Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Kedatangan Para Penetua Sekte Kekacuan dan Satu Hari Menuju Lelang


__ADS_3

Mendengar penjelasan Bai An yang terperinci, Master, Wakil dan Penetua Agung Sekte kekacauan kini merinding jika rencana Bai An ini melebihi yang setiap orang pikirkan.


“A..Apa Tuan Bai yakin? Jika gagal, maka itu pasti akan mengorbankan Tuan Duan yang tak lain adik anda sendiri,” tanya Xi Juan sedikit menekan ucapannya.


Pandangan Bai An melirik ke arah Xi Juan. Walau sampai saat ini ia tidak bisa melihat wajah Xi Juan, Xi Luan dan Li Hixie lantaran menutup wajah mereka dengan tudung, Bai An tentu yakin jika mereka bukan musuh. Sehingga ia pun langsung menjawab.


“Aku sangat mengenal adik ku, kalian tenang saja, jika pun ia dalam bahaya, aku masih memiliki seseorang tersembunyi yang akan menyelamatkannya,” ucap Bai An dengan nada tenang.


Mendengar itu, Xi Juan merasa lebih baik. Walau begitu, ia tetap khawatir dengan Gurunya, karena jika tidak ada Gurunya, ia tidak akan ada sampai saat ini. Bahkan ia berpikir jika ia lebih baik mati dari pada Gurunya yang mati.


“Baiklah jika begitu, lalu seperti yang Tuan Duan katakan tadi sebelum ia pergi, kita akan menugaskan semua rekan-rekan kita termasuk para Penetua Sekte ku di setiap tempat musuh berada. Sementara Tuan Bai, Tuan Duan, aku dan Tuan muda Han akan mengikuti lelang.”


“Sampai saat ini, apakah ada pertanyaan?” Tanya Xi Juan.


“Tidak ada, aku setuju untuk mengawasi rekan kita dan memberitahu mereka jika ada rekan kita yang tidak mampu melawan untuk membantu.” Ucap Wakil Master Sekte Kekacauan.


“Hem,, aku tidak masalah, karena tugasku jauh lebih mudah di sini, yaitu mengamankan jalur evakuasi bersama Gu Sheng dan Penetua ke 12.” Ucap Ling Hua.


Setelah semuanya setuju, mereka pun langsung kembali ke kamar mereka masing-masing.


***


Dret..!!


Xi Luan terlihat muncul tidak jauh dari luar Kota Kekacauan.


Wuss wuss..!!


Wuss wuss..!!


Tak lama muncul 15 sosok berjubah hitam mengenakan tudung.


Tap tap..!!


Mereka semua pun langsung membungkuk. “Salam kepada Penetua Agung,” ucap semuanya serempak.


Hemm..!!


Xi Luan langsung mengangkat tangan kanannya. “Apa semuanya sudah berkumpul?” Tanya Xi Luan.


“Satu orang belum datang, dia penetua keempat, penetua Agung,” ucap Penetua ke 8. Terlihat jika tubuh Penetua ke 8 paling tinggi, bahkan jauh lebih tinggi dari Penetua kelima dan Luo Sha jika dalam wujud manusia.


“Hemm..!! Apakah ia masih mengurus Sektenya?” Tanya Xi Luan yang tahu jika Sekte yang Penetua Ke 4 miliki kini sedang terjadi perebutan kekuasaan jabatan Master.

__ADS_1


“Bukan, Penetua Ke 4 sudah membunuh mereka semua karena kesal, ia sempat menghubungi ku jika ia sudah dalam perjalanan, tapi hingga kini ia belum ada kabar.” Jawab Penetua ke 8 dengan jujur.


Xi Luan termenung, tidak ada yang menyadari jika kebanyakan para Penetua Sekte Kekacauan memegang jabatan Master Sekte atau jabatan penting lainnya di tempat mereka masing-masing. Itu di lakukan untuk menyamarkan keberadaan mereka dari deteksi orang-orang Menara. Dan satulah yang pasti, mereka semua tidak ada yang berkhianat.


“Baiklah, ayo masuk, kalian akan dengar sendiri nanti tugas kalian masing-masing dan di tempatkan dimana saja, Wakil Master telah menunggu kalian,” ajak Xi Luan langsung menginjakkan kakinya.


Dret..!!


Sebuah lubang muncul dari tanah, tak lama lubang semakin jelas hingga terlihat sebuah lorong.


“Ayo, mereka nanti akan menyadari kedatangan kalian,” ajak Xi Luan.


Semuanya pun mengangguk.


Wuss wuss..!!


Jlep..!!


Setelah semuanya masuk, lubang tanah tersebut lenyap seolah tidak pernah terjadi apa-apa.


***


Wung..!!


Uhuk..!!


Tu Long yang saat ini di tatap oleh sosok bertopeng merah hanya diam.


“Jawab, apa kelemahan dari orang yang memegang Pedang Asura itu?” Tanya sosok bertopeng merah mencekik leher Tu Long.


Cuih..!!


Tu Long langsung menyemprotkan darahnya ke topeng sosok di depannya.


“Kau sangat berani,” ucap sosok bertopeng merah dengan jubah hitam.


Blush..!!


Auranya seketika keluar hingga mengguncang ruangan tempat Tu Long di tahan.


Tap tap..!!


“Apa yang kau lakukan? Apa kau ingin kita di bunuh jika ia mati hah,” teriak sosok bertopeng merah dengan jubah merah memarahi rekannya.

__ADS_1


Heng..!!


Terdengar suara dengusan dari sosok bertopeng merah dengan jubah hitam sembari melangkah pergi.


Tap tap..!!


“Huuf,, orang ini sangat tidak akan pernah bicara walau ia mati sekalipun, bahkan jika kau mencoba menelusuri ingatannya, itu akan percuma, karena ia pasti akan meledakkan dirinya.” Ucap Sosok bertopeng merah jubah merah ikut melangkah keluar.


Ia berkata seperti itu karena sudah mencobanya, bahkan semua hal yang menyiksa ia lakukan, tapi itu semua percuma saja. Ia mengingat saat ia mencoba memasuki ingatan Tu Long, sebuah gumpalan energi langsung muncul dan tahu jika Tu Long akan meledakkan dirinya, hal tersebut membuatnya dengan cepat keluar.


Tu Long yang melihat musuhnya telah pergi kini tersenyum lebar.


“Cuih, dasar tikus-tikus idiot, kalian akan menyesal jika tidak membunuhku dari awal, karena Yang Mulia ini akan memburu kalian suatu saat nanti,” ucap Tu Long meludah di sertai tatapan mata mengerikan.


“Hemm,, apa yang di lakukan bocah nakal itu saat ini? Apa ia sudah berada di sini dan mencoba menyelamatkanku? Atau saat ini ia sedang bersenang-senang ya?” Gumam Tu Long langsung teringat akan keponakan yang selalu mengganggunya setiap saat.


“Huuf,, semoga saja mereka semua tidak datang kesini mencoba menyelamatkanku,” sambung Tu Long dalam hati.


Walau begitu, Tu Long tentu tahu semua sifat anggota keluarganya yang tidak akan membiarkan salah satu anggota mereka rendahkan, di hina, di bunuh, maupun di culik. Jika itu terjadi, mereka semua akan membalas jauh lebih menyakitkan.


***


Sementara orang yang di bicarakan oleh Tu Long saat ini sedang bersama wanita dan duduk di tempat yang terlihat romantis.


Jika Tu Long melihat ini, ia mungkin akan mengamuk lantaran menduga jika keponakannya mencoba membantunya.


“Apakah makanannya enak?” Tanya Pelayan Sia Yun tersenyum dengan wajah sedikit merona saat menatap wajah Duan Du.


“Hemm..!! Tempat ini sangat bagus bagi seorang suami istri atau pasangan, aku tak menduga jika ada tempat yang seperti ini di kota yang sangat padat ini,” ucap Duan Du sambil menggosok lehernya karena merasa ada yang membicarakannya.


Pelayan Sia Yun yang mendengar kata suami istri dan pasangan seketika menjadi salah tingkah hingga tak tak sadar makanan yang akan ia makan terjatuh.


“Eeh,, kau tidak apa-apa Nona Yun? Hati-hati daging ini masih panas,” ucap Duan Du langsung merobek pakaiannya untuk membersihkan gaun Pelayan Sia Yun.


Duan Du juga langsung mengusap bekas bumbu yang masih menempel di sela-sela bibir Sia Yun.


Emh..!!


Terdengar Sia Yun hanya mengangguk sambil mengeluarkan suara yang sangat kecil.


Duan Du yang melihat reaksi Sia Yun tersenyum tipis sesaat. “Heeh maaf, jangan salahkan aku jika sedikit kejam karena mengira memberikan harapan.” Gumam Duan Du dalam hati.


“Cinta itu memang sangat menyakitkan jika salah langkah dalam memilih, bahkan banyak yang memilih bunuh diri di saat bahagia lalu di khianati,” sambung Duan Du bergumam dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2