biasanya orang yang setinggi itu sudah berumur belasan tahun.


Bom bom..!!


Pandangan Bai Tan kembali mengarah ke Bai An, melihat Bai An kembali menerobos, Bai Tan merasa bahagia, ia bahagia memiliki Tuan yang selalu di kelilingi keberuntungan.


Bai Tan memejamkan matanya, ia kini muncul di dalam dantian milik Bai An.


Merasakan jumlah energi yang padat, Bai Tan menyerapnya kemudian menggabungkannya dengan energi yang ia serap.


Bam..!!


Bam..!!


Bam..!!


Lagi-lagi terdengar suara ledakan dari dalam tubuh Bai An.


Satu hari berlalu, Bai An kini membuka matanya, ia seketika menyinggungkan senyum tipis saat melihat tingkat kekuatannya meningkat lumayan.


Merasa Inti Energi di ruangan ini telah habis, Bai An melirik ke arah putri kecilnya.


Tap tap..!!


Dengan santai Bai An melangkahkan kakinya, bertepatan dengan ia sampai di tempat Xie'er. Xie'er langsung membuka matanya.


“Ayah,” ucap Xie'er tersenyum lebar, dengan cepat ia bangun lalu menerjang ke ayahnya.


Srett..!!


Bai An kini tidak menerima terjangan putrinya.


Melihat ayahnya menghindar, Xie'er mengembungkan pipinya.


“Ayaahh..!!” Seketika Xie'er berteriak di sertai mata berkaca-kaca.


“Huuff,, Xie'er lihat lah dirimu, kau kini semakin tinggi layaknya gadis remaja, jadi-”


“Tidak, Xie'er tetaplah anak berusia 4 tahun yang kini hampir 5 tahun titik, Xie'er juga sampai tua tetap ingin di gendong oleh ayah,” tanpa memberikan Bai An kesempatan bicara lagi, Xie'er kembali melompat ke punggung belakang ayahnya.


Bruk..!!


Umm..!!

__ADS_1


Xie'er langsung menggosok-gosok wajahnya ke pundak ayahnya kemudian kembali tidur.


“Huuff,, ia pasti di ajari oleh Han'er, lama-lama kelakuan mereka memiliki kemiripan,” gumam Bai An dalam hati.


“Baiklah, waktunya kembali, aku yakin mereka semua telah lama menunggu di luar Hutan Berkabut ini,” ucap Bai An kini memikirkan keluarganya dan memikirkan bagaimana nasib Tu Long beserta yang lainnya.


Tap tap..!!


Cklek..!!


Saat membuka pintu, Ratu Peri yang menunggu dari awal pertama Bai An masuk kini masih tetap di tempatnya tanpa berpindah posisi.


“Hmm..!! Kami akan kembali,” ucap Bai An dengan santai.


“Aku akan ikut, Ratu kami yang sebenarnya pasti akan membutuhkan bantuan kami jika ia dalam bahaya.”


Ratu Peri langsung bicara ke intinya, ia sudah menduga hal tersebut jika saat keluar dari sini, maka Bai An pasti akan langsung pergi, karena tujuannya telah tercapai.


“Hmm..!! Tanya pada Xie'er langsung, apakah kau di izinkan ikut atau tidak, karena dari awal kau sama sekali tidak menganggapku ada,” balas Bai An dengan acuh.


Ratu Peri mengangguk, ia kini menatap Xie'er, walau terlihat tidur, nyatanya Xie'er tidak tidur, ia mendengar percakapan ayahnya dan Ratu Peri.


Xie'er yang sadar di tatap langsung membuka mata.


Saat ini Xie'er tidak langsung menjawab, ia malah melirik ke arah ayahnya untuk meminta pendapat.


Melihat anggukan dari ayahnya, Xie'er kembali menatap Ratu Peri. “Jangan keluar tanpa izin dari-ku,” hanya itu yang Xie'er ucapkan lalu kembali memejamkan matanya.


Ratu Peri sama sekali tidak tersinggung atau marah, ia malah bahagia saat Ratunya mau membawanya ikut bersamanya.


Dengan cepat Ratu Peri bersama peri-peri ciptaannya berubah menjadi Cahaya, cahaya tersebut bewarna biru bercampur pink.


Wuss..!!


Cahaya biru pink tersebut langsung melesat ke dalam tubuh Xie'er.


Bai An terdiam selama beberapa saat, pandangannya mengarah ke Istana Peri yang ia yakini sedikit lebih tinggi dari Artefak Dewa.


Istana ini terlihat menyesuaikan diri, siapa saja yang masuk, jika Ras raksasa yang masuk, maka ia akan membesar, jika Ras Peri yang masuk, maka ia akan mengecil di dalamnya. Untuk bagian luarnya akan tetap sama.


***


Wuss..!!


Tap tap..!!


Bai An kini hampir sampai ke tempat dimana keluarganya berada, dengan santai ia melangkahkan kakinya.


Mu Xia'er dan yang lainnya langsung melihat ke arah Hutan Berkabut, mereka tentu dapat merasakan adanya suara langkah kaki.

__ADS_1


Saat Bai An keluar, sebuah teriakan terdengar dari semua keluarganya.


Bai An tersenyum tipis mendengar sambutan mereka.


__ADS_2