
Roh anak kecil tersebut seketika cemberut saat ketahuan mengelabui Tuan barunya.
“Aku dulu mempunyai Tuan dari klan Darah Surgawi Suci, namun karena perang di masa lalu, ia tewas mengenaskan, aku yang menjadi Roh Senjatanya di lepaskan untuk mencari Tuan baru yang harus mengetahui nama asliku.” Ucap Roh anak kecil kini menatap ke arah Bai Chu Ye.
Mendengar itu Bai Chu Ye melangkah ke arah roh anak kecil tersebut.
“Hanya satu kali lagi, jika kau mencoba membohongi ku lagi, maka aku benar-benar akan meninggalkanmu.” Ucap Bai Chu Ye dengan wajah seperti biasa datar dan dingin.
Glek..!!
“I..Itu aku sebenarnya hanya singgah di senjata bocah ini, itu terjadi beberapa tahun lalu, aku menjawab dengan jujur jadi jangan tinggalkan aku,” ucap Roh anak kecil kini terlihat memelas.
“Hemm..!! Apa tujuanmu mendiami senjata Bian-Bian? Jangan bilang kau ingin menguras darahnya?” Tanya Bai Chu Ye dengan tatajam mengerikan.
Glek..!!
“I..Itu itu benar, tapi seperti yang aku ucapkan tadi benar, jika aku pernah mempunyai Tuan dari klannya, saat itu aku merasakan darah di dalam tubuh anak kecil ini dari klan Darah Surgawi Suci atau sekarang di ketahui Darah Surgawi Kuno.” Ucap Roh anak kecil gelagapan saat menjawab.
“A..Aku mempunyai janji kontrak dengan Tuanku dahulu, jika aku bisa menghisap darah dari keturunannya. Jadi saat aku merasakannya, aku memasuki senjatanya sebagai perantara,” sambung Roh anak kecil kini meringkuk dengan lesu.
Rubah Kematian yang mendengar itu kini memasang wajah berkedut-kedut.
“Dasar Tuyul sialan, berani sekali kau memanfaatkanku dan menghisap darahku, terlebih lagi kau memanggilku bocah, yang bocah itu kau. Ngaca sana,” teriak Rubah Kematian menunjuk-nunjuk Roh Tuyul.
Saat Roh anak kecil akan menjawab, sebuah celah seketika muncul di atas kepala mereka.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
“Ye'er.”
“Ye'er.”
Terdengar suara Bai An dan Bai Han setelah muncul.
Bruk..!!
Bruk..!!
__ADS_1
Tanpa menunggu respon dari Bai Chu Ye, Bai An dan Bai Han langsung memeluk Bai Chu Ye.
Bai Chu Ye yang awalnya heran kini merasakan kehangatan dan kekhawatiran dari ayah dan kakaknya.
Ia pun langsung memeluk erat ayah dan kakaknya dengan erat.
Rubah Kematian yang melihat itu hanya bisa memeluk badannya sendiri dengan wajah iri. Sementara Roh anak kecil atau Tuyul seketika waspada saat merasakan sesuatu yang ada di dalam tubuh Bai Han.
Wuss..!!
Merasakan Roh Tuyul mundur, Bai Chu Ye, Bai An dan Bai Han langsung melepaskan pelukan mereka.
“Roh Primodial Kekacauan, apa yang kau di lakukan di tempat seperti ini?” Tanya Bai An dan Roh Asura dengan nada dingin.
Bai An mengetahui ini dari Roh Asura, sebelum muncul Roh Asura memberitahukannya untuk waspada.
Bai Chu Ye yang mendengar itu langsung waspada, karena tentu ia lebih percaya dengan ayahnya.
“Siapa dia ayah? Katanya dia bernama Tuyul, dan rupanya juga mirip dengan makhluk mitos di Bumi?” Tanya Bai Chu Ye.
Roh Asura yang mendengar itu langsung menurunkan kewaspadaannya.
“Apa kau menyebut namanya tadi sebelum ia memperkenalkan diri?” Tanya Roh Asura melirik ke arah Bai Chu Ye. Roh Asura juga sengaja memperlihatkan dirinya agar dapat di lihat oleh semua orang.
Mendengar itu, Roh Asura langsung muncul di depan Roh Tuyul.
Roh Tuyul ingin mundur, namun tidak mampu karena Roh Asura sangat cepat.
Dret..!!
“Bagaimana caramu lepas dari Tower itu? Aku yakin kau pasti tertangkap juga di masa lalu,” ucap Roh Asura mencekik leher Roh Tuyul.
Urgh..!!
Roh Tuyul langsung meronta-ronta, tatapannya sangat tajam mengarah ke Roh Asura. Namun terlihat jelas jika Roh Tuyul selalu waspada kepada Bai Han.
“Cepat jawab aku, bagaimana caramu-” sebelum Roh Asura menyelesaikan ucapannya. Tatapannya mengarah ke kejauhan.
“Ada orang yang menuju kesini, aku akan membawanya lebih dulu untuk mengintrogasinya.” Ucap Roh Asura merasakan akan kedatangan tamu.
“Tunggu dulu, aku yakin kau pasti akan menyumpal mulutnya nanti jika kau lebih dulu mengetahuinya, aku kenal sifatmu yang selalu menyembunyikan sesuatu dariku.” Dengus Bai An langsung menghentikan Roh Asura yang akan kembali ke Pedang Asura.
__ADS_1
Roh Asura langsung memasang wajah jelek.
“Heng,, ini juga demi kebaikanmu bocah, jika kau kuat, aku mungkin sudah memberitahumu semuanya,” dengus Roh Asura yang merasa di asingkan karena tidak di percayai.
“Sudah aku tidak peduli, biarkan ia masuk ke dalam pedang kayu ini,” ucap Bai An memasang wajah serius.
Roh Asura hanya bisa mendengus lalu melempar Roh Tuyul ke dalam pedang kayu yang Bai An keluarkan.
Tanpa izin, Roh Asura langsung menyegel pedang kayu tersebut agar Roh Tuyul tidak bisa keluar, setelah itu ia langsung menghilang.
Kejadian yang sesaat tadi membuat Rubah Kematian dan Bai Chu Ye diam sambil membuka mulutnya lebar-lebar.
Bai Chu Ye tentu mengenal Roh Asura dan saat melihat Roh Tuyul tidak mampu berkutik, ia tentu langsung mengira jika Roh Asura jauh lebih kuat dari Roh Tuyul.
Sementara Rubah kematian menganga karena ia pernah merasakan aura dari Roh Asura di masa kecil.
“I..Itu, apakah tadi itu Roh Asura? Tapi kenapa auranya sangat jauh berbeda dari yang aku rasakan di masa lalu? Auranya jauh lebih lemah,” gumam Rubah Kematian dalam hati.
Jika Bai An mendengar apa yang Rubah Kematian ucapkan. Ia pasti tidak akan percaya karena ia merasa Roh Asura saat ini berada di puncak kekuatannya.
Dret..!!
Wuss..!!
Tak lama Ling Hua langsung muncul tidak jauh dari tempat Bai An dan yang lainnya berada.
“Hem..!! Kenapa kau kesini?” Tanya Bai An.
“Aku merasakan pertarungan, jadi aku khawatir kau tidak mampu menghadapinya. Tapi aku salah berpikir,” ucap Ling Hua membawa mayat sosok bertopeng berjubah hijau yang telah Bai Chu Ye dan Rubah Kematian bunuh.
Tatapan Ling Hua mengarah ke Bai Chu Ye. “Aku tak menduga jika putramu sangat mengerikan, karena mampu membunuh orang berpoteng ini,” ucap Ling Hua kagum di sertai sedikit bergidik lantaran kekuatan Bai Chu Ye masih Dewa Surgawi ⭐ 4 Puncak. Berbeda jauh dengan musuh yang di bunuhnya yaitu Dewa Surgawi ⭐ 6 Ahir.
Jika orang-orang tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri, mungkin mereka akan tak percaya, karena mereka merasa itu mustahil. Bahkan orang yang berada di Dewa Surgawi ⭐ 6 Awal saja tidak akan mampu menyentuh Dewa Surgawi 6 Ahir. Perbedaan itu terlalu jauh.
Lalu tatapan Ling Hua mengarah ke Rubah Kematian.
“Hemm salah satu dari dua Rubah Kematian, Gi Bian,” ucap Ling Hua tentu mengetahui Rubah di depannya. “Dimana saudaramu itu? Jangan bilang-” tatapan Ling Hua menajam saat melihat Rubah Kematian ketakutan.
Bai An dan yang lainnya melihat Ling Hua marah kini langsung bertanya.
“Tunggu dulu, apa kau mengenalnya?” Tanya Bai An penasaran.
__ADS_1
Ling Hua melirik Bai An. “Tentu saja, aku menghukum keduanya untuk menjaga Kota Kematian karena mereka berdua dulu terlalu banyak membunuh orang.” Jawab Ling Hua mengangguk.