Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Memasuki Kota Air Tawar


__ADS_3

“Eeh,, tikus kan memang tidak tahu malu. Memang ada tikus yang punya rasa malu?” Terdengar suara Tu Long bertanya dengan nada bingung.


Mendengar itu.


Kelompok Bai An langsung menepuk jidat mereka kecuali Duan Du dan Lang Zai, mereka berdua terlihat menyeringai kecil.


“Hehe aku tak menduga jika kebodohan Paman Tu Long cukup berguna juga untuk membantu memanasi,” kekeh Duan Du dalam hati.


Sementara Komandan penjaga Kota Air Tawar langsung memasang wajah meledak-ledak.


“Tangkap mereka, mereka ini adalah penjahat yang telah menjadi buronan beberapa tahun lalu,” teriak sang Komandan langsung menuding kelompok Bai An adalah seorang buronan.


Duan Du, Tu Long dan Lang Zai seketika menyeringai saat mendengar hal tersebut.


Untuk Bai An, Ling Yenrou dan yang lainnya, mereka langsung menggelengkan kepala saat melihat kebodohan Komandan penjaga Kota Air Tawar.


Wuss wuss..!!


Seketika puluhan penjaga langsung mengepung kelompok Bai An.


“Menyerahlah dengan baik-baik, jangan melawan karena kami tidak akan segan-segan melukai kalian,” kata salah satu penjaga muda.


“Ya elah, kau tidak perlu terlalu baik kepada buronan, langsung siksa saja,” dengus salah satu penjaga yang tadi pertama kali menghentikan kelompok Bai An saat akan memasuki Kota Air Tawar.


Penjaga tersebut langsung menyelimuti pedangnya dengan elemen air.


Dengan cepat penjaga tersebut mengayunkan pedangnya.


“Tebasan Buaya Air.”


Seketika muncul buaya besar yang terbentuk dari elemen airnya.


Goar..!!


Raungan buaya terdengar.


Tak hanya sampai di sana, beberapa penjaga yang terprovokasi oleh penjaga yang menyerang, mereka juga ikut menyerang.


Wuss Wuss..!!


Berbagai bentuk serangan datang dari setiap sudut.


Komandan penjaga langsung tersenyum puas saat melihat para penjaganya yang tidak kenal ampun.


Namun beberapa saat ia terdiam saat melihat Duan Du menghancurkan semua serangan para penjaga hanya dengan lambaian tangan saja.


Duan Du saat ini terkekeh kecil sambil memandang ke arah Komandan penjaga.


Sementara Tu Long dan Lang Zai langsung menghilang.


Wuss..!!

__ADS_1


Wuss..!!


Argghh!


Argghh!


Seketika terdengar jerit teriakan.


Komandan penjaga langsung melihat beberapa penjaga yang menyerang kelompok Bai An kini mati dengan tubuh tak utuh, itu karena mereka semua mati di makan oleh Tu Long dan Lang Zai.


“Ka.. Kau, apa yang kalian lakukan kepada para penjaga? Jika pemimpin kota mengetahuinya maka kalian semua akan di bunuh,” teriak Komandan dengan nada ancaman.


“Hehe,, kau tenang saja, ia juga akan mati menyusul jika memiliki sifat seperti dirimu,” kekeh Duan Du kini muncul di depan Komandan penjaga.


Crash..!!


Tubuh Komandan penjaga langsung terbelah menjadi dua.


Setelah itu pandangan Duan Du mengarah ke 4 penjaga yang tersisa.


Keempat penjaga tersebut kini bergetar ketakutan saat melihat Komandan mereka dan beberapa penjaga mati dengan sekejap mata.


“Hmm..!! Apa yang akan kita lakukan kepada mereka berempat kak? Aku merasa sifat mereka tidak buruk juga sebagai seorang penjaga.” Tanya Duan Du sambil melirik ke arah Bai An.


“Hmm! kau benar juga, mereka berempat masih mempunyai sisi kebaikan, jadi lebih baik kita bebaskan saja,” sambung Lang Zai sambil melirik Bai An dengan harapan.


Bing Hou, Fu Jian juga ikut membenarkan ucapan Lang Zai.


Untuk Tu Long, ia kini terlihat meneteskan air liurnya, ia tidak peduli mau baik atau jahat, selagi mereka menyerang kelompok mereka, maka Tu Long sudah menganggapnya sebagai musuh.


Huuf..!!


Setelah menghela nafas, Bai An melambaikan tangannya.


Wuss..!!


Bom bom bom bom..!!


Tubuh keempat penjaga tersebut langsung meledak hingga tak tersisa.


“Kalian ini hanya melihat dari sisi samping saja, jika kalian menyelidiki dengan benar maka kalian pasti akan marah,” kata Bai An sambil melempar sebuah batu.


Bom bom bom bom.!!


Batu tersebut langsung meledak.


Beruntung Ling Yenrou melapisi batu tersebut menggunakan energinya saat meledak. Jika tidak di lapisi maka ledakan akan terdengar oleh penduduk kota Air Tawar.


Wajah Lang Zai, Bing Lou, Hu Hong Meng dan Fu Jian menjadi gelap.


Mereka tak menyangka akan hal tersebut, jika Bai An tidak cepat, mereka yakin keempat penjaga tersebut akan melempar batu itu ke arah mereka saat mereka lengah. Walau mereka tidak terluka, tapi mereka yakin masalah akan menjadi rumit saat terdengar suara ledakan.

__ADS_1


Bai An, Ling Yenrou dan Duan Du yang telah menyadari adanya kesalahan dari awal biasa-biasa saja.


“Hmm,, Bing Lou, aku marasa jika orang yang akan kau cari ini memiliki sedikit masalah yang tidak bisa ia selesaikan dengan orang-orang pribumi. Jadi bagaimana tanggapanmu?” Tanya Bai An mencoba untuk memastikan, apakah tepat Bai An menjadikan Bing Lou keluarganya atau tidak.


Bai An memang mengakui sisi baik Bing Lou, tapi jika terlalu baik itu bisa-bisa akan menjadi bumerang baginya suatu hari nanti.


Bing Lou yang mendengar itu kini terdiam, ia sadar akan maksud pertanyaan Bai An ini dan ia tahu jika jawabannya ini akan menjadi penentu Apakah ia akan di asingkan dan di ajar beberapa hal atau tetap ikut kelompok Bai An mengarungi Alam Semesta.


“Ini menjadi pelajaran bagi ku Tuan muda, aku kini menjadi terbuka dan aku ingin bersama Tuan muda agar aku bisa menjadi sosok yang tegas dalam mengambil sikap,” ucap Bing Lou dengan nada tegas.


Bai An mengangguk santai, ia kini melirik ke arah Lang Zai yang memiliki banyak perubahan. Tapi Bai An tak bisa menyalahkan Lang Zai yang mencoba mengikuti sifat Duan Du yang licik.


Lalu pandangan Bai An mengarah ke Hu Hong Meng dan Fu Jian.


“Huuf,, mereka mempunyai sifat yang berbeda-beda dan aku tentu tidak boleh egois untuk memaksa mereka mengubah sifat mereka,” gumam Bai An dalam hati.


“Mari kita masuk,” ajak Bai An dengan nada santai.


Semua orang langsung mengangguk santai.


Wuss wuss wuss..!!


Saat akan melewati perisai.


Bai An dengan santai merobek perisai menggunakan energi semesta agar tidak bisa di deteksi oleh pemimpin kota.


Tap tap..!!


Beberapa saat kemudian.


Bai An dan yang lainnya mendarat tepat di padang rumput setinggi 10 cm. Sejauh mata memandang mereka melihat padang rumput yang di hiasi oleh pegunungan yang sedikit unik.


Pegunungan-pegunungan tersebut tidak memiliki pohon, melainkan di tumbuhi oleh bambu.


Pemandang ini cukup menyejukkan bagi Bai An dan yang lainnya.


Hanya Ling Yenrou, Hu Hong Meng dan Bing Lou yang biasa saja, karena mereka sudah biasa akan hal tersebut.


Setelah melihat pemandangan beberapa saat. Bai An dan yang lainnya melanjutkan perjalanan ke arah selatan.


Wuss..!!


10 menit berlalu, saat ini Bing Lou yang menjadi petunjuk jalan telah mendarat di pusat kota.


Tap tap..!!


Dengan santai mereka berjalan tanpa di halangi oleh para penjaga.


Walau tidak di halangi, terlihat para penjaga yang memiliki kecurigaan langsung menghubungi pihak tertentu.


Bai An dan yang lainnya hanya cuek saja karena tidak mempunyai masalah untuk saat ini.

__ADS_1


__ADS_2