
“Sejauh ini, yang aku tahu tentang spesiesnya, selain gemar bertarung, mereka juga cukup gila jika sudah marah dan sulit di kendalikan saat sudah dewasa. Jadi, apakah aku akan membunuhnya nanti sebelum ia dewasa?” Kini pikiran Chen Long seketika bergejolak.
Saat bingung ingin mengambil jalan terbaik yang mana, pandangan Chen Long pun tak sengaja melihat ke Bai Han yang saat ini telah membuka matanya.
“Ah bagaimana aku lupa dengannya, sifat hatinya memiliki kesamaan dengan ayahnya yang pintar dalam bersosialisasi dengan orang-orang luar, sehingga bisa memiliki banyak bawahan yang ia anggap anggota keluarga,” gumam Chen Long teringat jika salah satu tujuannya kesini adalah mempertemukan Bai Han dengan Gorila dan sedikit bertaruh, apakah Bai Han bisa mengikatnya, seperti apa yang ayahnya lakukan terhadap semua anggota keluarganya.
***
“Hemm..!! Keluarlah, aku tahu kau ada di sana,” ucap Bai Han melirik ke arah pohon yang cukup besar.
“Eeh,, ketahuan ya, padahal aku sudah menggunakan tekinik penyembunyian diri yang sempurna,” ucap Gorila menggaruk kepalanya sambil cengengesan.
Tap tap...!!
Bai Han yang melihat seekor kera setinggi 1 meter kini mengerutkan keningnya. “Hemm..!! Dari auramu, kau mirip dengan Gorila yang beberapa saat lalu ingin menginjak kami? Jadi, apakah kau ingin menginjak kami lagi atau sedang kesasar?” Tanya Bai Han dengan santai tanpa waspada, karena ia tidak merasakan niat apapun dari kera di depannya.
“Aah waktu itu ya, waktu itu aku sedang bosan, jadi aku jalan-jalan mencari apakah ada musuh yang kuat, tapi aku tidak menemukan musuh kuat sehingga aku mencari makan saja.” Jawab Gorila polos.
Wung..!!
Mata Bai Han seketika menyala saat mendengar jawaban Gorila. “Hehehe,, apakah kau saat ini sedang bosan lalu kesini?” Tanya Bai Han. “Biar ku tebak, tujuanmu kesini pasti ingin melawan kami karena merasakan auraku bukan?” Sambung Bai Han.
Prok prok..!!
“Hore,, kau sangat pintar kakak, ayo kita bertarung,” teriak Gorila bertepuk tangan bahagia.
“Kena kau,” gumam Bai Han merasa bisa menarik kera di depannya berada di sisinya.
__ADS_1
“Eit,, tunggu dulu, aku merasa kau adalah anak yang baik, jadi jika kita terluka, aku takut akan ada Binatang Buas yang memanfaatkan situasi tersebut untuk membunuh kita. Mungkin aku bisa menyelamatkanmu pada saat itu, tapi jika kau yang mati, akan sayang karena kau masih muda,” ucap Bai Han merasa sedih.
Melihat mata Bai Han yang berkaca-kaca, Gorila langsung menundukkan kepalanya. “Hemm..!! Kau benar juga kakak, jika aku mati, maka aku tidak akan bisa menjaga tempat ini dan juga tidak akan bisa bertarung lagi dong. Terus, apakah ada solusi?” Tanya Gorila kini mendekati Bai Han sambil mengendus-endus bau tubuh Bai Han.
“Tentu saja ada, bagaimana jika kita bekerjasama bertiga, jika kita bekerjasama, maka kita bisa bertarung melawan musuh-musuh yang ingin melukai kita, dan juga, dengan bekerjasama, kita bisa saling melindungi layaknya keluarga.” Ucap Bai Han tersenyum lebar.
“Ah itu bagus kakak, karena selama ini aku selalu bertarung seorang diri dan saat aku terluka, tidak ada yang melindungi atau membantuku. Terlebih, aku mencium bau tubuhmu sangatlah murni, artinya kau adalah orang yang baik dan jujur,” ucap Gorila bertepuk tangan bahagia.
“Melindungi, hore, ada yang akan melindungiku,” teriak Gorila berlari kesana kemari.
“Dia masih polos, layaknya anak berusia 7 tahun, walau umur yang sebenarnya, ia jauh lebih tua dariku. Tapi entah mengapa pertumbuhan pikirannya sangat lambat,” gumam Bai Han dalam hati.
Tidak jauh dari tempat Bai Han. Lan Yuheng yang sudah sadar tetap memejamkan matanya kini bergumam. “Selain pintar, dia juga sangat licik, sungguh mengerikan,” gumam Lan Yuheng dalam hati.
Tak lama, Lan Yuheng pun membuka mata lalu melesat ke tempat Bai Han dan Gorila berada.
Tap tap..!!
“Hoo,, kekuatanmu meningkat lebih cepat dari perkiraanku saudara Yuheng,” ucap Bai Han saat merasakan aura Lan Yuheng berada di tingkat Kaisar Dewa ⭐ 1 Ahir.
“Huuf,, tapi tidak sepesat dirimu saudara Han, kau itu monster, kini kau melebihi tingkat kultivasiku, padahal dulu aku jauh di atasmu,” ucap Lan Yuheng sedikit cemberut dan iri saat melihat tingkat kekuatan Bai Han ada di tingkat Kaisar Dewa ⭐ 1 Puncak.
“Tentu saja aku harus semakin kuat agar aku bisa melindungi kalian berdua dan keluargaku yang lainnya, karena jika aku tidak semakin kuat, aku tak ingin kejadian masa lalu terulang lagi,” ucap Bai Han mencengkram erat tangannya hingga tanpa sadar auranya sedikit keluar di sertai air mata saat mengingat wajah ayah, paman dan yang lainnya.
“Kakak, kenapa kau ingin melindungiku? Bukankah aku juga kuat, jika sama-sama kuat, maka saling melindungi,” ucap Gorila dengan polos sambil mengusap air mata Bai Han.
“Entah mengapa saat aku melihatmu menangis, hatiku terasa sakit kakak, apakah itu yang namanya keluarga?” Tanya Gorila langsung mengeluarkan buku yang memiliki sampul gambar manusia sekeluarga.
__ADS_1
“Saat aku membaca buku ini, aku melihat adanya kesamaan dalam dirimu yang selalu ingin melindungi orang-orang yang di sayangi. Jadi, jika kau hanya sendiri, itu tidak akan bisa kau tanggung, karena menanggung beban seorang diri itu artinya kau tidak mempercayai keluargamu, itulah yang aku baca di buku ini,” ucap Gorila dengan polos.
Mata Bai Han dan Lan Yuheng seketika melotot tak percaya saat mendengar kata-kata yang sangat bermakna bagi mereka berdua, terlebih yang mengatakan itu adalah seorang Binatang Buas.
“I..Ini, terimakasih adik kecil,” ucap Bai Han dan Lan Yuheng langsung memeluk Gorila.
Urgh..!!
“Hei hei,, jangan peluk aku, aku ini berjenis kelamin laki-laki, kata buku yang aku baca, jika seorang laki-laki sesama laki-laki saling peluk, tandanya mereka tidak normal, dan aku ini normal,” teriak Gorila cemberut.
Bai Han dan Lan Yuheng seketika menghentikan pelukan mereka lalu saling melirik.
Hahaha..!!
Hahaha..!!
Melihat Bai Han dan Lan Yuheng tertawa lebar membuat Gorila sedikit aneh. “Kenapa kalian malah tertawa?” Tanya Gorila.
“Hemm..!! Biar kakak mu yang tampan dan kuat ini kasih tahu,” ucap Lan Yuheng. “Tidak semua buku yang kau baca itu memiliki arti yang sama,” sambung Lan Yuheng lalu menjelaskan sedikit.
“Begitu ya, tapi kuat? Perasaan kakak yang paling lemah dari kita bertiga, kuat dari mananya coba, gila,” ucap Gorila dengan nada polos.
Wajah Lan Yuheng seketika memerah. “Dasar monyet sialan, apa kau tidak percaya jika kakak mu ini kuat hah. Kau mau coba ku pukul,” teriak Lan Yuheng tidak terima di katakan gila.
“Heh,, ayo ayo pukul aku, weeee,, kakak kira aku takut, ayo kejar jika bisa,” tantang Gorila di sertai mengejeknya.
“Sini kau, monyet sialan,” teriak Lan Yuheng langsung mengejar Gorila yang sudah melesat lebih dulu.
__ADS_1
Bai Han yang melihat tingkah mereka seketika tersenyum hangat. “Saling mempercayai ya, terimakasih sudah memberikan pencerahan terhadapku,” gumam Bai Han merasa tenang.