
“Hemm..!! Apakah paman tahu dimana lokasi pasti Pemimpin Menara berada atau letak Menaranya?” Tanya Bai Han ingin memastikan sesuatu sebelum bergerak.
“Aku tidak tahu pasti, namun aku dapat memastikan lokasinya cukup jauh dari tempat ini,” jawab Chen Long terdiam sesaat karena merasa ragu.
“Ada apa?” Tanya Bai Han dapat menyadari jejak keraguan di wajah Chen Long.
“Entahlah, aku hanya kegelapan di sini memiliki suatu penghubung di suatu tempat, semoga saja itu bukan terhubung dengan Menara.” Ucap Chen Long.
Mendengar itu, Bai Han sedikit memegangi dagunya. “Sudah ku putuskan, jika apa yang paman rasakan, itu artinya kita harus bergerak cepat untuk membunuh atau setidaknya melumpuhkan ketiga Petinggi Menara di tempat ini dan untuk Fu Long, aku rasa kita bisa bicarakan masalah itu nantinya setelah masalah ini selesai,” ucap Bai Han tersenyum tipis.
“I..Ini,” mata Chen Long sedikit melebar karena firasatnya merasakan jika ia telah melawan dan mengalahkan Fu Long, lalu menyembunyikannya di suatu tempat.
“Apakah?”
Sebelum Chen Long bertanya, Bai Han lebih dulu mengalihkan pembicaraan.
“Aku rasa kita harus bicarakan strategi terlebih dulu paman, karena seperti yang aku bilang tadi, jika kita harus cepat mengalahkan mereka,” ucap Bai Han dengan wajah serius.
Pandangan Bai Han pun mengarah ke Lan Yuheng dan Bai Da Xing. “Kalian akan berdua akan melawan dua Petinggi Menara yang ada di wilayah Timur bersama kakek dan nenek, usahakan jika melawan salah satunya bekerjasamalah dengan dua dari mereka, dan satu lagi, jangan bermain-main,” ucap Bai Han dengan nada serius.
Bai Da Xing dan Lan Yuheng pun mengangguk serius. Pandangan mereka berdua pun mengarah ke kakek dan nenek mereka, mereka berdua juga telah menganggap mereka berempat kakek neneknya.
“Baiklah jika kalian setuju maka, aku sarankan Da'er akan bekerjasama dengan Kakek dan nenek Bai. Dan musuh yang harus kalian lawan ayah Be Qianshu, yang terbilang ahli dalam pertarungan jarak dekat, maka kalian bertiga akan cocok melawannya.” Ucap Bai Han.
“Sementara untuk Yuheng, kau akan bekerjasama dengan kakek dan nenek Ling, melawan Sin Gehu, karena musuh ahli dalam pertarungan jarak jauh dan ahli dalam menggunakan tombak. Karena kalian ahli dalam perturangan jarak dekat, ini akan sedikit lebih mudah untuk melumpuhkannya, jika kalian bisa mendekatinya.” Ucap Bai Han melirik Lan Yuheng.
“Lalu terahir, Paman Wuhan akan melawan petinggi yang ada di wilayah Barat, untuk menemukannya cukup mudah,” ucap Bai Han tersenyum kecil.
Mendengar ucapan Bai Han, tentu saja Chen Long, Bo Wuhan dan yang lainnya sedikit terkejut. Tapi tidak ada yang berniat memotong ucapan Bai Han saat ini.
__ADS_1
Dret..!!
“Gunakan ini,” ucap Bai Han melempar sebuah alat yang berasal dari Bumi tempat Bai Han singgah di masa lalu.
“Ini.” Mata Gu Sheng, Rubah Kematian, Master Wuan De melotot saat melihat Bazoka.
“Apa ini alat yang dulu kita gunakan saat di Pelelangan?” Tanya Bo Wuhan sedikit mengingat samar-samar masa lalunya.
“Benar, tapi sebelum menggunakannya, pastikan dulu area yang ingin paman serang, aku takutnya akan ada penduduk yang mengungsi di sana.” Ucap Bai Han.
“Tentunya seperti yang paman Chen bilang, walau semuanya sudah ada di wilayah tengah, tetap saja paman Wuhan harus berjaga-jaga, karena aku tak ingin orang yang tidak bersalah ikut menjadi korban,” sambung Bai Han.
Bo Wuhan yang mendengar itu langsung mengangguk di sertai senyum tipis. Karena ia seolah melihat Tuannya Bai An ada di dalam diri putranya.
“Tentu, aku tak akan mengecawakan tugas yang telah Tuan muda berikan kepadaku,” ucap Bo Wuhan dengan nada penuh hormat.
“Untuk paman Chen, paman harus berjaga-jaga jika Petinggi Menara tiba-tiba datang, maka paman harus menghentikannya, sementara sisanya akan melindungi wilayah tengah dengan membuat bentuk lingkaran atau mengitari setiap dinding perbatasan wilayah tengah.”
“Eeh,, kenapa harus melindungi wilayah tengah yang sudah di jaga?” Tanya Rubah Kematian sedikit kecewa.
“Hais,, memang terlihat spele, tapi tugas kalianlah yang paling berat di sini, karena saat melawan para petinggi, aku yakin anggota menara akan melakukan hal licik dengan menuju wilayah tengah lalu mencoba melemahkan kita dengan menyandera mereka, terlebih jangan meremehkan orang-orang bertopeng putih. Kalian sendiri sudah menyadari kekuatan mereka bukan.” Ucap Bai Han langsung memberikan penjelasan.
Rubah Kematian, Master Wuan De, Gu Sheng, Ling Hua dan yang lainnya pun langsung memasang wajah serius karena apa yang Bai Han ucapkan ada benarnya.
Tidak mungkin jika ada beberapa yang berhasil lolos nanti saat yang lain sedang melawan Petinggi Menara.
Terlihat kini mereka semua langsung mengepalkan erat tangan mereka karena sedikit kecewa akan perintah Bai Han.
“Lalu untukmu, apa kau akan melawan Petinggi Menara Assasint?” Tanya Chen Long.
__ADS_1
Bai Han pun langsung menganggukkan kepalanya. “Benar, karena aku ingin mencoba menggunakan Hukum Bayangan yang baru-baru ini meningkat setelah aku menerobos, aku yakin akan mudah menemukannya menggunakan Hukum Bayangan yang di miliki oleh pamanku,” jawab Bai Han dengan nada santai.
“Lalu kapan kita akan bergerak?” Tanya Bai Da Xing terlihat sudah tidak sabar melawan Petinggi Menara Be Qianshu.
“Jika bisa sekarang, tapi jika kalian ingin menunda sampai besok, akan lebih baik besok pagi kita akan berangkat. Karena kalian semua mungkin butuh menengkan pikiran terlebih dahulu.” Ucap Bai Han langsung duduk.
Melihat Bai Han mengeluarkan arak, semua orang pun langsung tersenyum lebar kecuali Bai Yu, Ling Yin, Li Qian dan Ling Hua.
Tak lama Bai Han semua keluarganya pun mengadakan acara pesta kecil-kecilan. Mereka sadar jika tidak akan tahu kapan mengalami hal seperti ini lagi di masa depan, karena sadar jika pertarungan yang panjang akan mereka hadapi besoknya.
Entah siapa yang akan mati besoknya, tidak ada yang dapat menebak masa depan.
“Tambah lagi, ayo ini adalah malam terahir kita minum dan makan,” teriak Bai Da Xing tertawa lebar.
Tap tap..!!
Di saat semua orang sedang menikmati semua hidangan malam, terlihat Bai Han melangkah menjauhi kerumunan.
“Hemm..!! Apa kau yakin jika Kegelapan yang semakin gelap ini adalah efek dari Spirit Qirin Api Kegelapan, yang dapat di katakan tanpa batas seperti dirimu?” Gumam Bai Han dalam hati melirik ke arah sebuah kabut kecil di depan Bai Han.
“Benar, walau aku merasa Qirin Api Kegelapan telah mati, namun tubuhnya yang di selimuti Api Kegelapan tetap abadi dan tidak akan bisa hilang.”
“Anehnya Spirit setelah mati, maka mereka akan di kirim kembali ke tempat asal mereka, yaitu Alam Spirit, tapi entah mengapa tubhb Qirin Api Kegelapan masih tetap di Alam ini,” ucap Spirit Surgawi Tanpa Batas.
“Hemm, apakah ada sesuatu yang menahannya, seperti dirimu yang di tahan oleh benda aneh mirip sebuah token batu?” Gumam Bai Han bertanya dalam hati.
Spirit Surgawi Tanpa Batas langsung terdiam, Bai Han tidak menyadari ekpresi apa yang di tampilkan oleh Spiritnya saat ini.
Terlihat saat ini Spirit Surgawi Tanpa Batas sedang memikirkan sesuatu yang terkait dengan kegelapan yang ada di tempat ini.
__ADS_1