Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Melawan Pengkhianat Xiong Zai


__ADS_3

“Dewa Penguasa Immortal Suci ⭐ 5 Awal.” Ucap Bai An langsung merasakan kekuatan Xiong Zai saat ini.


Tu Long yang mendengar itu terkejut luar biasa, karena ia orang yang saat ini bentrok langsung dengan Xiong Zai tak menyangka jika Xiong Zai sekuat itu.


Tu Long mengira jika Xiong Zai sedikit lebih kuat darinya, sehingga ia menyerang tanpa di perintahkan.


Dengan segera Tu Long ingin mundur terlebih dahulu, karena tidak mungkin dirinya menang, walau Tu Long ada puluhan sekalipun.


Namun saat akan bergerak mundur, tangan kiri Tu Long tidak bisa di gerakkan. Saat Tu Long melihat ke arah depan, bertepatan dengan asap bercampur debu kini menghilang.


Tu Long melihat sebuah tangan yang berbentuk monster bewarna merah darah sedang mencengkram erat cakar pedangnya.


Xiong Zai menyeringai tipis. “Kenapa kau cepat sekali ingin pergi, temanilah aku bermain-main,” kekeh Xiong Zai.


Tangan kiri Xiong Zai seketika berubah menjadi darah, dan tak lama membentuk sebuah cakar pedang yang mirip dengan tangan kiri Tu Long.


Dengan santai Xiong Zai mengayunkan tangan kirinya ke arah lengan Tu Long.


Tu Long seketika memasang wajah ganas. “Sialan, aku akan membunuhmu,” teriak Tu Long langsung menerjunkan kakinya ke wajah Xiong Zai.


Terlihat jika Tu Long seperti ingin santo saat mengangkat kedua kakinya.


Bam..!!


Ledakan kecil terdengar, saat ini kaki Tu Long mendarat di wajah Xiong Zai.


Tapi Xiong Zai terlihat tidak terluka sedikitpun. “Hmm..!! Apa kau puas,” ucap Xiong Zai memiringkan kepalanya agar kedua kaki Tu Long terlepas dari wajahnya.


Tapi kaki Tu Long seperti sebuah perekat yang sulit lepas.


Hal tersebut membuat Xiong Zai menggeram marah.


Wuss..!!


Dengan cepat tangan kiri Xiong Zai bergerak untuk memotong kaki Tu Long.


Trank..!!


Bom..!!


Namun sebelum sampai, sebuah tombak berbentuk tongkat dengan ujung lanjip langsung menghentikan tangan kiri Xiong Zai dan sebuah bayangan langsung memukul perut Xiong Zai hingga terlempar.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Ling Feng dan Duan Du muncul sambil membantu Tu Long berdiri.


Xiong Zai yang menabrak sebuah gunung kini ingin bangkit. Tapi pandangannya mengarah ke samping.


Wuss..!!


Sebuah selendang langsung berbentuk cambuk dengan sebilah mata pisau melesat ke wajah Xiong Zai.


Tahu siapa yang menyerangnya, Xiong Zai tentu langsung menghindar.

__ADS_1


Bom..!!


Sebuah kawah seketika tercipta setelah Xiong Zai melakukan salto ke atas.


Wuss..!!


Tak di beri waktu luang, sebuah belati yang di tutupi Hukum Es melesat ke arah Xiong Zai.


Duar..!!


Belati tersebut langsung hancur bercampur aura dingin menyebar ke segala arah.


Melihat tangan kanan Xiong Zai membentuk tombak bermata dua yang telah menghancurkan senjata Ling Sui, kini membuat Ling Sui melempar banyak belati.


Bom bom bom..!!


Duar duar..!!


Setelah jeda satu detik dari serangan Ling Sui.


Sebuah cambuk kembali melesat ke arah Xiong Zai.


Bukan hanya cambuk saja, sebuah tombak layaknya tongkat melesat di udara setelah di lempar oleh Ling Feng.


Wuss..!!


“Sialan, bisa-bisanya aku di permainkan oleh orang-orang lemah,” teriak Xiong Zai mulai kesal.


Blush..!!


Duar..!!


“Aku akan membuat kalian sadar jika kalian ini benar-benar lemah dan pecundang,” ucap Xiong Zai dengan nada dingin.


Tatapan Xiong Zai kembali mengarah ke semua keluarga Bai An. Saat ini tujuan Xiong Zai ingin membuat mereka semua frustasi.


Tapi niatnya ini harus terhenti saat sebuah suara dengan santai menyapanya.


“Hemm..!! Apa benar kami lemah, jika begitu buktikan,” ucap Bai An tersenyum kecil.


Bai An yang sedari tadi tidak ikut menyerang alasannya karena ingin melihat dimana letak kelemahan Xiong Zai. Dan yang kedua adalah ia mendapat sinyal panggilan dari Mo Liang Yun jika beberapa saat lagi akan sampai.


Sementara untuk Ancient Blood Demon, ia sudah berada di Dunia milik Xie'er semenjak Bai Chu Ye muncul, artinya ia sudah kembali membawa orang tersebut.


Wuss..!!


Bai An saat ini tidak terpisah lagi dengan senjata Roh Asura, itu karena saat ini senjata tersebut sudah bisa ia pegang karena mendapat asupan yang cukup.


Walau masih kurang untuk membentuk sosok senjata asli pada umumnya, Bai An tetap mampu memegangnya saat ini.


Kini senjata Roh Asura dalam bentuk pedang, Bai An yang lebih menguasai teknik berpedang langsung melakukan gerakan cepat dengan mengayunkan pedangnya.


Wuss..!!


Sebuah bilah melesat dengan kecepatan melebihi cahaya maupun udara.

__ADS_1


Crash..!!


Bahkan Xiong Zai seketika membelalakkan matanya saat melihat lehernya terputus.


Tanpa terasa tubuhnya merinding, walau saat ini ia belum mati.


Sreett..!!


Setelah Xiong Zai menyatukan lehernya, ia kini sedikit ketakutan terhadap Bai An.


Baik di masa lalu dan sekarang, sosok Penguasa Mutlak memang bukanlah lelucon baginya saat ini.


“Sialan, kenapa aku ketakutan,” gumam Xiong Zai dalam hati.


Tugasnya di sini sebenarnya hanya mengikuti pergerakan Bai An dari awal lalu mengirim informasi tanpa di sadari. Tapi setelah ketahuan, ia tentu akan di hukum oleh Wing Zhen.


Jadi ia berniat untuk membawa Bayangan Asura Bai An, karena hal itulah yang di inginkan oleh Wing Zhen saat dari awal ia mengajak mereka untuk berkhianat.


Merekapun akan di bagikan banyak hadiah dan hadiah utamanya adalah kekuatan, seperti saat ini.


...


“Hmm..!! Jika dalam pertarungan maka jangan melamun,” ucap Bai An datar.


Crash..!!


Lagi-lagi kepala Xiong Zai terpotong. Tapi tak lama ia kembali menyatu.


Bai An hanya santai saja saat melihat tubuh Xiong Zai menyatu, sementara Mei Yin, Ling Sui, Ling Feng, Tu Long serta Duan Du kini ingin menggabungkan mereka untuk memusnahkan Xiong Zai.


Mereka yakin dengan gabungan mereka serta di bantu Hukum Api Tu Long dan Duan Du, maka Xiong Zai akan mati.


Bai An yang tahu dari awal hanya membiarkannya saja. Karena ia tidak ingin mencolok saat akan membunuh Xiong Zai nantinya.


Xiong Zai langsung mundur setelah lehernya terpisah kedua kali.


“Sialan ada yang tidak beres dengan orang ini,” gumam Xiong Zai curiga saat Bai An hanya ingin memotong lehernya.


Xiong Zai tentu berikir begitu, karena dengan mudahnya Bai An memotong lehernya. Maka Bai An tentu bisa memotong tubuhnya.


Saat sadar jika tujuan Bai An adalah sebuah inti darahnya, atau jantung yang ia sembunyikan di inti darahnya kini membelalakkan matanya.


Walau hancur jika jantungnya hancur, maka ia akan mati. Xiong Zai yakin jika Bai An saat ini mengetahui dimana ia menyembunyikan jantungnya.


Dengan cepat Xiong Zai membalikkan diri lalu melesat ke arah bukit yang ada danaunya, di danau tersebut ada sebuah kolam darah yang tak lain inti darahnya.


Sementara di dasar danau ada jantung yang terus berdetak.


“Sialan, kapan orang itu mengetahuinya?” Kutuk Xiong Zai ke arah Bai An.


Wuss..!!


Crash..!!


Lagi-lagi leher Xiong Zai terpotong dan bilah pedang Bai An tetap melesat ke arah bukit yang kini sedikit demi sedikit mengikis bukit tersebut.

__ADS_1


__ADS_2