Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Pernikahan Bai An


__ADS_3

Chu Lang yang awalnya canggung langsung merasa lega, karena sifat Bai An masih sama seperti dulu.


“Ah ya, silahkan masuk An'er, kau pasti merasa lelah karena melakukan perjalanan jauh,” kata Chu Lang tersadar jika tamunya saat ini masih berdiri di gerbang klan Chu.


Setelah itu Chu Lang melirik ke arah para tetua klan Chu. “Apa yang kalian tonton, cepat beritahu para pelayan untuk menyiapkan hidangan,” kata Chu Lang sedikit kesal karena saat ini para tetua klan Chu masih berdiri sambil melihat ke arah Bai An, Duan Di dan Tu Long.


Mendengar itu, seketika semua tetua klan Chu tersadar lalu melesat dengan langkah tergesa-gesa.


Wuss wuss..!!


“Mari An'er,” ajak Chu Lang langsung menepuk pundak kanan Bai An.


Bai An mengangguk santai.


Tap tap..!!


Saat berjalan menuju aula klan Chu, banyak sekali wanita muda klan Chu menatap ke arah Bai An, Duan Du dan Tu Long dengan pandangan kagum saat melihat ketampanan ketiganya.


***


Beberapa saat kemudian.


Saat ini Bai An duduk berhadapan langsung dengan Chu Lang.


“Langsung saja paman, aku kesini untuk melamar Jia'er,” kata Bai An dengan nada serius.


Uhuk uhuk.


Chu Lang yang baru saja memasukkan makanannya langsung terbatuk dan makanan yang baru masuk langsung keluar ke arah wajah Tu Long yang tepat berada di sebelah kirinya.


Wajah Tu Long kini sedikit memerah. “Heng,, apa orang tua ini sengaja menyemburkan makanannya ke arah wajahku?” Gumam Tu Long sedikit kesal.


Bai An dan Duan Du yang melihat itu langsung tertawa kecil, sementara Chu Lang merasa tidak enak.


Tapi dengan cepat ia tersadar sambil melirik ke arah Bai An.


“A.. Apa yang kau ucapkan tadi benar An'er, apa aku tidak salah dengar?” Tanya Chu Lang mencoba memastikan.


Bai An mengangguk serius. “Ini juga janjiku dengan Jia'er dulu jika aku akan menikahinya, jadi saat ini adalah waktu yang tepat menurutku, karena aku sudah cukup kuat untuk melindunginya juga,” jawab Bai An dengan nada serius.

__ADS_1


Mendengar itu, Chu Lang seketika bahagia, karena salah satu impiannya kini kenyataan, yaitu menikahi putrinya dengan Bai An, terlebih lagi saat ini Bai An adalah sosok yang sangat kuat.


Sementara para tetua klan Chu yang diam dari tadi, kini mereka terlihat bahagia juga dengan mata bersinar, mereka yakin jika Bai An menjadi bagian dari mereka, maka kekuatan klan Chu mereka akan kuat, sama seperti para bawahan Bai An yang saat ini telah di anggap menjadi penguasa di seluruh daratan ini.


“Tu..Tunggu aku akan memanggil Jia'er,” kata Chu Lang terbata-bata saking bahagianya.


Saat Chu Lang baru berdiri, sebuah suara lembut terdengar.


“Tidak perlu ayah, aku sudah di sini dan telah mendengar semuanya,” kata Chu Jia dengan kepala menunduk malu dan wajah merah merona.


Chu Jia saat ini tidak tahu mau mengungkapkan ekspresi bahagianya dengan apa sehingga ia hanya bisa tertunduk malu.


“Lalu apa jawabanmu Jia'er?” Tanya Chu Lang kini bertanya dengan cepat.


Semua orang seketika memandang ke arah Chu Jia dengan penasaran menunggu jawaban dari Chu Jia.


Bai An, Duan Du dan Tu Long juga ikut melihat ke arah Chu Jia, tapi lebih tepatnya sebuah bayangan di belakang Chu Jia, orang tersebut tak lain Ling Chou.


Chu Jia yang kini semakin malu saat di pandangi semua orang langsung berkata.


“A..Aku mau ayah,” suara Chu Jia sangat kecil, tapi semua orang mampu mendengarnya.


Chu Lang dan para tetua klan Chu seketika bersorak gembira, mereka terlihat sudah melupakan Bai An, Duan Du dan Tu Long karena saking bahagianya.


Hanya orang-orang klan Chu dan klan Bai saja yang di undang, untuk patriak klan Bai, ayah orang tua Bai An yang ada di dunia ini, mereka sudah meninggal karena perang melawan orang dari dunia luar beberapa waktu lalu.


Jadi hanya sisa klan Bai yang masih hidup saja yang bisa hadir. Bai An juga mengeluarkan semua orang yang ada di dunia jiwanya.


Bai An juga menceritakan semuanya kepada Chu Lang dengan jujur.


Chu Lang yang awalnya kaget, kini sudah tidak mempermasalahkannya karena Chu Jia juga sudah mengetahuinya lebih dulu.


Acara pernikahan Bai An dan Chu Jia terlihat meriah, di samping Chu Jia sudah ada Mu Xia'er.


Semua orang menatap Mu Xia'er dengan pandangan hormat setelah tahu ia adalah Penguasa Sementara Alam Semesta Inti Ke 10.


Sementara di samping kiri kanan Bai An ada banyak yang mendampinginya, ada Duan Du, Tu Long, Bai Han, Chu Lang, Lang Zai, dan Ling Wenli.


Waktu terus berlalu, tak terasa sudah 10 hari setelah acara pernikahan Bai An dan Chu Jia.

__ADS_1


Saat ini Bai An telah memasukkan semua orang kedalam Dunia Jiwanya, termasuk semua anggota klan Chu dan klan Bai.


Bai An kini berdiri seorang diri bersama Ling Chou.


“Hati-hatilah dan jaga Jia'er, ia adalah wanita rapuh, jangan sakiti dia,” kata Ling Chou memperingati.


Bai An mengangguk serius.


“Tentu, saat ini ia adalah istriku, dan semua istriku aku perlakukan sama, tidak ada pengecualian,” jawab Bai An.


Ling Chou kini terdiam beberapa saat. Lalu ia kembali berkata. “Pergilah, mereka telah lama menunggumu.”


“Terimakasih Tetua leluhur Ling, mohon jaga Alam Semesta ini sampai ibu Xia'er datang, baru kau bebas kemana saja, tapi saat ada perang besar, kau harus ikut hadir.”


Tanpa menunggu jawaban dari Ling Chou, Bai An menghilang dari tempatnya berdiri lalu muncul di dek Kapal Langit.


Wuss..!!


“Apa sudah selesai kak?” Tanya Duan Du saat melihat Bai An muncul di depannya.


Bai An mengangguk santai lalu ikut duduk.


Tu Long yang berada di sebelah Duan Du langsung melemparkan gelas berisi arak.


Dengan santai Bai An menangkapnya lalu meneguk arak tersebut dengan perlahan.


“Ayo kita berangkat Fu tua,” kata Bai An setelah menghabiskan arak pemberian Tu Long.


Fu tua langsung mengangguk lalu menjalankan kapal langit menuju Alam Semesta Inti ke 8.


Wuss..!!


Kapal Langit langsung melesat dengan kecepatan cahaya setelah di modifikasi lagi oleh Duan Du dan Bai An.


“Berapa lama kita akan sampai ke Alam Semesta Inti ke 8 Tuan muda?” Tanya Tu Long penasaran.


“Hmm,, kurang lebih 1 atau 2 bulan, maka kita akan sampai ke dunia terendah di Alam Semesta Inti ke 8,” jawab Bai An dengan santai.


“Lalu, selama itu apakah kita hanya minum saja kak? Apakah lebih baik jika kau membawa kami ke Dunia Jiwa lalu kita berlatih di sana,” ajak Duan Du ingin meningkatkan kekuatannya.

__ADS_1


“Benar-benar,, 2 bulan di dunia nyata maka 20 tahun di dunia Jiwa, itu cukup untuk meningkatkan kekuatan kita lagi,” sambung Tu Long dengan nada serius.


Bai An langsung menggelengkan kepalanya.


__ADS_2