
“Kenapa kalian diam saja, ayo bawa kami pergi bersenang-senang.” Ucap Xie'er cemberut.
Tubuh Mo Liang Liu dan Mo Denshan seketika menegang, dengan cepat mereka menekuk lutut sambil menundukkan kepala agar Xie'er bisa menaiki mereka.
Tapi Bai Chu Ye langsung menegur. “Jika kita menggunakan mereka kapan akan sampainya,” dengus Bai Chu Ye.
Xie'er menaikkan sebelah alisnya sambil berdecak pinggang. “Dasar kakak bodoh, tinggal melepas segel mereka, begitu saja kok repot,” ucap Xie'er dengan nada mengejek.
Wajah Bai Chu Ye kini berkedut-kedut, ingin rasanya ia menjitak kepala adiknya ini. Tapi ia sedikit takut jika adiknya marah, ia sendiri tidak yakin bisa melawan adiknya saat marah.
Melihat Ye Gegenya diam, Xie'er tersenyum penuh kemenangan. Xie'er yakin jika kedua Iblis di depannya ini tidak berani melukai mereka jika ia melepaskan segel yang di tanamkan oleh ayahnya.
Xie'er juga sadar jika kedua iblis ini takut kepadanya. Xie'er tentu saja senang melihat keduanya merasa takut. Jadi ia bisa bangga terhadap ayahnya nanti.
Tapi satu hal yang tidak di ketahui, jika mereka kesana nanti, ada sebuah kejutan bagi jiwa iblis yang tak lain Jendral Mo Hung.
Tanpa menunggu waktu lama, Xie'er langsung menghilangkan segel yang telah di tanamkan ayahnya.
Entah kenapa Xie'er bisa tahu cara membuka segel yang sangat kuat tersebut. Yang pasti Xie'er tiba-tiba mengetahuinya setelah keluar dari Hutan Berkabut.
Blush..!!
Sedikit aura iblis langsung bocor dari tubuh Mo Liang Liu dan Mo Denshan.
Pletak..!!
Mo Lian Liu dan Mo Denshan seketika meringis saat kepala mereka di pukul oleh Xie'er.
“Apa kau menantangku dengan membocorkan auramu hah?” Wajah Xie'er sedikit mengganas.
Glek..!!
Mo Lian Liu dan Mo Denshan langsung menelan ludah mereka melihat wajah Xie'er.
Mungkin bagi orang yang belum mengenal sifat Xie'er akan merasa lucu dan gemas saat melihatnya. Tapi jika mereka sudah mengenalnya maka mereka ingin sekali menjauhi Xie'er sambil membenamkan kepala mereka ke tanah.
“Xie'er, mereka ini tidak sengaja. Jangan terlalu berlebihan. Lebih baik kita langsung berangkat,” ucap Bai Chu Ye mencoba menengahi.
__ADS_1
Heng..!!
Bai Chu Ye hanya mendengar suara dengusan saja dari adiknya ini.
Xie'er memang susah di atur, hanya Bai An dan Bai Han saja yang bisa mengaturnya.
***
Di tempat Mu Xia'er, Chu Jia, Mu Gia dan Jia Li Ling. Mereka kini saling memandang saat merasakan aura iblis.
“Apa kalian merasakannya juga?” Tanya Mu Gia.
“Iya ibu, kami merasakannya?” Jawab semuanya serempak.
“Tapi aku sedikit familiar dengan aura ini, aura ini mirip dengan milik kedua iblis yang saat ini sedang bermain dengan kedua anak-anak,” ucap Mu Xia'er melirik ke arah ibu, Chu Jia dan Jia Li Ling.
“Jika begitu,” Chu Jia menghentikan ucapannya sambil memandang Mu Xia'er.
Tapi dengan cepat Mu Xai'er menepis pikiran Chu Jia. “Itu tidak mungkin, mereka berdua tidak akan bisa melepaskan segel yang An Gege tanamkan, terlebih ada Ye'er dan Xie'er bersama mereka, jika keduanya melakukan hal mencurigakan, kedua anak-anak pasti akan mengabari kita,” ucap Mu Xia'er menggelengkan kepalanya.
“Lalu aura iblis mana ini Jie jie?” Tanya Jia Li Ling.
“Aku tidak tahu, mungkin ini hanya perasaan kita saja, tidak mungkin ada iblis di sini, jikapun ada. Maka mereka pasti datang berkelompok, dan jika pun sendiri, tidak mungkin ia mengekpor auranya.”
Seketika semua wanita tersebut terdiam.
Tap tap..!!
Ling Dong datang dengan wajah sedikit gelap. “Cucu-cucu ku kabur bersama kedua iblis itu. Entah bagaimana bisa Xie'er bisa membuka segel yang di tanamkan oleh An'er-”
“Apa? Ba..Bagaimana bisa kedua anak itu membuka segel? Itu tidak mungkin dan juga mereka begitu berani,,!!” Mu Xia'er langsung memotong ucapan Ling Dong sambil memijit kepalanya.
“Anak ini semakin hari semakin nakal, ini akibat di manjakan oleh ayah mereka,” dengus Mu Xia'er kini mulai marah-marah.
Mu Gia hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat putrinya ini.
“Xia'er aku tahu kau khawatir, tapi dengan kau marah-marah tidak jelas, itu tidak akan bisa menyelesaikan masalah,” ucap Mu Gia langsung menepuk punggung putrinya sembari berusaha menenangkan.
__ADS_1
Setelah tenang, kini mereka langsung berdiskusi. Setelah 30 menit berlalu, kini mereka berpencar ke dua arah, yang satu menuju Gunung Rinjani, yang satunya mengejar Xie'er dan Ye'er.
***
Saat ini Dewi Anjani dan Tu Long masih saling melirik dengan ganas.
Tapi tak lama, mereka semua memandang ke arah kejauhan.
“Jiwa Iblis yang cukup kuat, tapi kenapa mereka tidak langsung masuk dan malah mengirim jiwa mereka kesini?” Ucap Bai An heran.
“Ooh,, aku lupa memberitahumu tentang sejarah Bumi ini,” ucap Nyi Roro Kidul kini mulai membuka suara.
Nyi Roro Kidul langsung mencerikan garis besar sejarah Bumi.
Tentu saja Bai An, Duan Du, Bai Han dan Tu Long sedikit terkejut, mereka tidak menyangka jika Bumi ini sudah ada lebih dulu sebelum Dimensi klan Bai di ciptakan.
“Jika begitu, maka tempat ini akan sangat cocok untuk keluarga kita tinggali jika mereka ingin hidup tenang,” ucap Bai An tersenyum tipis.
”Eeh,, jangan bilang ayah akan meninggalkan ibu di sini?” Tanya Bai Han membelalakkan matanya.
“Tentu saja, karena jika mereka ikut, itu akan membahayakan mereka, kita juga tidak mungkin akan selalu bisa melindungi mereka,” bukan Bai An yang menjawab, melainkan Duan Du, ia tentu sangat setuju meninggalkan istrinya di sini. Jadi ia mendukung penuh Bai An.
“Benar, di Dimensi Pusat, sangat banyak orang bisa merobek Dunia Jiwa Tuan muda, jadi lebih aman mereka ada di sini,” sambung Tu Long membenarkan.
Bai Han hanya diam, ia melihat ke arah ayahnya, karena yang ia butuh jawaban dari ayahnya. Bukan dari para penghasut di sampingnya ini.
“Hmm..!! Apa yang kedua paman mu ini ucapkan benar Han'er. Tapi ayah tidak akan memaksa mereka tinggal di sini, jika mereka ingin ikut maka ayah akan membawa mereka,” ucap Bai An langsung menjawab pertanyaan putranya ini.
Setelah itu pandangan Bai An mengarah ke Dewi Anjani dengan senyum tipis.
“Sudah di tetapkan sesuai janji, kau kini memiliki hutang jawaban dari ku, dan untuk saat ini aku akan pergi dulu, nanti saat kembali kau harus menjawab semua pertanyaanku.”
Tanpa menunggu jawaban dari Dewi Anjani, Bai An langsung menghilang bersama para saudara dan putranya.
“Sialan, kenapa bisa aku di jodohkan dengan Monster jelek dan kurang ajar itu,” teriak Dewi Anjani dengan kesal.
“Aku bisa mendengar teriakanmu dasar Ular betina jelek,” balas sebuah teriakan yang berpusat hanya menuju Gunung Rinjani saja.
__ADS_1
Dewi Anjani Semakin kesal saat mendengar ejekan dari Tu Long.