
“Cukup menarik jika ada orang yang setara dengan Li Qian. Bahkan sedikit lebih kuat.” Gumam Heng Yu.
“Bukan hanya itu saja, orang ini mungkin berasal dari dimana tempat asalku juga.” Sambung Heng Yu tersenyum tipis di balik tudungnya.
Heng Yu tentu tidak akan menyerang jika memang benar orang-orang ini berasal dari Dimensi Tanpa Nama, tapi ia juga tidak di perbolehkan membantu mereka oleh Masternya. Membantu secara terang-terangan.
Tapi satu hal yang membuat Heng Yu kesini, ia di tugaskan mencari seseorang yang sangat berharga bagi Masternya. Bahkan jika orang yang ia cari telah mati, Heng Yu harus membawa kuburan tempat orang yang ia cari ini. Termasuk menelusuri siapa orang-orang terdekat atau keluarganya yang masih hidup untuk di bawa.
***
Dimensi Alam Dewa Sihir.
“Apa kau sudah melihat dengan jelas bagaimana bentuk jubahnya? Perlu kau tahu, jubah yang kami kenakan ini cukup unik, hanya anggota keluarga kami yang menggunakannya, dan tidak mungkin orang lain menggunakannya. Apalagi jika orang yang kau maksud berasal dari Dimensi Alam Dewa.” Tanya Tu Long dengan nada penasaran dan menolak keras apa yang di ungkapkan oleh Gu Sheng tentang orang yang mengenakan jubah yang sama dengan mereka.
“Benar, walau banyak jubah yang sama. Tapi Jubah ini di buat sendiri oleh Tuan muda dengan campuran beberapa item dari berbagai tempat yang kami datangi dulu. Jubah inipun mampu menutupi wajah seseorang jika mengenakannya, hanya orang yang jauh lebih kuat dapat melihat wajah kami.” Ucap Duan Du membenarkan Tu Long. “Seperti ini, apa kau dapat melihat wajahku.” Sambung Duan Du menunjukkan buktinya.
Gu Sheng pun sedikit terkejut karena tidak bisa melihat wajah serta tingkat kultivasi Duan Du saat Duan Du memasang tudung jubah yang ia kenakan.
“Kau pasti heran bukan. Inilah uniknya jubah ini, saat kami kuat, jubah ini pun ikut bertambah kuat seolah ia mempunyai nyawa. Dengan tingkat kultivasiku saat ini yaitu Dewa Surgawi ⭐ 1 Menengah, aku merasa orang yang dapat melihat tingkat kultivasi serta wajahku yang asli hanya orang setingkat Dewa Surgawi ⭐ 4 Awal atau bahkan ⭐ 4 Puncak. Makanya aku cukup heran dengan ucapanmu tadi.” Ucap Duan Du menjelaskan kegunaan jubah ini.
Bukan hanya itu saja, saat memakai jubah ini, seseorang bisa mengubah tingkat kultivasi mereka sesuka hati dan mengubah seberapa besar energi yang tersimpan di Dantian mereka.
“I..Ini, aku baru tahu ada jubah seperti ini. Ini seperti sebuah Artefak Surgawi tingkat puncak. Artefak Surgawi tingkat puncak sangat di cari-cari oleh orang-orang dari Dimensi Alam Dewa.” Ucap Gu Sheng terkejut luar biasa.
“Benar, bisa di katakan seperti itu, namun kelemahan dari jubah ini adalah ia tidak mempunyai pertahanan, jubah ini gampang sekali rusak atau hangus. Hanya itu saja kelemahannya menurutku.” Bai An yang sedari tadi diam akhirnya angkat suara.
“Dan jika yang kau ucapkan tadi memang benar maka, boleh kau mengirimkan ingatanmu tadi?” Tanya Bai An dengan nada sopan.
__ADS_1
“Tentu.”
Tanpa ragu Gu Sheng langsung menembakkan energi dari jentikan jarinya.
Wuss..!!
Sinar energi langsung melesat ke dalam kening Bai An.
Bai An pun langsung mencerna ingatan apa yang Gu Sheng lihat.
Bai An yang memejamkan matanya langsung mengerutkan keningnya.
Semua keluarga Bai An yang fokus ikut heran dengan apa yang Bai An lakukan.
“Apakah memang benar itu jubah yang kakak buat? Jika benar, maka siapa yang telah memberikan jubah tersebut?” Gumam Duan Du dalam hati sambil tetap fokus melihat kakaknya.
Bukan Bai An saja, semua orang yang mengetahui jubah hitam pekat saat masih di Dunia Fana ikut membeku.
Beberapa saat semua orang kini saling pandang dalam diam.
“Hemm..!! Tidak usah di pikirkan. Aku yakin bahwa lita pasti akan mendapat jawabannya nanti saat ia kesini. Lebih baik fokus menyusun langkah apa saja yang kau atur untuk semua anggota keluargamu.” Ucap Bai An langsung menyadarkan mereka semua.
Duan Du dan Bai Chu Yw yang di tatap langsung saling melirik. Sebelum mereka mulai membuka mulut. Bai An langsung menembakkan dua sinar ke kening Duan Du dan Bai Chu Ye.
Setelah mengetahui jumlah musuh, dari yang terkuat dan terlemah. Kini Duan Du serta Bai Chu Ye berpikir keras.
Karena mereka tak menduga jika yang terlemah adalah Dewa Surgawi ⭐ 1 Awal.
__ADS_1
...
“Dari kapal yang aku lihat di ingatan paman Gu, ada 32 kapal saja yang saat ini menuju kemari. Setiap kapal hanya 6 saja yang memiliki kekuatan luar biasa.” Ucap Bai Chu Ye sambil melirik Duan Du.
“Benar, jadi jalan yang kita ambil adalah hindari lebih dulu keenam kapal yang memiliki kekuatan luar biasa itu, terutama orang berjubah hitam itu.” Sambung Duan Du.
“Lalu cara untuk melawan mereka adalah membuat sambutan terlebih dahulu. Setelah menyambut mereka dengan jebakan maka nanti setiap kelompok yang akan di bagi akan melawan musuh.” Ucap Duan Du dengan wajah rumit.
“Ini jauh lebih sulit dari yang aku perkirakan. Tapi.
“Dengan 5 orang Dewa Penguasa Immortal Suci ⭐ 5 Puncak aku rasa bisa melawan maupun membunuh setiap musuh yang memiliki kekuatan Dewa Surgawi ⭐ 1. Aku rasa itu bisa.”Sambung Duan Du sambil menatap semua anggota keluarganya.
“Tapi untuk memastikan, mari kita coba siapa salah satu dari kalian yang telah mencapai Dewa Surgawi ⭐ 1 Awal ingin mencoba melawan 5 anggota keluarga kita yang telah mencapai Dewa Penguasa Immortal Suci ⭐ 5 Puncak.”
Mendengar usulan Duan Du. Lang Zai, Pixiu, Long Yuan, Cen Tian, Ling Feng, Mei Yin, Ling Sui, Gou Han, Gou Long, Ares, Sintia, Ariel, Anariel dan masih banyak lagi para bawahan Tu Long ikut langsung maju.
“Heeh, aku tak mengira jika cukup banyak dari kita yang ingin mencoba kekuatan penuh kita.” Kekeh Cen Tian.
“Biar aku saja yang maju, menurutku. Dari kita semua yang maju ini, aku cukup lemah juga.” Ucap Lo Ei, Lo Zeng, Mo Liang, Mo Liang Yun, Mo Liang Liu, Mo Denshan serta Mo Hung langsung maju sambil berkata dengan nada tegas.
“Eeh..!! Aku tak menduga jika mereka semua sesemangat ini,” ucap Gu Sheng tersenyum kecil.
“Dari pada kalian semua aku-aku, maka itu tak akan selesai. Jika di lihat, kalian semua sangat ingin mencoba kekuatan kalian. Jadi nanti pada waktunya, bahkan membunuh pun di haruskan. Sementara ini hanya uji coba, ku harap kalian mengerti.” Ucap Duan Du terdengar serius.
Lalu tatapan Duan Du mengarah ke Mo Denshan dan Lo Ei.
“Keduanya mungkin cukup, bagaimana paman Gu, kakak?” Tanya Duan Du melirik Bai An dan Gu Sheng.
__ADS_1
Melihat kakak dan pamannya mengangguk. Duan Du pun memerintahkan 10 anggota keluarganya yang tanpa paksaan untuk maju.