Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Membunuh Wing Zhen dan Sebuah Altar


__ADS_3

Wing Zhen yang sadar berada di Domain milik Bai An sama sekali tak takut, ia kembali melesat ke arah Bai An.


Wuss..!!


Srek..!!


Duar..!!


Saat Wing Zhen muncul di depan Bai An, sebuah celah muncul bersamaan dengan sebuah lesatan cahaya yang langsung menghantam tubuh Wing Zhen tanpa mampu ia hindari.


Urgh.!!


“Sialan bisa-bisanya aku di permainkan oleh Ras rendahan sepertimu,” ucap Wing Zhen kini mulai berubah ke sosok aslinya.


Tubuh Wing Zhen masih layaknya manusia, tapi telinganya terlihat runcing serta kulit bewarna merah gelap.


Mata Wing Zhen terlihat bewarna emas. Ras Wing Zhen yang sesungguhnya adalah 'Half Wolf Vampire' Ras yang tergolong cukup rendah di Dimensi Alam Dewa.


Melihat perubahan Wing Zhen, Bai An langsung mengambil sikap kuda-kuda.


Pedang Bai An ia taruh di belakang bersamaan dengan kaki kanannya, sementara kaki kiri terlihat menekan tanah.


“Teknik Asura.”


“Jalan Keheningan.” Gumam Bai An.


Wuss..!!


Pedang Asura langsung terayun santai ke arah Wing Zhen.


Wing Zhen yang melihat serangan Bai An seolah tidak pernah terjadi apa-apa tahu jika itu hanya tipuan.


Wung..!!


Mata Wing Zhen seketika bersinar terang, tak lama ia melihat sebuah bilah berlambang Asura kini berada di depan matanya.


Duar...!!


Seketika sebuah penghalang bewarna merah muncul menghalangi bilah Asura hingga terjadi ledakan.


Bai An yang melihat itu sedikit memicingkan matanya.


“Itu kekuatan spesial Klan Half Wolf Vampire, sebagian dari mereka memiliki kekuatan spesial bawaan dari lahir dan aku tak menyangka jika bocah ini memiliki Kekuatan Spesial Darah Kaca, pantas juga ia bisa masuk Jajaran 100 Sekte besar di Dimensi Alam Dewa,” ucap Asura Blood cukup santai.


Bai An hanya diam saja, kini pandangannya tak pernah lepas dari Wing Zhen.


Sret..!!


Seberkas cahaya merah muncul di depan Bai An, Bai An dengan cepat mengubah dirinya menjadi bayangan.

__ADS_1


Duar..!!


“Hahaha lumayan juga kau bocah, terlebih Domian ini sepertinya bukan darimu, tapi dari Pedang Asura yang ada di tanganmu,” keserahakan Wing Zhen semakin terlihat jelas, ia kini tampak seperti orang gila haus akan sesuatu.


Blush..!!


Walau tahu jika ini adalah Domian musuh, Wing Zhen terlihat sama sekali tidak takut, itu karena tingkat kultivasinya melebihi apa yang ada di Dimensi ini.


Ia juga masih mempunyai kartu As untuk membuat Bai An mati jika ia tidak bisa menghadapi Pedang Asura, Wing Zhen tahu jika Bai An terikat dengan pedang yang ia incar.


Crash..!!


Bom..!!


Tubuh Wing Zhen seketika tertebas lalu meledak hingga menjadi kabut darah.


Tapi tak lama tubuhnya muncul lagi, di depan Bai An.


Bai An langsung mengayunkan tangannya dengan santai.


Sret..!!


Sebelum pedang Bai An sampai, Wing Zhen lebih dahulu menghilang lalu muncul di belakang Bai An.


Bai An pun langsung melakukan hal yang sama, saat ini Bai An semakin lama merasa peningkatan bertarungnya semakin terasa, ia dapat merasakan alam jauh lebih jelas dari sebelumnya, ia juga merasa tubuhnya seolah menyatu dengan alam maupun Domainnya.


Crash..!!


“Hem,, setelah sekian kali aku menyerangnya, kini aku sadar kelemahannya ada dimana,” gumam Bai An tersenyum kecil.


Wing Zhen yang muncul langsung memasang wajah jelek, ia sadar jika begini terus menerus maka pertarungan mereka tidak akan pernah selesai.


”Sial,, bocah ini sangat cerdas, aku tahu ia mencoba mencari dimana letak inti dantian dan jaantungku berada,” gumam Wing Zhen.


Wuss..!!


“Keserakahan akan membutakanmu menuju kematian tikus kecil, renungilah kesalahanmu,” ucap Bai An dengan nada datar yang kini muncul di depan Wing Zhen.


“Dasar bocah tak tahu diri,” teriak Wing Zhen ingin mencoba mundur saat ia sadar jika Bai An menyadari dimana letak kelemahannya.


“Terlambat,” Bai An seketika menyunggingkan senyum tipis.


Srek.!!


Srek..!!


Domian milik Bai An mengecil lalu memaksa Wing Zhen mendekati Bai An.


Dengan santai Bai An menusuk mata kaki Wing Zhen yang saat ini di ikat oleh sebuah rantai.

__ADS_1


“Sialan kau bocah, jika kau membunuhku maka Master Sekte akan-”


Jlep..!!


“Berisik,” ucap Bai An langsung menghancurkan jantung Wing Zhen.


Bersamaan dengan matinya Wing Zhen, sebuah guncangan tercipta.


Bai An langsung menghilangkan Domainnya lalu melirik ke arah altar yang di katakan tempat pengorbanan untuk kebangkitan Raja Vampire.


“Hemm..!! Ini adalah Altar penghubung menuju Dimensi Alam Dewa, aku tak menduga jika Altar tersebut bisa berada di Dimensi seperti ini,” ucap Asura Blood.


“Lalu kenapa ia bergetar hebat?” Tanya Bai An.


“Hem.!! Altar ini butuh ratusan juta darah untuk mengaktipkannya, jadi selama ini Wing Zhen hanya menipu semua penghuni Dimensi Pusat ini, tujuannya hanya untuk mengaktipkan altar ini sekaligus membunuhmu, lalu ia bawa pergi seorang diri.” Jawab Asura Blood dengan santai.


“Huuff,, jadi bagaimana? Apakah perjalananku ini masih panjang?” Tanya Bai An sedikit menghela nafas.


“Demi keselamatan keluarga dan tentang siapa leluhurmu, maka aku sarankan kau melakukannya, tapi jika kau merasa sudah berat, maka kau bisa menyerahkannya ke keturunanmu. Tapi saat ini aku merasa tidak ada keturunanmu yang memenuhi syarat untuk Pedang Asura ini.”


“Tapi aku merasa kau beruntung ketiga putra putrimu ini memiliki takdir yang tak kalah darimu, dan mereka mungkin harus memulai jalan mereka masing-masing untuk menuju puncak,” ucap Asura Blood tersenyum misterius.


Bai An hanya diam saja, walau banyak yang ingin ia tanyakan. Ia sadar jika Asura Blood pasti tidak akan menjawab dan hanya memberinya petunjuk saja.


“Hah,, ya sudah setelah semuanya tenang, aku akan menuju Dimensi Alam Dewa, tapi seperti yang kau ucapkan tadi, aku sadar akan sesuatu. Yaitu betapa luasnya Dimensi, alam maupun semesta yang belum aku ketahui dan disana pasti banyak kultivator kuat,” ucap Bai An seketika tersenyum tipis.


“Hooh,, aku tak menyangka pikiranmu akan seperti ini Tuan muda,” ucap Asura Blood tersenyum tipis.


Tak lama setelah mereka mengobrol, semua orang yang Bai An kenal atau ikut bertarung kini mulai mendekat.


Wuss wuss..!!


“Hahaha,, siapa dia? Apakah kau mau bermain kejar-kejaran denganku,” teriak Ling Ji kini tertawa terbahak-bahak saat di bawa Gou Han dan yang lainnya.


Bai An yang melihat itu hanya memasang wajah datar saja.


“Haha, Tuan Bai, apakah kau suka cara kami membuat ia gila?” Tanya Gou Long kini menatap Bai An seperti ingin di puji.


Bai An seketika tersenyum tipis sambil mengangguk santai.


“Apa yang aku katakan, Tuan Bai pasti senang, ideku memang berilian,” ucap Gou Long dengan nada bangga menatap semua orang.


Tap tap..!!


“Lalu bagaimana dengan Wing Zhen paman? Dan juga Altar ini?” Pandangan Ling Feng dan yang lainnya seketika mengarah ke Altar yang tampak menjijikkan.


“Hem,, nanti aku jelaskan, lebih baik suruh semua orang menyebar ke seluruh Dimensi untuk memberantas semua yang berkaitan dengan Wing Zhen atau klan Ling yang berkhianat,” ucap Bai An.


Seketika semua bawahan Tu Long maupun para bawahan Mo Liang Yun dan Lo Kai langsung menyebar ke segala arah dengan wajah tersenyum lebar.

__ADS_1


__ADS_2