Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. 3 Vs Ratusan Kapal Perang


__ADS_3

“Jika begitu, perintah anda adalah yang tertinggi di sini selain saya, jadi apa langkah yang akan kita ambil melawan mereka Tuan?” Tanya Jendral tersebut kini melirik Chen Long.


Tap tap..!!


Chen Long pun terlihat melangkah maju beberapa langkah, pandangannya kini mengarah ke kapal perang musuh.


Setelah mengedarkan kesadarannya dan merasakan musuh teralihkan akibat suara ledakan yang terdengar di wilayah Utara dan Barat. Ia pun tersenyum tipis.


“Sederhana, buat pergerakan kelompok berjumlah 10 orang, dan setiap kelompoknya akan mendatangi kapal perang musuh,” ucap Chen Long dengan nada santai.


“Selagi musuh teralihkan dan para petinggi Menara Gelap jauh di belakang sana, kita pangkas dulu sebanyak mungkin yang mudah kita kalahkan. Apakah ada pertanyaan?” Tanya Chen Long melirik ke arah Jendral wilayah perbatasan Selatan.


“Mohon izin bertanya Tuan,” ucap salah satu komandan langsung mengangkat tangannya.


“Silahkan,” ucap Chen Long dengan senyum layaknya seorang pemimpin bijaksana.


“Kami tidak yakin mampu mengalahkan satu kapal dengan jumlah 10 orang Tuan, itu karena di setiap penghuni kapal perang, setidaknya berisi 500 orang paling sedikit. Jadi bagaimana cara kita bisa mengalahkan jumlah musuh sebanyak itu dengan 10 orang?” Tanya komandan tersebut sambil menundukkan sedikit kepalanya, agar tidak terlihat lancang.


“Pertanyaan yang bijak, kita akan mengalahkan musuh dengan ini,” ucap Chen Long langsung mengeluarkan senapan otomatis sepanjang 2 meter.


“Karena jumlahnya yang minim, maka setiap kelompok akan mendapatkan satu,” sambung Chen Long.


Ia pun menjelaskan kegunaan dan dampak dari serangan senapan otomatis tersebut, ia juga menjelaskan strateginya jika nantinya satu orang akan menyerang kapal perang musuh menggunakan senjata ini dan 9 yang tersisa akan bergerak membunuh yang terluka maupun yang masih selamat.


Mendengar strategi Chen Long yang terdengar sederhana namun meyakinkan, membuat orang-orang merasa ragu.


“Saudara Lang, perlihatkan kekuatan Senjata otomatis ini untuk meyakinkan mereka dan saudara Pixiu akan bergerak menyelesaikan sisanya,” ucap Chen Long kini melirik ke arah Lang Zai dan Pixiu.


Lang Zai pun langsung tersenyum lebar, sementara Pixiu hanya mengangguk ringan.


Setelah mengambil senjata otomatis pemberian Chen Long. Lang Zai dan Pixiu pun langsung bergerak cepat ke arah kapal yang paling depan.


Dan saat Lang Zai dan Pixiu bergerak, Chen Long dengan cepat menyuruh pasukan Benua Langit untuk bersiap dengan membagikan mereka senjata otomatis.


“Setelah hancurnya Kapal Perang yang mereka berdua hancurkan, kalian langsung bergerak cepat, waktu adalah nyawa, jika menyia-nyiakan waktu, maka nyawa kita serta keluarga kita akan menjadi korban nantinya, ingat itu,” ucap Chen Long.


...


Wuss..!!


Wuss..!!


Dret..!!


Lang Zai yang muncul dalam jarak 100 meter dari kapal perang musuh pun langsung membidikkan senjata otomatisnya dan mengalirkan energinya ke jari telunjuk tangan kanannya yang akan menarik pelatuk.


“Bersiaplah saudara Pixiu, ini tak akan lama,” ucap Lang Zai.


Dret..!!


Dret..!!


Bom bom bom bom bom bom..!!


Bom bom bom bom..!!


Dalam sekejap ratusan peluru energi langsung keluar dan melesat ke arah Kapal Perang musuh yang terlihat meremehkan Lang Zai.

__ADS_1


Tentu saja para Boneka Organisasi Menara sangat meremehkan Lang Zai dan Pixiu saat mereka merasakan keduanya mendekati kapal mereka.


Tapi tak lama setelah ratusan peluru energi melesat ke arah mereka dalam kecepatan tak kasat mata menghancurkan setengah dari badan kapal, bukan hanya itu saja, melainkan puluhan dari rekan mereka juga mati dalam sekejap, membuat semua penghuni kapal perang panik.


Saat mereka akan bergerak, semuanya sudah terlambat, mereka kini melihat ke arah tubuh, kaki, tangan dan beberapa anggota tubuh mereka telah di lubangi oleh peluru energi.


Hal tersebut membuat beberapa dari mereka mati maupun lumpuh.


Dret..!!


Crash crash..!!


Dalam seperkian detik, terlihat Pixiu bergerak cepat setelah Lang Zai selesai menembak.


Bruk bruk..!!


Dalam hitungan menit, kini se'isi satu kapal perang mati tanpa bisa melakukan perlawanan.


Bertepatan dengan itu, ratusan kelompok pasukan Benua Langit juga bergerak secepat yang mereka bisa, terlihat juga mereka tersenyum lebar saat melesat ke arah setiap kapal perang musuh mereka.


Wuss..!!


Wuss..!!


Dret dret..!!


Bom bom bom..!!


Argh..!!


...


Sementara para penghuni Kapal Perang paling belakang yang melihat itu seketika menelan ludah mereka.


“I..Ini bukan perang atau pertarungan, melainkan pembantaian sepihak.” Gumam salah satu sosok Topeng Putih sedikit ketakutan.


“Jadi seperti ini kekuatan pasukan Benua Langit, pantas saja Pemimpin Menara Gelap selalu berpikir ulang menyerang Benua ini, karena setiap dari pasukan mereka sangat kuat dan kompak,” sambung salah satu Topeng Putih tanpa sadar bergerak mundur.


...


Bukan hanya musuh saja yang merasa terkejut dan ketakutan dan setengah merasakan teror. Melainkan Jendral perbatasan Wilayah Selatan juga saat ini sedikit merinding saat melihat betapa kuatnya senjata yang Chen Long berikan.


“Pantas saja Guru menyuruhku menjaga mereka bertiga, ternyata mereka cukup kuat juga dan Guru pastinya takut jika mereka nantinya di incar oleh para Petinggi Menara Gelap,” gumam Jendral tersebut dalam hati.


Kini ia melirik ke arah Chen Long yang berdiri di sampingnya.


“Aku yakin, akan sangat merepotkan jika ia suatu hari nanti menjadi musuh kami, butuh usaha yang keras bagi kami untuk membunuhnya jika benar-benar ia menjadi musuh kami. Karena ia dan semua anggota keluarganya pastinya memiliki berbagai benda aneh yang lebih kuat dari ini.” Sambung Jendral tersebut dalam hati.


***


Wilayah Perbatasan Tenggara Benua Langit.


Bo Wuhan, Long Yuan dan Hei Long yang sudah sampai kini terlihat melayang di udara.


Di perbatasan Tenggara, terlihat jelas tidak ada pasukan dari Benua Langit berjaga. Entah ini adalah keberuntungan Bo Wuhan atau memang musuh yang memiliki nasib sial.


“Hehe,, mari saudara Yuan, saudara Hei, kita akan bekerja keras karena hanya kita bertiga saja yang ada di sini,” kekeh Bo Wuhan menyeringai layaknya orang gila.

__ADS_1


Long Yuan dan Hei Long pun langsung mengangguk.


Dret..!!


Mereka berdua pun langsung mengeluarkan Senapan otomatis dan memegangnya di tangan kanan mereka, lalu untuk tangan kiri, terlihat banyak granat mereka pegang dengan benang energi.


Untuk Bo Wuhan, ia sama sekali tidak ingin menggunakan benda-benda seperti itu, karena ia lebih menikamati sensasi membunuh musun menggunakan tangan dan kapaknya.


“Ayo,” ajak Bo Wuhan langsung melesat.


Dret..!!


Wuss..!!


Wuss..!!


Long Yuan dan Hei Long pun langsung mengangguk serempak dan menyusul Bo Wuhan.


Wuss..!!


Wuss..!!


...


Wung..!!


Terlihat Bo Wuhan yang sudah bergabung dengan Spiritnya kini akan mendarat di salah satu kapal perang musuh.


Duar..!!


Ledakan serta guncangan hebat seketika terdengar keras saat Bo Wuhan mendarat.


Terlihat kini sebagian Kapal Perang hancur akibat pendaratan Bo Wuhan.


Tap tap..!!


“Si..Siapa ka-”


Dret..!!


Crash..!!


Bom..!!


Tubuh salah satu topeng hitam langsung hancur sebelum ia menyelesaikan ucapannya.


Bo Wuhan yang melempar kapaknya kini terlihat mengulurkan tangannya dan kapaknya langsung kembali ke tangannya.


“Khehehe,, darah kalian akan menjadi milik ku,” kekeh Bo Wuhan tertawa layaknya psikopat.


Dret..!!


Tanpa basa basi Bo Wuhan bergerak ke arah depan lalu mengayunkan tinjunya ke arah sekumpulan musuhnya.


Wuss..!!


Bom..!!

__ADS_1


__ADS_2