Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Strategi Duan Du Melawan Musuh


__ADS_3

“Mati,” teriak Duan Du dengan senyum provokasi.


Wuss..!!


Bom..!!


Tubuh pemuda tersebut langsung terlempar.


Dret..!!


Dengan cepat Duan Du muncul di tempat murid Sekte Sisik Naga yang ia pukul.


Tangan Duan Du langsung berubah menjadi bayangan.


“Bayangan Penghisap Energi,” gumam Duan Du.


Wuss..!!


Tubuh murid Sekte Sisik Naga langsung berubah menjadi abu hitam.


Melihat apa yang di lakukan oleh Duan Du, penetua Sekte Sisik Naga dan beberapa tetua Klan langsung berteriak.


“Dasar sialan, aku akan membunuhmu,” teriak Penetua Sekte Sisik Naga dan beberapa tetua klan besar.


Wuss..!!


Bom..!!


Namun sebelum mereka sampai, tubuh mereka seketika terlempar, hanya penetua Sekte Sisik Naga saja yang terlihat mundur beberapa langkah.


“Kau.” Tunjuk penetua Sekte Sisik Naga menunjuk Bo Wuhan.


Kekuatan Bo Wuhan kini telah mencapai Dewa Surgawi ⭐ 3 Puncak, sementara kekuatan Penetua tersebut berada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 4 Awal.


Ia cukup terkejut saat merasakan kekuatan Bo Wuhan setara dengan dirinya.


Tapi ia seketika tersenyum saat sadar jika para tetua klan besar kini bersamanya. Walau kekuatan mereka yang paling tinggi berada pada tingkat Dewa Surgawi ⭐ 3 Ahir, ia yakin para tetua ini bisa ia manfaatkan untuk membuat Bo Wuhan kalah tanpa menerima kematian.


Khehehe..!!


Bo Wuhan langsung langsung memamerkan giginya, air liurnya kini berjatuhan ke jubahnya.


Dret..!!


Setelah tertawa menyeringai, Bo Wuhan langsung melesat ke arah yang terlemah, karena instingnya merasa jika yang terlemah hanyalah pengganggu.


Crash..!!


Bom..!!


Tubuh salah satu tetua klan menengah langsung hancur, tidak berhenti sampai di sana. Bo Wuhan kembali bergerak cepat kesana kemari sambil mengayunkan kapaknya.


Crash crash crash..!!


...


Penetua Sekte Sisik Naga yang melihat itu sedikit merinding. “Kecepatannya melebihi diriku, sial. Jika begini aku akan menggunakan bocah itu sebagai sandera.”


Tanpa memikirkan para tetua klan besar dan yang lainnya, Penetua Sekte Sisik Naga langsung melesat ke arah Duan Du yang bahkan lebih sadis menyiksa musuhnya.


“Sial, apa-apaan mereka berdua ini, mereka bukan manusia,” teriak Penetua Sekte Sisik Naga dalam hati.


Tangan Penetua Sekte Sisik Naga langsung mengeluarkan cahaya, tak lama sebuah pedang muncul.

__ADS_1


Wuss..!!


Tap tap..!!


Dengan cepat Penetua Sekte Sisik Naga menghentikan pergerakannya saat melihat senyum Duan Du yang mengarah ke arahnya.


Instingnya mengatakan jika ia lebih pergi dari sini dari pada berhadapan dengan pemuda yang sedang membantai murid-murid Jenius Sekte dan Jenius Klan.


Entah mengapa kata hatinya kini jauh lebih takut kepada Duan Du dari pada Bo Wuhan.


“Sialan, dia hanya bocah yang memiliki tingkat kultivasi Dewa Surgawi ⭐ 2 Ahir, mengapa aku harus takut,” gumam Penetua Sekte Sisik Naga kembali bergerak.


...


Duan Du yang baru saja memukul musuhnya hingga terluka parah kini menghisap energi musuhnya hingga menjadi abu hitam.


Energi yang Duan Du hisap ia kumpulkan di ruang jiwanya dan niatnya ia ingin melakukan trobosan beruntun setelah memanen semua energi musuhnya.


Wung..!!


Duar..!!


Melihat serangannya hanya mengenai tanah, wajah Penetua Sekte Sisik Naga menjadi jelek.


Tatapan Penetua tersebut langsung beralih ke tempat dimana Duan Du muncul.


“Hehe,, tunggu giliranmu pak tua,” ejek Duan Du kembali menghilang.


Dret..!!


Duan Du kembali muncul di depan beberapa musuhnya yang telah di lumpuhkan oleh bayangannya.


Wuss..!!


Wuss..!!


“Sialan, berani sekali dua keparat ini mengabaikanku.”


Duar duar..!!


Karena tidak tahan, Penetua Sekte Sisik Naga langsung mengeluarkan semua auranya.


Kota besar tempat mereka bertarung, tepatnya berada di wilayah pusat langsung hancur setengahnya.


Duan Du dan Bo Wuhan langsung mundur cukup jauh saat melihat penetua sekte Sisik Naga mengamuk.


Wajah keduanya langsung menyeringai saat merasa provokasi mereka telah berhasil.


“Hoho,, walau kau idiot, aku tak menduga jika kau mendengar ucapanku juga yang menyuruh membunuh musuh dari yang terlemah lebih dulu,” ejek Duan Du melirik Bo Wuhan.


Bo Wuhan hanya mengangguk-angguk sambil meneteskan air liurnya di sertai tubuh bergetar.


Bam bam..!!


Pandangan Duan Du beralih ke Penetua Sekte Sisik Naga saat melihat ia kini mendekat. Dan setiap kali ia melangkah, suara ledakan di sertai guncangan terasa.


“Apa kau siap,” ucap Duan Du kembali melirik Bo Wuhan.


Hem hem..!!


Bo Wuhan hanya mengangguk lemas saat melihat apa yang ada di tangan Duan Du.


“Pegang punggungku, karena ini adalah awal kita akan di buru dan kau pasti akan lebih senang bukan jika musuh yang jauh lebih kuat mendatangi kita.” Ucap Duan Du menyeringai tipis.

__ADS_1


Bo Wuhan kembali bersemangat, dengan cepat ia memegang pundak Duan Du.


Bam..!!


Urgh..!!


“Sialan si idiot ini,” gumam Duan Du, lalu ia melirik ke arah Penetua Sekte Sisik Naga dengan senyum provokasi.


“Hehe,, pak tua, kita akan bertemu lagi beberapa hari kedepan,” kekeh Duan Du.


Blush..!!


Duan Du langsung menghancurkan Token teleportasi yang ada di tangannya.


Sementara Penetua Sekte Sisik Naga seketika melesat saat tahu jika Duan Du akan melarikan diri.


“Sialan, setelah membunuh semua murid dan tetua, kau ingin kabur. Tidak akan ku biarkan,” teriak Penetua Sekte Sisik Naga.


Dret..!!


Percikan api langsung muncul dari sisi pedang milik Penetua Sekte Sisik Naga.


“Mati.” Teriak Penetua tersebut langsung mengayunkan pedangnya setelah berjarak 20 meter dari Duan Du dan Bo Wuhan.


“Dadah pak tua,” ejek Duan Du.


Slash..!!


Bom..!!


Duar..!!


Tebasan yang berelemen api dan hukum api dari penetua sekte Sisik Naga terlihat membuat jurang yang cukup dalam dan panjang. Bahkan saking panjangnya, bekasnya terlihat sampai ke luar Kota.


Wajah penetua Sekte Sisik Naga seketika berubah jelek dari waktu ke waktu.


Dari sekian banyak orang yang datang bersamanya, hanya ia saja yang masih hidup. Ini adalah penghinaan baginya. Baru kali ini ia merasakan terhina seperti ini.


Wuss wuss..!!


Wuss wuss..!!


Tak lama setelah kepergian Duan Du dan Bo Wuhan. Beberapa ahli dari berbagai klan besar dan sekte menengah datang ke tempat terjadinya pertarungan.


Ada juga dua ahli dari Sekte Sisik Naga muncul di samping kiri kanan Penetua Sekte Sisik Naga.


“I..Ini, apa yang sebenarnya terjadi? Tidak mungkin jika kalian semua bertarung melawan Bo Wuhan seorang bukan?” Tanya Penetua Sekte Sisik Naga dengan jubah biru hitam. “Dan juga, dimana para murid yang datang bersamamu?” Sambung Penetua berjubah biru hitam.


Tentu mereka tidak tahu jika para murid sekte dan klan sudah di buat menjadi abu oleh Duan Du dan mungkin mereka tak akan percaya jika mendengar cerita saja tanpa melihatnya dengan mata kepala sendiri.


“Mereka semua mati.” Ucap penetua sekte Sisik Naga yang menjadi lawan Duan Du. Nada suaranya sangatlah dingin di sertai kebencian.


Mendengar itu, kedua penetua tersebut membelalakkan matanya. Bukan hanya mereka saja, bahkan semua penetua sekte tingkat menengah dan tetua klan besar ikut membelalakkan mata tak percaya.


“Jangan bicara omong kosong Penetua Sung,” ucap penetua berjubah biru hitam.


***


Dret dret..!!


Jauh dari wilayah kota-kota besar, muncul lubang bewarna hitam di langit-langit.


Tap tap..!!

__ADS_1


Tak lama Duan Du dan Bo Wuhan muncul dengan seringai lebar.


__ADS_2