
Seutas senyum Bai Han perlihatkan. “Apa kau ingin aku bermain kasar agar kau mau melepaskan sihir ilusimu kepada keponakan ku?”
Mendengar suara bisikan Bai Han, tubuh Gisel seketika bergetar hebat, wajahnya yang semula memerah tomat kini semakin memerah hingga mengeluarkan asap.
“A..Apa yang ingin kau lakukan? Pergi,” ucap Gisel mencoba untuk mendorong Bai Han.
Namun ia kini terlihat seperti kucing pemalu, bahkan saat mendorong Bai Han, ia tidak menggunakan Mana nya.
“Hem..!! Benar dugaanku jika wanita ini suka kepadaku, artinya ia juga bisa melihat wajahku dari awal,” gumam Bai Han tersenyum tipis.
“Heeh,, kau ternyata cukup lembut juga,” ucap Bai Han kini mengelus pipi Gisel.
Hal tersebut membuat jantung Gisel berdetak lebih cepat dari biasanya.
“A..Aku aku-”
“Sstt,, jangan berisik sayang, apa kau tidak menyukaiku sehingga aku ingin pergi. Hmm..!! Baiklah,” ucap Bai An memotong ucapan Gisel.
Dengan santai Bai Han bangun lalu berjalan ke arah Lang Zai dan Cen Tian yang kini sedang membuka mulutnya lebar-lebar.
Tak lama, mereka langsung mengacungkan jempol mereka dengan senyum lebar.
Tap tap..!!
Bai Han langsung menepuk pundak Duan Li, tak lama ia langsung terlepas dari sihir ilusi.
“Pa..Paman, kenapa kau ada di sini? Kenapa juga aku ada di sini? Bukankah tadi aku di tangkap oleh-” Duan Li menghentikan ucapannya saat melihat Gisel yang kini terdiam kaku.
“Heeh,, kenapa bibi itu terlihat seperti wanita idiot?” Ucap Duan Li menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Pletak..!!
“Itu karena ulah mu bocah nakal, jika kau tidak nakal, paman mu Bai Han tidak akan bertindak seperti ini,” dengus Lang Zai langsung memukul kepala Duan Li.
Walau tidak sakit, Duan Li langsung mengerucutkan bibirnya ke arah lain.
“Sudah-sudah, ayo kita pergi sebelum wanita itu sadar.” Ajak Bai Han langsung melangkah keluar.
Blush..!!
Tiba-tiba sebuah tekanan mengerikan muncul yang langsung membuat Bai Han dan yang lainnya kini hampir terjatuh. Tapi hanya satu yang bingung, Duan Li. Karena ia tidak merasakan tekanan tersebut.
“Hei, kenapa paman bertiga berkeringat dingin dan seperti orang menahan sesuatu?” Tanya Duan Li menggaruk kepalanya.
__ADS_1
Melihat tidak ada yang menjawab pertanyaannya, Duan Li langsung kesal, ia pun langsung tersenyum kecil. Tak lama Duan Li lari keluar dengan wajah licik.
Bai Han yang melihat itu langsung mengutuk bocah tersebut. Tapi saat ini ia harus mencoba menahan tekanan mengerikan yang entah berasal dari mana. Bahkan ia, Lang Zai dan Cen Tian tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun akibat tekanan tersebut.
Wuss..!!
Sosok wanita seperti Dewi muncul di depan Bai Han dan yang lainnya.
Clik..!!
Dengan santai wanita yang mirip Dewi tersebut membunyikan jarinya.
Tak lama Bai Han, Lang Zai dan Cen Tian berpindah tempat.
Pandangan ketiganya seketika mengarah ke sebuah ruangan layaknya istana, lalu pandangan mereka beralih ke sosok wanita yang memberikan mereka tekanan.
Wanita tersebut kini sedang duduk sambil menggoyang-goyang gelas yang berisi arak.
“Hem..!! Jadi kalian bertiga yang selama ini membuat kekacauan hingga menghancurkan cukup banyak kota kecil hingga kota kelas 3,” ucap sosok wanita seperti Dewi.
“Siapa kau?” Tanya Bai Han dengan nada dingin. Walau tubuhnya di tekan, ia berusaha untuk bertanya dengan seluruh kekuatannya.
“Ooh ya,, maaf perkenalkan aku Sintia Master Guild Matahari,” ucap Sintia memperkenalkan dirinya.
“Putramu bahkan sangat mirip denganmu saat masih muda Ling Bai, dan ia pun langsung membuat orangku jatuh cinta,” gumam Sintia dalam hati.
Sintia tahu jika Bai Han sama sekali tidak menaruh hati kepada orangnya dan sedang mempermainkannya tadi. Sama halnya seperti dirinya di masa lalu.
...
“Lalu apa maksudmu dengan ini?” Tanya Bai Han kembali dengan nada dingin.
“Hooh,, kau memang tidak tahu apa atau sedang berpura-pura.” Wajah Sintia seketika menatap Bai Han dengan tatapan mengerikan.
Hal itu membuat Bai Han dan yang lainnya semakin tertekan.
Tatapan Bai Han kini terlihat semakin tajam. “Hemm..!! Ternyata begitu, apa kau memang benar-benar ingin mencari masalah dengan kami. Ku beri tahu kau satu hal, walau kau kuat, kau akan menyesal karena telah mencari masalah dengan kami. Walau aku akan mati sekalipun. Yakinlah akan ada seseorang yang akan datang menghancurkan tempatmu ini,” ucap Bai Han dengan nada dingin.
“Hooh, apa kau sedang mengancamku bocah,” Sintia langsung muncul di depan Bai Han, ia langsung mengelus-elus pipi Bai Han.
Bom..!!
Ledakan seketika terjadi dari tempat Lang Zai dan Cen Tian.
__ADS_1
“Ku sarankan kau jangan menyentuh keponakanku, jika tidak kau akan menyesal seumur hidupmu,” ucap Cen Tian kini mengeluarkan energinya untuk melindungi tubuhnya dari tekanan Master Guild Matarahi.
Cen Tian yang sengaja menyimpan energinya kini terpaksa menggunakannya. Jika tidak dalam bahaya, mungkin ia tidak akan mengeluarkannya seperti ini.
Sama halnya dengan Lang Zai, ia pun mengeluarkan energinya. Kekuatan keduanya pun layaknya Rangking SS+ saat mengeluarkan energi mereka.
Sintia seketika tersenyum kecil saat melihat satu keluarga saling melindungi.
Dengan santai Sintia menghilangkan tekanannya lalu kembali ke tempat duduknya.
“Baiklah, silahkan duduk Tuan muda sekalian, karena kalian tamu ku, maka nikmati hidangan yang telah aku siapkan,” seolah tidak terjadi apa-apa, Sintia dengan santai menyambut Bai Han dan yang lainnya.
Bai Han dan yang lainnya hanya diam saja, mereka saat ini masih berdiri di tempat semula sambil mengeluarkan senjata.
“Ayolah, tadi itu hanya bercanda. Jangan kalian anggap serius,” ucap Sintia tersenyum kecil.
“Dan aku mengundang kalian kesini karena aku ingin mengajak kalian berbisnis, aku yakin kalian pasti akan menerimanya tanpa menolak,” ucap Sintia menatap ketiganya berubah serius.
Bai Han, Cen Tian dan Lang Zai saling menatap satu sama lain.
Tak lama, mereka mengangguk lalu duduk.
“Baiklah, apa yang ingin kau bisniskan?” Tanya Bai Han langsung ke intinya, ia juga sama sekali tidak menyentuh hidangan yang telah Sintia persiapkan.
Sintia tersenyum, tak lama ia langsung mengucapkan tuga kata. “Satu Penguasa Dimensi.”
Bai Han, Cen Tian dan Lang Zai saling menatap satu sama lain. Mereka bertiga tentu cukup cerdas dalam mengambil makna ucapan tersebut.
“Apa untungnya bagi kami?” Tanya Bai Han berpura-pura acuh, padahal dalam hati ia dan kedua pamannya sangat senang jika ada pendukung kuat.
“Heeh,, kalian bertanya untung, bukankah ini pekerjaan kalian, ingin menghancurkan seluruh Kekaisaran Gama karena telah mengincar kalian, aku rasa kalian cukup cerdas dan bijak dalam mengambil makna ucapanku ini.” Ucap Sintia tersenyum sinis.
Cukup lama Bai Han berunding, 10 menit berlalu setelah mengambil kesepakatan. Bai Han dan Sintia pun setuju bekerja sama.
Bai Han juga mendapat untung besar jika ia akan di bantu membunuh para manusia angkuh dengan beberapa ahli milik Guild Matarahi.
Walau dalam bayang-bayang, itu sudah membuat Bai Han senang.
***
Wuss..!!
Sebuah Cahaya Hitam berbentuk cakar Singa melesat ke kota kecil yang kini hampir hancur seutuhnya.
__ADS_1
Duar..!!