
Lalu tatapan mereka semua mengarah ke sebuah kubah pelindung.
“Hehe pantas saja Guru merasa akan ada pertarungan besar, rupanya Tuan muda ingin kita ikut memeriahkannya juga.” Kekeh Jiu Long kini terlihat bersemangat.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Oh rupanya aku datang tepat waktu, pertunjukan yang sebenarnya akan di mulai beberapa saat lagi,” ucap Pixiu tersenyum lebar.
Pandangan Pixiu mengarah ke semua keluarganya. “Eeh, dimana Tuan muda Ye?” Tanya Pixiu saat sadar Bai Chu Ye tidak ada di sini.
“Kita juga baru datang, mungkin ia sedang menunggu sesuatu sehingga sampai saat ini belum menyerang kubah tersebut,” ucap Long Yuan menunjuk ke arah kubah.
Pixiu mengangguk santai. “Jika begitu, lebih baik kita bersembunyi lebih dulu, mungkin Tuan muda Ye belum muncul sampai sekarang karena ingin kita belum melakukan pergerakan juga.”
Semua orang yang ada di sana langsung mengangguk. Mereka pun bergerak ke arah tertentu.
Tak lama setelah kepergian Long Yuan, Pixiu dan yang lainnya, Bai Chu Ye muncul.
“Rupanya mereka kini jauh lebih cerdas dan tidak bertindak agresif,” gumam Bai Chu Ye dengan wajah datar. “Sepertinya ayah mengirim kita kesini untuk membuat kita sadar jika kekuatan bukanlah utama, tanpa pikiran, kekuatan saja tidak bisa membuat kita bisa menang dan tanpa kekuatan, pikiran saja belum tentu bisa membuat kita menang. Ini seperti sebuah air dan api, mereka bertolak belaka namun masih saling membutuhkan,” sambung Bai Chu Ye seketika tersadar.
Setelah merenung, pandangan Bai Chu Ye seketika mengarah ke titik cahaya yang kini mengarah ke sini.
“Apa yang aku pikirkan ternyata benar, tidak sia-sia aku menyelidiki identitas Elf arogan yang aku bunuh tadi dan juga,” pandangan Bai Chu Ye mengarah ke lantai 18, tepatnya tempat Master Guild berada.
“Orang tua itu sangat licik, ia juga yang membuat selebaran poster untuk memburu kami.”
Wuss..!!
Bai Chu Ye langsung menghilang dari tempatnya berdiri.
Sret sret..!!
Tak lama sebuah getaran tiba-tiba muncul.
Bom..!!
“Dimana orang yang membunuh putraku Pedang Perak,” teriak sosok Elf bertubuh kekar, pandangannya mengarah ke lantai 18 tempat Master Guild berada.
Wuss..!!
Tak lama kubah yang melindungi Guild seketika terbuka.
Wuss..!!
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Salam Panglima Kehancuran,” sapa Master Guild yang memiliki nama julukan pedang perak.
“Jangan basa basi, dimana orangnya dan dimana jasad putraku,” ucap Panglima Kehancuran kini dengan mata memerah.
Pedang Perak hanya bisa menghela nafas, pandangannya mengarah ke sosok kulit kerang.
Panglima Kehancuran ikut melihat ke arah dimana Pedang Perak melirik.
__ADS_1
Saat melihat dan tahu itu wajah putranya, dengan cepat Panglima Kehancuran melesat.
“Tidak..!!”
Bom bom bom..!!
Aura dari tubuh Panglima Kehancuran seketika keluar dan menghancurkan area di sekitarnya.
Dengan wajah ganas, Panglima Kehancuran kini membakar putranya, lalu abunya ia taruh di botol kecil.
Tatapan Panglima Kehancuran kini mengarah ke Pedang Perak. “Saat masalah ini selesai, kau akan berurusan langsung denganku,” ucap Panglima Kehancuran dengan wajah dingin.
Tatapan Panglima Kehancuran lalu teralihkan ke sosok orang berjubah hitam, sosok tersebut melayang di atasnya.
Panglima Kehancuran langsung tahu jika ia yang telah membunuh putranya.
Sret..!!
“Aku akan membuatmu menyesal karena telah membunuh putraku, kematian tidak akan bisa membalas apa yang telah kau perbuat.” Ucap Panglima Kehancuran mengeluarkan sebuah tombak yang cukup panjang serta bilah seperti kapak.
Bai Chu Ye hanya memiringkan kepalanya, lalu tatapannya beralih ke Pedang Perak.
“Kau cukup pintar juga memanfaatkan keadaan,” ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.
Tubuh Pedang Perak sedikit bergetar saat sadar jika rencananya di ketahui.
“Apa maksudmu manusia menjijikan,” dengus Pedang Perak pura-pura marah.
“Jangan banyak tanya, bantu aku memusnahkan mereka, sementara dia milik ku,” ucap Panglima Kehancuran langsung melesat ke arah Bai Chu Ye.
“Sial, jumlah mereka sangat banyak walau dari aura mereka, dia yang paling kuat. Tetap saja-” Sebelum Pedang Perak menyelesaikan ucapannya, sebuah teriakan memperingatinya.
“Master, hati-hati.” Salah satu ahli Rangking SS langsung berteriak keras.
Wuss..!!
Sebuah bola api berbentuk cakar langsung mendekat ke arah Pedang Perak.
Dengan cepat pedang perak mengayunkan pedangnya.
Wuss..!!
Cahaya bewarna perak langsung muncul dari ayunan pedang Master Guild.
Duar..!!
“Hahaha,, kau adalah musuh yang aku cari-cari, buatlah aku bersemangat,” teriak Pixiu sambil tertawa layaknya orang gila.
Pixiu muncul di depan Pedang perak, tangan Pixiu yang membentuk sebuah cakar serta di aliri mana langsung terayun ke tubuh Pedang Perak.
Pedang Perak dengan cepat memiringkan badannya ke samping kanan, ia juga terlihat mengayunkan pedangnya sebagai balasan.
Trank..!!
Dengan santai Pixiu menggunakan tangan kirinya menahan pedang Master Guild.
Wuss..!!
__ADS_1
Master Guild atau Pedang Perak langsung mundur. “Hanya Rangking SS, tapi kekuatannya kurang lebih setara denganku,” gumam Pedang Perak sedikit terkejut.
Wuss wuss..!!
Dua ahli rangking SS seketika muncul di samping Pedang Perak. “Master, biarkan kami membantumu,” ucap ahli di sebelah kanan Master Guild.
“Benar, orang ini terlihat cukup kuat, tapi jika kita bersama. Maka ia pasti akan mati lebih cepat,” sambung ahli di sebelah kiri Master Guild.
“Baiklah, tapi kau beritahu ahli Rangking SS lainnya untuk membantu Panglima Kehancuran, karena musuh yang sebenarnya adalah orang yang memiliki kekuatan sepesial darah itu,” ucap Master Guild.
“Heeh..!! Kalian benar-benar memandang tinggi diri kalian dengan mengabaikanku, baiklah akan aku tunjukkan apa itu kekuatan absolute, agar kalian sadar jika kekuatan kalian ini sangatlah sampah,” dengus Pixiu.
Blush..!!
Pixiu terlihat mencoba sesuatu yang berasal dari Dimensinya, yaitu teknik kultivator. Teknik Pedang yang biasa ia gunakan dulu.
“Teknik Pedang Surgawi.”
Pedang yang terbuat dari Mana Pixiu seketika bergetar hingga mengalami keretakan.
“Tebasan Cakar Singa Bayangan.” Teriak Pixiu.
Blush..!!
Wuss..!!
Sebuah cakar berbentuk pedang dalam jumlah 3 kini melesat ke arah Master Guild dan anggotanya.
“Jangan remehkan serangan ini, cepat buat pertahanan, walau serangan ini terlihat tidak memiliki kekuatan, aku merasa kita akan mati jika terkena serangan ini,” ucap Master Guild waspada.
Kedua anggota Guild langsung mengangguk serius, mereka pun langsung menggerakkan tangan mereka.
“Perisai Cahaya.”
“Berikanlah Perlindungan Mutlak,” teriak kedua ahli tersebut.
Mereka tidak sadar jika Master Guild sudah mundur dan melarikan diri sana.
Saat mereka sadar jika Master Guild pergi, mereka ingin berteriak marah.
Tapi cakar berbentuk pedang sudah lebih dulu membentur perisai yang mereka buat.
Bom..!!
Krak krak..!!
Duar..!!
Tanpa bisa melakukan perlawanan, tubuh kedua ahli tersebut langsung meledak dan membuat guncangan yang cukup besar.
Pixiu sedikit tersenyum saat melihat serangannya ternyata sangat dahsyat. Pandangan Pixiu lalu beralih ke Master Guild yang saat ini ingin mengaktipkan Perisai Kubah kembali.
“Heeh,, kau tidak sadar jika para saudaraku sudah berada di dalam Guild, kau membuat kematian para anggota Guildmu sendiri dengan mengaktipkan Perisai Kubah,” ejek Pixiu.
Dengan cepat Pixiu melesat ke arah Perisai Kubah yang akan sedikit lagi tertutup.
Wuss..!!
__ADS_1