Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Chapter 147. Duan Du Naik Tingkat dan Membunuh Iblis Darah


__ADS_3

“Bagaimana Han'er, apakah kami perlu turun tangan?” Tanya Tu Long tersenyum lebar.


Wajah Bai Han seketika berubah menjadi cemberut.


Hal tersebut membuat Duan Du dan Tu Long langsung merinding karena ada yang tidak beres dari wajah Bai Han.


“Paman, apa kalian ingin menindas anak kecil,” ucap Bai Han kini dengan mata berkaca-kaca.


“Awas saja nanti akan Han'er-”


“Ah,, aku lupa jika harus melihat keadaan sekitar sambil membuat beberapa penghalang agar Iblis tersebut tidak bisa melarikan diri,” ucap Duan Du langsung memotong ucapan Bai Han.


Dengan cepat Duan Du melesat.


Wuss..!!


Sementara Tu Long terdiam sambil memikirkan apa alasan yang ia buat.


“Ah,, aku lupa jika harus melihat iblis tersebut lalu menghajarnya karena telah membuat Han'er ku takut,” seketika Tu Long mendapat secerah harapan agar bisa pergi dari Bai Han.


Wuss..!!


“Hehe,, enak saja mau membuatku terus bekerja,” gumam Bai Han tertawa dalam hati.


“Han'er juga manusia butuh istirahat,” sambung Bai Han kini mencari tempat nyaman untuk tidur.


Karena kebiasaan selalu tertidur, jadi Bai Han dalam satu hari harus tidur layaknya manusia fana, walau hanya beberapa menit saja.


***


Sementara Iblis Darah yang merasa terusik seketika bangun dan tidak sengaja mengeluarkan sedikit auranya.


Walau begitu, itu mampu di rasakan oleh beberapa orang yang tak lain Bai Han, Tu Long, Duan Du, Dong Han dan Han Fu.


Iblis Darah yang memiliki bentuk kulit seperti darah, kini membuka matanya.


“Dasar budak-budak bodoh, mengapa menghadapi semut saja kalian tidak bisa,” dengus Iblis Darah.


Seketika Iblis Darah berdiri di ruang bawah tanah.


Tinggi Iblis sekitar mencapai 10 meter, namun tanduknya hanya 7.


Perlu di ketahui, lebih sedikit tanduk iblis, maka ia akan jauh lebih kuat.


Di setiap sisi tubuh Iblis Darah, terlihat seperti duri yang melengkung ke atas, itu mirip seperti tanduk, namun lebih kecil.


“Heng,, sepertinya budak-budak bodoh itu kalah,” gumam Iblis Darah yang kini berniat pergi. Karena tidak ada gunanya ia turun tangan jika budak yang selalu memberikannya darah sudah mati.


Saat Iblis Darah akan pergi sebuah altar, ia tiba-tiba melihat pandangan berbeda di sertai bahaya mengancam nyawanya kapan saja.


“Ilusi,” gumam Iblis Darah kini melihat sekelilingnya hanya ada kegelapan tanpa batas.


“Keluar bangs*t jangan jadi pengecut,” teriak Iblis Darah langsung mengeluarkan auranya yang memiliki aura kematian mengerikan.

__ADS_1


Namun anehnya, auranya kini perlahan di serap habis oleh kegelapan yang ada di sekelilingnya.


Hal tersebut membuat Iblis Darah mulai panik karena secara perlahan energinya juga ikut terserap.


“Kurang ajar,”


Iblis Darah kembali teriak, ia langsung menyerang ke segala arah seperti orang gila.


Sementara Duan Du dan Tu Long hanya menatap ke arah Iblis Darah dengan senyum lebar seolah melihat tontonan menarik.


Di belakang Duan Du dan Tu Long, keempat bawahan Bai Han juga ikut menonton, tapi mereka hanya bingung.


Awalnya mereka berkeringat dingin saat melihat ada iblis di sini, tapi saat ini mereka bingung saat melihat Iblis Darah bergerak kesana kemari sambil berteriak tidak jelas.


Lima menit kemudian Iblis Darah terlihat kelelahan karena Energinya kini telah habis.


Tak menunggu lama Tu Long menghilang selama beberapa detik terus kembali lagi.


“Ayo kita ke Han'er,” ajak Tu Long dengan penuh semangat karena ia sudah membunuh Iblis yang membuat keponakannya cemberut.


Duan Du yang kini sedang mengolah energi yang ia serap seketika memasang wajah gelap.


“Hei otak dongol,, apakah kau tidak lihat aku sedang apa hah,” dengus Duan Du dengan nada penuh tekanan.


Tu Long yang akan melangkah langsung berhenti.


“Hehe,, lupa jika kau sedang menyerap energi iblis tersebut,” kekeh Tu Long sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tu Long kalau maki, ia tidak akan marah jika sadar dirinya melakukan kesalahan, berbeda jika ia merasa benar.


Keempatnya mengangguk patuh, walau mereka tidak di beri penjelasan tentang membangunkan Bai Han, mereka sadar resikonya jika membangunkan Bai Han secara paksa.


Duan Du yang kini fokus menyerap dan akan menerobos terlihat sudah melayang di langit-langit bawah tanah.


Tu Long yang melihat itu diam-diam membuat pelindung yang tidak pernah ia perlihatkan selama ini, bahkan para Pendiri Alam Semesta pun tidak akan tahu pelindung apa yang di buat Tu Long jika melihatnya.


Namun Tu Long di sini melakukan kesalahan, ia tidak sadar jika Bai Tan mengawasinya.


Terlebih Duan Du diam-diam menyinggungkan senyum tipis.


Bam bam..!!


Melihat Duan Du menerobos dan Tu Long yang melihat kekuatan asli Duan Du kini membelalakkan matanya.


“Ba..Bagaimana mungkin,” ucap Tu Long tergagap dengan mulut terbuka lebar.


“Bocah licik ini, jika ia serius dulu, mungkin aku akan terluka,” gumam Tu Long merasa tersentuh.


“Kini aku sadar jika bocah ini walau sering mengerjaiku, tapi ia tak ingin melukai pamannya,” sambung Tu Long sedikit berkaca-kaca saat sadar Duan Du hanya menggunakan setengah kekuatannya dulu saat memukul tubuhnya.


Walau Tu Long bisa menahan kekuatan penuh Duan Du, tapi ia tak ingin memperlihatkan lebih banyak apa yang ia sembunyikan selama ini. Setidaknya Tu Long merasa belum saatnya ia memperlihatkan kebenaran tentang dirinya.


Saat ini Duan Du baru menerobos dua tahap sekaligus. Tingkat Kultivasi Duan Du saat Dewa Kaisar Immortal Semesta ⭐ 1 Menengah.

__ADS_1


Kekuatan tersebut setara dengan 3 Penguasa Semesta Inti terkuat, yaitu Penguasa Semesta Inti Pertama, Kedua dan Ketiga.


Tapi untuk Hu Xiao, ia tidak seperti yang terlihat, karena Hu Xiao juga masih menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya.


Jika Penguasa Hu Xiao mau, mungkin ia bisa mengalahkan 2 Penguasa Inti pertama dan kedua secara bersamaan.


Tapi sayangnya Penguasa Hu Xiao hanyalah Pion untuk para Pendiri Alam Semesta di Dimensi ini.


***


Kembali ke Duan Du.


Saat ini Duan Du tersenyum penuh makna menatap ke arah Tu Long yang masih tercengang.


“Heng,, mau apa kau bocah,” dengus Tu Long saat sadar jika ia ingin di kerjai lagi.


“Hehe,, paman Tu, apakah boleh aku mencoba kekuatanku, aku merasa kaku saat menerobos,” kekeh Duan Du.


“Heng,, tunggu aku menerobos ke Dewa Master Semesta, maka kau boleh mencobanya,” dengus Tu Long demgan nada tantangan juga.


Saat ini Tu Long masih di Dewa Raja Semesta, ia tertinggal jauh dari Duan Du.


“Oh ya,, apa Tuan muda tahu kekuatanmu ini?” Tanya Tu Long menggaruk kepalanya sambil menatap Duan Du dengan pandangan bingung.


“Hmm..!! Menurutmu bagaimana paman?” Duan Du malah bertanya sambil melangkah ke atas.


Tu Long terdiam, ia kini semakin bingung karena otak dongolnya terlihat kembali lagi.


Tingkat Kekuatan di Alam Semesta Para Pendiri Klan Bai.


➡ Pemula ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Junior ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Senior ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Master ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Grand Master ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Kaisar Sejati ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Kaisar Immortal ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Immortal ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Raja Semesta ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Master Semesta ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Grand Master Semesta ⭐ 1 - ⭐ 5


➡ Dewa Kaisar Immortal Semesta ⭐ 1 - ⭐ 5

__ADS_1


➡ Dewa Suci Semesta ⭐ 1 - ⭐ 5


__ADS_2