Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Membawa Istri dan Anak Jalan-jalan


__ADS_3

'Saat kedua ibu muda ini melamun, mereka kini tidak sadar jika Xie'er dan Ye'er sudah tidak ada di tempatnya.


Xie'er dan He'er kini berjalan dengan cepat, walau begitu, mereka terlihat sangat lucu saat berjalan.


Xie'er terlihat tertawa girang saat ia berjalan ke arah pintu keluar kediaman milik Bai An.


Sementara Ye'er berjalan sambil menjulurkan tangannya seolah-olah ingin memeluk seseorang.


Yaps..!!


Mereka keluar karena merasakan kehadiran ayah mereka, lebih tepatnya Ye'er merasakan darahnya ayahnya dan Xie'er merasakan energi ayahnya.


Seandainya mereka bisa berlari, mungkin keduanya berlomba-lomba lebih cepat menuju ayah mereka.


Saat ini Xie'er terlambat selangkah dari kakaknya Ye'er. Karena tak ingin kalah, ia langsung menarik rambut kakaknya yang terurai.


Bruk..!!


Melihat kakaknya jatuh, Xie'er tertawa sambil bertepuk tangan, setelah bertepuk tangan ia kembali berjalan.


Namun dengan cepat Ye'er menarik tangan Xie'er yang akan melewatinya, hingga keduanya kini berjalan merangkak.


Terlihat kedua saling tarik menarik hingga terdengar suara teriakan panik.


“Xie'er.”


“Ye'er.”


Walau begitu, Xie'er dan Ye'er tetap berjalan merangkak hingga sampai pintu masuk.


Tap tap..!!


Bai An yang akan masuk langsung melihat kedua putra putrinya yang kini terus saling tarik siapa yang lebih cepat keluar.


“Hoho,, lihat kelakuan putra putri ayah,” ucap Bai An.


Dengan cepat Bai An mengangkat Ye'er menggunakan tangan kanan dan Xie'er menggunakan tangan kirinya.


“Kalian terlihat sangat akur,” ucap Bai An tersenyum.


Sementara Xie'er kini tertawa bahagia saat melihat ayahnya, apalagi ia nyaman saat di gendong, dengan cepat Xie'er berteriak tak jelas, seolah ia mengungkapkan perasaannya yang senang.


Untuk Ye'er ia kini menunjuk-nunjuk pipi kanan ayahnya, walau ia tidak tersenyum. Terlihat jika ia juga sangatlah bahagia.


Tap tap..!!


Tak lama terdengar suara langkah kaki tergesa-gesa.


Saat Mu Xia'er ingin berteriak, ia kini terdiam saat melihat Bai An telah menggendong Xie'er dan Ye'er.


“An Gege,” ucap Mu Xia'er dan Chu Jia malu-malu.


Bai An langsung melirik ke arah istrinya sekilas.


“Heng,, apa yang kalian lakukan selama ini? Mengapa menjaga kedua jagoan kecil ku saja tidak bisa,” dengus Bai An pura-pura marah.


Seketika Mu Xia'er dan Chu Jia menundukkan kepala mereka.

__ADS_1


Keheningan terjadi selama beberapa detik.


Waa waa..!!


Terikan di sertai tawa Xie'er langsung memecahkan keheningan.


Bai An tentu melihat putrinya yang kini bahagia saat melihat kedua ibunya takut kepada ayahnya.


“Anak nakal,,” ucap Bai An langsung mencubit pipi kiri putrinya.


Wajah Xie'er langsung cemberut saat di cubit, tak lama ia mengembungkan pipinya dengan mata berkaca-kaca.


“Uu,,uuh putri ayah yang imut, apa Xie'er mau ayah ajak pergi main,” ucap Bai An dengan cepat mencoba menghibur putrinya.


Dengan cepat Xie'er merubah wajahnya, kini ia tertawa bahagia saat akan di ajak main-main.


Xie'er juga terlihat melirik ke arah Ye'er dengan senyum mengejek.


Ye'er yang iri langsung mencubit-cubit pipi Ayahnya.


Bai An yang sadar langsung mengatakan hal yang sama kepada putranya.


Setelah itu Bai An melirik ke arah istrinya.


“Xia'er, Jia'er aku akan membawa Xie'er dan Ye'er ke dunia luar, apakah kalian mau ikut?” Tanya Bai An tersenyum hangat.


Mu Xia'er dan Chu Jia langsung mengangkat kepala mereka di sertai senyum bahagia.


“Aku mau Gege,” ucap Mu Xia'er dengan nada semangat.


Chu Jia hanya mengangguk-angguk.


Sebuah energi langsung keluar lalu merobek ruang.


Crash..!!


Lubang hitam langsung tercipta.


“Ayo,” ajak Bai An.


Mu Xia'er dan Chu Jia langsung bergegas masuk lubang hitam.


Wuss wuss..!!!


Tap tap..!!


Bai An bersama istri dan kedua putra putrinya langsung muncul tepat di sebuah kota.


Kota tersebut bernama Kota Sumberdaya.


Kota Sumberdaya adalah kota terbesar di Dunia Jun Long, Kota Sumberdaya juga di padati oleh ratusan Paviliun dan toko sumberdaya lainnya.


Di kota Sumberdaya, ada 3 Paviliun yang terbesar, salah satunya Paviliun Semesta.


Untuk dua lainnya adalah Paviliun Phoenix Perak dan Paviliun Serigala Angin.


Ketiga Paviliun ini mempunyai banyak cabang di seluruh Alam Semesta Inti, dan pusatnya ada di Kota Sumberdaya.

__ADS_1


Tap tap..!!


“Gege, apakah kita akan ke pusat toko lebih dulu?” Tanya Mu Xia'er dengan mata berbinar-binar.


Mendengar itu, Bai An hanya bisa menghela nafas, ia tentu paham maksud pertanyaan istrinya.


“Baiklah, belanja sesuka hati kalian, sementara aku akan membawa kedua putra putriku jalan-jalan mengelilingi kota,” ucap Bai An.


Mu Xia'er dan Chu Jia langsung cemberut, karena mereka tidak ingin terpisah sehingga mereka memasang wajah memelas agar Bai An mau mengikuti mereka berbelanja.


“Iya iya,, aku akan ikut,” ucap Bai An dengan nada berat.


Wajah kedua istri Bai An kembali bersinar.


Mereka langsung menuju pusat toko yang di penuhi oleh barang-barang jualan khusus wanita.


Sementara Bai An hanya mengikuti saja dari belakang, Bai An terlihat seperti seorang pelayan, karena ia membawa Xie'er dan Ye'er.


Kini tatapan semua laki-laki maupun perempuan menatap ke arah Mu Xia'er dan Chu Jia.


Ada yang menatap kagum karena bisa melihat bidadari, ada yang iri, ada juga yang di penuhi nafsu.


Mu Xia'er dan Chu Jia sadar, tapi mereka tetap mengabaikannya.


Mereka yakin suami mereka bisa mengurus orang-orang yang berniat tidak baik.


Untuk Bai An, ia acuh karena lebih fokus menghibur kedua putra putrinya dengan menjelaskan berbagai hal yang mereka lihat di sekelilingnya.


Tap tap..!!


“Hei,, nona, ikutlah bersama Tuan muda, karena ia ingin anda menemaninya untuk makan di restaurant Phoenix Emas.”


Langkah Mu Xia'er dan Chu Jia terhenti saat 4 orang pria berpakaian pengawal menghadang mereka.


“Pergilah,, jika tidak kau akan menyesal telah hidup di dunia ini,” ucap Mu Xia'er dengan nada dingin bercampur kesal karena kesenangannya di ganggu.


Sekilas Mu Xia'er juga memandang ke arah Bai An yang lebih asik bersama Xie'er dan Ye'er.


Sementara keempat pengawal yang menghentikan langkah Mu Xia'er dan Chu Jia kini memasang wajah gelap.


Menurut mereka, baru kali ini ada orang yang berani menolak Tuan muda mereka.


Di Kota Sumberdaya, tidak ada yang berani menolak Tuan muda mereka, bahkan putri dari pemilik Paviliun Semesta yaitu Jia Li Ling tidak bisa berbuat apa-apa saat Tuan muda mereka menginginkannya.


Saat salah satu dari keempat orang ini ingin mengancam Mu Xia'er dan Chu Jia.


Terdengar sebuah suara lebih dulu.


“Apa yang kalian lakukan?”


“Bukan begini caranya mengajak seorang dewi.”


Tap tap..!!


Suara tersebut muncul dari seorang pemuda yang cukup tampan, ia dengan santai melangkah melewati keempat pengawalnya.


“Tu..Tuan muda,” sapa keempat pengawal yang menghadang Mu Xia'er dan Chu Jia.

__ADS_1


Tapi pemuda tersebut sama sekali tidak melirik ke arah mereka, karena tatapannya kini mengarah ke dua wanita yang membuatnya terpikat.


__ADS_2