
Bai An juga tak ingin terlalu memaksa, karena ia belum terlalu mengenal Hu Liu Chen.
“Hati-hatilah, jika kau butuh bantuan, maka jangan sungkan untuk meminta bantuan ku,” kata Bai An membalik ucapan Hu Liu Chen.
Hu Liu Chen mengangguk santai lalu tangannya mengusap rambut Bai Han, setelah itu ia melirik ke arah Duan Du dan Tu Long yang masih melongo mendengar pembicaraan mereka tadi.
“Ehem, aku akan pergi, jadi kalian berlatihlah lebih bagus lagi dalam membangunkan emosi lawan,” kekeh Hu Liu Chen mengangetkan keduanya.
“Ah,, jadi kau akan pergi, jika begitu, saat kita kembali, kau harus berhati-hati dengan ku saat kita bertemu lagi,” kata Duan Du tersenyum penuh makna.
“Hm, hm,, saat pertemuan kedua kita, maka aku akan mengalahkanmu,” sambung Tu Long dengan nada semangat.
“Hoho,, aku akan menantikan itu,” kata Hu Liu Chen lalu berjabat tangan dan berpelukan dengan Duan Du dan Tu Long.
Setelah itu Hu Liu Chen menatap Bai An. Bai An mengangguk santai.
Hu Liu Chen langsung menghilang seolah di telan bumi.
Melihat kepergian Hu Liu Chen, Bai An melirik ke arah Duan Du dan Tu Long.
“Hmm..!! Kita masuk lebih dulu kedalam dunia jiwa, aku ingin menidurkan Han'er di kamar ku,” kata Bai An.
Bai An langsung melambaikan tangannya membuka dunia jiwanya.
Mereka bertiga lalu masuk.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Setelah masuk, Bai An langsung mengantar Bai Han.
Bai An juga bercerita kepada semua penduduk dunia jiwanya jika Bai Han adalah putranya. Bai An menugaskan anak-anak yang memiliki umur 15 tahun kebawah untuk bermain dengannya saat bangun.
Setelah di rasa beres, Bai An kembali ke dunia nyata bersama Duan Du dan Tu Long.
***
Saat ini Bai An, Duan Du dan Tu Long menatap ke arah beberapa kelompok yang menuju ke arahnya.
“Baiklah, hari ini kita jangan menyisakan orang-orang yang datang memburu kita, mereka datang dengan niat jahat, maka kita balas dengan kematian,” kata Bai An.
“Hehe,, inilah yang ku tunggu-tunggu,” jawab Duan Du dan Tu Long bersamaan, mata mereka terlihat bersinar.
Tanpa menunda lagi, mereka bertiga melesat ke arah kelompok tersebut.
Sementara kelompok tersebut yang berniat ke arah kota guna mencari informasi dimana Bai An, Duan Du dan Tu Long berada langsung berhenti saat merasakan ada 3 orang yang sedang menuju mereka.
“Paman Fu, aku merasa ada 3 orang dengan kekuatan Kaisar Sejati datang kemari?” Kata seorang pemuda terlihat tampan, namun ia terlihat cukup sombong karena suaranya tadi sangat merendahkan.
__ADS_1
“Benar Weng'er, mungkin mereka orang asli dunia sini, jika begitu kita bisa bertanya kepada mereka,” kata orang yang di panggil paman Fu, paman Fu adalah orang terkuat di kelompok tersebut, ia memiliki kekuatan tingkat Dewa Immortal ⭐ 1 Awal yang berarti ia berasal dari Alam Semesta yang cukup kuat.
“Heng,, aku malah berharap jika ketiga orang ini adalah yang kita cari-cari, karena sudah setahun sejak Penguasa Hu Xiao membuat poster ini, kita masih belum menemukannya.”
“Jika aku bertemu mereka, maka aku ingin menyiksa mereka lalu tulang-tulangnya ku remukkan,” dengus pemuda yang di panggil Weng.
Semua orang yang berada di belakang pemuda Weng langsung bergidik ngeri, karena mereka tentu tahu betapa kejamnya Tuan muda Weng mereka.
***
Bai An dan Tu Long tentu mendengar apa yang mereka bicarakan, hanya Duan Du saja yang tidak bisa karena kekuatannya yang terlemah jadi indra pendengarannya tidak sampai ke tempat dimana kelompok tersebut berada.
“Hehe,, aku tak menduga jika pemuda itu sangat sombong, aku jadi ingin membuatnya terkencing-kencing di celananya,” kekeh Tu Long.
Duan Du yang mendengar itu langsung melirik ke arah Tu Long. “Memang kau mendengar apa yang mereka bicarakan?” Tanya Duan Du.
Melihat Tu Long mengangguk kecil. Duan Du kembali bertanya. “Apa yang pemuda itu bicarakan?”
Tu Long langsung menceritakan apa saja yang ia dengar tanpa ada satu katapun yang kurang.
Duan Du menyeringai. “Dia bagianku, karena dia juga memiliki tingkat kultivasi setara denganku.”
Wuss..!!
Tap tap..!!
Dengan santai Bai An, Duan Du dan Tu Long mendarat di depan kelompok tersebut, mereka bertiga juga sengaja tidak menutupi identitas sehingga membuat orang akan mengenalinya.
“Hahaha,, tidak ku sangka, keberuntungan berpihak kepadaku,” teriak Mo Weng tertawa jahat.
Matanya kini menatap ketiganya setelah ia sadar dari keterkejutan tadi.
“Akhirnya tanpa perlu mencari kalian bertiga malah datang kesini mengantar nyawa,” kekeh Mo Weng.
“Aku jadi tidak sabar menikmati tubuh calon permaisuriku, Tuan putri Hu Qia,” kata Mo Weng tersenyum mesum.
Duan Du dan Tu Long langsung menepuk dahi mereka saat mendengar pemuda di depannya membicarakan Hu Qia.
Wuss..!!
Jlep..!!
Jantung Mo Weng langsung keluar, saat Bai An menariknya, kini tangan Bai An sedang memegang jantung Mo Weng dengan seringai lebar.
Piar..!!
Jantung Mo Weng langsung hancur, bertepatan dengan matinya Mo Weng dengan mata melotot tak percaya.
Pandangan Bai An mengarah ke Mo Fu seolah menyiratkan adalah dia yang berikutnya.
__ADS_1
Mo Fu yang tadi termangu langsung tersadar.
“Kurang ajar, bunuh mereka semua,” teriak Mo Fu sambil melesat ke arah Bai An.
Bai An juga ikut melesat.
Tangan Bai An dengan cepat terayun ke arah punggung Mo Fu.
Bom..!!
Tubuh Mo Fu langsung menabrak tanah hingga menyebabkan daya ledak yang luar biasa.
Setelah debu-debu menghilang, terlihat punggung Mo Fu hancur hanya menyisakan kepala dan pinggang ke bawah.
Semua bawahan Mo Fu dan Mo Weng langsung termangu saat melihat kematian keduanya begitu cepat.
Mereka tadi syok melihat kematian Mo Weng, tapi setelah Mo Fu berteriak untuk menyerang, mereka semua memberanikan diri, kini Mo Fu juga mati begitu mengenaskan.
Hal tersebut membuat mereka ketakutan setengah mati.
Lari..!!
Seketika 40 anggota klan Mo berpencar, namun Tu Long dan Duan Du dengan cepat mengejar mereka.
Kini Duan Du menciptakan cukup banyak pedang energi lalu melemparnya ke arah semua musuhnya.
Jlep jlep jlep..!!
Mereka semua yang terkena pedang energi Duan Du mati tanpa bisa menghindar, Duan Du kembali bergerak ke arah timur untuk mengejar sisanya.
Sementara Tu Long muncul di depan 5 anggota klan Mo.
Tangan Tu Long terayun santai.
Crash..!!
Tubuh kelima anggota klan Mo langsung terpotong rapi.
Tu Long kembali melesat ke arah utara.
Wuss..!!
5 menit kemudian Duan Du dan Tu Long muncul di depan Bai An.
Dengan tubuh bermandikan darah Tu Long tersenyum kecut karena belum puas.
Sementara Duan Du tersenyum bahagia karena mendapat banyak harta untuk di berikan kepada Prajurit Pembantai.
Duan Du juga terlihat bahagia saat mendapat beberapa pakaian anak-anak untuk di berikan kepada Bai Han.
__ADS_1
“Hmm..!! Sebentar lagi akan banyak musuh yang datang karena mendengar suara pertarungan kita, jadi kalian bersenang-senanglah, tapi tetap wasapada,” kata Bai An dan tak lupa memperingati.
“Hehe,, tentu,” jawab Duan Du dan Tu Long terkekeh kecil sambil melirik ke arah 2 kelompok yang kini datang lebih dulu mengantar harta dan nyawa.