Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Mengambil Alih Kota dan Pergerakan Para Leluhur Elf


__ADS_3

“Hahaha,, lagi-lagi teknik rendahan ini, aku sudah tahu cara mengatasi teknik rendahan Ras Elf ini.” Sebuah tawa mengejek langsung terdengar dari mulut Panglima Manusia.


Duar..!!


Bangunan tempat Panglima Elf jatuh langsung hancur, kini Panglima Elf melesat ke langit.


Pandangan Panglima Elf langsung menatap Panglima Manusia, dengan niat membunuh bercampur benci Panglima Elf langsung melesat ke arah Panglima Manusia.


“Mati kau manusia menjijikan,” teriak Panglima Elf langsung mengayunkan senjatanya.


Trank..!!


“Bukan aku yang menjijikkan tapi itu kau dan semua Ras mu, kau bahkan tanpa tahu malu membantai Ras Dark Elf yang dulu selalu membantu Ras mu,” ucap Panglima Manusia dengan nada jijik.


Panglima Manusia yang melihat Panglima Elf kini sudah kehilangan akal tentu terus menerus memprovokasinya. Sehingga Panglima Elf kini semakin liar menyerang Panglima Manusia.


Saat Panglima Manusia terus menerus bermain-main, seketika sebuah suara menggema di pikirannya.


“Apa yang kau lakukan, cepat selesaikan, berhentilah menunda,” ucap salah satu Leluhur Manusia yang melihat apa yang di lakukan oleh Panglima Manusia dari luar kota.


Panglima Manusia sedikit berkeringat dingin, dengan cepat ia mundur.


“Haha apa kau kini sudah sadar perbedaan kita sehingga kau takut,” ejek Panglima Elf kini tertawa terbahak-bahak.


Crash..!!


Kepala Panglima Elf langsung melayang, ia sedikit membelalakkan mata di sertai tatapan tak percaya ia mati begitu saja.


“Heng, ketahuilah tempatmu dasar sampah menjijikkan,” dengus Panglima Manusia dengan nada dingin.


Setelah Panglima Manusia membunuh Panglima Elf, kini ia bergerak menuju wilayah pusat bersama para jendral dan komandan kekaisaran Gama yang telah mengambil alih wilayah pertahanan depan.


Wuss..!!


Wuss..!!


...


Di luar kota Linsen, kini para leluhur masih melayang menyaksikan kemenangan pasukan kekaisaran mereka.


“Hemm..!! Tidak akan lagi kita akan menundukkan Kota Linsen, tapi tetap aku merasa ada yang aneh, apa Ras Elf begitu mudah membiarkan kita menguasai kota mereka, biasanya mereka sangat mempertahankan milik mereka.” Salah satu leluhur manusia yang bertubuh gumpal merasa aneh.


“Hemm..!! Jangan di pikirkan, kita ada banyak dan tidak mungkin mereka mampu mengalahkan kita saat ini, mereka juga tidak mungkin mengerahkan semua leluhur Elf untuk mengepung kita,” ucap Leluhur Elf yang memiliki alis bewarna hijau, ia terlihat memiliki kepercayaan diri tinggi.


...


Wilayah pusat, kini hampir setengah kota kancur akibat pertempuran sengit yang terjadi.

__ADS_1


Pasukan kekaisaran Gama saat ini mengepung pasukan Elf dari berbagai arah.


“Serang terus, jangan biarkan mereka memulihkan diri, sebentar lagi kita akan menang,” teriak Panglima Manusia langsung membuat semangat pasukan kekaisaran melonjak.


Di depan mereka kini para Elf terlihat membentuk perisai dengan menggabungkan kekuatan mereka, mereka membentuk lingkaran di benteng terahir, yaitu kediaman pemimpin kota.


Bom bom bom..!!


Krak krak..!!


Terdengar retakan dari perisai yang terlihat seperti kaca. Hal itu membuat pasukan kekaisaran Gama semakin bersemangat menggempur perisai tersebut.


Duar..!!


Tak lama perisai langsung hancur. Mereka semua pun langsung menyerang semua Elf yang tersisa.


***


“Hemm..!! Mereka telah selesai menguasai kota, tapi kenapa mereka belum muncul,” gumam Bai Han dengan nada kesal.


Jiu Long, Pixiu dan Bai Yu Long kini terlihat menatap Bai Han layaknya anak berusia 5 tahun.


Mereka begitu karena penasaran dengan apa yang Bai Han pegang.


“Han'er, apa dengan itu kau bisa melihat semua yang terjadi di kota Linsen?” Tanya Pixiu, ia sudah tidak tahan sehingga langsung bertanya.


“Aku juga mau,” teriak Jiu Long.


“Tidak, aku lebih dulu yang bertanya jadi aku lebih dulu menerimanya,” ucap Pixiu.


“Dari pada kalian berdebat, lebih baik aku saja yang mengambilnya lebih dulu,” ucap Bai Yu Long terdengar tak mau kalah.


Bai Han hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Kenapa aku merasa sipat mereka mirip Li'er dan Ares lama-lama,” gumam Bai Han dalam hati.


“Tenang saja, aku sudah bilang punya banyak, jadi aku akan memberikan kepada kalian secara bersamaan,” ucap Bai Han langsung melempar ketiga teropong yang ia munculkan tiba-tiba.


Dengan sigap Pixiu, Jiu Long dan Bai Yu Long menangkap teropong yang berasal dari bumi secara hati-hati.


Setelah itu mereka langsung mencoba apa yang Bai Han lakukan tadi, namun yang mereka lihat hanya pandangan gelap.


Bai Han hanya bisa tersenyum kecil melihat kelakuan mereka.


“Buka dulu tutupnya lalu alirnya sedikit Mana kalian, setelah itu arahnya teropong ini ke target yang ingin kalian lihat,” ucap Bai Han memberikan penjelasan.


Ketiganya sedikit malu dengan apa yang mereka lakukan tadi, karena saking semangatnya mereka lupa bertanya cara menggunakan benda aneh ini.


***

__ADS_1


Di luar kota Linsen.


Saat ini para leluhur saling melirik. “Ayo kita masuk,” ucap Leluhur berjubah hitam lambang Naga.


Semua leluhur mengangguk setuju, mereka pun langsung melesat ke pusat kota yang akan di buat sebagai tempat tinggal mereka untuk menyusun rencana.


Wuss wuss..!!


...


“Apakah mereka sudah mulai bergerak?” Tanya Panah Suci kini memegangi batu bercahaya hijau.


“Sudah, mereka kini bergerak menuju pusat,” jawab sebuah suara.


“Jika begitu, kita bersiap bergerak, kalian bertiga juga bisa mendengar suaraku bukan, jika begitu langsung menuju yang sudah aku berikan titik lokasinya kemarin, jangan sampai salah bertindak, jika tidak kita yang akan mati,” ucap Leluhur Panah Suci terdengar serius.


Jlep..!!


Tanpa menunggu balasan, Leluhur Panah Suci bangkit, pandangannya mengarah ke pasukan intinya. “Ingat tugas kalian, kalian hanya membantu untuk memperkuat pertahanan perisai nantinya setelah mereka terkurung.”


“Siap leluhur,” jawab pasukan Leluhur Panah Suci serempak.


...


“Apa kalian siap, ingat jika kita gagal maka kalian semua langsung melarikan diri, jangan dengarkan para Elf sok suci itu yang mengatakan kita pengecut, mereka hanya iri saja,” ucap Elf berjubah hitam.


“Siap leluhur, tapi setelah kita lari, bukankah kita akan di musuhi oleh Ras kita?” Tanya salah satu Elf berpakaian assasint.


“Kita memang sudah menjadi musuh para Elf dari dulu, karena kita adalah pengikut setia Ratu dari dulu dan tidak pernah memihak mereka, dan saat melarikan diri, tentu kalian tahu kemana akan pergi bukan?” Jawab Leluhur Elf berjubah hitam sambil bertanya.


Mereka semua langsung mengangguk patuh.


...


Tak lama kelima Leluhur Elf langsung melakukan pergerakan senyap dari lima arah berbeda menuju Kota Linsen.


Bai Han dan keluarganya yang menggunakan teropong langsung berseru masing-masing.


“Aku melihat mereka berada di arah utara dan sedang menuju Kota Linsen,” seru Jiu Long kagum, ia kagum karena teropong yang ia gunakan bisa membuatnya melihat secara detail.


“Aku juga melihat mereka di arah timur,” ucap Pixiu.


“Hem..!! Aku melihatnya di arah selatan.” Sambung Bai Yu Long.


Sementara Bai Han melihat dua pergerakan dari arah Barat dan barat daya.


“Kalian semua bersiap.” Ucap Bai Han langsung tersenyum lebar.

__ADS_1


“Tentu kami siap." Jawab ketiganya serempak kini memandang Bai Han karena sudah saatnya mengaktipkan Nuklir.


__ADS_2