Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Peningkatan Bai An dan Keluarga Harmonis Duan Du


__ADS_3

Bai An yang melihat reaksi semua keluarganya langsung tersenyum tipis. “Kalian semua berkultivasi atau tingkatkanlah kekuatan kalian, jangan berpuas diri.” Ucap Bai An, lalu ia kembali menambahkan.


“Aku akan kembali lagi untuk mengecek sesuatu, tunggulah di sini.” Bai An langsung menghilang tanpa menunggu jawaban dari semua orang.


Dret..!!


...!!


Wung..!!


Tak lama sebuah celah muncul di ruang hampa yang di sinari oleh Cahaya Emas. Dari sebuah celah Bai An muncul.


Tatapan Bai An langsung mengarah ke sosok Naga mengenakan armor bewarna biru muda, sementara di balik armor, sisik Naga tersebut bewarna Emas gelap dan dari sisik itulah yang membuat seluruh area Dimensi bewarna Kuning.


“Ia kini tidak menjadi Ras Half Giant Dragon lagi, melainkan Ras Naga sempurna, yaitu Ras Giant Dragon God.” Gumam Bai An tersenyum lebar.


“Aku tak menyangka juga di semua orang yang menjadi keluargaku, Tu Long lah yang pertama kali menembus Tingkat Dewa Surgawi,” sambung Bai An.


Dret dret..!!


Percikan listrik bewarna emas gelap seketika mengelilingi tubuh Tu Long saat ini, bersamaan dengan itu ia membuka matanya.


Bam..!!


Tubuh Tu Long yang telah membentuk Naga asli langsung terdengar suara ledakan dari dalam saat ia membuka matanya.


“Aku tak menyangka akan langsung menembus Tingkat Dewa Surgawi ⭐ 1 Menengah,” ucap Tu Long dengan suara menggelegar. Karena suara Tu Long yang tidak ia kendalikan saking bahagianya.


Seketika terjadi ledakan di area tempat Tu Long melayang.


“Hemm..!! Jika kau berteriak tidak jelas lagi, maka aku akan memukul otakmu yang dongol itu,” dengus Bai An muncul di samping Tu Long.


Mendengar itu, Tu Long seketika berubah menjadi manusia. “Hehe apa yang kau katakan memang benar Tuan muda, ternyata di sini tersembunyi reruntuhan yang sangat beharga,” ucap Tu Long sambil menggaruk kepalanya sedikit canggung.


Pandangan Tu Long terlihat mengarah ke reruntuhan tempat ia menemukan sebuah piramida yang di segel oleh Ras Naga asli.


Beruntung Tu Long bisa memahami setiap tulisan yang ada di piramida tersebut, jika tidak, ia pasti tidak akan bisa memecahkan segel tersebut.


Namun saat ini mata Tu Long melebar saat melihat piramida tersebut telah hancur akibat ulahnya.

__ADS_1


“Eeh,, apa aku yang melakukannya?” Tanya Tu Long melirik Bai An yang mendengus ke arahnya.


“Hehehe,, maafkan aku Tuan muda, walau piramida telah hancur, namun aku masih mengingat setiap bait yang tertulis di piramida tersebut,” ucap Tu Long tertawa tanpa rasa bersalah.


Bai An terlihat tidak peduli sama sekali, saat ini pandangannya mengarah ke sebuah lembah di bawah jurang. Di sana ia merasakan energi Ilahi yang jauh melimpah dari tempatnya berdiri.


“Hemm..!! Aku tidak butuh tulisan piramida tersebut, karena aku yakin itu terikat dengan dirimu saat ini.” Ucap Bai An terdiam sesaat. “Aku juga yakin jika kau bisa memecahkan semua tulisan yang telah kau hafal, maka peningkatanmu pasti akan lebih mengerikan di masa depan.” Sambung Bai An kini melayang turun ke bawah.


Tu Long mengangguk semangat saat mendengar ucapan Bai An, ia memang belum memecahkan semua bait tulisan yang ada di piramida.


Dari yang Tu Long ingat, ia hanya bisa memecahkan 2 bait baris saja, sementara yang Tu Long lihat ada 5 bait baris. Artinya tinggal 3 yang belum Tu Long bisa pecahkan.


“Kau kembalilah, jaga semua orang dari balik bayang-bayang dan tetap awasi Leluhur Hendric yang memiliki nama asli Gu Sheng.” Ucap Bai An.


Bai An menyuruh Tu Long karena ia takut jika segel budak yang ia tanam di hancurkan lalu Gu Sheng berkhianat.


Bai An tentu tahu jika energi yang di dimensi alam sihir telah terbuka, maka Gu Sheng pasti bisa mengembalikan kekuatan aslinya jika menyerap energi ilahi.


Mendengar itu, Tu Long menyeringai kejam. “Hehe jika ia berani membuka segel yang Tuan muda tanamkan, maka aku akan membuatnya menyesal seumur hidupnya,” kekeh Tu Long langsung menghilang dari tempatnya.


...


Bai An hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Huff..!! Otaknya hanya ingin bertarung saja, dan saat berkumpul bersama keluarga besar, ia hanya menjadi patung tanpa berani mengucapkan sepatah kata.” Gumam Bai An sedikit bingung.


Wuss..!!


Setelah bergumam. Bai An langsung menghilang, kini ia muncul di sebuah lembah bawah jurang.


“Energi di sini tidak pernah di jamah oleh makhluk hidup, ini memudahkanku untuk meningkatkan kekuatanku secepat mungkin,” gumam Bai An tersenyum kecil.


Dengan cepat ia mengambil duduk lotus. Tak lama Bai An langsung menyerap energi ilahi yang ada di sekitarnya.


Bukan hanya ia saja yang ikut menyerap energi ilahi, Roh Asura Blood pun ikut menyerapnya dengan lahap.


Waktu terus berlalu terlihat tubuh Bai An masih rakus menyerap energi di sekelilingnya.


Wung wung wung...!!


Kulit Bai An seketika mengencang dan berdenyut keras.

__ADS_1


Bam bam..!!


Tak lama terdengar suara ledakan di sertai energi merebes keluar dari dalam tubuh Bai An.


Hoek..!!


Darah seketika keluar dari mulut Bai An bersamaan ia membuka matanya.


“Sialan, aku tak menduga kotoran pada tubuhku begitu banyak,” gumam Bai An melihat banyaknya darah kotor bewarna hitam legam di depannya.


Dengan segera Bai An mengalirkan energinya ke dalam tubuhnya untuk memulihkan luka-lukanya.


“Hemm..!! Dewa Surgawi ⭐ 1 Awal.” Merasa tidak puas, Bai An ingin menyerap energi ilahi yang terlihat masih padat.


“Walau saat ini aku merasa ribuan kali lebih kuat dari sebelumnya, aku merasa saat ini masih lemah jika bertemu musuh yang menuju kemari.” Gumam Bai An.


Saat Bai An akan memejamkan matanya. Roh Asura Blood keluar sendiri dari pedang yang ada di pinggang Bai An.


“Jangan rakus, berikan kesempatan kepada semua keluargamu yang ada di Dimensi Inti, jika mereka semua kesini, aku yakin mereka semua akan meningkat juga,” ucap Asura Blood memperingati.


Mendengar itu, Bai An teringat istri, putri, adik dan yang lainnya.


“Aah rupanya aku harus menjemput mereka,” ucap Bai An kini bangkit.


“Tidak perlu, kau hanya perlu menghubunginya, karena saat ini Dimensi ini segelnya telah hilang, jadi mereka semua bisa keluar masuk sesuka hati mereka,” ucap Asura Blood.


“Aah begitu ya, aku bahkan tidak menyadarinya, apa seperti ini rasanya bahagia saat menembus tingkat kekuatan yang luar biasa?” Ucap Bai An kini mengingat tingkah laku Tu Long.


Tak lama, Bai An memejamkan matanya lalu menghubungi semua orang yang berasal dari Dimensi Inti.


***


Duan Du yang saat ini sedang menikmati araknya langsung melebarkan matanya.


“Haha sudah ku duga jika kakak tidak mungkin jika tidak mengetahui bahaya yang akan mendekat, ia juga pasti mencari sesuatu yang beharga untuk meningkatkan kekuatan kita semua.” Teriak Duan Du langsung bangkit dari tempat duduknya.


Blush..!!


“Apakah kau tidak bisa mengecilkan suaramu Du'er,” ucap sebuah suara yang begitu dingin. Ia tak lain Ling Mei.

__ADS_1


“Hemm..!! Rupanya kau ingin nenek ajarkan cara tata krama,” sambung Ling Mei.


Tubuh Duan Du seketika menegang mendengar suara yang tidak ingin ia dengar.


__ADS_2