Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Arti Dari Keyakinan


__ADS_3

Naga Berlian Langit dan kedua leluhur langsung tersenyum melihat tekad Bai Han dan menyingkirkan kesedihannya.


“Bagus, begitulah penerus Klan Bai yang sesungguhnya sekaligus penerus Asura yang aku kenal, mereka semua selalu penuh tekad dan ketegasan.” Ucap Naga Berlian Langit dengan nada tenang.


Bai Han yang mendengar itu langsung bangkit, pandangannya mengarah ke Naga Berlian Langit.


“Aku akan mengikuti semua yang kau katakan, apapun itu, asal aku bisa menjadi lebih kuat, jadi langsung saja katakan mulai sekarang, latihan, atau apapun itu. Jangan menundanya," ucap Bai Han dengan nada datar seolah emosinya telah hilang.


“Hoho,, keturunan ku tidak sabaran pada akhirnya," ucap leluhur klan Bai kini tersenyum tipis.


Bai Han hanya diam saja sambil memasang wajah datar. Dalam hatinya ia bertekad untuk membalas dendam dan yakin jika ayahnya dan yang lainnya masih hidup.


“Baiklah, kalian berdua bawa dia ke dalam, aku akan pergi sebentar untuk memastikan sesuatu terlebih dahulu. Dan ingat, jangan langsung berikan ia benda tersebut, karena kekuatannya belum cukup untuk menahan benda tersebut,” ucap Naga Berlian Langit yang langsung pergi.


Leluhur klan Ling dan klan Bai pun langsung mengangguk serempak.


“Baiklah, kami juga akan melatihnya terlebih dahulu sambil menunggu kedatangan Bai Yu dam Ling Shen,” ucap leluhur laki-laki klan Bai yang bernama Bai Zan.


Leluhur wanita Ling Yin mengangguk menyutujui.


“Ayo Han'er, pertama-pertama kita akan melihat kondisi tubuhmu terlebih dahulu, apakah sama seperti para penerus kita yang ada di masa lalu yang telah bisa membuka tubuh tanpa batas atau tidak.” Ajak Ling Yin.


Bai Han langsung mengikuti tanpa mengatakan apapun.


Tap tap..!!


Setelah masuk ke dalam gubuk yang di bangun, pandangan Bai Han langsung teringat akan gubuk milik Ling Hua yang luarnya kumuh, namun di dalamnya sangat berbeda.


Tanpa terasa tangan Bai An sedikit terkepal di sertai langsung menggeleng karna bukan saatnya untuk dirinya bersedih.


“Ikuti aku Han'er,” ajak Leluhur Bai Zan langsung menyadarkan Bai Han.


Hemm..!!


Bai Han mengangguk ringan mengikuti Bai Zan dan Ling Yin.


Setelah masuk ke dalam salah satu kamar yang berisi tempat latihan, Bai Han pun di arahkan ke tempat sebuah tempat tidur, namun Bai Han sadar itu bukan tempat tidur, karena di tempat tersebut ada sebuah ukiran aneh yang mirip sebuah ukiran altar.


“Berbaringlah Han'er, aku ingin melihat kondisi tubuhmu terlebih dahulu.” Perintah Bai Zan.


Hap..!!

__ADS_1


Bai Han pun langsung berbaring.


Tak lama setelah itu, Bai Zan langsung meneteskan darahnya hingga memuncul cahaya aneh yang menyinari tubuh Bai Han.


“I..Ini,” ucapan Bai Zan dan Ling Yin terhenti saat melihat kondisi tubuh Bai Han.


“Mengapa belum satupun terbuka? Apa ayah dan keluarganya tidak mengetahui cara membukanya?” Gumam Bai Zan sedikit terkejut.


“Itu mungkin saja terjadi, jadi saat ini kita akan memulai dari awal rupanya, itu jauh lebih bagus dari pada memulai dari di pertengahan.” Sambung Ling Yin dengan nada kecil.


Tap tap..!!


Saat mereka akan menyuruh Bai Han bangkit, dua sosok wanita dan laki-laki muncul.


“Hemm..!! Ling Shen, Bai Yu, kenapa kalian lama sekali?” Tanya Bai Zhan.


“Itu karna kami sedikit tersesat di ruang hampa.” Jawab Ling Shen sambil memberikan isyarat agar keduanya mengerti jika Bai Han ada di sini.


Tentu Bai Han mengerti, tapi ia tak mau bertanya yang menyebabkan dirinya menjadi dilema lagi.


“Ehem,, bagaimana kondisi anak ini?” Tanya Bai Yu langsung mengalihkan pembicaraan.


Ling Shen dan Bai Yu mengerutkan keningnya. “Sepertinya kita akan bekerja lebih keras lagi.” Ucap Bai Yu.


“Hemm,, nak, apa kau-” sebelum Ling Shen menyelesaikan ucapannya, Bai Han langsung berkata dengan nada datar. “Aku siap melakukan apapun, walau kau menyiksaku, itu adalah bayaran untuk menjadi kuat. Karena aku tahu jika tidak ada makan siang gratis di alam semesta ini.”


“Hoho,, menarik bukan,” ucap Bai Zhan melirik Ling Shen.


“Hemm..!! Anak yang penuh tekad, walau begitu, tekad saja tidak akan bisa membuatmu-”


“Ya ya,, aku tahu apa yang kau ingin katakan, jadi lakukan saja semaumu terhadapku. Semua yang ingin kalian katakan itu, aku sudah mendengarnya dari keluargaku. Tapi pada akhirnya, kami semua tidak bisa melakukan apa-apa.”


“Jadi buktikan jika kau memang bisa membuatku kuat, atau itu hanya omong kosong saja.” Dengus Bai Han dengan dingin.


Bukannya marah, Bai Zhan, Ling Shen, Bai Yu dan Ling Yin seketika tersenyum tipis.


“Anak ini pasti telah mengalami semuanya, tapi satu yang belum ia tahu sehingga wajar dia marah seperti ini.” Gumam keempat leluhur tersebut.


“Ehem,, baiklah, tapi satu hal yang perlu kau pelajari saat ini jika kau telah mengalami semuanya.” Ucap Ling Shen.


“Katakanlah,” ucap Bai Han mengangguk.

__ADS_1


“Keyakinan. Jika kau memahami arti dari Keyakinan. Maka, kami tidak perlu mengajari semua tentang makna kekuatan.” Ling Yin kini mendekatkan wajahnya ke depan wajah Bai Han saat mengatakan apa arti keyakinan.


Bai Han yang mendengar itu langsung termenung. “Apa kalian bercanda, keyakinan tentu saja adalah sebuah kepercayaan terhadap seseorang,” dengus Bai Han kini heran, apakah keempatnya saat ini masih waras atau telah gila.


“Salah,” ucap Bai Zhan. “Itu menurut orang-orang pada umumnya. Namun berbeda dengan kita,” sambung Ling Yu tersenyum tipis.


“Dan saat ini tugasmu adalah mencari tahu apa itu keyakinan,” ucap Ling Shen.


“Dan jika kau telah menemukan jawaban, maka kabari kami, karena kami akan berada di aula yang pernah kau lewati.” Sambung Bai Yu langsung pergi bersama ketiga leluhur.


Bai Han yang mendengar itu awalnya sedikit marah. Karena keyakinan itu menurutnya adalah sebuah kepercayaan terhadap seseorang.


Tapi saat mengingat ayah dan pamannya pernah mengatakan keyakinan itu tidak dangkal, kini ia sadar apa yang di katakan leluhur Ling Yu ada benarnya.


“Bukan hanya sebuah kepercayaan saja, jadi apa arti keyakinan?” Gumam Bai Han kini mencoba mengingat-ingat apa yang dulunya pernah ayah dan pamannya pernah bicarakan tentang keyakinan.


Namun apapun usahanya, ia tidak bisa mengingatnya dengan jelas.


Satu hari terlewati.


Dua hari.


Dua bulan, terlihat Bai Han masih belum menemukan jawabannya, ia terus merasa ragu akan jawabannya hingga hampir satu tahun terlewati.


“Sial, kini aku sadar apa yang di maksud arti keyakinan,” gumam Bai Han kesal.


“Mereka pasti kini sedang menertawakanku lantaran sudah satu tahun telah berlalu baru aku mendapat jawabannya,” dengus Bai Han.


Tap tap..!!


Cklek..!!


Saat Bai Han membuka pintu, ia melihat keempat leluhur yang telah menunggunya sedikit terkejut.


“Apa anak ini telah mendapat jawabannya?” Ucap Bai Yu melalui telepati.


“Jika iya, maka ia adalah yang tercepat mengetahui apa arti keyakinan, dari semua keturunan klan Bai dan klan Ling,” sambung Ling Yu membalas.


“Jangan senang dulu, kita dengar apakah jawabannya itu benar atau tidak.” Ucap Bai Zhan.


“Jadi apakah kau sudah tahu arti keyakinan nak?” Tanya Bai Zhan kini melirik Bai Han.

__ADS_1


__ADS_2