
“Heh,, dasar bodoh, siapa juga yang akan memberikanmu kesempatan untuk menyerangku,” ejek Bai Han sambil mengayunkan pedangnya dan di arahkan ke leher pemimpin menara.
Wung..!!
Crash..!!
Wuss wuss..!!
Dua bilah pedang langsung melesat ke arah Pemimpin Menara.
Dengan cepat pemimpin Menara mengayunkan tinjunya dua kali dan di arahkan ke kedua bilah pedang Bai Han.
Wung..!!
Bom bom..!!
Tidak ingin menyerah, Bai Han muncul tepat di belakang musuhnya saat memanfaatkan momen musuh menyerang kedua bilahnya.
Dret..!!
“Gerakan ketiga, tebasan surgawi,” gumam Bai Han dalam hati.
Slash..!!
Duar..!!
Argh..!!
“Dasar bocah sialan, akan ku cabik-cabik tubuhmu,” teriak pemimpin menara kini membalik badannya ke arah Bai Han berada.
Walau ia tidak terluka karena memiliki kekuatan fisik luar biasa kuat serta memiliki armor transparan. Tentu saja pemimpin Menara merasa di rendahkan karena ia berhasil di serang.
Tepat saat Pemimpin menara membalik badan, Bai Han sudah tidak berada di tempatnya.
Wung..!!
Mendengar suara dengungan, dengan cepat pemimpin menara mengayunkan tinjunya ke arah atas secara acak.
Duar..!!
Namun saat melihat tidak terjadi apa-apa, pemimpin menara kini melihat ke arah sekelilingnya. Ia kini tidak menemukan keberadaan Bai Han dimanapun, walau ia menggunakan indranya sekalipun.
Merasa di permainkan sedemikian rupa, Pemimpin Menara pun sudah tidak tahan lagi.
Dari pertama bertemu Bai Han, Pemimpin Menara telah mencoba menahan diri, karena ingin menangkap Bai Han hidup-hidup. Tapi kini ia sudah tidak peduli lagi.
“Keluar kau bocah sialan, jangan menjadi pengecut dengan bersembunyi,” teriak Pemimpin Menara, suaranya sangatlah keras hingga di dengan oleh Du Ling serta yang lainnya.
Sementara Bai Han yang bersembunyi di balik kabut pun tersenyum kecil.
“Ayo luapkan emosimu, semakin kau marah, maka semakin jelas terlihat kelemahanmu,” gumam Bai Han terlihat masih tidak ingin memunculkan dirinya.
Merasa tidak di tanggapi oleh Bai Han, kini terlihat wajah pemimpin menara memerah hingga asap mengepul di seluruh tubuhnya.
Blush..!!
Wung..!!
Bom bom bom..!!
Dengan gila pemimpin menara menyerang ke segala arah, berharap ia mengenai Bai Han yang ia yakini bersembunyi di dekat dirinya.
Huh huh huh..!!
Hingga 10 menit berlalu. Pemimpin menara yang tidak sadar telah mengeluarkan segenap kekuatannya untuk mengamuk, kini mulai melemah.
Wung..!!
Tepat saat itu juga, Bai Han muncul di atas kepala pemimpin menara.
Dret..!!
__ADS_1
Kaki Bai Han terayun dengan santai ke arah kepala musuhnya.
Bam..!!
Duar..!!
Urgh..!!
Pemimpin Menara yang terkena serangan Bai Han pun terlempar jauh hingga menghancurkan setiap puing-puing kapal dan berhenti setelah ribuan km.
Dret..!!
Dalam sekejap Bai Han kembali muncul dan hendak mengayunkan pedangnya. Namun dengan cepat Bai Han menarik kembali pedangnya lalu memutar tubuhnya.
Duar..!!
“Sial, kau cukup jeli juga bocah,” dengus Pemimpin menara kini menatap Bai Han.
“Sial, aku tak mengira jika ia cukup cerdas juga dan berpura-pura lengah,” gumam Bai Han kini menatap.tajam pemimpin menara.
Sama halnya dengan pemimpin menara, tatapan matanya saat ini serius ke arah Bai Han.
“Dia sangat cerdas, salah sedikit, aku yakin akan langsung mati,” gumam Pemimpin Menara dalam hati.
Dret..!!
Dret..!!
Setelah bergumam satu sama lain, Bai Han dan Pemimpin Menara pun langsung menerjang serempak.
Wung..!!
Bom bom bom bom..!!
Keduanya kini terlihat saling meninju satu sama lain, dan keduanya juga tidak memegang senjata saat ini.
Terlihat jika mereka berdua ingin bertarung dengan tangan kosong.
Dengan cepat Bai Han memiringkan kepalanya menghindari tinju musuhnya yang sangat mirip dengan sebuah pedang.
Crash..!!
Walau sudah menghindar, tetap saja pipi Bai Han kini menyemprotkan darah akibat terkena serpihan tinju musuhnya.
Setelah menghindar, Bai Han pun melakukan serangan balasan, tangan kiri Bai Han kini terayun mengarah ke wajah musuhnya.
Wung..!!
Bam..!!
Saat Tinju Bai Han akan sampai wajah musuhnya, Bai Han dengan cepat mengubah arah serangannya ke perut musuhnya.
Tapi musuhnya sudah sadar akan hal tersebut sehingga menahannya dengan kedua tangannya.
“Hoho,, tidak semudah itu kau mendaratkan serangan-”
Bam..!!
Belum selesai Pemimpin Menara bicara, entah sejak kapan kaki Bai Han muncul tepat di depan mulut musuhnya dan menghempaskannya.
Bom bom bom..!!
Blush..!!
“Sialan,” raung pemimpin menara langsung bangkit sambil mengeluarkan auranya.
Wuss..!!
Wung..!!
Bai Han dengan cepat muncul dari depan musuhnya sambil mengayunkan kaki kirinya, bersamaan dengan itu, tangan kanan Bai Han juga ikut terayun dari bawah ke atas.
__ADS_1
Pemimpin menara yang melihat itu, langsung menyilang kedua tangannya untuk bertahan.
Tapi saat ia menyilang kedua tangannya sambil menutupi wajahnya, ia pun tidak merasakan adanya serangan.
Dan saat pemimpin Menara mengangkat kepalanya. Bertepatan dengan itu Bai Han kembali mengayunkan tinjunya sambil tersenyum tipis.
Wuss..!!
Bom..!!
Argh..!!
Darah seketika menyemprot dari mulut Pemimpin Menara.
Tidak berhenti sampai di sana, memanfaatkan banyak celah dari musuhnya. Dengan ganas Bai Han menyerang musuhnya.
Bom bom bom bom..!!
Argh..!!
Jerit teriakan terus menerus terdengar menggema. Saking kerasnya suara jerit teriakan tersebut, semua orang kini menghentikan pertarungan mereka lalu mengalihkan pandangan ke arah pertarungan Bai Han melawan pemimpin menara.
“I..Ini,” gumam semua orang, mereka sama sekali tidak menyangka jika pemimpin menara saat ini di hajar habis-habisan tanpa memberikan serangan balasan.
Dret..!!
Dengan cepat Bai Han kini menarik tinju kanannya dari bawah, lalu mengayunkannya ke atas.
Wuss..!!
Bom..!!
Tinju Bai Han langsung tepat mengenai dagu musuhnya hingga membuat musuhnya pingsan.
“Hemm..!! Dia memang lebih kuat untuk basis kultivasi dari putra paman Chen, tapi jauh lebih lemah jika dalam pertarungan,” gumam Bai Han dalam hati.
Dret..!!
Bam..!!
Untuk berjaga-jaga, Bai Han pun menghancurkan Dantian pemimpin menara lalu menyegel tubuhnya.
“Baiklah, sudah sele-” wajah Bai Han seketika berubah jelek saat ia merasakan perasaan menyakitkan di jantungnya saat ini.
“Semuanya, cepat ikuti aku bergerak ke arah Barat dan tinggalkan sebagian untuk berjaga-jaga di sini” teriak Bai Han langsung memasukkan tubuh pemimpin menara ke dalam dunia jiwanya, lalu ia melesat ke arah Barat tempat Bo Wuhan, Bai Ha, Bai Hu, Lan Yuheng, Bai Da Xing, Lang Zai dan Pixiu berada.
Wuss..!!
Du Ling, Meng Le Feng, Yu Feng, Ling Feng dan beberapa dari pasukan Benua Langit seketika saling melirik satu sama lain.
Tak lama setelah itu, sebagian dari mereka dengan cepat mengejar Bai Han yang melesat lebih dulu.
...
Wuss..!!
Wuss..!!
Menggunakan kecepatan penuhnya, Bai Han kini terlihat memasang wajah gelap dari waktu ke waktu. “Semoga aku tidak terlambat, perasaan ini sangat mirip dengan perasaan dimana aku kehilangan ayah dan paman serta yang lainnya.” Gumam Bai Han dalam hati.
Tanpa sadar juga Bai Han kini meneteskan air matanya karena menyalahkan dirinya.
“Sial, jika saja aku tidak menyuruh mereka untuk berpisah, semua ini pasti tidak akan terjadi,” teriak Bai Han tanpa sadar.
“Akan ku hancurkan kau jika terjadi sesuatu terhadap mereka. Jin Yuanhu,” raung Bai Han menggelegar.
Di pintasan kepala Bai Han saat ini hanyalah Jin Yuanhu, karena dialah orang yang mengincar dirinya dan keluarganya saat ini.
Wuss..!!
Wuss..!!
__ADS_1