Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Pemburuan dan Mengatur Ulang Rencana


__ADS_3

Terlihat juga tatapan Tu Long sebelum menghilang mengarah ke pelayan tersebut dengan seringai lebar.


***


Tap tap...!!


Sementara tidak jauh dari kota pelelangan, muncul sosok bertopeng putih dengan seringai tipis di balik topengnya.


“Kheke,, aku tak menyangka si bodoh itu memang benar-benar tidak bisa menyelesaikan tugasnya, bahkan ia membiarkan mereka kabur,” ucap topeng putih no 04 dengan suara tawa menyeramkan.


“Ayo kita temui si bodoh terlebih dahulu, baru setelah itu kita bertamu ke keluargamu,” sambung topeng putih no 04 melesat sambil membawa satu orang berjubah hitam yang telah ia tangkap.


Jika para penetua sekte kekacauan melihat sosok berjubah yang di tangkap ini, mungkin mereka akan terkejut dan paham.


Dia adalah penetua ke 8 yang mereka tunggu beberapa waktu lalu, ini juga alasan penetua ke 8 terlambat, karena ia bertarung dan di tangkap musuh.


***


Di saat bersamaan.


Topeng Kuning yang saat ini mengumpulkan bawahannya seketika mengerutkan keningnya.


“Sialan, kenapa dia muncul di saat-saat yang seperti ini,” gumam Topeng kuning menggertakkan giginya.


Dret..!!


“Khekeke,, jadi kau tidak menginginkan keberadaanku kesini ya,” kekeh topeng putih yang sudah muncul di depan topeng kuning.


Urgh..!!


Tubuh topeng kuning seketika membeku. “Bu..Bukan begitu-”


“Ssttt..!! Kau telah gagal menjalankan tugas, jadi diam,” potong topeng putih dengan suara menyeramkan.


“Tapi karena Tuan berbaik hati, berikan topeng putih itu bersama para budak baru itu, setelah itu bawa target dalam waktu dua hari, maka kau akan di ampuni dan pangkatmu akan benar-benar di promosikan,” ucap topeng putih dengan nada datar.


Topeng kuning hanya diam, tapi tak lama ia mengeluarkan topeng bewarna putih dengan no 05 di pojok kanan topeng.


“Terimakasih telah memberikanku kesempatan, aku tidak akan mengecewakan Tuan ku,” ucap topeng kuning langsung berlutut.


“Bawa dia sebagai petunjuk, aku akan menunggu mu di tempat ini dalam dua hari, jika dalam waktu dua hari kau belum mampu membawa target, kau pasti tahu hukumanmu,” ucap topeng putih melempar penetua ke 08 ke arah topeng kuning.


Dret..!!


Tap tap..!!


“Oh ya, bawa juga mereka sebagai bantuanmu, walau mereka baru di promosikan ke topeng merah, mereka cukup berguna sebagai mata dan telinga untukmu,” kekeh topeng putih.


Tanpa menunggu jawaban, Topeng putih menghilang dari tempatnya bersama para Master, ahli dan semua orang-orang yang mengikuti lelang.


Topeng Kuning yang melihat itu hanya bisa menahan amarahnya. “Sialan, bagaimana bisa dia memberikanku ampas untuk menemukan target, ini pasti akal-akalannya agar aku gagal lagi,” teriak Topeng Kuning meraung penuh amarah.


Cukup lama setelah ia meluapkan emosinya, ia langsung melihat ratusan topeng merah yang ada di hadapannya kini berlutut.

__ADS_1


“Kalian semua buat kelompok lalu menyebar, cari orang-orang ini terutama mereka berempat,” teriak topeng kuning langsung membuat gambar melalui energinya yang menyerupai Bai An, Bai Han, Bai Chu Ye dan Duan Du.


Sebenarnya target utama mereka adalah Bai An dan putranya, tapi karena ia juga sangat membenci Duan Du lantaran dialah yang membuat rencananya hancur total sehingga menargetkan Duan Du juga sebagai sasaran utamanya juga.


Dret...!!


Ratusan topeng merah langsung menyebar setelah tahu wajah target mereka.


Sementara topeng kuning yang masih di tempat kini melihat penetua ke 08 yang jiwanya di segel.


“Topeng hitam no 02 keluarlah,” ucap topeng kuning.


Dret..!!


Tap tap..!!


Topeng hitam muncul lalu berlutut.


“Jelaskan bagaimana kau gagal menangkap mereka semua yang ada di luar?” Tanya topeng kuning dengan aura yang bocor.


“I..Itu-” Topeng Hitam tidak bisa mengungkapkan hanya dengan kata-kata kejadian di luar kota tadi. Ingatannya seketika terbayang ke waktu ledakan yang menghanjurkan hampir seisi kota.


Flash Back..!!


Dret..!!


Xi Luan muncul tepat di depan dua orang bertopeng merah.


Wuss..!!


Keduanya langsung mati dengan tatapan tak percaya karena tidak bisa mengetahui dengan apa mereka mati.


“Hemm..!! Guru memang luar biasa, hanya dengan mengubah cara mengalirkan energi ke dalam Jarum Pembelah Langit ini membuat ini menjadi senjata mematikan bagi para Assasint,” gumam Xi Luan datar, namun di satu sisi ia bangga.


Bukan hanya Xi Luan, para penetua sekte Kekacauan juga bergerak cepat membunuh sebanyak yang mereka bisa menggunakan Jarum Pembelah Langit.


Tidak jauh dari lokasi Xi Luan berada, sosok topeng hitam yang menjauh tadi karena ledakan, kini mendekat.


Wuss..!!


“Sialan, akan ku cincang tubuhmu,” teriak topeng hitam no 02 mengayunkan tombak bermata dua.


Dret..!!


Percikan petir muncul saat topeng hitam no 02 mengayunkan tombaknya.


Xi Luan dengan cepat menekuk tubuhnya untuk menghindari tombak tersebut.


Duar..!!


Tidak sampai di sana saja, setelah menghindar, Xi Luan langsung melakukan serangan balasan dengan pedang kayunya.


Namun tangan Xi Luan keram lantaran seolah mrncoba menyerang tembok yang kokoh.

__ADS_1


“Hem..!! Bukan saatnya kita bertarung, sampai jumpa,” ucap Xi Luan datar.


Wuss..!!


Dengan cepat Xi Luan melesat ke arah portal yang telah selesai di buat oleh Li Hixie bersama Gu Sheng, Hu Song dan Luo Sha.


Melihat musuhnya melarikan diri, topeng hitam no 02 langsung mengejar. Tapi langkahnya terhenti oleh ribuan jarum pembelah langit.


“Sialan,” gumam topeng hitam no 02 langsung menghindar.


Tak lama setelah menghindar, wajahnya berubah menjadi ganas saat sadar jika musuhnya telah tidak lagi berada di kota ini.


Flash Back End..!!


***


Wung..!!


Wung..!!


Wung..!!


Portal muncul tepat di depan Sekte Pedang Awan.


Para penetua yang kemarin ikut kota pelelangan kini menyambut kedatangan Master mereka bersama Bai An sekeluarga.


Mereka tiba di sini lebih dulu karena perintah Duan Du yang menyuruh mereka kembali agar tidak menjadi beban.


Tap tap..!!


Kemunculan Bai An, Xi Juan, Duan Du, Bai Chu Ye, Xi Luan, dan yang lainnya langsung di sambut meriah.


“Salam Master Bai,” teriak para penetua Sekte Pedang Awan yang telah menganggap Bai An Master Sekte mereka walau Bai An telah menolaknya.


“Kembali, bukan saatnya kita melakukan hal yang seperti ini,” ucap Bai An dengan nada santai.


“Wuan De, beritahu mereka apa yang akan kita lakukan sekarang,” ucap Bai An melirik Master Wuan De.


Master Wuan De langsung mengangguk.


Bai An pun langsung melesat ke arah kediamannya yang telah di buatkan oleh Master Wuan De sebelum mereka pergi.


Wuss..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


Setelah Bai An dan yang lainnya telah berkumpul. Kini mereka semua memasang wajah serius.


“Nona Yun, seperti yang kau ceritakan beberapa waktu lalu, ceritakan ulang semua yang kau tahu langkah apa yang sebaiknya kita lakukan untuk melawan mereka, karena tidak mungkin kita bisa menghindari mereka bukan.” Ucap Bai An melirik Nona Sia Yun.


“Ya, saat ini aku yakin ratusan, tidak, mungkin hampir mencapai ribuan topeng merah menyebar mencari kita. Jadi, jika ingin melawan mereka, satu-satunya cara adalah menguasai setiap sekte besar, menengah maupun kecil, jika bisa, kita juga harus menguasai seluruh Dimensi Alam Dewa ini.”

__ADS_1


“Dengan itu kita mungkin bisa menekan Menara dalam waktu beberapa tahun dan jika itu bisa kita lakukan, maka kita bisa meningkatkan kekuatan kita sebelum orang-orang kuat yang ada di Menara keluar.” Ucap Nona Sia Yun serius.


__ADS_2