
“I..Iya Senior, saya mengenal jelas orang yang Senior cari, karena kami memang memiliki konflik dengannya, sebenarnya bukan kami, melainkan beberapa Penetua Inti,” ucap Master Sekte Pedang Cahaya kini mengelus-elus wajahnya yang bengkak.
Mendengar itu Bai An kini mengelus-elus dagunya mencoba untuk berpikir siapa orang tersebut.
Wuss..!!
“Sepertinya aku mengenal orang yang di maksud,” ucap Roh Asura Blood memasang wajah serius.
Bai An langsung menatap ke arah Roh Asura Blood dengan serius.
Roh Asura Blood hanya bisa menghela nafas sambil bergumam dalam hati. “Hais,, apa yang aku khawatirkan benar-benar terjadi. Tapi aku heran dari mana orang-orang itu tahu jika Tu Long adalah keluarga Bai An?” Roh Asura Blood berusaha mengingat hingga ia sadar jika segel budak yang Bai An tanam masih tertanam di dantian Tu Long.
Bai An pernah menyuruh Tu Long menghapusnya karena segel tersebut sudah tidak berpengaruh kepadanya. Namun Tu Long tidak mau lantaran agar bisa saling merasakan bahaya dalam jarak tertentu.
Namun karena lemahnya segel tersebut, Bai An tentu tidak dapat merasakannya, itu pun ia memasang segel budak tersebut saat masih berada di Dimensi menyatu dengan dunia Fana tempat Bai An di besarkan.
...
Melihat Roh Asura Blood terdiam sambil memasang wajah rumit. Bai An tersadar jika ia mengenal orang yang Master Sekte Pedang Cahaya sebutkan.
“Beritahu aku, jangan menyembunyikannya dariku.” Ucap Bai An dengan nada serius melalui telepati.
Roh Asura Blood tersadar dari lamunannya. “Hemm..!! Aku rasa kau perlu meningkatkan kekuatanmu lagi jika ingin berurusan dengan mereka, dan mereka pun masih terbilang hanya tikus-tikus yang di manfaatkan.” Ucap Asura Blood.
Wajah Bai An berkerut lantaran bingung karena Roh Asura Blood berbicara setengah-setengah.
“Katakan semuanya, jangan berbelit-belit,” ucap Bai An terdengar dingin.
“Hais,, mereka adalah-” Roh Asura Blood pun langsung menjelaskan panjangan lebar siapa mereka dan mengapa mereka keluar sekarang. Ia juga menjelaskan jika mereka keluar lantaran Bai An mengeluar energi asuranya saat bertarung.
Tak lama setelah Roh Asura Blood bercerita. Kini Bai An termangu sambil memejamkan matanya.
“Jadi mereka musuh-musuh Leluhur Asura pertama, dan mereka juga yang memburunya sampai ke semua keturunannya,” gumam Bai An memasang wajah heran.
“Tapi apa sebenarnya Tubuh Suci Asura itu? Mengapa mereka sangat menginginkannya?” Tanya Bai An, hal inilah yang menjanggal di hatinya sehingga ia heran.
Roh Asura Blood seketika menghilang tanpa ingin memberitahu Bai An.
Melihat itu, wajah Bai An berubah dingin. “Sialan, tanpa kau beritahupun, aku akan mencaritahunya sendiri.” Umpat Bai An dalam hati.
Tatapan Bai An pun mengarah ke Master Sekte Pedang Cahaya.
Sementara Master Sekte Pedang Cahaya yang di tatap hanya menatap ke arah bawah sambil tetap mengelus-elus wajahnya yang sangat nyeri.
Ia juga mengingat pertemuannya dengan Bai An beberapa waktu lalu.
Falshback...!!
Saat Bai An telah membantu Bai Gu, ia pun langsung membuat kloning dirinya menggunakan energi Jiwanya.
Wuss..!!
”Hemm..!! Aku rasa ini sudah sangat mirip dan kekuatannya setara dengan Dewa Surgawi ⭐ 3 Puncak.” Gumam Bai An melihat maha karya pertamanya membuat kloning menggunakan Jiwa Abadi tingkat pertamanya.
__ADS_1
Setelah merasa yakin. Bai An pun langsung melesat.
Wuss..!!
Dret..!!
Tap tap..!!
Bai An seketika muncul di Wilayah Sekte Pelantaran Inti.
“Hemm..!! Jika menggunakan kesadaranku, aku yakin beberapa dari mereka pasti akan menyadarinya termasuk Master Sektenya,” gumam Bai An langsung memasang jubah dan tudungnya.
Setelah itu ia melesat ke bangunan-bangunan yang di rasa mewah dan besar.
Wuss..!!
Wuss..!!
Lima menit mencari, kini tatapan Bai An mengarah ke bangunan terahir. “Apa ia memang berada di sini?” Gumam Bai An merasa ragu saat melihat bangunan sederhana.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Tanpa berpikir dua kali, Bai An muncul di jendela yang terbuka.
Saat Bai An menengok, ia seketika tersenyum saat melihat wajah Master Sekte sama dengan apa yang ada di selembaran yang ia pegang saat ini.
Terlebih Bai An menyunggingkan senyum saat melihat Master Sekte Pedang Cahaya kini terluka cukup parah, dan lukanya yang paling parah adalah jiwanya.
“Hehe,, keberuntungan berpihak kepadaku.” Gumam Bai An.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Tanpa ragu Bai An muncul tepat di depan Master Sekte Pedang Cahaya.
Sementara Master Sekte Pedang Cahaya yang mencoba memulihkan jiwanya dan luka-luka pisiknya seketika bangkit.
“Siapa kau?” Tanya Master Sekte Pedang Cahaya langsung mengeluarkan pedangnya.
Wuss..!!
Sret..!!
Bam..!!
Sebelum Master Sekte mengayunkan pedangnya. Kepalan tangan Bai An yang telah ia aliri energi jiwa lebih dulu mendarat di wajah Master Sekte.
Brak..!!
Urgh..!!
__ADS_1
Saat Master Sekte akan bangkit. Bai An kembali muncul di depan Master Sekte lalu mengayunkan tangannya.
Plak..!!
Plak..!!
Argh..!!
“Siapa kau? Apa mau mu?” Tanya Master Sekte merasakan rasa sakit yang luar biasa di jiwanya.
Bukannya menjawab. Bai An kembali menampar Master Sekte, namun kini Bai An hanya menggunakan energi biasanya.
Plak..!!
Plak.!!
Uhuk uhuk..!!
Hoek..!!
Master Sekte Pedang Cahaya seketika menyemburkan darah dari mulutnya. Terlihat ia berusaha menahan rasa sakit, ia kini sadar jika ia merintih, maka sosok bertudung di depannya akan tetap menamparnya.
“Heeh,, kau akhirnya diam juga,” ucap Bai An membuka suara di sertai membuka tudungnya.
Saat Master Sekte melihat tatapan mata Bai An, tanpa terasa tubuhnya langsung merinding.
“Hemm..!! Di sini hanya aku yang boleh bicara, kau boleh bicara jika aku mengizinkan atau menjawab pertanyaanku. Apa kau paham?” Tanya Bai An dengan wajah dingin saat Bai An merasakan ada bekas aura Tu Long di tubuh Master Sekte.
Bai An menduga jika Tu Long pernah bertarung dengan Master Sekte di depannya ini.
Tanpa basa basi, Bai An langsung bertanya saat melihat Master Sekte Pedang Cahaya mengangguk.
“Dimana orang ini?” Tanya Bai An dengan nada serius.
Melihat wajah Tu Long di selembaran kertas serta melihat bentuk perubahan Tu Long.
Wajah Master Sekte seketika menegang.
“Sialan,” ucap Bai An jika sadar Tu Long pasti terluka. Tangan Bai An langsung terayun ke wajah Master Sekte.
Bam bam bam..!!
Tinju Bai An berkali-kali memukul wajah Master Sekte hingga bengkak dan mengeluarkan banyak darah.
“Kau apakan saudaraku dan dimana dia? Cepat jawab.” Raung Bai An kini mulai sedikit emosi.
“I..Itu, aku tidak tahu-” Sebelum Master Sekte menyelesaikan ucapannya.
Tangan Bai An kembali mengarah ke wajah Master Sekte.
Bom..!!
“Jangan bohong,” ucap Bai An langsung memotong ucapan Master Sekte tanpa memberikannya waktu untuk menyelesaikan ucapannya.
__ADS_1
“Ka..Kami sempat bertarung, tapi tiba-tiba ada dua sosok bertopeng mengacaukan pertarungan kami dan menyerang kami semua, termasuk Naga itu,” ucap Master Sekte terbata-bata.
“Se..Setelah itu, kedua orang bertopeng merah itu langsung membawa Naga itu saat Naga itu di buat pingsan.” Sambung Master Sekte Pedang Cahaya kini meratapi nasib sialnya.