Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Pertemuan Bai Han dan Xiu Hou, Serta Pesan Dari Klan Pusat


__ADS_3

Bai Han juga sedikit terkejut saat mendengar sebuah Klan Cabang, pikirannya pun membayangkan jika klan Cabang sudah sekuat ini.


Bagaimana jika klan Pusat?


“Apa yang kau pikirkan anak muda? Apa saat ini kau membayangkan betapa tampan dan perkasanya diriku ini?” Tanya Du Ling kini menunjukkan badannya yang kekar dan berotot.


Du Ling sudah terbiasa tidak mengenakan baju. Karena setiap ia mengenakan baju, mala baju tersebut akan langsung hancur. Jadi ia hanya mengenakan celana saja, yang kainnya di buat dengan banyak campuran bahan material agar tidak mudah hancur.


Du Ling juga pernah di buatkan baju dengan bahan yang sama, tapi sampai saat ini ia tidak pernah ingin mengenakannya.


...


Sementara Bai Han yang mendengar ucapan Du Ling, seketika tersenyum hangat, bukan karena ucapan Du Ling, melainkan karena tingkahnya saat ini yang sedang menunjukkan otot-ototnya. Ia teringat akan pamannya yang bodoh dan suka pamer otot.


Setelah itu, Bai Han pun di ajak oleh Du Ling menuju tempat Xiu Hou berada.


Tap tap..!!


Du Ling dan Meng Yusan pun terhenti tepat di depan gubuk kecil yang mirip dengan gubuk di puncak gunung yang pertama kali ia masuki.


“Jangan heran, ayo masuk,” ajak Du Ling dan Meng Yusan serempak.


Bai Han pun mengangguk ringan lalu mengikuti mereka berdua.


Tap tap..!!


Cklek..!!


Saat masuk dan melewati pintu, pandangan Bai Han pun mengarah ke sosok pemuda tampan yang kini duduk bersama Mu Feng Lu.


Saat ia melihat pemuda di samping Mu Feng Lu. Entah mengapa jantung Bai Han seketika berdetak lebih cepat dari biasanya.


“I..Ini, ada apa ini?” Gumam Bai Han dalam hati.


Sama halnya dengan pemuda yang tak lain Xiu Hou, dari awal kemunculan Bai Han dari balik pintu, ia juga saat ini membeku.


Walau ia pernah melihat Bai Han dari kejauhan, tapi baru kali ini ia melihatnya dari jarak sedekat ini. Entah mengapa Xiu Hou saat ini merasakan kenyamanan saat melihat wajah Bai Han.


“Ada apa ini? Aku merasa seolah melihat kakak dan nenek, karena saat melihat mereka berdua, aku merasakan kenyamanan yang tidak pernah bisa aku lupakan.” Gumam Xiu Hou.


Tap tap..!!


Tanpa sadar Xiu Hou dan Bai Han kini melangkah bersama dan saling menghampiri.


Keduanya pun langsung memegang pipi kanan masing-masing.

__ADS_1


Dret..!!


Tepat saat mereka berdua saling menyentuh kulit di wajah, mereka merasakan sengatan familiar.


“I..Ini, siapa kau sebenarnya?” Tanya Xiu Hou dan Bai Han serempak.


Mendengar keduanya bertanya bersamaan, Du Ling, Meng Yusan dan Mu Feng Lu pun terkejut.


Karena baru kali ini keduanya bertemu dan langsung bertanya seolah mereka sudah mengenal dalam waktu yang lama, namun seolah mereka berdua menyamar satu sama lain.


Sementara Bai Han dan Xiu Hou kini saling menatap dengan wajah serius.


Terlihat tubuh Bai Han sedikit bergetar dan berusaha menahan diri agar tidak meneteskan air mata. Karena saat ia menyentuh pipi Xiu Hou, ia seolah menyentuh pipi ayahnya, pamannya, ibunya, adiknya, maupun keluarganya yang sudah terpisah dalam waktu yang lama.


Sama halnya dengan Xiu Hou, ia pun seolah sedang menyentuh pipi nenek, kakak dan anggota klannya yang ada di pusat.


Terlihat saat ini keheningan terjadi saat Bai Han dan Xiu Hou saling menatap dalam diam.


Tap tap..!!


Tapi karena penasaran, Du Ling pun maju lalu bertanya. “Ada apa ini? Kenapa kalian berdua seperti ini, seolah seperti adik kakak yang sudah lama terpisah, namun tidak saling mengenal?” Tanya Du Ling.


Du Ling tentu sadar dari tubuh keduanya yang bergetar saat ini.


Xiu Hou dan Bai Han pun melirik Du Ling dengan tatapan tajam.


“Aku akan pergi dulu, kalian berdua lanjutkan saja pembicaraan kalian,” ucap Du Ling langsung menelan ludah saat melihat tatapan keduanya, ia seolah melihat tatapan sosok yang begitu menakutkan dari orang terkuat di klan pusat. Du Ling menamakannya Nenek tua.


Dret..!!


Du Ling pun langsung melesat sambil menyeret Mu Feng Lu dan Meng Yusan.


Wuss.. Wuss..!!


...


Setelah tinggal berdua saja, kini Bai Han dan Xiu Hou kembali saling menatap dengan intens.


“Hemm..!! Siapa anda? Kenapa aku merasakan perasaan hangat, seolah kau adalah anggota keluargaku yang telah lama terpisah?” Tanya Bai Han, kini membuka suara terlebih dahulu.


“Aku pun ingin menanyakan hal yang sama denganmu, terlebih lagi Spirit yang ada di dalam tubuhmu itu adalah Spirit milik kakek ku sebelum ia meledakkan diri di masa lalu.” Balas Xiu Hou.


“Jika aku berpikir kau adalah Reinkarnasi kakek ku, itu tidak mungkin, karena aku cukup mengetahui asal usul klan ku maupun keluargaku, mereka yang mati tidak akan pernah bisa di hidupkan kembali.”


“Itu karena kami adalah Iblis Asura, bukan manusia, jika kami manusia, maka kami pastinya bisa melakukan Reinkarnasi.” Ucap Xiu Hou kini menunjukkan jati dirinya.

__ADS_1


Tap tap.!!


Tanpa sadar Bai Han muncul saat melihat wujud Xiu Hou setinggi 10 meter dan dua tanduk di kepalanya. Kedua tanduk tersebut sangat berbahaya menurut Bai Han.


Namun di satu sisi lain, ia juga merasa kenyamanan dan tidak merasakan ketakutan saat ini, setelah melihat wujud Xiu Hou.


“Namun jika salah satu dari klan Iblis Asura menikah dengan manusia, maka darah keturunan anggota klan kami yang menikah itu akan bercampur dengan darah manusia, maka jika mereka mati, mereka bisa di reinkarnasi, walau mereka lahir dalam wujud Iblis Asura sekalipun.” Sambung Xiu Hou menjelaskan.


Mendengar itu, Bai Han tentu bingung. Tapi saat mengingat ayahnya yang selalu menggunakan pedang Asura dan teknik asura di masa lalu, ia langsung menduga jika dulu ayahnya adalah keturunan Asura yang mungkin terbuang.


“Jika begitu, apakah kau bisa menebak Spiritku ini? Mengapa ia bisa memilihku?” Tanya Bai Han.


Hem..!!


Xiu Hou seketika merenung sesaat.


“Kita akan tahu jawabannya jika aku membawamu ke klan pusat, tapi itu tidak mungkin.”


“Selain klan Pusat sangat jauh, aku juga tidak bisa meninggalkan klan cabang, jika aku meninggalkan klan caba-”


Tepat saat Xiu Hou ingin menjelaskan, ia seketika terdiam karena sebuah getaran ia rasakan dari dalam cincin penyimpanannya.


Dret..!!


Xiu Hou pun mengeluarkan tetesan darah milik kakaknya.


Wung..!!


“Kembali Hou'er kita mempunyai seorang Pemimpin kedua yang lebih tinggi dari posisiku saat ini, bawa beberapa orang kepercayaanmu dan sisanya biarkan tinggal.”


Jlep..!!


Suara tersebut seketika lenyap tanpa di jelaskan secara rinci.


Deg deg..!!


Xiu Hou yang mendengar itu, entah mengapa jantungnya saat ini berdetak jauh lebih cepat, ia menduga jika itu adalah kakeknya, yang tak lain ayah dari ibu angkat yang selalu mengasuh dirinya dan kakaknya di masa lalu.


“I..Ini, aku harus kembali,” gumam Xiu Hou terlihat tenang di luar, namun di dalam ia sangat panik.


Tap tap..!!


“Maaf karena menganggu dan mendengar suara sosok yang sangat kuat dari tetesan darah tersebut. Menurut analisaku, beliau tadi memberi informasi dengan nada suara bahagia. Jadi Tuan jangan menyimpulkan yang tidak-tidak terlebih dahulu,” ucap Bai Han dengan nada tenang.


“Aku tidak sopan dan mencampuri urusan anda begini, karena tidak enak melihat kekhawatiran anda, jika anda kembali dalam keadaan yang tidak baik, maka aku yakin semuanya akan hancur atau berantakan.”

__ADS_1


“Jadi cobalah untuk tenang dan berpikir positif terlebih dahulu.” Sambung Bai Han.


Mendengar itu, Xiu Hou pun merasakan ketenangan. Ia pun langsung mengingat pesan dari kakaknya dengan memejamkan matanya.


__ADS_2