Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Aura yang Tidak Biasa dan Memancing Emosi Tu Long


__ADS_3

Alis Cen Tian terangkat saat tahu Xiao Lee Tan dan Guan Shen Ju sedang ketakutan saat di tatap Duan Du.


“Apa yang bocah licik ini rencanakan?” Gumam Cen Tian dalam benaknya.


Cen Tian tahu jika Duan Du sengaja mengintimidasi Xiao Lee Tan dan Guan Shen Ju karena ia sedang merencanakan sesuatu.


“Heng,, awas saja jika bocah itu sengaja menyuruh Xiao Lee Tan ikut mengambil bagian ku nanti saat pergi ke Dunia Awan,” dengus Cen Tian dalam hatinya.


***


Dua minggu berlalu.


Saat ini Duan Du, Tu Long, Lang Zai, Cen Tian, Xiao Lee Tan dan Guan Shen Ju berada di dalam Kapal Langit.


Kapal Langit yang di gunakan adalah milik Bai An yang sengaja di berikan kepada Duan Du.


Saat ini semua orang menatap ke arah Duan Du dengan tatapan bingung.


Pasalnya, selama dua minggu ini Duan Du tidak pernah menganggu mereka.


Biasanya Duan Du pasti akan menjahili Tu Long jika merasa bosan.


Tu Long saat ini sedang menatap Duan Du yang sedang bermeditasi.


Jarak antara wajah Duan Du dan Tu Long hanya beberapa senti saja.


“Hmm..!! Apa yang bocah ini pikirkan ya, sehingga ia rajin berlatih?” Gumam Tu Long sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Tapi jika ia berlatih dan bertambah kuat, maka aku akan ketinggalan jauh.”


“Heng..!! Bocah ini licik juga, sengaja berlatih seorang diri tanpa memberitahuku,” dengus Tu Long langsung berdiri.


Setelah itu ia langsung pergi ke kamarnya dan berusaha meningkatkan kekuatannya juga.


1 Bulan telah berlalu.


Saat ini Kapal Langit terlihat sepi. Lang Zai dan Cen Tian kini memasang wajah jelek.


Biasanya mereka senang mendengar suara keributan yang di timbulkan oleh Duan Du dan Tu Long.


“Huuff,, apa benar ya bocah itu dan paman Tu Long berlatih?” Gumam Cen Tian dalam hatinya.


Cen Tian merasa Duan Du dan Tu Long saat ini sedang tidak berlatih, melainkan sengaja diam.


Setelah saling melirik, Lang Zai dan Cen Tian mengangguk serempak.


Mereka berdua lalu pergi mencari Xiao Lee Tan dan Guan Shen Ju yang sedang mengemudikan Kapal Langit.

__ADS_1


Setelah memberitahu jika mereka akan berlatih dan menyuruh membangunkan mereka saat sampai, Cen Tian dan Lang Zai langsung pergi.


Sementara Duan Du saat ini sedang berada di Dunia Energi.


“Hoam..!! Kakak,, jika kau menyuruhku memimpin pemberontakan, lalu bagaimana dengan Dunia Awan?”


“Harta di sana lumayan, jadi bairkan dulu aku dan Tu Long bermain-main disana. Terlebih akan tidak seru jika tidak mengerjai kakak Cen Tian,” ucap Duan Du sambil tersenyum licik.


Bai An yang memejamkan matanya kini membuka matanya.


“Otakmu ini selalu saja memikirkan kekacauan,” ucap Bai An.


“Serius sedikit, karena aku ingin kau mengubah sifat semua para pemberontak, jika bisa kau ajak juga beberapa klan yang menjadi musuh klan Hu,” ucap Bai An dengan nada serius.


Wajah Duan Du seketika cemberut. Tapi tak lama ia memasang wajah dingin. Lalu kembali merubah wajahnya kini menyeringai licik.


“Hehe,, untuk masalah itu gampang kak, karena memang itulah pekerjaan ku,” kekeh Duan Du langsung merencanakan sesuatu yang berbau harta dan kekacauan.


Cukup lama Bai An dan Duan Du berada di Dunia Energi milik Bai Tan.


Mereka berdua juga berlatih dan mengubah waktu dengan sangat lambat.


Tidak yang mengetahui kekuatan sebenarnya milik Bai An dan Duan Du.


Karena Bai An dan Duan Du selalu menyegel kekuatan asli mereka dengan bantuan Bai Tan.


Satu yang pasti, kekuatan Bai An kini setara dengan kekuatan milik Ling Yenrou.


Selama ini Bai An dan Duan Du terlihat tidak berlatih sama sekali itu salah besar.


Mereka berdua selalu berlatih di Dunia Energi milik Bai Tan.


Sementara untuk kekuatan Duan Du, hanya 3 bintang di bawah Bai An.


Blush..!!


Aura Bai An dan Duan Du seketika menyebar ke seluruh Dunia Energi setelah mereka menembuh satu tingkat.


Saat Bai An dan Duan Du membuka mata mereka. Terlihat emosi mereka semakin stabil, setelah itu mereka kembali memasang wajah biasa.


“Hmm..!! Aku menduga Tu Long memang benar bukan orang biasa,” ucap Bai An dan Duan Du serempak saat mereka merasakan energi yang bergejolak liar.


Bai An dan Duan Du saling menatap satu sama lain.


“Tetap awasi dan buat Tu Long menampilkan wajah aslinya, walau aku merasa ia tidak membahayakan kita, tapi setidaknya tetap waspada,” ucap Bai An.


Tanpa menunggu jawaban dari Duan Du, Bai An langsung mengusir Duan Du.

__ADS_1


Duan Du langsung berubah menjadi partikel cahaya.


Blush..!!


“Heng,, kakak ini sama sekali tidak pernah mau bercanda sedikit saat menyuruhku,” dengus Duan Du memasang wajah cembrut.


Tapi tak lama ia menyeringai lebar.


“Hehe,, aku ingin melihat bagaimana respon paman Tu Long,” kekeh Duan Du merencanakan sesuatu hal yang tidak baik.


Wuss..!!


Tu Long langsung menghilang. Saat ini kekuatan Duan Du yang tidak di segel ada di tingkat Dewa Raja Semesta ⭐ 5 Puncak. Dan Duan hanya menampilkan Dewa Raja Semesta ⭐ 2 Ahir agar orang lain tidak terlalu curiga.


Walau orang yang selalu mengawasinya tahu kekuatan Duan Du yang berada di Dewa Raja Semesta ⭐ 5 Puncak. Tapi Duan Du tak mempermasalahkanya karena ia tidak tahu kekuatan Duan Du yang tersegel.


Wuss..!!


Duan Du muncul di depan Tu Long yang baru saja selesai meningkatkan kekuatannya.


Kekuatan Tu Long saat ini ada di Dewa Raja Semesta ⭐ 1 Awal. Walau begitu, auranya terlihat berbeda saat ia masih di Dewa Immortal.


“Hehe,, sekarang kau sudah di Dewa Raja Semesta paman Tu, bagaimana jika kita bertaruh?” Kekeh Duan Du sambil menaikkan alisnya secara bergantian agar Tu Long terpikat rayuannya.


Tu Long yang mendengar suara Duan Du langsung membuka matanya.


Lalu tatapan Tu Long mengarah ke Duan Du, Tu Long juga mencoba menebak ada di tingkat keberapa Duan Du saat ini.


Tapi ia hanya melihat Duan Du berada di Dewa Raja Semesta ⭐ 2 Ahir.


“Heng..!! Aku tak akan tertipu lagi olehmu, aku yakin kekuatanmu saat ini lebih dari yang kau perlihatkan,” dengus Tu Long kembali memejamkan matanya.


Duan Du tidak kecewa dengan jawaban Tu Long. Ia malah terlihat semakin bersemangat.


“Hehe,, mana yang katanya gila petarung dan memiliki kekuatan tubuh tidak terkalahkan.” Kekeh Duan Du terdiam sesaat karena ingin melihat respon Tu Long.


Saat melihat Tu Long menaikkan alisnya, dengan cepat Duan Du melanjutkan.


“Di ajak taruhan saja tidak berani, ubah saja nama julukan mu di Selembaran poster, Tu Long Sang Pengecut, aku rasa itu-”


“Heng..!! Mulut licin, siapa yang pengecut hah?” Dengus Tu Long kini berdiri sambil menatap tajam Duan Du.


Aura Tu Long yang keluar kini terlihat seperti seorang tak terkalahkan.


“Eeh..!! Bukankah kau memang pengecut paman? Pe-nge-cut,” ucap Duan Du dengan nada polos sambil mengeja agar bisa menambah bumbu-bumbu emosi.


Wajah Tu Long kini terlihat sangat jelek, ia cemberut sambil meregangkan ototnya, seolah ingin menghajar seseorang.

__ADS_1


__ADS_2