Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Membunuh dan Menyerap Jiwa Pemimpin ke 3 kedua Fraksi Menara


__ADS_3

“Aku bilang diam jika kau tidak ingin sepertinya,” ucap Bai Han menunjuk ke arah Jin Xianhu.


Glek..!!


Seketika pemimpin ke 3 Fraksi Menara perang langsung menelan ludahnya saat melihat ke arah Jin Xianhu yang kini hanya tersisa badan dan kepala saja. Sementara tangan dan kakinya telah hilang.


Bukan hanya itu saja yang membuat pemimpin ke 3 Fraksi Menara Perang ketakutan sampai-sampai menelan ludahnya, seluruh tubuh Jin Xianhu saat ini di penuhi oleh luka, artinya ia telah di siksa dengan sangat mengerikan.


Sementara Bai Han yang melihat pemimpin ke 3 Fraksi Menara langsung terkena mental, seketika tersenyum tipis.


Pandangannya pun mengarah ke Xiu Hou.


“Paman Hou, mau kau apakan jiwa ini?” Tanya Bai Han menunjukkan Jiwa pemimpin ke 3 Fraksi Menara Strategi yang ia tangkap saat ingin melarikan diri.


Melihat itu, Xiu Hou pun langsung muncul di depan Bai Han.


Pandangannya melirik ke arah Jiwa pemimpin ke 3 Fraksi Menara Strategi.


Wung..!!


Tanpa basa basi Tanduk Xiu Hou pun seketika bersinar cerah.


Argh..!!


Jlep..!!


Dalam sekejap jiwa pemimpin ke 3 Fraksi Menara Strategi langsung lenyap terhisap oleh tanduk Xiu Hou.


Melihat itu, Bai Han tentu terkejut, tapi ia tidak terkejut akan cara Xiu Hou menyerap jiwa pemimpin ke 3 Fraksi Menara Strategi, melainkan ia terkejut akan jiwa Xiu Hou yang kini meningkat drastis, seolah ia menyerap jiwa pemimpin ke 3 tersebut tanpa di saring maupun di cerna.


“Luar biasa paman, apakah paman ingin menyerap jiwanya juga?” Tanya Bai Han kini menunjuk ke arah pemimpin ke 3 Fraksi Menara Perang.


“Hehe,, tentu saja, jika aku menyerap jiwanya, maka tingkat kultivasiku juga pasti akan langsung meningkat. Karena aku melihat kekuatan jiwanya jauh lebih kuat dari yang tadi aku serap,” ucap Xiu Hou terkekeh bahagia.


Wung..!!


Duar..!!


Dalam sekejap pemimpin ke 3 Fraksi Menara Perang langsung mati, tanpa di berikan kesempatan untuk bergerak atau bicara.


Dret..!!


Dengan santai Bai Han langsung menangkap jiwa Pemimpin ke 3 Fraksi Menara Perang yang hendak melarikan diri.


Argh..!!


Raungan kesakitan terlihat pemimpin ke 3 Fraksi Menara Perang perlihatkan. Ingin rasanya ia meriaki Bai Han dan memberikan ancaman. Tapi suaranya tidak bisa ia keluarkan, karena Bai Han sengaja menekannya agar tidak mampu mengucapkan sepatah katapun.


Sementara Xiu Hou yang melihat jiwa musuh yang telah melukainya, kini menyeringai lebar.


Blush..!!


Argh..!!


Suara raungan dari jiwa pemimpin ke 3 Fraksi Menara Perang seketika terdengar sesaat, sebelum jiwanya benar-benar di hisap habis.


Wung..!!

__ADS_1


Bam bam bam bam..!!


Bersamaan dengan jiwa pemimpin menara ke 3 Fraksi Menara Perang telah Xiu Hou serap, terdengar suara ledakan kecil di dalam tubuh Xiu Hou.


Melihat cara Xiu Hou menerobos, yaitu tanpa ledakan energi. Bai Han semakin kagum akan klan Iblis Asura.


“Hemm..!! Kaisar Dewa Surgawi ⭐ 4 Puncak,” gumam Xiu Hou terlihat terkejut akan peningkatannya sendiri saat ini.


“Apakah kau ingin membunuhnya juga Han'er? Jika ia, sisakan jiwanya kepadaku juga,” tanya Xiu Hou kini terlihat bersemangat.


“Hemm..!! Tapi sekarang belum waktunya paman, karena aku belum puas menyiksanya dan juga ia adalah kunci untuk menemukan kedua saudaraku dan si Jin Yuanhu sialan itu,” ucap Bai Han mengangguk sambil mengepalkam erat tangannya penuh kebencian terhadap Jin Yuanhu.


Melihat raut wajah Bai Han. Xiu Hou pun ikut memasang wajah ganas, entah kenapa saat ia melihat emosi Bai Han, ia tanpa sadar ikut terbawa emosi.


“Ayo kita bantu yang lainnya membunuh mereka semua, lebih cepat akan lebih baik, karena perjalan kita juga sudah terhambat dalam waktu yang cukup lama,” ajak Xiu Hou.


Bai Han pun langsung mengangguk, ia pun membawa Jin Xianhu yang telah ia ikat dan siksa menggunakan energi barunya.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Bai Han dan Xiu Hou pun langsung melesat ke arah anggota keluarga mereka masing-masing.


***


Crash..!!


Bom bom bom..!!


Khehehehe..!!


“Tidak akan ku sisakan satu pun dari kalian,” kekeh Bo Wuhan kembali melesat sambil mengayunkan kapak dan tinjunya dengan gila.


Sementara musuh yang terus berdatangan terlihat menyeringai lebar juga, karena melihat serangan Bo Wuhan mulai melemah.


“Haha,, cepat serang dia, dia sudah mulai kehabisan energi,” teriak salah satu topeng ungu tertawa lantang.


Mendengar itu, para topeng ungu dan putih pun langsung bergerak dalam jumlah puluhan ribu, bahkan hampir mencapai ratusan ribu.


Dret.. Wuss wuss..!!


“Mati,” teriak para topeng putih dan ungu kini mengayunkan senjata mereka masing-masing dengan kekuatan penuh.


Wung..!!


Bom bom bom bom..!!


Duar..!!


Melihat Bo Wuhan tidak melawan dan hanya menerima serangan mereka, para topeng ungu dan putih seketika tertawa bahagia karena apa yang topeng ungu ucapkan jika energi Bo Wuhan akan habis ada benarnya.


Tapi tak lama kemudian, wajah mereka pun terlihat jelek saat mendengar suara yang berasal dari kepulan asap.


“Khehehe,, apakah hanya ini saja yang kalian bisa lakukan? Jika begitu, sangat lemah,” kekeh Bo Wuhan langsung muncul di depan salah satu topeng ungu.


Wung..!!

__ADS_1


Duar..!!


Kepala topeng ungu tersebut seketika meledak bersama jiwanya.


Tidak berhenti sampai di sana saja, Bo Wuhan bergerak kesana kemari mengayunkan tinju dan kapaknya yang tanpa menggunakan energi. Karena memang benar energinya hampir habis. Jadi ia pun menggunakan kekuatan fisiknya.


Bom bom bom..!


Argh argh..!!


Satu persatu teriakan terus terdengar, walau begitu, terlihat beberapa kali Bo Wuhan terkena serangan musuh, darah terus menetes di setiap anggota tubuh Bo Wuhan saat ini.


“Si..Sialan, dia gila,” teriak salah satu topeng ungu ingin mundur.


Wung..!!


Tapi tak lama, seketika semua anggota menara yang ada di sekeliling Bo Wuhan layaknya semut mengerumuni gula, kini terdiam tanpa bisa menggerakkan tubuh mereka sama sekali.


Tap tap..!!


“Hemm..!! Kau terlihat kacau paman,” ucap Bai Han menghela nafas saat melihat pamannya Bo Wuhan.


Jlep..!!


Dengan cepat Bo Wuhan memasukkan kapaknya dan ekspresi gilanya pun langsung hilang.


“Ah maafkan aku Tuan muda, semakin hari, aku entah mengapa tidak bisa mengendalikan diri saat memegang kapak ku,” ucap Bo Wuhan langsung menggaruk kepalanya.


“Hais,, pergilah ke ruang isolasi, pulihkan dirimu paman,” ucap Bai Han terlihat menggelengkan kepalanya.


Bo Wuhan pun langsung mengangguk patuh tanpa berani membantah sama sekali.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Dengan cepat Bo Wuhan melesat ke arah selatan, dimana ruang isolasi berada.


...


Sementara Bai Han yang masih di sana, kini melirik ke arah semua musuhnya.


“Jangan salahkan aku jika aku menjadikan kalian tumbal untuk memulihkan dunia jiwaku yang telah kalian hancurkan ini,” ucap Bai Han langsung menggerakkan tangannya.


Dret..!!


Argh argh argh..!!


Seketika teriakan demi teriakan terdengar saat merasakan energi mereka terhisap habis, bukan hanya energi, bahkan jiwa mereka juga ikut terhisap oleh kabut yang muncul di sekeliling mereka.


“Selesai,” gumam Bai Han.


Pandangannya pun langsung mengarah ke tempat dimana Bai Da Xing dan Lan Yuheng berada, melihat mereka masih baik-baik saja, ia pun melirik ke arah Chen Long.


Melihat Chen Long sudah di ambang batas, ia pun mennghilang dari tempatnya.


Dret..!!

__ADS_1


__ADS_2