Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Tugas Membunuh Pengkhianat dan Mendapat Batu Giok Hitam Formasi


__ADS_3

Lao Zhao dan Lai Diu kini menatap ke arah Duan Du dengan wajah penasaran.


“Namanya tentu kalian kenal, karena ia adalah Jiu Long, adik juniorku,” kata Bai Han dengan bangga.


Bukan Duan Du yang menjawab, melainkan Bai Han yang kini telah bangun.


Lao Zhao dan Lao Diu kini membuka mulut mereka lebar-lebar, antara percaya atau tidak.


Tentu saja mereka mengetahui siapa Jiu Long, terlebih saat ini namanya sedang naik daun.


Saat Lao Zhao ingin bertanya, Duan Du langsung menembakkan bola kecil, Lao Zhao langsung diam karena tahu bola kecil tersebut.


Wuss..!!


Beberapa saat kemudian Lao Zhao kini kagum terhadap semua saudara Bai An, mereka semua mempunyai kelebihan masing-masing.


Duan Du juga sengaja mengirimkan ingatan tentang sebagian kakaknya saat bagaimanan Tu Long menjadi saudaranya.


Setelah tahu, Lao Zhao langsung mengirim apa yang ia dapat kepada cucunya. Lao Diu juga kini tampak kagum, tidak salah jika Penetua Zhao membawanya menemui orang yang tak lain Bai An dan para saudaranya.


Sebenarnya Lao Zhao tahu tentang dunia jiwa Bai An, sehingga ia bertujuan meminta izin untuk melatih cucunya ini di dunia jiwa Bai An, tapi rencananya ia ubah langsung dengan menyuruh Bai An melatih cucunya.


Saat ini Bai An langsung membuka dunia jiwanya lalu menyuruh Lao Diu, Duan Du, Ling Wenli dan Bai Han masuk.


Walau Bai Han merasa enggan karena tak ingin berpisah dengan ayahnya, tapi ia sadar jika Bai An saat ini ingin membicarakan hal serius kepada Lao Zhao.


Setelah semua orang sudah masuk dan kini tersisa hanya Bai An dan Lao Zhao saja tersisa, Bai An langsung bertanya.


“Apakah putramu Ling Dong Fang telah berkhianat?” Tanya Bai An dengan nada serius.


Lao Zhao menggelengkan kepalanya. “Ia melakukan ini karena tahu ada banyak mata-mata di sekte, ia juga sengaja mengucilkan Diu'er agar para musuh tidak membunuh Diu'er karena menganggap ia bukan halangan, aku jugalah yang menyuruh Dong'er untuk menutupi identitasku dan seolah kami tidak berkeluarga,” jawab Lao Zhao dengan serius.


“Hmm,, kau mengubah margamu menjadi Lao agar orang tidak curiga, walau begitu, semua orang tahu jika Ling Dong Fang adalah sisa yang di ketahui selamat dari klan Ling saat kejadian di masa lalu.” Kata Bai An menghela nafas.


Lao Zhao tentu menyadari apa maksud Bai An. “Tapi setidaknya keluarganya masih bisa selamat, walau ia mati sekalipun ia tak mempermasalahkannya, itulah yang di beritahu kepadaku,” kata Lao Zhao.

__ADS_1


Bai An langsung mengerutkan keningnya. “Apa kau memang ingin putramu mati? Dimana tanggung jawabmu sebagai kepala keluarga, dimana tanggung jawabmu sebagai ikatan keluarga?” Tanya Bai An lalu menambahkan.


“Jika itu aku, aku sama sekali tidak ingin salah satu orang yang aku anggap keluarga mati, kecuali jika mereka berkhianat,” kata Bai An dengan nada tegas sambil menatap tajam Lao Zhao.


“Heng,, kau terlalu lembek jadi prajurit elit klan Ling, pantas semua saudaramu yang mati di medan tempur menyelamatkanmu karena kau itu di ketahui lemah,” dengus Bai An dengan kata-kata tajam.


Lao Zhao sama sekali tidak marah, ia malah jatuh berlutut dengan mata berkaca-kaca.


“Inilah yang aku ragukan Penguasa, aku sadar jika diriku terlalu penakut, terlalu pengecut, bahkan cucuku sendiri di siksa banyak orang aku takut membantunya karena aku takut identitasku di ketahui.”


Lao Zhoa kini bersujud di depan kaki Bai An.


“Penguasa ke 4, mohon bimbing aku lagi menjadi diriku saat aku muda, aku mungkin sudah tua, tapi aku yakin masih bisa berguna, ajari kami seperti dulu yaitu kesetiaan kami para prajurit elit klan Ling atau pedang klan Ling tidak pernah di ragukan bahkan tanpa rasa rakut saat mati di medan perang,” kata Lao Zhao.


Mendengar itu, Bai An meliriknya beberapa saat.


“Bunuh dua penetua yang bersamamu, jika kau ingin menjadi dulu lagi, jangan bertanya alasanku menyuruhmu untuk membunuhnya, karena kau akan mengetahuinya sendiri saat mereka berdua mati di tanganmu,” kata Bai An dengan nada dingin.


Lao Zhao langsung tertegun, ia kini sedikit ragu. Tapi saat melihat mata Bai An yang serius, Lao Zhao langsung menghilang dari pandangan Bai An.


Wuss..!!


“Apa yang tetua leluhur katakan itu benar jika dua penetua yang bersama Lao Zhao itu adalah mata-mata?” Tanya Bai An dengan penasaran.


“Benar mereka adalah mata-mata, kau mungkin tidak dapat merasakannya, karena di dantian mereka ada segel budak, sedangkan mana ada orang yang menjadi penetua sekte bisa menjadi budak jika tidak di kendalikan orang lain, terlebih lagi di mulut mereka ada juga racun neraka.”


Mendengar jawaban Ling Yenrou, Bai An mengangguk santai lalu saat ia ingin membuka dunia jiwanya.


Terlihat 3 siluet datang.


Wuss wuss wuss..!!


Bai An melihat jika yang datang adalah Jia Li Ling, Jia Gi Xia dan Jia Wei.


“Kembalilah, percuma kau bicara denganku, karena jawabanku cuma satu, tidak,” kata Bai An dengan nada dingin.

__ADS_1


Jia Li Ling langsung merasa kesal, untung saja ekspresi dinginnya menutupi kekesalannya.


Sementara Jia Wei berdecak pinggang dan Jia Gi Xia melotot ke arah Bai An.


“Heng,,!! Aku kesini bukan mencarimu, melainkan mencari orang yang bernama Duan Du,” dengus Jia Li Ling.


Sekilas Bai An tersenyum tipis saat mendengar ucapan Jia Li Ling.


“Hmm,, lantas apa yang aku dapatkan jika memanggilnya?” Tanya Bai An melirik ketiga wanita tersebut. “Kau tahu di dunia ini tidak ada yang gratis.”


Wajah ketiga wanita tersebut langsung kesal karena mereka kini sadar jika telah terjebak oleh Bai An.


Jia Li Ling tahu jika ia banyak alasan maka Bai An pasti akan pergi, jadi tanpa basa basi Jia Li Ling memegang Batu Giok Hitam Formasi.


“Suruh dulu dia kesini baru aku memberikan ini padamu,” kata Jia Li Ling.


Bai An langsung mengerutkan keningnya. “Apa kau tidak ingin aku memanggilnya, ya sudah jika begitu aku pergi,” kata Bai An terkekeh kecil.


“Kau,” tunjuk Jia Wei kini tak bisa membendung amarahnya.


“Jia Wei, tenanglah, aku yakin dia bisa di percaya,” kata Jia Li Ling melalui telepati.


“Tapi.!!”


“Diamlah, jangan ikut campur, ini masalahku bukan masalah kalian, jadi seharusnya kalian tidak perlu ikut campur,” kata Jia Li Ling dengan nada tegas melalui telepati.


Setelah itu Jia Li Ling langsung melempar Batu Giok Hitam Formasi.


Bai An langsung menangkapnya di sertai senyum tipis, ia sebenarnya ingin bermain-main lagi, tapi ia urungkan karena mereka bukan musuh Bai An.


Wuss..!!


Duan Du dan Tu Long langsung muncul dengan pandangan bingung.


Terlihat juga mereka sedang saling peluk, atau saling pukul.

__ADS_1


“Woah,, mesum..!!”


__ADS_2