
Bai An tersenyum tipis mendengar sambutan mereka.
Bruk..!!
Mu Xia'er langsung memeluk Bai An dengan penuh air mata.
Duan Du, Tu Long, dan Bai Han yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecut, padahal beberapa waktu lalu ia selalu marah-marah dan ingin menghajar Bai An saat kembali.
Tapi yang ia lihat kini apa?
Apakah ini yang namanya menghajar, tapi mereka hanya diam saja, tidak berani memprotes Mu Xia'er.
Tap tap..!!
Chu Jia juga ikut mendekati Bai An, ia langsung memeluknya setelah Mu Xia'er melepaskan pelukannya.
Cukup lama setelah kedua istri Bai An bercengkrama dengan Bai An, kini Bai An melihat ke arah semua orang satu persatu.
“Hmm..!! Baiklah seperti janji ku beberapa waktu lalu jika aku akan membawa kalian masuk ke dalam sana, saat ini aku sudah mendapatkan cara agar bisa masuk tanpa kendala,” ajak Bai An dengan tersenyum hangat.
Semua laki-laki langsung bersemangat, sementara Mu Xia'er dan Chu Jia hanya diam saja bersama Mu Gia, mereka terlihat tidak terlalu tertarik untuk menjadi kuat. Tentu saja Bai An tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Tapi saat mereka akan melangkah, sebuah suara teriakan terdengar.
“Apa?”
Semua orang termasuk Bai An melihat ke arah Bai Han.
“Ada apa? Kenapa kau teriak-teriak tidak jelas Han'er?” Tanya Duan Du penasaran.
Tangan Bai Han hanya bisa menunjuk ke arah Xie'er yang masih tertidur di punggung Bai An.
Sontak semua orang melihat ke arah Xie'er dan merasa heran dengan Bai Han.
“Itu kan adikmu, kenapa kau malah menunjuknya,” dengus Mu Xia'er.
Bai Han yang merasa mereka belum sadar langsung bicara. “Lihat dengan teliti ibu.”
Kembali semua orang melihat ke arah Xie'er, dan tak lama, Duan Du yang pertama kali sadar.
“Apa? Ba..Bagaimana bisa Xie'er cepat sekali tumbuh, terlebih lagi tingkat kultivasinya hampir menyamai Han'er.” Duan Du hanya bisa menutup mulutnya tak percaya.
__ADS_1
Setelah itu pandangan Duan Du mengarah ke Bai An, ia yakin jika Xie'er saja meningkat drastis, maka Bai An pasti meningkat drastis juga.
Tapi Bai An hanya diam saja sambil memperlihatkan senyum tipis.
Untuk Tu Long, ia hanya bisa menggaruk kepalanya tidak paham. Jalan pikirannya berbeda.
“Xie'er kan hanya meningkat kekuatannya, jika ia kuat di usia seperti ini maka itu hal yang bagus bukan? Tapi mengapa semua orang terkejut.” Itu lah yang ada di dalam otak Tu Long saat ini.
Mu Xia'er dan Chu Jia kini bahagia melihat putri mereka telah tumbuh semakin dewasa. Mereka kini mendekati Bai An dan ingin mengambil Xie'er, tapi Xie'er tetap saja melekat seperti lem, sehingga kedua istri Bai An hanya bisa pasrah.
Sementara yang paling terpukul kini Bai Han, adiknya kini menyamai kekuatannya dan Bai Chu Ye terpukul karena ia terlihat yang paling kecil saat ini, padahal usianya lebih tua beberapa hari dari Xie'er.
“Sudah-sudah jangan iri, ayo kita pergi dan untuk yang tidak ingin meningkatkan kekuatannya, lebih baik masuk ke dalam Dunia Jiwa,” ucap Bai An memberikan semangat kepada keluarganya.
Bai Han dan Bai Chu Ye langsung bersemangat.
Kini mereka sudah tampak tidak sabar untuk berangkat.
***
Jauh dari Alam Semesta Biasa.
Saat ini 6 iblis merah terlihat melayang di ruang angkasa.
Kini Jendral Mo Hung memegang dagunya, ia berpikir pasti ada seseorang yang menyembunyikan jejaknya, tidak mungkin ia bisa kehilangan jejak dengan tingkat kekuatannya saat ini.
Bahkan jika itu Jendral Iblis Agung sekalipun ia masih bisa merasakan jejaknya.
Mungkin hanya Rajanya saja yang membuat ia kesulitan jika mencari jejaknya.
“Hmm,, kalian bertiga, coba cari orang ini ke Alam Semesta Biasa, siapa tahu ia bersembunyi disana,” perintah Jendral Iblis Mo Hung kepada ketiga komandan Iblis.
“Baik Jendral,” ucap ketiganya serempak.
“Tunggu dulu, jika kalian menemukannya segera hubungi aku, orang ini tidak seperti yang kalian bayangkan, dan jika kalian meremehkannya di saat itulah kematian kalian tiba.” Ucap Jendral Mo Hung memperingati.
Ketiganya kembali mengangguk patuh, tapi di dalam hati mereka sangatlah meremehkan Bai Han, buktinya saat mereka tiba, ia malah melarikan diri.
Wuss..!!
Wuss..!!
__ADS_1
Melihat ketiga komandannya pergi, kini Jendral Iblis Mo Hung melirik ke arah kedua Jendral Iblis Muda.
“Untuk kalian, ikuti diam-diam mereka, aku yakin mereka pasti tidak akan mendengar saranku, dan saat kalian menemukannya, kalian tahu apa yang harus kalian lakukan bukan.”
Kedua Jendral Iblis Muda mengangguk patuh. “Kami mengerti paman,” jawab keduanya serempak.
Setelah itu kedua Jendral Iblis yang tak lain keponakannya pergi, kini hanya menyisakan Jendral Iblis Mo Hung.
Tatapan mata Mo Hung mengarah ke atas, terlihat jika di matanya kini terdapat kesedihan yang mendalam.
“Semoga saja orang ini adalah dia, jika memang benar dia, maka aku akan menjaganya dengan segenap jiwa ragaku ibu, aku akan selalu mengingat pesanmu,” gumam Jendral Iblis Mo Hung.
Flasback..!!
Masa lalu Jendral Iblis Mo Hung sangatlah tragis, ia hanya hidup sebatang kara hingga ia di temukan oleh wanita paruh baya yang tak lain manusia.
Wanita tersebut melihat kondisi Mo Hung kecil terluka parah akibat selalu di tindas, dan akan segera mati.
Jadi dengan cepat ia menyelamatkan Mo Hung kecil lalu merawatnya hingga berusia remaja.
Mo Hung yang remaja sangatlah tampan bagi Bangsa Iblis Merah, bahkan ia di anggap jenius terkuat di usianya.
Tapi Mo Hung yang di rawat oleh manusia tidak sombong dan angkuh seperti kebanyakan Bangsa Iblis Merah lainnya, ia selalu di ajarkan oleh wanita paruh baya yang ia anggap ibu ini kebaikan dan ketulusan, selalu merendah dan jangan sombong.
Dan saat-saat wanita paruh baya akan mati, wanita tersebut memberikan rahasia besar yang ia selalu simpan jutaan tahun.
Rahasianya adalah ia memiliki seorang ayah dan ayahnya kini sudah mati lalu di Reinkarnasi selama jutaan kali.
Mengapa bisa begitu, karena ayahnya hidup damai menjadi manusia fana, hingga umurnya pendek. Tapi pada akhirnya takdirnya akan selalu kembali untuk merebut apa yang telah di ambil oleh para Pengkhianat itu.
Wanita paruh baya itu juga bercerita tentang sifat ayahnya yang kejam, tapi ia kejam kepada ketidak adilan, ia tak segan-segan membunuh bahkan keluarganya jika menyalah gunakan kekuasaannya.
Hal itulah yang membuat banyak orang membenci Bai An hingga banyak yang bekerjasama ingin membunuhnya.
Dan saat ini tugas Mo Hung adalah pergi ke tempat dimana Dimensi tersegel, Ibu Mo Hung meyakini jika ayahnya pasti akan tinggal di sana.
Dengan ciri-ciri yang sudah Mo Hung dapatkan dari ibunya, dialah yang paling bersemangat ingin pergi dengan alasan ingin menginvasi Dimensi Tersegel yaitu Dimensi milik klan Bai.
Flasback End.
Kini Jendral Mo Hung tersenyum, bahkan sampai saat ini ia tidak tahu siapa nama ibunya ini.
__ADS_1
Tapi satu hal yang pasti, wajahnya walau terlihat tua, ia selalu mengingatnya hingga kini.