
Sementara di ruangan VVIP no 07 kini para tetua Klan Diu dan anggotanya berkeringat dingin.
Mereka kini saling melirik, lalu Diu Gu langsung berkata. “Ayo kita pergi dari sini sebelum orang tersebut menyelidikinya, aku merasa orang tadi adalah Penguasa Dunia ini.”
Semua anggota klan Diu mengangguk lalu serempak bangun.
***
Di ruang VIP no 04, saat ini Lao Zhao membelalakkan matanya, ia masih terdiam dalam waktu yang cukup lama.
“Saudara Li,” gumam Lao Zhao atau lebih tepatnya Ling Zhao.
“Jika ia disini, berarti orang tersebut juga ada disini,” gumam Lao Zhao langsung bersemangat, karena tujuannya kesini adalah mencari orang tersebut.
***
Di ruang VVIP no 02, saat ini yang berada disana hanya Duan Du, Bai Han, Tu Long, dan Wudi, untuk Bai An dan Fu Jian, mereka berdua telah masuk dunia jiwa menyusul Ling Wenli dan Lang Zai.
Terlihat Duan Du dan Bai Han saling melirik satu sama lain, Duan Du menyeringai tipis.
“Sudah saatnya Han'er,” kata Duan Du.
“Ehem,, aku tak menduga ada orang bodoh yang memancing amarah seorang ahli mengerikan, jika aku tahu siapa orang bodoh itu, aku pasti akan menertawai nasibnya,” kata Bai Han tertawa melengking.
Diu Gu dan anggotanya yang akan pergi langsung terhenti, mereka semua kini menatap tajam ke arah ruangan VVIP no 02.
“Heng,, seorang bocah bau kencur jangan sok, atau nanti kau akan menerima akibatnya,” dengus Diu Gu.
Bai Han yang mendengar itu langsung menyeringai kecil, walau begitu, wajahnya terlihat sangat imut.
“Haha,, kenapa kau yang ruwet orang tua, aku hanya berkata menertawai nasibnya, tapi malah kau yang ngegas,” kata Bai Han, lalu ia kembali menambahkan. “Atau kau memang dalangnya sehingga kau ngegas,” kekeh Bai Han.
“K.. Kau, anak kurang ajar,” teriak salah satu tetua klan Diu.
“Apa hah,, jika kau berani langsung keluar kita duel,” dengus Bai Han. “Walau kau tua, kau kira aku takut hah.”
Seketika ruangan aula lelang langsung memanas.
Diu Gu langsung menarik tetua klan Diu. “Kita tunggu dia saat keluar dari kota ini,” kata Diu Gu langsung mengajak semua anggota klannya keluar dari Cabang Paviliun Semesta.
Wuss..!!
Bai Han, Duan Du dan Tu Long menyeringai kejam saat melihat kepergian klan Diu.
__ADS_1
Mereka kini sudah dapat menebak siapa yang telah menangkap Lang Zai.
**
Jia Gi Xia kini mulai tersadar dan mulai melanjutkan pelelangan yang sempat terhenti.
Sementara Jia Wei dan Jia Li Ling kini saling menatap, mereka tahu saat ini kelompok Bai An akan pergi.
Namun, saat mereka ingin melangkah, terdengar suara ketukan pintu.
Tok tok..!!
“Nona Wei, ada yang ingin bertemu dengan anda, ia bernama Lao Zhao,” kata seorang pelayan dari balik pintu.
Mendengar itu, Jia Li Ling dan Jia Wei langsung mengerutkan kening bercampur terkejut.
“Suruh beliau masuk,” kata Jia Wei dengan cepat.
Cklek..!!
Tanpa menunggu lama, Lao Zhao dan Lao Diu terlihat masuk.
“Salam Nona Li Ling, salam Wei'er,” kata Lao Zhao tersenyum sopan.
Sementara Jia Wei langsung canggung. “Salam Guru,, maaf murid tidak tahu jika guru ada di sini, sehingga tidak menyambut guru,” kata Jia Wei merasa sedikit bersalah.
“Jangan terlalu sungkan Wei'er, aku kesini hanya ingin bertanya, siapa orang yang ada di balik Ruangan di sebelah kalian?” Kata Lao Zhao tanpa basa basi langsung bertanya.
Jia Li Ling dan Jia Wei terdiam ragu, mereka berdua takut jika memberitahu siapa orang di balik ruangan VVIP no 02, maka Lao Zhao akan memburunya langsung.
Melihat keragu-raguan kedua wanita di depannya, Lao Zhao tersenyum lembut.
“Kalian tenang saja, aku tidak akan berbuat jahat, walaupun aku berbuat jahatpun, aku tidak akan bisa menang melawan orang misterius yang tadi menggunakan Hukum Angin tingkat Dewa,” kata Lao Zhao.
Mendengar itu, Jia Li Ling dan Jia Wei langsung terkejut.
“Apakah orang misterius itu satu kelompok dengan-”
“Benar, aku menduga hal tersebut dan instingku lah yang menduganya, kalian juga tahu jika instingku 99% selalu akurat,” kata Lao Zhao langsung memotong ucapan Jia Li Ling.
Mendengar itu, Jia Li Ling kini semakin yakin untuk meminta bantuan kepada kelompok Bai An, terlebih ia juga sedikit suka melihat sipat Duan Du yang suka memancing emosi orang lain.
Jia Li Ling dan Jia Wei kini saling menatap, lalu mereka berdua bercerita semua yang mereka ketahui tentang siapa orang di balik VVIP no 02, mereka percaya jika Lao Zhao adalah orang baik yang dapat di percaya.
__ADS_1
***
Sementara di Dunia Jiwa.
Lang Zai yang baru sembuh langsung menceritakan semua yang ia jalani selama 2 tahun ini sampai ia bertemu salah satu kelompok yang sangat arogan dan kejam.
Bai An yang mendengar cerita Lang Zai kini tak sadar jika auranya terlepas hingga energi spiritual di lautan jiwanya kepenuhan.
Bam..!!
Bai An langsung menerobos ke Dewa Immortal ⭐ 5 Puncak.
Aura di sekeliling Bai An seketika berubah sejuk, dunia jiwa Bai An juga sedikit berguncang saat ia menerobos.
Ling Wenli langsung melindungi Lang Zai dan Ling Yenrou langsung melindungi semua penduduk dunia jiwa akibat terobosan Bai An.
“Hmm..!! Saat ini aku yakin Du'er, Han'er dan Tu Long sudah mengetahui siapa pelakunya, aku ingin mereka semua menderita,” kata Bai An dengan nada dingin.
Lang Zai yang mendengar itu langsung bersemangat. “Aku ikut, aku ingin memakan setiap inci tubuh orang yang aku telah tandai, aku juga sudah bersumpah akan memakannya,” kata Lang zai dengan mata bersinar terang.
Bai An menggeleng.
“Untuk saat ini kau tingkatkan dulu kekuatanmu, kau juga dapat tenang, aku akan mengubah waktu disini dan di dunia luar, agar saat kau keluar, kau dapat menghadapinya,” kata Bai An.
Lang Zai langsung kecewa, tapi apa boleh buat, ucapan Bai An ada benarnya juga.
“Hmm,, baiklah Tuan muda,” kata Lang Zai dengan nada lesu.
Bai An mengangguk lalu melirik ke arah Ling Wenli. “Tetua Li, kau tahu apa yang kau lakukan agar saudaraku ini kuat bukan?” Tanya Bai An.
Ling Wenli mengangguk dengan tegas. “Serahkan saja pada yang tua ini Penguasa ke 4,” kata Ling Wenli.
Bai An langsung melambaikan tangannya lalu keluar setelah lubang hitam muncul.
Wuss..!!
Bai An yang muncul di depan Bai Han, Duan Du, Tu Long dan Wudi langsung bertanya. “Apakah kalian sudah mengetahuinya?”
“Tentu, orangnya tak lain yang ingin membuat masalah dengan kita,” jawab Duan Du dengan mata bersinar cerah.
“Benar ayah, aku juga yakin jika mereka saat ini sedang menunggu kita,” sambung Bai Han tersenyum polos.
“Hmm hmm..!! Jangan kasih ampun, kita sikat habis saja mereka semua Tuan muda,” kata Tu Long ikut menambahkan dengan nada dingin.
__ADS_1