Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Sedikit Kekacauan Untuk Memancing Ikan Besar


__ADS_3

Karena nantinya manusia darah ini akan berguna untuk membantu keluarganya saat terjadi pertarungan di dalam Kota Pelelangan.


Segera setelah mengetahui kesalahannya selama ini, kini Bai Chu Ye terlihat tidak terlalu tergesa-gesa seperti sebelumnya.


Dengan tenang ia mencoba memilah darah kualitas terbaik yang telah ia gabungkan sebelumnya.


***


“Hemm kenapa Tuan muda Ye lama sekali? Sebenarnya apa yang ingin ia lakukan di dalam dengan semua botol darah itu?” Tanya Master Wuan De kini terlihat mulai bosan lantaran tidak ada yang ia kerjakan selama tiga hari ini selain duduk di gerbang kediaman kepala desa.


“Dan juga, dari mana kau mendapatkan darah-darah tersebut? Jangan bilang kau membunuh jutaan mahkluk hidup?” Sambung Master Wuan De kini menatap Rubah Kematian dengan tatapan curiga di sertai tatapan tajam.


Rubah kematian dengan sibuk dengan makanannya kini mulai terusik, lantaran Master Wuan De tidak pernah berhenti bertanya selama tiga hari ini.


“Hei tua bangka, apakah kau bisa diam untuk satu jam saja, makananku jadi terasa tidak nikmat akibat ocrehanmu itu,” dengus Rubah Kematian kini mengalihkan wajahnya ke arah Master Wuan De.


Wajah Master Wuan De seketika berkedut-kedut. “Dasar anak sialan, rupanya aku terlalu sopan bicara kepadamu sehingga kau kini kurang ajar terhadap orang tua,” ucap Master Wuan Du langsung mengeluarkan auranya di sertai Hukum dan Elemen Api.


Blush..!!


Rubah Kematian langsung mundur dengan tubuh berkeringat dingin. “Dasar tua bangka, apa kau ingin kita di bunuh hah, cepat tarik kembali auramu sebelum mengganggu pekerjaan Tuan ku,” teriak Rubah Kematian terlihat sangat ketakutan.


Master Wuan De yang tadinya terbawa emosi langsung tersadar. “Ah sial, ini semua gara-gara kau bocah licik,” dengus Master Wuan De menyalahkan Rubah Kematian.


“Heng,, kenapa aku yang salah, dasar tua bangka, mentang-mentang kau jauh lebih tua, kau menjadi seenaknya saja menyalahkan yang lebih muda. Idiot,” ejek Rubah Kematian sambil mendengus jijik.


“Sialan,” teriak Master Wuan De langsung melesat ke arah Rubah Kematian.


Tentunya Rubah Kematian langsung menjauhi kediaman kepala desa agar tidak mengganggu pekerjaan Bai Chu Ye.


***

__ADS_1


Tap tap..!!


Terlihat kini Duan Du berjalan dengan gaya layaknya anak Bangsawan dan di temani oleh Bai Han sebagai sang adik, lalu di sebelah kanan Duan Du ada Gu Sheng sebagai penasehat.


Sementara dua orang bertubuh kekar bertugas sebagai pengawal, satu memiliki wajah garang dan satunya memiliki ekspresi dingin di sertai menakutkan.


Mereka tak lain Luo Sha dan salah satu Penetua dari Sekte Kekacauan yang baru saja tiba di kota ini. Ia tak lain murid Xi Luan, sosok setengah iblis dan setengah manusia.


“Hemm..!! Apakah masih jauh? Kenapa lokasi meski sejauh ini hah, membuat Tuan muda ini kepanasan saja,” teriak Duan Du dengan nada arogan dan sombong, dan di setiap tatapan mata Duan Du bertemu dengan para ahli-ahli yang berasal dari seluruh penjuru Dimensi Alam Dewa, ia menatap dengan tatapan jijik dan merendahkan.


Tentunya hal tersebut membuat beberapa yang arogan dan sombong tidak menerima di rendahkan. Tapi mereka semua sadar jika pertarungan tidak di perbolehkan di sini.


Tapi banyak yang tidak dapat menahan diri hingga mengarahkan aura membunuh mereka ke kelompok yang mereka kira Tuan muda sombong dan angkuh tersebut.


“Hahaha,, dari tadi aku merasa di ikuti dan yang mengikutiku selalu mengarahkan aura membunuh mereka. Apa mereka hanya bisa jadi seorang pengecut yah? Kenapa mereka tidak kesini menyerang Tuan muda ini,” ucap Duan Du di sertai tawa ejekan.


Wajah semua yang memiliki dendam kini memerah semerah darah. Karena baru kali ini mereka merasa di hina seperti ini, mereka semua di tempat mereka masing-masing selalu di hormati dan di takuti.


Mereka pernah di hina, di ejek, tapi tidak pernah sedemikian rupa seperti ini.


“Emang kau siapa?” Tanya Duan Du dengan wajah penasaran di sertai sedikit berbinar.


Melihat ekspresi Duan Du, wajah pria tua tersebut seketika angkuh dan langsung mengangkat wajahnya tinggi-tinggi.


“Hahaha,, aku adalah Master Muda Sekte Naga Giok Emas, sekaligus calon penerus Master Sekte yang sebelumnya,” ucap pria tua tersebut dengan bangga.


Fhttss..!!


“Hahahaha,, Master Muda? Apakah kalian semua tidak melihat wajahnya yang sudah keriput itu, apakah dia pantas di sebut Master Muda, mungkin wajahnya jauh lebih tua dari kakek ku, jadi pantasnya kau di panggil Tua bangka,” ucap Duan Du tertawa terbahak-bahak dan di setiap ucapannya ejekan demi ejekan ia lontarkan sehingga membuat semua ahli yang ada di sana ikut tertawa terbahak-bahak.


Blush..!!

__ADS_1


Dret..!!


“Mati,” teriak pria tua yang mengaku Master Muda dari Sekte Naga Giok Emas.


Sebuah tombak muncul kini berjarak satu inci tepat di depan Duan Du.


Duar..!!


Namun tepat satu inci sebelum mengenai Duan Du. Sosok berjubah hitam dengan topeng biru muncul menghentikan serangan tersebut.


Tatapan mata sosok bertopeng biru terlihat menyala merah dan mengarah ke sosok pria tua yang mengaku Master Muda. “Ini peringatan pertama, jika kau berani menyerang orang sekali lagi, maka aku akan langsung memenggal kepalamu, aku tidak peduli siapapun kau dan statusmu apa, ini juga berlaku dengan kalian, apapun bentuk provokasi yang ada, jangan sampai adanya terjadi pertarungan di dalam kota, tapi jika di luar kota ini, itu terserah kalian.” Ucap sosok bertopeng biru langsung menghilang.


Duan Du yang melihat itu seketika menyeringai tipis.


“Apa kau melihat kekuatannya dengan jelas?” Tanya Duan Du melirik ke arah Penetua Sekte Kekacauan.


“Kekuatannya setara denganku, yaitu Dewa Surgawi ⭐ 7 Menengah,” ucap Penetua Sekte Kekacauan yang biasa di panggil penetua kelima oleh rekannya atau biasa di panggil Iblis Pembantai lantaran ia selalu dengan ganas membunuh musuh tanpa terluka sedikitpun.


“Hoo,, apakah pangkatnya lebih tinggi dari orang-orang bertopeng merah?” Tanya Duan Du kini melanjutkan langkahnya menuju Rumah Lelang Gedung Merah.


“Hemm..!! Pangkatnya lebih tinggi dan jika salah satu dari mereka keluar, itu artinya kelompok mereka akan waspada penuh, jadi saat ini pasti semua sosok bertopeng merah akan mengawasi anda lantaran anda ancaman Guru Besar,” jawab Penetua Kelima di sertai memberitahu sedikit pengetahuannya tentang orang-orang Menara.


“Hooh,, itu artinya mereka mempunyai ahli strategi yang luar biasa sehingga dapat menyadari jika sebenarnya aku memancing beberapa dari mereka keluar, tapi aku tak menyangka jika yang keluar jauh lebih kuat dari yang aku prediksi.” Ucap Duan Du tersenyum tipis.


Tap tap..!!


***


Di kedai kecil.


“Apa kau lihat itu kak, Guru memang luar biasa, hanya dengan ekspresi dan sedikit kata-kata saja, Guru sudah membuat banyak kekacauan hingga membuat mereka yang jauh lebih kuat keluar.” Ucap Xi Juan tersenyum bangga.

__ADS_1


“Aku harus belajar lebih banyak lagi dari guru bagaimana cara membuat banyak kekacauan di setiap cabang Maskas musuh,” sambung Xi Juan bersemangat.


“Hem..!! Aku melihat ekspresi Guru yang luar biasa menganggumkan, aku harus jauh lebih kejam dan dingin terhadap musuh,” sambung Xi Luan melihat dengan pandangan berbeda.


__ADS_2