
Setelah itu Fu Jian melirik ke arah penjaga tersebut. “Bawa kami ke Restaurant terbaik di Kota ini.”
“Ba.. Baik Tetua,” jawab penjaga itu kini sedikit merasa ketakutan, ia juga mencoba menebak identitas Bai Han, tapi saat ia memikirkannya lebih jauh, ia langsung menepisnya karena saat ini tugasnya yang sebenarnya adalah tidak menimbulkan kekacauan.
Sementara untuk mengantar atau menjadi petunjuk jalan hanyalah bagian luar saja, agar ia tidak terlalu mencolok sebagai penjaga keamanan Cabang Paviliun Semesta.
Tap tap..!!
Saat masuk ke dalam Restaurant, ada pelayan wanita ingin menyambut Bai An dan kelompoknya, tapi penjaga tersebut berkata.
“Tidak perlu, biar aku yang mengantar tamu,” kata penjaga melalui telepati.
Pelayan tersebut hanya datang untuk membungkuk dan berkata. “Selamat datang di Restaurant Gajah Perak, semoga Tuan-tuan menyukai hidangannya.”
Bai An dan kelompoknya mengangguk santai dan tetap mengikuti penjaga tersebut.
Tap tap..!!
Setelah sampai lantai 4 dan duduk, barulah datang langsung hidangan terbaik Restaurant Gajah Perak.
Pelayan-pelayan tersebut meletakkan hidangan yang ada di nampan dengan hati-hati, setelah itu mereka pergi.
“Hehe,, ayah, apakah boleh?” Tanya Bai Han kini menggosok-gosok tangannya, terlihat Tu Long dan Duan Du ikut menggosok tangan mereka saat melihat hidangan yang terlihat enak.
Bai An tidak menjawab, melainkan melirik ke arah Fu Jian, Wudi dan penjaga yang menjadi petunjuk jalan.
“Ayo kita makan, jangan sungkan-sungkan, ambil yang ingin kalian ambil,” kata Bai An dengan santai.
Seketika, Bai Han, Duan Du dan Tu Long langsung berebut makanan, hal tersebut membuat Bai An sedikit kesal, tapi apa boleh buat.
“Huuff,, tambah satu lagi orang yang akan lebih menyusahkan lagi kelak,” gumam Bai An melirik ke arah putranya.
Sementara Fu Jian, Wudi dan penjaga yang menjadi petunjuk jalan terlihat agak canggung melihat ketiganya yang sangat rakus makan.
Namun yang membuat penjaga yang menjadi petunjuk jalan atau Tao Tao itu bingung, sampai saat ini ia tidak bisa melihat wajah Bai An, Duan Du dan Tu Long, ia hanya bisa melihat wajah Bai Han, Fu Jian dan Wudi saja.
Namun yang Tao Tao tahu saat ini, kekuatan Fu Jian berada di Dewa Immortal, untuk pastinya berada pada tahap apa ia tidak tahu, karena ia hanya berada pada Kaisar Immortal ⭐ 1 Awal, sangat sulit untuk mengetahui tingkatan jauh di atasnya, sementara untuk Wudi hanya Grand Master saja.
Waktu terus berlalu, saat mereka akan keluar dari Restaurant, terdengar sebuah ledakan.
Bom..!!
__ADS_1
Saat Bai An dan yang lainnya melihat siapa yang menyebabkan ledakan, mereka melihat sebuah kelompok terlihat aroga, rata-rata kekuatan mereka pada Kaisar Immortal.
“Klan Hu,” gumam Bai An, Duan Du, Tu Long dan Bai Han bersamaan saat melihat rambut mereka rata-rata bewarna merah dan jubah Naga sedang menyemburkan api.
Lalu pandangan mereka mengarah ke arah reruntuhan toko, terlihat ada dua pemuda berambut hitam legam dengan tubuh ramping namun mempesona.
Mereka sangat tampan, namun kini ketampanan mereka sedikit berkurang karena wajah mereka di penuhi luka dan jubah mereka setengah hangus.
“Heng,, apa maksud mu Hu Ceng?” Teriak salah satu pemuda yang bernama Jao San.
Mendengar itu, Hu Ceng yang paling kuat dan berasal dari klan Hu utama kini menyeringau kejam. “Heh,, apa maksudku? Tentu saja aku ingin kalian bersujud di kakiku karena kalian sudah berani menatap ku,” kekeh Hu Ceng.
Mendengar itu, Jao San dan Jao Ji Ming langsung meraung marah.
“Apa-apaan, apakah karena kau dari klan Hu sehingga kau sangat sombong dan berbuat sesukamu Hu Ceng,” teriak Jao San dan Jao Ji Ming bersamaan.
“Hahaha,, tentu saja, di tempat yang rendahan ini akulah hukumnya, jika ada yang membuatku tersinggung maka aku bisa membunuhnya sesuka hatiku,” kata Hu Ceng tertawa terbahak-bahak.
Seketika tawa Hu Ceng di sambut oleh klan Hu cabang yang ingin menjilat Hu Ceng.
Seketika Kota Runtuh langsung dalam keheningan, tidak ada yang berani menghentikan klan Hu kecuali Paviliun Semesta, karena pendiri Paviliun Semesta juga bukan orang sembarangan.
Pandangan Hu Ceng mengarah ke semua orang yang ketakutan membuat Hu Ceng semakin sombong, namun pandangannya terhenti saat melirik ke arah Bai Han yang terlihat biasa saja.
“Heng,, hei kau, kesini lalu potong kaki dan tanganmu bocah kurang ajar,” teriak Hu Ceng meraung sambil menujuk ke arah Bai Han.
Bai Han langsung melirik ke arah kiri, kanan dan belakang, namun hanya dirinya saja yang bocah sehingga berkata dengan senyum kecil.
“Apa yang kau maksud itu aku?” Tanya Bai Han.
Mendengar perkataan Bai Han seperti ejekan, membuat Hu Ceng merasa di permalukan.
“Kau, bocah kurang ajar, aku berubah pikiran, aku akan menyiksamu lalu membantai semua keluargamu,” raung Hu Ceng sambil menunjuk-nunjuk Bai Han
“Eehh,, apa kau yakin, aku takut kau yang akan mati saat ini karena mengancam orang yang salah,” kekeh Bai Han langsung menghilang.
Bai Han muncul di depan Hu Ceng dengan wajah dingin.
“Aku paling benci orang yang sok kuat, terlebih mengancam keluargaku,” kata Bai Han dengan nada dingin.
Tangan Bai Han terayun di sertai Elemen Api yang sangat panas.
__ADS_1
Bom..!!
Hu Ceng yang hanya Kaisar Immortal ⭐ 4 Awal langsung terlempar.
“Heng,, sampah sepertimu ingin mengancam keluargaku, lebih baik kau mengaca lebih dulu,” dengus Bai Han langsung menggerakkan jarinya saat para anggota klan Hu yang lain ingin bergerak menyerangnya.
Seketika jerit kesakitan anggota klan Hu terdengar sampai ke setiap sisi Kota Runtuh.
Hu Ceng dan semua orang kini menganga lebar, bocah berusia 9 tahun mempunyai kekuatan Kaisar Immortal, mereka semua tentu tidak ada yang mau percaya, tapi melihat kejadian nyata di depan mata mereka, mereka mau tak mau harus percaya.
Wuss..!!
Bai Han muncul di depan Hu Ceng sambil mengayunkan tangannya yang kini telah menciptakan pedang energi kecil.
Melihat itu, Hu Ceng langsung bergetar ketakutan.
“A... Apa yang kau lakukan? Aku adalah anggota klan Hu dari Alam Semesta Inti ke 3, jika kau membunuhku maka kau akan di buru,” teriak Hu Ceng dengan ancamannya.
“Heng,, ancamanmu hanya omong kosong bagiku, jikapun benar, maka aku akan menunggu mereka datang mengantar nyawa,” kata Bai Han dengan seringai menyeramkan.
“Matilah sampah idiot,” kata Bai Han melempar pedang energinya.
Wuss..!!
Jlep..!!
Kepala Hu Ceng langsung tembus di sertai jiwanya hancur.
Bai Han tanpa basa basi langsung melirik ke arah Bai An.
“Ayah,, aku lapar,” teriak Bai Han langsung berubah layaknya anak kecil pada umumnya yang sangat manja dan polos.
Bai Han kini berlari kecil lalu melompat ke arah Bai An.
Bai An hanya pasrah saja langsung menangkap putranya itu.
Hap..!!
Setelah itu Bai An, Duan Du dan Tu Long langsung menghilang tanpa jejak meninggalkan Fu Jian, Wudi dan Tao Tao yang kini masih belum tersadar dari kejadian barusan.
Setelah 5 menit barulah suara gaduh langsung terdengar, dan hanya satu yang mereka bicarakan, itu membekas di hati setiap orang yang melihat kejadian tersebut. “Bocah Mengerikan.”
__ADS_1