
“Jangan kendurkan diri kalian, tetap fokus alirkan energi kalian, jika kalian lengah lagi. Maka itulah ahir hidup kita,” ucap Bai An dengan suara menggema.
Semua keluarga Bai An langsung kembali fokus membantu mengalirkan energi mereka masing-masing.
Sementara untuk penduduk asli Dimensi Alam Sihir yang tidak bisa menggunakan Energi terlihat ikut bertugas membantu menutup retakan-retakan yang tidak bisa di tutup semua oleh Bai An dan keluarganya.
...
Waktu berlalu begitu cepat, Gu Sheng yang masih fokus menyerap Inti Dimensi terahir kembali memperlihatkan tubuh seakan mau hancur.
Dret..!!
Bom..!!
Bam bam..!!
Ledakan kembali terdengar jauh lebih besar dari sebelumnya, bersamaan dengan itu, terdengar juga suara ledakan dari dalam tubuh Gu Sheng tanda ia telah menerobos.
Secara perlahan, Gu Sheng membuka matanya.
Pandangan pertama yang ia lihat adalah tubuhnya yang kini jauh lebih segar dan prima dari sebelumnya.
“Ini, Dewa Surgawi ⭐ 3 Menengah dan sedikit dorongan lagi akan mencapai Dewa Surgawi ⭐ 3 Ahir.” Ucap Gu Sheng dengan nada gembira.
“Akhirnya aku jauh lebih kuat dari masa lalu,” ucap Gu Sheng kembali sambil melirik ke arah sekelilingnya.
Saat Gu Sheng melihat semua yang telah hancur, tubuhnya sedikit bergetar ketakutan.
Wuss..!!
Gu Sheng langsung muncul di depan Bai An yang saat ini sedang berlutut.
“A..Apa ini hasil dari terobosan-”
“Cukup Gu Sheng, kau tidak perlu bersalah. Ini atas kemauan kami sendiri, lebih baik kau bantu mereka semua yang pingsan, untuk kami yang masih tersadar, masih mampu memulihkan diri sendiri.” Potong Bai An mengangkat tangannya.
Tanpa membantah, Gu Sheng langsung menghilang, tak lama ia muncul di atas langit.
“Saat ini umurku terbilang masih di bawah 10 ribu tahun. Di Dimensi Alam Dewa, aku sudah bisa di juluki Jenius Monster. Dan seorang Jenius Monster sudah bisa mengendalikan Dimensi kecil seperti ini seutuhnya termasuk semua energinya.” Ucap Gu Sheng langsung menggerakkan tangannya.
Tak lama pusaran energi seketika berkumpul tepat di setiap masing-masing keluarga Bai An.
Pusaran tersebut berputar-putar lalu masuk kedalam tubuh anggota keluarga Bai An.
Bai An pun ikut merasakan energi yang masuk ke dalam tubuhnya. Ia tentu terkejut jika Gu Sheng mampu memanipulasi seluruh energi murni yang sudah bercampur dengan banyak energi lainnya. Dan energi murni yang masuk ke dalam tubuh Bai An langsung membuatnya pulih total di sertai seluruh energinya kembali seperti semula.
Bukan hanya itu saja, Bai An merasakan jika dirinya ada tanda-tanda akan menerobos akibat besarnya pusaran energi yang memasuki tubuhnya.
__ADS_1
Bam..!!
Ledakan terdengar kecil, namun aura dari tubuh Bai An langsung menyebar ke segala arah.
Bukan hanya Bai An saja yang pulih total serta menerobos ke tingkat selanjutnya. Seluruh keluarga Bai An juga mendapat manfaat dari pusaran energi hingga menerobos.
“I..Ini, hahaha akhirnya aku telah mencapai Dewa Surgawi ⭐ 2 Awal.” Teriak Tu Long tertawa bahagia.
Bukan hanya Tu Long yang tertawa bahkan berteriak bahagia. Seluruh keluarga Bai An pun ikut berteriak bahagia.
Bai An yang melihat itu hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan keluarganya. Pandangan Bai An langsung mengarah ke Gu Sheng. Melihat Gu Sheng tidak ikut tersenyum bahagia, melainkan memasang wajah serius. Bai An pun langsung menghilang dari tempatnya.
Sementara Gu Sheng yang merasakan musuh sudah dekat kini menatap ke arah kejauhan dengan tatapan serius.
Wuss..!!
“Apa mereka sudah dekat?”
Mendengar suara familiar. Gu Sheng melirik Bai An yang sudah berdiri di sampingnya.
“Hanya tinggal 2 bulan lagi, mereka akan sampai, itulah perhitunganku Tuan muda.” Jawab Gu Sheng sedikit khawatir.
Tap tap..!!
“Kenapa kau terlihat khawatir saudara Gu, tenang saja kita tak akan kalah karena ada 3 orang yang sangat pintar dalam strategi di keluarga kita. Aku yakin kau tahu salah satunya.” Ucap Tu Long terdengar santai tanpa rasa takut. Malah ia terlihat tidak sabar musuh datang lebih cepat.
“Lalu dua lainnya aku belum mengetahuinya, memang siapa orangnya?” Tanya Gu Sheng melirik Tu Long dan Duan Du penasaran.
“Orangnya ada di sampingmu, walau ia terlihat licik dan cukup nakal. Jika ia sudah serius. Maka kau akan sadar betapa mengerikannya strateginya.” Ucap Tu Long langsung membanggakan Duan Du.
Duan Du hanya cemberut, karena ia sudah jarang mengeluarkan ide dalam melakukan pertarungan kelompok. Biasanya kakaknya lah yang mengatur strategi.
“Hemm..!! Aku baru tahu jika Tuan muda Du bisa melakukan strategi. Lalu yang terahir siapa?” Gu Sheng terlihat sedikit terkejut sambil kembali bertanya.
Tu Long terdiam, pandangannya mengarah ke Bai An.
Gu Sheng kembali terkejut.
“Jangan salah sangka, aku bukanlah ahli dalam strategi, walau aku bisa melakukan beberapa langkah, itu hanya langkah kecil saja.” Ucap Bai An memberitahu Gu Sheng.
“Dan biar aku beritahu kau, Duan Du jarang mengeluarkan ide karena ia selalu sibuk saling ejek dengan pamannya. Tapi saat ini ia tahu waktunya bermain dan serius. Jika ia sudah mengeluarkan ide dengan memasang wajah serius, ia pasti melihat jumlah musuh lebih dulu, dan dalam sekali pandang, ia akan tahu berapa persen kemenangan kita serta langkah apa saja yang akan kita ambil untuk menuju kemenangan tersebut.” Sambung Bai An.
“Sementara ahli strategi yang lainnya adalah putriku sendiri Xie'er. Namun kali ini putriku mungkin hanya akan mengatur strategi bagi kelompok kecil yang akan kemana mengungsi agar terkena dampaknya.”
“Hanya Du'er dan Ye'er saja yang akan andil dalam strategi perangnya.”
Mendengar ucapan Bai An. Gu Sheng melirik ke arah Xie'er yang saat ini sedang bermain dengan kakaknya Bai Han, Gisel, Duan Ling, Duan Li dan Duan Sha.
__ADS_1
“Jadi apakah kau dapat merasakan yang paling kuat dan paling lemah di antara mereka? Serta berapa banyak jumlah mereka paman?” Tanya Duan Du kini mendekati Gu Sheng sambil memasang sebuah kaca mata yang hanya memiliki sebelah kaca bagian kanan saja.
Benda itu Duan Du pungut saat ia berada di Bumi bersama kakak dan yang lainnya dulu.
“Hemm..!! Jika jaraknya mereka sedikit lebih dekat, atau berjarak akan sampai 2 atau satu minggu lagi, maka aku dapat merasakannya Tuan muda Du.” Jawab Gu Sheng dengan jujur.
Duan Du terdiam sambil memikirkan sesuatu. Tak lama ia mengangkat kepalanya. “Jika begitu, artinya saat kau mencoba merasakan kekuatan serta jumlah mereka, kehadiranmu pasti akan di ketahui oleh mereka juga bukan?”
“Benar.” Jawab Gu Sheng mengangguk.
“Ye'er, Han'er Apakah benda yang paman titip dulu masih ada kalian simpan?” Tanya Duan Du langsung melirik kedua keponakannya.
“I..Itu hanya tinggal beberapa saja paman, Han'er telah menggunakannya dan barang itu secara tidak sengaja di rusak oleh mereka.” Ucap Bai Han menggaruk kepalanya canggung.
...

Ilustrasi Bai Han bersama Gisel
***

Ilustrasi Bai Han saat Bertarung Serius.
***

Ilustrasi Bai Chu Ye saat bersama Keluarga.
***

Ilustrasi Bai Chu Ye saat bertarung.
***

Ilustrasi Bai Xia Xie.
***

__ADS_1
Ilustrasi Bai Xia Xie saat keluarganya di ganggu.