
“Hoho,, akhirnya kalian mulai serius, jika begitu kita cari tempat yang lebih luas,” ucap Luo Sha melirik ke arah arena.
Sret..!!
Saat pandangan Luo Sha mengarah ke Arena, sebuah jarum melesat dengan kecepatan mengerikan ke arah Luo Sha.
Trank..!!
Dengan cepat Luo Sha mengeluarkan pedang besarnya untuk menangkis jarum perak yang di lempar oleh pria tua yang memiliki bekas luka di wajahnya.
Aura Luo Sha langsung naik drastis, area di sekitarnya langsung berguncang hebat karena saat ini Luo Sha sedang marah. Jika saja ia terlambat menghalau jarum tersebut, ia yakin akan langsung jatuh koma.
Kini tatapan Luo Sha mengarah ke pria tua memiliki luka di wajahnya. “Dan Ye, kau yang akan pertama mati di bawah pedangku ini,” ucap Luo Sha dengan nada dingin.
Luo Sha langsung mengencangkan pijakannya, ia langsung melesat ke arah Dan Ye yang kini menyeringai licik.
Wuss wuss..!!
Bam..!!
Sebelum Luo Sha sampai, dua sosok berjubah merah muncul di langit dengan tekanan mengerikan.
“Aku tak melarang kalian bertarung atau saling membunuh, tapi jangan sampai merusak kota ini,” sebuah suara dari salah satu sosok berjubah merah menggema dan tatapannya tertuju ke Luo Sha.
Luo Sha yang di tekan oleh kedua orang tersebut hanya terdiam sambil menatap tajam penjaga Kota Kematian ini.
Ia sama sekali tidak takut dengan keduanya, karena ada sosok yang lebih mengerikan menurutnya dari keduanya.
“Penjaga Kota Kematian, jangan ikut campur kalian, ini masalahku dengan mereka bertiga,” ucap Luo Sha dengan nada dingin.
Salah satu dari kedua orang berjubah merah langsung menaikkan sebelah alisnya, ia adalah sosok yang di takuti di kota ini. Kekuatannya adalah yang terkuat sebagai penduduk tetap, yaitu Dewa Surgawi ⭐ 5 Awal dan orang di sebelahnya pun sama, namun ia baru saja menerobos ke Dewa Surgawi ⭐ 5 Awal.
“Keberanianmu sudah di luar batas Luo Sha, aku sarankan kau menjauh dari kota ini jika kau ingin melakukan pertarungan,” ucap sosok berjubah merah kini mengeluarkan auranya jauh lebih besar dan mengarah ke Luo Sha.
Blush..!!
Dret dret..!!
Sebagian dari Kota Kematian seketika berguncang hebat, Luo Sha dan ketiga musuhnya langsung terjatuh.
Terlihat Luo Sha berusaha menahan pijakannya agar ia tidak jatuh berlutut, sementara ketiga musuhnya telah jatuh berlutut.
...
__ADS_1
Tidak jauh dari tempat mereka, Bai An yang sedang menggoyang gelas berisi arak kini menatap ke arah kedua sosok berjubah merah.
“Hemm..!! Bukan mereka yang terkuat di kota ini, masih ada yang bersembunyi, ia adalah pemimpin yang menjaga bangunan kota ini tetap aman,” gumam Bai An dengan santai.
Pandangan Bai An lalu mengarah ke Luo Sha. “Hah,, walau orang ini sedikit lebih cerdas dari Tu Long, tapi temperamennya sangat buruk sehingga ia sama saja dengan Tu Long, bahkan jauh lebih buruk.” Ucap Bai An menghela nafas berat.
“Bertambah satu orang yang suka mencari musuh, walau ia tidak sadar akan hal tersebut, kelakuan merekalah yang membuat orang-orang memusuhi mereka.”
Wuss..!!
Bai An menghilang dari tempatnya.
Dret..!!
Tak lama ia muncul di tengah-tengah dua orang berjubah merah.
“Hemm..!! Apakah kalian bisa membiarkan mereka bertarung,” ucap Bai An dengan nada santai.
Kedua sosok berjubah merah seketika terkejut dan saat mereka akan membalik badan, sebuah tekanan halus langsung membuat mereka terdiam.
“Diamlah, aku tidak akan membunuh kalian, aku hanya ingin menyaksikan pertujukan sekaligus melatih bocah yang memiliki temperamen buruk tersebut,” ucap Bai An.
“Kalian juga tidak perlu khawatir, biaya kerusakan akan aku ganti,” sambung Bai An terdengar sedikit dingin.
Kedua sosok berjubah merah hanya diam, bukannya mereka takut bicara, itu karena mereka saat ini tidak mampu menggerakkan seluruh anggota tubuh mereka termasuk bibir mereka.
Wuss..!!
...
Luo Sha yang samar-samar merasakan aura dari Tuannya tadi di atas langit langsung tersenyum lebar, ia juga kini sudah tidak merasakan tekanan dari kedua sosok tersebut.
Dengan cepat Luo Sha mengangkat kepalanya lalu melihat ke langit. Melihat kini tidak ada keduanya, ia yakin jika Tuan mudanya membawa mereka entah kemana.
Tak lama pandangan Luo Sha mengarah ke ketiga musuhnya. Luo Sha seketika menyeringai saat melihat ketiganya sedikit terluka dan kini mencoba untuk menyetabilkan diri.
Glek..!!
Saat Luo Sha akan menyerang menggunakan pedang besarnya, ia mendengar sebuah suara di kepalanya.
“Siapa yang menyuruhmu menggunakan senjata, apa kau ingin aku ajarkan cara menggunakan senjata yang benar.”
Kata-kata Bai An langsung membuat Luo Sha berkeringat dingin, dengan cepat ia menggelengkan kepala sambil memasukkan senjatanya lagi.
__ADS_1
“Bagus, ini belum tahapan awal dari pelatihanmu selama seminggu ini, melainkan ini percobaan. Jika peningkatanmu memiliki kemajuan, maka kau akan memasuki tahapan pertama dari latihan yang sebenarnya,” ucap Bai An melalui telepati.
Mendengar itu, Luo Sha membeku di tempat, ia tak menyangka jika pelatihannya selama seminggu ini masihlah percobaan.
Kini Luo Sha membayangkan semua pertarungannya dari awal di kota ini, ia sudah berapa kali akan mati melawan musuh-musuhnya. Belum lagi Bai An selalu menyiksanya dengan latihan di luar akal sehatnya dan juga dantiannya selalu di segel saat ia berlatih.
Walau ia senang tubuhnya kini meningkat sangat banyak menurutnya, tapi selama ini ia hanya melakukan latihan percobaan.
Membayangkan bagaimana pelatihan tahapan awal dan seterusnya. Tubuh Luo Sha seketika lemas dan ambruk.
Bruk..!!
Keringat dingin terus mengalir dari kepala Luo Sha saat ini.
Sementara ketiganya yang melihat Luo Sha terjatuh mengira jika Luo Sha terluka akibat serangan dari dua sosok berjubah merah, mereka bertiga pun langsung bergerak cepat.
Wuss..!!
“Hahaha,, mati kau bangsat,” teriak pria tua memiliki luka di wajahnya.
Luo Sha yang merasakan instingnya dalam bahaya langsung berguling ke kiri.
Bam..!!
Tidak hanya pria tua tersebut, iblis yang kini muncul di sebelah kiri Luo Sha langsung mengayunkan senjatanya yang telah di aliri energi bewarna hitam.
“Mati.” Teriak Iblis tersebut.
Wuss..!!
Duar..!!
Karena tidak menahan diri, sebuah kawah besar seketika tercipta di tempat tersebut, bahkan bangunan di sektikar ikut hancur.
Terlihat juga banyak sekali penjahat menonton kejadian tersebut, namun tidak ada dari mereka yang berniat ikut membantu. Melainkan semua dari mereka memiliki rencana licik, saat pertarungan berahir mereka berniat menjarah semua harta keempatnya.
Di tempat Luo Sha, ia kini memegang tombak iblis tersebut dengan tangan kosong, terlihat jika darah terus menerus keluar dari tangan Luo Sha walau ia telah mengalirkan energinya untuk menahan serangan Iblis berntuk kembar.
“Ini semua gara-gara kalian, aku akan membunuh kalian semua tanpa menyisakan sedikitpun anggota tubuh,” teriak Luo Sha langsung marah.
Luo Sha berpendapat jika bukan karena ketiganya, ia tidak akan di hukum oleh Tuan mudanya dan Luo Sha mengira dirinya lemah sehingga di hukum oleh Tuannya.
Wung..!!
__ADS_1
Krak krak..!!
Aura Luo Sha seketika naik drastis bersamaan dengan tubuhnya mulai membesar, mata Luo Sha juga memancarkan mata merah darah.