
“Hem..!! Siapapun kau, aku akan membunuhmu dalam sekali gerakan, akan bahaya jika orang ini mengacaukan rencanaku, bisa-bisa orang itu menemukanku.” Gumam Leluhur Hendric dengan kilat mata niat membunuh.
Leluhur Hendric takut jika Tu Long menjadi pengganggu, maka Bai An pasti akan menemukan keberadaannya, jika itu terjadi, ia yakin akan terluka parah, bahkan mati di tangan Bai An.
Leluhur Hendric tahu betul kekuatan Bai An, di masa lalu dan beberapa waktu lalu saat ia bertemu, kekuatannya tambah mengerikan dengan pedang yang ia lihat seperti haus darah.
Tentu yang memotong lengannya adalah pedang itu, ia tahu betul kekuatan tubuhnya, bahkan senjata Artefak pun belum mampu memotong lengannya. Tapi pedang yang di pegang Bai An memotong lengannya seolah memotong tahu.
Tubuh Leluhur Hendric seketika bergetar hebat saat mengingat pertemuan singkatnya beberapa waktu lalu.
Wung..!!
Leluhur Hendric langsung melesat ke arah yang telah ia rencanakan untuk mengembil lengannya sekaligus melarikan diri dari Bai An.
Tak lupa ia juga akan langsung membunuh Tu Long, orang yang mengikuti lengannya.
***
Di tempat Tu Long, ia saat ini terlihat seperti berlari santai saat mengikuti lengan yang menurutnya unik.
“Hemm..!! Dimensi ini mungkin banyak seperti lengan ini, dan mungkin juga akan banyak hal-hal yang menarik lainnya,” ucap Tu Long tersentum lebar. Ia juga membayangkan saat ini bertemu dengan pemilik lengan di depan orang seperti apa?
Dret..!!
Tu Long langsung menghentikan langkahnya saat merasakan niat membunuh dari lengan di depannya.
“Hehe,, Sepertinya akan menjadi menarik jika aku terus mengikuti lengan ini,” kekeh Tu Long menyeringai lebar. “Akan ku buat wajahmu tak di kenali lagi karena mencoba memprovokasi Yang Mulia Half Giant Dragon.” Sambung Tu Long menepuk dadanya dengan bangga.
Wuss..!!
Dengan cepat Tu Long mengejar lengan yang semakin menjauh.
...
Sementara Bai An yang ikut mengejar Tu Long kini muncul di tempat Tu Long pertama kali muncul. Pandangan Bai An langsung mengarah ke sebuah batu kecil. Tidak ada yang menyadari jika batu seperti batu biasa itu adalah pintu masuk menuju Dimensi tempat tinggal Bai An.
“Hemm..!! Aku yakin tujuan Tu Long kesini karena tersiksa oleh para betina itu,” kekeh Bai An dalam hati.
“Dan satu lagi, mereka pasti dapat merasakan bahaya yang akan datang sehingga kesini untuk menjemputku dan yang lainnya,” sambung Bai An seketika memasang wajah serius.
“Jika seperti itu, aku harus mempercepat rencana dan apa aku harus menunjukkan diriku di depan putraku dan yang lainnya,” gumam Bai An sedikit merenung.
Setelah memikirkan beberapa saat, kini Bai An langsung mengejar Tu Long.
Dret..!!
Tak lama setelah Bai An pergi, ketiga saudari Bai An bersama Antoni muncul dengan hati-hati, mereka saat ini seperti sedang mengintip diam-diam.
__ADS_1
“Hei, apa Ling Bai tidak menyadari kehadiran kita?” Bisik Ariel mengarah ke Sintia dan Anariel.
“Aku merasa ia tidak menyadari keberadaan kita, jika ia tahu. Maka ia pasti akan menyapa kita,” jawab Sintia.
“Benar apa yang di katakan suadari Sintia, tapi aku bingung, kenapa kau juga mengikuti kami?” Sambung Anariel sambil bertanya ke arah pohon.
Tak lama sosok wanita Elf muncul. “Aku hanya penasaran saja dengan apa yang kalian lakukan dengan mengikuti manusia itu, terlebih jalanku pulang satu arah dengan tempat ini,” ucap Ratu Diane sedikit berkilah agar ia tidak terlalu malu.
Heng..!!
Ketiga wanita saudari Bai An mendengus kecil. Karena tak ingin berdebat dengan Ratu Diane, mereka berempat pun langsung mengikuti Bai An diam-diam di ikuti oleh Ratu Diane.
***
Dret..!!
Wuss..!!
Tu Long yang tengah mengikuti lengan kiri tersebut cukup lama kini berhenti saat melihat seorang pemuda tengah memasang lengan kirinya.
“Hoo,, aku tak menduga jika orang yang mempunyai lengan itu adalah hanya bocah ingusan,” ucap Tu Long pura-pura berniat pergi.
Wung..!!
Sebuah suara dengungan terdengar kesar di belakang Tu Long.
Bom..!!
Sementara Leluhur Hendric saat ini melototkan matanya saat tangan kanannya hanya di tahan oleh tangan kiri Tu Long.
“Hoho kekuatan tubuh yang lumayan kuat juga, sepertinya aku menemukan bahan latihan yang cocok kali ini,” ucap Tu Long menyeringai kejam.
Merasakan bahaya mengancam nyawanya, Leluhur Hendric langsung muncul. Namun tangannya seketika tidak bisa di gerakkan saat tangan kiri Tu Long kini telah mencengkram erat pergelangan tangannya.
Tak lama tangan kanan Tu Long yang telah terkepal langsung terayun. Tu Long saat ini murni hanya menggunakan kekuatan tubuh dan fisiknya.
Wuss..!!
Bom..!!
Tubuh Leluhur Hendric langsung terlempar ke bawah hingga membuat sebuah jurang yang cukup dalam.
Bom bom..!!
“Sialan, siapa sebenarnya kau?” Teriak Leluhur Hendric kini muncul tanpa tubuh terluka atau lecet.
“Hehe menarik, tubuhmu sangat kuat dan sedikit unik,” kekeh Tu Long seketika semakin bersemangat, ia saat ini mencoba sampai mana batasnya jika hanya menggunakan kekuatan tubuh dan fisiknya tanpa menggunakan energinya.
__ADS_1
Dengan cepat Tu Long melesat.
Wuss..!!
Tu Long langsung muncul di samping kiri Leluhur Hendric. Tangan Tu Long langsung terayun cepat.
Leluhur Hendric langsung memiringkan kepalanya.
Bom..!!
Namun ia tidak melihat gerakan kecil kaki Tu Long sehingga Leluhur Hendric lagi-lagi terpukul ke tempat yang sama.
Tu Long yang melihat itu memiringkan kepalanya. “Apa ia meremehkanku atau ia tidak memiliki pengalaman bertarung yang mempuni?” Gumam Tu Long sedikit tidak puas.
Duar..!!
Ledakan seketika terdengar dari dalam jurang.
Sret..!!
Tak lama Leluhur Hendric kini muncul dengan tekanan yang mengerikan.
Tu Long yang merasakan tekanan tersebut hanya diam sambil menatap ke arah Leluhur Hendric.
Tangan Tu Long langsung terangkat menunjukkan 3 jari.
“Tiga, aku memberikanmu kesempatan menyerangku tiga kali, jika tidak memuaskan Yang Mulia ini, maka Yang Mulia ini akan menghajarmu hingga wajahmu tidak di kenali orang,” ucap Tu Long tersenyum kecil.
Wajah Leluhur Hendric seketika menjadi gelap. Karena baru kali ini ia merasa di rendahkan. Bahkan musuh yang ia takuti pun tidak merendahkannya seperti ini.
“Sialan, tadi itu aku hanya bingung kau sama sekali tidak menggunakan Mana saat memukul maupun bergerak. Jadi aku sedikit lengah. Tapi kali ini kau akan menyesal dan jangan cabut kata-katamu itu,” teriak Leluhur Hendric yang tidak sadar kini telah terbawa emosi.
Leluhur Hendric langsung mengayunkan tinjunya.
Wuss..!!
Tu Long yang tentunya memiliki insting luar biasa kuat langsung mengayunkan lengannya.
Bom..!!
Duar..!!
Bertepatan dengan sebuah bilah Mana berbentuk tinju muncul, di situ juga Tu Long mengayunkan tinjunya hingga menghancurkan serangan musuh.
“Satu,” kekeh Tu Long menyeringai ke arah Leluhur Hendric.
Leluhur Hendric hanya bisa membeku, dan kali ini ia sadar jika musuhnya kali ini mungkin setara atau sedikit lebih lemah dari Bai An.
__ADS_1
“Sial sial sial, kenapa muncul lagi orang kuat yang tidak aku kenal, orang itu saja sudah sangat merepotkan. Kini muncul lagi yang jauh lebih merepotkan, ia bahkan jauh lebih bar-bar.”