Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Kelompok Bai Chu Ye Bergerak


__ADS_3

“Aku rasa dalam beberapa tahun atau sekiranya paling cepat 10 tahun di Dimensi mu, invasi dari Dimensi Alam Dewa akan datang,” ucap Asura Blood seolah memberi peringatan dengan nada serius.


Bai An yang mendengar itu terlihat memasang wajah dingin.


“Aku ingin bertanya, apa tingkatan selanjutnya setelah Dewa Penguasa Immortal Suci?” Tanya Bai An.


Melihat tatapan Bai An, Asura Blood hanya bisa menghela nafas panjang. Ia pun langsung memberitahu Bai An.


Asura Blood juga memberitahu jika ingin menaikkan satu tahap butuh waktu ribuan bahkan ratusan ribu tahun.


Tak lupa juga Asura Blood memberitahu jika para Jenius di Dimensi Alam Dewa memiliki tingkat kultivasi mengerikan, yang terendah berada pada tingkat Dewa Surgawi ⭐ 2 Awal dan terkuat Dewa Surgawi ⭐ 2 Ahir, jika ada yang bisa mencapai Dewa Surgawi ⭐ 2 Puncak di usia kurang dari satu juta tahun, maka ia akan di anggap melebihi Jenius atau di sayangi oleh Surga.


Dan jika ada yang bisa sampai Dewa Surgawi ⭐ 3 awal sebelum usia satu juta tahun, maka orang tersebut sudah tidak tahu di juluki apa lagi karena melebihi jenius.


Satu jam kemudian, kini Bai An tersenyum tipis. “Hemm..!! Jadi begitu, Wing Zhen hanya berada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 1 Awal, namun karena Hukum Dimensi ini, kekuatannya di tekan menjadi Dewa Penguasa Immortal Suci. Sama halnya dengan Gu Wen Hung, namun karena memiliki kekuatan melebihi Dewa Surgawi ⭐ 3 jadi Gu Wen Hung tidak bisa mengeluarkan 1% energinya.” Gumam Bai An mengangguk-angguk.


“Pantas ia tidak bisa membunuhku, namun walau begitu, dengan 0,5% energi yang ia keluarkan itu setara dengan Du'er saat ini.” Sambung Bai An.


“Lalu langkah apa yang akan kau lakukan selanjutnya?” Tanya Asura Blood penasaran.


“Langkah selanjutnya ya,” ucap Bai An. “Untuk langkah selanjutnya selesaikan dulu yang ada di sini, karena waktu di sini jauh lebih cepat dengan waktu yang ada di Dimensi Pusat. Dan juga karena tingkat kultivasi mereka di tekan, aku tidak perlu terlalu khawatir, karena kini aku memiliki rencana untuk meningkatkan kekuatan tempur keluargaku agar bisa membantai mereka yang datang mengacau ke tempat tinggalku.” Sambung Bai An langsung merobek ruang di depannya.


Crash..!!


Wung..!!


Bai An dan Asura Blood pun langsung menghilang.


Tak lama Bai An muncul tidak jauh dari kota Gunxel.


Pandangan Bai An mengarah ke Ares yang kini akrab dengan Bai Han, Lang Zai, Cen Tian dan Duan Li.


“Heeh,, Ares ternyata cepat akrab dengan mereka,” gumam Bai An terkekeh kecil.


...


Ares yang sedang mengobrol seperti anak kecil kini memandang ke arah jauh.

__ADS_1


“Tunggu di sini kawan, aku ingin buang air dulu,” ucap Ares langsung berlari sempoyongan.


Bai Han dan Lang Zai saling pandang. “Baru kali ini aku mendengar orang sekuat dirinya buang air kecil,” ucap Bai Han bingung.


“Hemm..!! Biasanya hanya orang-orang di tingkat Fana saja yang masih melakukan hal seperti itu, itupun mereka yang belum memiliki energi,” sambung Lang Zai.


Cen Tian yang mendengar obrolan keduanya langsung menanggapi. “Wajar saja, walau usianya tua, tingkahnya itu sama dengan Li'er, bahkan jauh lebih kekanak-kanakan dari Li'er. Jadi jangan di ambil pusing, lebih baik kalian bantu aku menghitung harta yang aku dapat beberapa waktu tadi.”


Lang Zai dan Bai Han seketika mendengus. “Dasar otak harta,” dengus keduanya.


Cen Tian pun hanya menanggapi dengan terkekeh kecil.


“Oh ya, apa kalian ingin ikut,” ucap Cen Tian bangun dari tempat duduknya.


Saat ini tempat mereka berada adalah sebuah penginapan yang telah mereka ambil alih. Dulunya penginapan ini milik Kekaisaran Gama.


“Hemm..!! Pergi saja sendiri, aku tahu apa yang ingin kau lakukan,” ucap Lang Zai dan Bai Han serempak.


Cen Tian pun mengangguk, saat ini Cen Tian ingin pergi meminta kompensasi karena ia telah di hina dengan sebutan bocah.


Dengan langkah santai ia keluar dari penginapan lalu melesat ke arah tertentu.


***


Sementara Ares yang melihat kakaknya kini muncul cengengesan. “Ada kau kesini kak?” Tanya Ares yang tahu betul sifat Bai An. Jika tidak ada masalah penting, ia tidak akan muncul dengan jarak yang jauh.


“Hemm..!! Apa yang aku ceritakan kemarin sudah bisa kita mulai, bantulah mereka memperkuat daya tempur mereka, dan juga aku berniat membawa mereka kesini jika mereka sudah sampai. Jadi kau bisa membantai mereka dengan mudah, di karenakan mereka pasti tidak bisa menggunakan Mana,” ucap Bai An tersenyum menyeringai.


Ares yang mendengar itu langsung bertepuk tangan. “Kapan para anjing-anjing idiot itu akan datang? Jika perlu bawa sekarang aja kak, Ares sudah tidak sabar memukul kepala mereka yang bodoh itu,” ucap Ares terdengar tak sabaran.


Alis Bai An seketika berkedut-kedut. Karena Ares sama sekali tidak mendengar ucapannya tadi, ia hanya mengambil yang ingin ia dengar saja, yaitu Invasi yang telah ia ceritakan.


“100 tahun lagi, jadi waktu kita masih banyak, cepat pergi sana,” dengus Bai An.


Wajah Ares yang tadinya bahagia seketika memasang wajah sedih layaknya anak kehilangan mainannya.


“Hais anak ini,” gumam Bai An dalam hati.

__ADS_1


“Lihat keponakanmu itu, ia bermain sendiri. Apa kau tidak ingin ikut bersenang-senang,” ucap Bai An menunjuk Duan Li.


Ares pun mengarah ke Duan Li yang lincah kesana kemari mencari mangsa.


Ares pun langsung pergi menyusul Duan Li, walau Ares tidak tahu apa yang Duan Li lalukan, tapi menurut Ares itu seru.


Melihat kepergian Ares, Bai An kembali menghilang.


***


Bai Chu Ye yang saat ini berkumpul di Kedai kecil yang menjadi markas mereka langsung berdiri.


“Lakukan sekarang, ingat pesan yang aku beritahu, buat ini seolah-seolah permainan dari Kekaisaran Darium dan jangan sampai melukai Guild White Blood saat kalian bertarung melawan mereka.” Ucap Bai Chu Ye.


Seketika semua berdiri dengan senyum lebar.


“Hehe,, waktunya membuat kekacauan,” kekeh semua orang kecuali Long Yuan.


Dengan semangat mereka langsung memasang topeng, tak lupa mereka mengenakan jubah Kekaisaran Darium yang telah di berikan Antoni.


Wuss..!!


Wuss..!!


Wuss..!!


Seketika mereka berpencar ke tiga tempat. Bai Yu Long, Bai Gi Pixiu mengarah ke barat.


Bai Ji Pixiu dan Long Yuan mengarah ke timur, sementara Pixiu dan Jiu Long mengarah ke utara.


Tujuan mereka adalah titik tempat pusat perdagangan yang ada di kota ini, titik cabang Guild White Blood berada dan terahir para Bangsawan Korup.


Bai Chu Ye dan Antoni tetap diam di Kedai untuk memantau, Antoni telah memasang sebuah Batu pemantau di setiap titik dan saat ini ada sebuah layar terang berasal dari Batu kristal bewarna putih untuk mereka melihat situasi.


“Hemm.!! Apa kau yakin jika salah satu dari Leluhur Ras kami akan keluar?” Tanya Antoni penasaran.


Bai Chu Ye melirik Antoni lalu mengangguk ringan. ”Lihat saja pertunjukkannya, bagaimana para saudara dan pamanku lakukan, itu pasti akan mengundang mereka keluar.” Ucap Bai Chu Ye tersenyum kecil.

__ADS_1


__ADS_2