Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Kota Kematian


__ADS_3

Walau begitu, bukannya merasakan rasa sakit, ia malah tersenyum lebar. “Tunggu aku Sekte Pedang Cahaya, Yang Mulia ini akan datang menagih hutang suatu saat nanti,” ucap Tu Long.


***


Hoam..!!


“Hemm..!! Kemana lagi aku akan mencari Tuan muda?” Gumam Gu Sheng langsung bangkit dari puncak ranting pohon yang telah berguguran.


“Ini sudah satu minggu aku berkeliling di wilayah Selatan ini, dan hampir semua aku jelajahi, dan yang belum aku datangi adalah Kota itu, kota dimana tempat semua penjahat berkumpul,” gumam Gu Sheng melirik ke arah seberang puncak gunung.


“Kota kematian, kota ini di namakan seperti itu karena angka korban jiwa di kota itu yang paling banyak di Daratan Mixture ini, tapi anehnya banyak sekali orang-orang dari berbagai Ras mendatangi Kota itu,” gumam Gu Sheng. “Di kabarkan jika kota ini tidak termasuk semua wilayah, kota ini adalah kota tanpa Tuan, tapi karena sangat dekat dan bahkan berada di area selatan, kota ini menurutku masuk wilayah selatan.”


Tanpa menunggu waktu lama, Gu Sheng langsung melesat ke arah Kota Kematian, Gu Sheng dapat berharap jika bertemu dengan dua dari pembuat onar itu, karena ia yakin dimana ada kekacauan, pasti di sana ada mereka.


Wuss wuss..!!


***


Kota Kematian.


Dret..!!


Bom..!!


Sebuah tinju yang sangat besar langsung menghantam tubuh Luo Sha. Namun terlihat Luo Sha tidak bergeser sedikitpun.


“Apa hanya segini kemampuanmu?” Ucap Luo Sha melirik ke arah Iblis setinggi 3 meter dengan tubuh yang kekar.


Mata Iblis tersebut bersinar lantaran merasa terhina. “Kurang ajar, aku akan menghancurkan wajah sombongmu itu,” teriak Iblis tersebut langsung mengayunkan lengan kirinya ke arah wajah Luo Sha.


Bam..!!


Dengan santai tangan kiri Luo Sha menangkap tinju Iblis tersebut, aura dari Luo Sha juga ikut keluar karena ia saat ini sedang marah. “Kau tahu, aku paling benci jika wajahku di pukuli, terlebih oleh iblis lemah seperti dirimu, ketahuilah tempatmu,” ucap Luo Sha langsung mengeratkan cengkramannya.


Krak krak..!!


Argh..!!


Seketika tulang-tulang jari Iblis tersebut langsung remuk, tidak berhenti sampai di sana, kaki Luo Sha mengarah ke lutut iblis tersebut.


Wuss..!!


Bam..!!


“Berlutut kau sampah,” ucap Luo Sha kini langsung mengangkat kepala Iblis tersebut, tak lama pandangan Luo Sha mengarah ke semua penonton.


Saat ini Luo Sha berada di Arena Pertarungan Hidup dan Mati yang jauh 10 kali lipat lebih besar dari Arena miliknya yang ia bangun di Wilayah Selatan dulu.


Bunuh bunuh bunuh..!!


Bunuh bunuh..!!

__ADS_1


Mendengar itu pandangan Luo Sha mengarah ke Tuannya, ia juga sedikit ngeri saat melihat wajah Tuannya.


Dan saat melihat Bai An diam saja, Luo Sha langsung menggerakkan kedua tangannya.


Krak..!!


Kepala iblis tersebut langsung berputar tiga kali, kini wajah Iblis tersebut mengarah ke belakang.


Bruk..!!


Woah woah..!!


Teriakan seketika menggema saat Iblis tersebut mati dengan kepala terbalik.


Tap tap..!!


“17 kemenangan beruntun dari Lord Luo Sha, apakah ada di antara kalian yang ingin melawan Lord Luo Sha?”


Tidak jauh dari panggung Arena, ada sebuah tempat kecil yang berisikan para petarung yang berisikan para penjahat.


Kebanyakan dari mereka yang bosan akan datang kesini demi tujuan membunuh, ada juga yang sulit mencari uang datang kesini karena menurut mereka lebih mudah mendapatkan uang hanya dengan membunuh.


Berbagai alasan para penjahat ini lontarkan, tapi hanya dua yang pasti, mereka suka membunuh dan haus akan darah, itu dapat terlihat dari wajah mereka serta niat membunuh yang tidak mereka tekan. Dan yang kedua mendapat uang di kota ini jauh lebih mudah karena kota ini tidak memiliki aturan, yang kuatlah yang bertahan dan yang lemah akan mati kapan saja.


...


Lima menit berlalu, tidak ada dari para penjahat mau maju, Lord Luo Sha pun langsung berjalan ke arah bagian pendaptaran.


Tap tap..!!


Petugas yang mengurus arena bagian keuanagan langsung melemparkan cincin penyimpanannya ke arah Lord Luo Sha.


Tap..!!


Setelah menangkapnya, Lord Luo Sha langsung berjalan keluar.


Cukup lama Luo Sha berjalan menjauhi Arena, kini Lord Luo Sha langsung menghentikan langkahnya.


“Hemm..!! Apa kalian akan terus bersembunyi seperti tikus-tikus sampah,” ucap Lord Luo Sha mendengus dingin.


Wuss wuss wuss..!!


“Nyalimu besar juga Luo Sha,” seorang pria tua dengan dua pedang di pinggangnya dan memiliki dua bekas luka silang di wajahnya langsung menatap Luo Sha karena terlalu angkuh.


“Khehe,, hanya karena ia menang dari Iblis rendahan itu, ia semakin sombong,” ejek Iblis yang memiliki dua tanduk kembar di dahinya, tubuh Iblis tersebut bewaran coklat dan tingginya sedikit lebih kecil dari Iblis yang Luo Sha bunuh.


“Hem..!! Ingat, aku menginginkan pedangnya, itulah perjanjian kita,” ucap seorang pria terlihat berusia sama dengan Luo Sha dan dia berasal dari Ras yang sama dengan Luo Sha.


Melihat ketiganya, Luo Sha menyipitkan matanya karena mengenal ketiganya. Kekuatan ketiganya juga setara dengan dirinya yaitu Dewa Surgawi ⭐ 3 Puncak.


“Hoho, aku tak menduga jika penjahat seperti kalian akan datang sampai sejauh ini hanya ingin memburu diriku,” ejek Luo Sha.

__ADS_1


“Tidak-tidak, bukan diriku, tapi harta yang tersimpan di dalam cincin penyimpananku,” ucap Luo Sha membenarkan.


Heng..!!


“Jangan banyak bicara, serahkan semua yang kau punya maka aku akan memberikan kematian yang-”


Wuss..!!


Luo Sha langsung muncul di depan Iblis bertanduk kembar, tangan kanan Luo Sha yang telah ia alirkan energi langsung terayun ke wajah Iblis bertanduk kembar.


“Kurang ajar, kau menginginkan kematian yang menyakitkan rupanya,” teriak Iblis bertanduk kembar langsung menyilangkan kedua tangannya.


Bam..!!


Wuss..!!


Bom.. Duar..!!


Tubuh Iblis bertanduk kembar langsung terlempar menabrak salah satu bangunan hingga hancur.


Pria tua yang memiliki bekas luka di wajahnya sedikit terkejut saat melihat kekuatan tinju Luo Sha, dan kini ia sadar jika Luo Sha menahan diri selama di arena.


“Sial, mati kau,” teriak Pria tua tersebut langsung bergerak sambil mengayunkan kedua pedangnya yang telah ia genggam.


Wuss..!!


Trank..!!


Wajah Luo Sha menyeringai saat ia menahan kedua pedang pria tua tersebut dengan kedua tangannya.


“A..Apa.” Teriak pria tua tersebut terkejut tak percaya akan kekuatan fisik Luo Sha sekuat senjata kelas 3.


“Jangan sombong kau Luo Sha,” teriak pria dari Ras Manusia Raksasa muncul di belakang Luo Sha sambil mengayunkan tombaknya.


Wuss..!!


Trank..!!


Tombak Ras manusia raksasa tersebut langsung terpental punggung Luo Sha yang sangat kuat.


Wuss wuss..!!


Pria tua dan Ras manusia raksasa langsung mundur menjaga jarak dari Luo Sha, kini pandangan mereka sedikit melotot tak percaya saat melihat kekuatan Luo Sha di luar perkiraan mereka.


Tap tap..!!


Iblis tersebut juga muncul sambil menjaga jarak dari Luo Sha.


Kini ketiganya terlihat mengepung Luo Sha, walau Luo Sha membuat mereka terkejut akan kekuatan fisiknya di luar nalar, mereka bertiga terlihat tidak takut dan bahkan kini memasang wajah serius.


“Hoho,, akhirnya kalian mulai serius, jika begitu kita cari tempat yang lebih luas,” ucap Luo Sha melirik ke arah arena.

__ADS_1


__ADS_2