Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Memusnahkan Ras Monster Kekacauan


__ADS_3

“Woah,, paman Tu Long, benar katamu, saat ini ada sebuah pesta yang akan meriah sebentar lagi.”


Duan Du terlihat menyeringai saat ia muncul terlebih dahulu sambil memandang ke arah Tu Long.


“Heh,, paman Tu Long, tapi kenapa kita tidak di undang untuk memeriahkannya?” Tanya Duan Du dengan nada polos.


“Itu karena mereka takut harta mereka kau kuras,” jawab Tu Long.


Tak lama Duan Du dan Tu Long seketika tertawa terbahak-bahak.


Sementara wajah semua Monster Kekacauan kini memasang wajah jelek.


Hanya Monster Harimau Taring Pedang saja yang memasang wajah ganas.


“Siapa? Siapa yang telah membiarkan dua tikus ini masuk?” Teriak Monster Harimau Taring Pedang dengan ganas.


Auranya seketika keluar, ia juga terlihat mencoba menekan Duan Du dan Tu Long.


Saat ini Tu Long menyembunyikan aura Monsternya sehingga ia tidak di ketahui jika dirinya yang di cari.


Beberapa saat guncangan besar terjadi lagi, kini mereda saat Monster Harimau Kekacauan melihat Duan Du dan Tu Long sama sekali tidak terpengaruh oleh tekanannya, sementara para Monster Kekacauan kini terlihat memuntahkan darah.


“Wahh,, paman Tu Long, dia memanggil dirimu tikus, padahal kau adalah Naga,” kata Duan Du mencoba memancing emosi Tu Long dan Monster Harimau Taring Pedang.


Tentu saja Tu Long sadar, namun ia tetap menatap ganas ke arah Harimau Taring Pedang.


“Heng,, kau tidak tahu tingginya langit,” dengus Tu Long langsung membuka tudungnya.


Wuss..!!


Seketika angin segar menerpa wajah semua Monster Kekacauan.


“Di,, dia Monster Terkutuk,” teriak salah satu monster kekacauan menunjuk ke arah Tu Long.


Tak lama, tawa terdengar.


“Hahaha,, terkutuk ini datang kemari mencari kematian, sungguh beruntung sekali aku,” tawa menggelegar terdengar dari Monster Harimau Taring Pedang.


“Eeh,, monster gila, coba buka lebih dulu isi kepalamu, apakah kau masih waras atau tidak, dan juga gigimu itu terlalu panjang, bagaimana bisa kau bisa makan dengan nikmat,” kata Duan Du tersenyum mengejek.


Seketika, aura dari semua Monster Kekacauan langsung keluar.


“Bunuh mereka berdua,” teriak semua Monster Kekacauan langsung melesat.


Duan Du dan Tu Long saling melirik.


“Kau bagian membunuh aku bagian mengumpulkan hartanya,” kata Duan Du tersenyum licik.


Tu Long hanya bisa mendengus kecil namun tetap menuruti ucapan Duan Du, ia sadar maksud Duan Du bukan seperti itu.


Duan Du berkata seperti itu sebenarnya mempunyai makna tersembunyi yaitu agar ia bisa membalaskan dendamnya tanpa bantuan dari siapapun.


Namun Duan Du tidak pernah berkata jujur seperti yang di harapkan orang lain, ia pasti akan memprovokasi atau membuat kekacauan terlebih dahulu, karena itu hobinya.


Tu Long dengan cepat melesat ke arah para Monster Kekacauan, tanpa bertele-tele ia langsung mengayunkan tangan kirinya yang kini telah berubah menjadi menjadi cakar panjang berbentuk pedang.

__ADS_1


Crash..!!


Bom..!!


Tubuh semua Monster Kekacauan langsung terpotong rapi tanpa bisa menghindar, bahkan istana Monster Kekacauan juga ikut terpotong menyebabkan hancurnya istana.


Hanya Monster Harimau Taring Pedang saja yang mampu menyelamatkan diri, namun bayarannya tidak ringan.


Taring Pedang yang menjadi simbol kebanggaannya kini hancur satu beserta lengan kirinya hilang.


Terlihat keterkejutan dimata Monster Harimau Taring Pedang, kini hatinya langsung bergetar ketakutan saat merasakan kekuatan serangan Tu Long.


“Dewa Immortal ⭐ 1 Ahir,” gumam Monster Harimau Pedang kini ketakutan setengah mati.


Tentu ia tahu perbedaan awal, dan menengah sangat jauh, tapi yang ia hadapi lebih jauh lagi, yaitu ahir.


Tanpa basa basi Monster Harimau Taring Pedang kini membalik badannya.


Wuss..!!


Tu Long yang melihat Monster Harimau Taring Pedang mencoba melarikan diri langsung tersenyum kecil.


“Hehe,, arah larimu itu salah, kau akan menemukan sesuatu yang lebih mengerikan lagi,” kekeh Tu Long.


Benar saja ucapan Tu Long.


2 menit setelah Monster Harimau Taring Pedang keluar, ia melihat jika Hutan Kekacauan kini berubah menjadi lahan tandus, ia melihat semua Monster Kekacauan mati mengering.


Tubuh Monster Harimau Taring Pedang semakin bergetar ketakutan saat melihat dua orang berjubah putih duduk santai, salah satunya sedang meminum arak, dan satunya lagi baru menyerap energi ribuan Monster Kekacauan yang terahir.


“Eeh,, ada makanan yang lumayan bergizi juga di sini,” kata Bai Tan langsung menghilang, ia tiba-tiba muncul di depan Monster Harimau Taring Pedang.


Blush..!!


Bai Tan langsung mencengkram kepala Monster di depannya lalu menghisap energinya.


Monster Harimau Taring Pedang seketika berteriak kesakitan sambil berusaha melawan.


“Akhh,, hentikan, aku mohon hentikan.”


Namun usahanya hanya sia-sia saja, dalam sekejap Monster Harimau Taring Pedang mengering.


Bai Tan langsung melempar mayat Monster Kekacauan tersebut lalu menghilang saat merasakan ada dua orang sedang kemari.


Wuss wuss..!


Tap tap..!!


“Kakak,, bagaimana kau melakukan ini?” Tanya Duan Du dengan pandangan bingung.


Tentu Duan Du cukup terkejut saat melihat semua mayat Monster Kekacauan mati dengan kondisi yang sama.


“Kau akan tahu pada waktunya,” jawab Bai An sambil tersenyum kecil.


Duan Du seketika tersenyum kecut saat mendengar jawaban kakaknya.

__ADS_1


Sementara Tu Long hanya biasa saja, ia malah senang melihat semua Monster Kekacauan ini mati semua tanpa sisa.


Saat Duan Du ingin bertanya lagi karena penasaran, Bai An lebih dulu bertanya.


“Dari pada kau bertanya hal yang tidak penting, lebih baik kita berangkat sekarang setelah kau mengumpulkan semua harta mereka.”


Duan Du mendngus kecil lalu melesat mengambil semua kantong penyimpanan monster kekacauan.


Perlu di ketahui jika Monster Kekacauan menggunakan kantong penyimpanan, bukan cincin penyimpanan, itu karena Monster Kekacauan bisa saja berubah bentuk dan itu bisa saja menghancurkan cincin penyimpanan mereka.


Kegunaan kantong penyimpanan itu sendiri sama dengan cincin penyimpanan, yang berbeda hanya bentuknya saja.


1 jam telah berlalu, kini Duan Du kembali setelah mengumpulkan harta hasil pembantaian yang mereka lakukan.


Mereka bertiga lalu melanjutkan perjalanan, kini arah mereka ke arah timur, mereka sengaja memutar karena tahu jika di Daratan Selatan adalah wilayah yang mereka anggap wilayah sendiri.


Bai An sudah menebak jika Qin Sang menolak orang luar masuk dan pasti akan berperang jika memaksa, walau ia harus mati.


***


Wuss wuss wuss..!!


Tap tap..!!


”Hmm..!! Jadi ini Daratan Timur,” gumam Bai An melirik ke arah padang pasir.


Bai An langsung mengedarkan kesadarannya.


Setelah menemukan beberapa kelompok yang cukup kuat, yaitu orang terkuat adalah Dewa Immortal ⭐ 1 Awal dan yang lainnya hanya Kaisar Immortal saja.


“Di sana, ayo,” ajak Bai An melesat ke arah utara Daratan Timur.


Wuss..!!


Tanpa basa basi Bai An langsung mengayunkan tinjunya ke arah kelompok yang sedang menyiksa gadis kecil.


Lebih tepatnya Bai An melihat pemuda sedang merobek baju gadis berusia 15 tahun.


Bom..!!


Tubuh pemuda tersebut langsung hancur beserta jiwanya.


“Tuan muda,” teriak semua orang berjubah putih biru.


Mereka semua terkejut saat ada yang berani menyerang Tuan muda mereka, terlebih lagi kini Tuan muda mereka mati.


Apa yang bisa mereka katakan nanti kepada Patriak klan jika tahu putra jeniusnya mati.


Ahkhh..!!


Teriak kemarahan pria paling sepuh terdengar di sertai tekanan.


Saat pria sepuh itu ingin menyerang Bai An.


Pria sepuh itu tertegun di tempatnya karena melihat wajah yang selama ini mereka cari.

__ADS_1


__ADS_2