Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Ingatan Masa Lalu Penguasa Benua Langit dan Pergerakan Kelompok Bai Han


__ADS_3

“Kau berkata apakah kakak ku itu setara dengan ku, hehe, jangan bercanda Lu'er,” ucap Xiu Hou tertawa geli saat mendengar kata setara dan sedikit lebih kuat.


“Kau perlu ingat ini baik-baik,” ucap Xiu Hou langsung melirik ke arah Mu Feng Lu.


“Dulu sewaktu aku beranjak usia 20 tahun, aku mengira diriku sudah bisa setara dengan setengah kekuatan kakak ku, tapi saat aku menantangnya bertarung, aku malah langsung tumbang hanya dengan sentilan jarinya.” Ucap Xiu Hou langsung mengenang masa lalunya.


“Walau pada waktu itu aku belum siap, tapi seperti yang di katakan ibu, pada waktu itu kakak ku sedang menahan diri agar tidak membuat semangatku hancur, dan jika aku adalah musuh yang sesungguhnya, aku mungkin sudah lama mati sebelum tubuhku bergerak,” sambung Xiu Hou.


Mata Mu Feng Lu melebar mendengar itu, di sertai saat ini tubuhnya bergidik ngeri.


“Dan setiap tahunnya aku selalu menantang kakak ku, kau tahu apa yang terjadi?” Ucap Xiu Hou melirik Mu Feng Lu.


Mu Feng Lu langsung menggelengkan kepalanya.


“Yang terjadi adalah perbedaan kekuatan kami terus melebar. Walau begitu, ia adalah kakak terbaik, ia tidak pernah kecewa kalau diriku lemah. Malah ia selalu mendukungku dan terus membantu meningkatkan kekuatanku.”


“Seperti yang kau lihat saat ini, aku mungkin sedikit lebih kuat di mata mu, itu berkat bantuan dan dorongan yang kakak ku lakukan dulu.” Ucap Xiu Hou.


“Dan biasanya saat aku kembali, aku di panggil Penetua termuda di klan pusat, karena aku memang yang paling muda di sana, untuk peringkat, tidak ada yang namanya peringkat, kami semua di sama ratakan oleh kakak dan bibi yang telah kami anggap ibu.”


Terlihat Xiu Hou dengan bangga saat menceritakan masa lalunya dengan kakaknya dan beberapa anggota Klan yang seumuran dengannya.


Setiap ia berkumpul di klan Pusat, ia bercerita jika kakaknya selalu di tindas oleh ibu mereka.


Bukan kakaknya sengaja ingin di tindas atau bahkan tidak mau melawan, itu karena ibu mereka dahulu adalah sosok pahlawan mereka, ia adalah sosok yang paling bekerja keras mengurusi mereka saat klan mereka mendapat bencana.


Dan itu juga bencana yang tidak akan pernah mereka lupakan hingga saat ini.


...


Huufff..!!


Beberapa waktu berlalu.


“Aku telah bicara terlalu banyak bocah, jadi perlihatkan apa saja yang kau bawa saat ini,” ucap Xiu Hou kini melirik ke arah Mu Feng Lu.


Mu Feng Lu yang merenung tentang bencana masa lalu ternyata berawal dari klan Iblis Asura yang membuat seluruh Alam Celestial mengalami Perang Era Kekosongan dan membawa Era baru seperti sekarang ini, seketika tersadar.

__ADS_1


“Ah,, semua barangnya ada di tangan putriku paman, aku akan menyuruhnya datang kesini,” ucap Mu Feng Lu langsung menggaruk kepalanya.


Xiu Hou atau Penguasa Benua Langit pun langsung mengangguk santai. Mereka pun terus melanjutkan perbincangan mereka dengan membahas tentang pergerakan Organisasi Menara yang berada di Alam Celestial Huansa ini.


***


Tap tap..!!


Bertepatan dengan Bai Han dan Bo Wuhan akan melangkah masuk ke dalam penginapan. Bai Ha muncul di samping mereka berdua.


Pandangan Bai Han dan Bo Wuhan pun mengarah ke Bai Ha. “Hemm..!! Ayo kita masuk dulu, nanti saja ceritakan apa yang kau temui di sana,” ucap Bai Han sambil melangkahkan kakinya masuk.


Tap tap..!!


...


“Jadi bagaimana saudara Ha?” Tanya Bai Han kini duduk dengan di lantai dua tepat di samping jendela.


Pandangan Bai Han terlihat mengarah ke luar dengan sebuah gelas berisi teh hangat di tangannya.


“Jadi ada Bangsa Iblis Kuno di sana, dan dengan usia belum 20 tahun, sudah sekuat Dewa Surgawi Awal, itu adalah hal yang terbilang cukup mustahil,” ucap Bai Han terlihat membelalakkan matanya sambil memasang wajah tidak yakin.


Tapi saat ia melihat ekspresi Bai Ha, mau tak mau ia harus yakin.


“Huff,, jadi itu artinya lebih baik kita fokus ke Pasar Gelap terlebih dahulu.”


“Jika dengan kesana memang mustahil, seperti rencawa awal, kita buat Penguasa Benua Langit datang sendiri mencari kita,” ucap Bai Han dengan penuh keyakinan.


Tujuan Bai Han ingin bertemu Penguasa Benua Langit adalah, tentunya ingin membuat sekutu dan meminta bantuan mencari keluarganya.


Bai Han yakin jika orang sekuat Penguasa Benua Langit, akan mudah menemukan keluarganya walau berada di Alam Celestial yang berbeda.


Dan ini adalah saran dari Bai Ha sendiri, sehingga tujuan mereka datang ke Benua Langit adalah ingin bertemu Penguasa tempat ini.


“Jika begitu, apakah aku akan langsung ke kota itu saudara Han?” Tanya Bai Ha kini terdengar semangat.


Selain memiliki tujuan untuk bertarung, Bai Ha juga ingin meningkatkan pengalamannya serta kekuatannya dengan bertarung melawan seluruh pemimpin gedung di Pasar Gelap.

__ADS_1


“Hemm..!! Apa kau yakin mampu seorang diri?” Tanya Bai Han.


“Tentu saja aku sanggup saydara Han, jika aku tidak sanggup, maka aku hanya perlu meminta bantuan kalian saja menggunakan ikatan segel,” ucap Bai Ha dengan nada enteng.


Bai Han pun tersenyum hangat. “Baiklah, kapan rencanamu akan berangkat?”


“Sekarang ini, jika kau tidak memiliki sesuatu yang kau perintahkan kepadaku, maka aku akan berangkat sekarang.” Jawab Bai Ha.


“Hemm..!! Baiklah, ingatlah untuk berhati-hati dan jangan berpikir ulang untuk meminta bantuan, proritaskan keselamatan,” ucap Bai Han.


Bai Ha pun langsung bangkit di sertai menganggukkan kepalanya.


Setelah pamit, Bai Ha langsung melesat pergi menuju Kota Xiren, kota yang ada di sebelah Kota yang Bai Han tinggali saat ini.


“Lalu apa kau akan langsung berangkat sekarang juga paman?” Tanya Bai Han kini melirik Bo Wuhan.


“Hemm..!! Apakah tidak ada suatu tugas yang ingin aku lakukan di sini?” Tanya Bo Wuhan.


Melihat Bai Han menggelengkan kepalanya, Bo Wuhan pun kembali melanjutkan. “Jika begitu, aku akan berangkat sekarang Tuan muda.”


“Baiklah, tapi ingat untuk jangan terlalu berlebihan paman, bunuh saja yang pantas di bunuh,” ucap Bai Han.


Bo Wuhan pun langsung mengangguk dan melesat pergi.


Wuss..!!


Kini yang tersisa hanya Bai Han seorang di dalam ruangan tersebut.


“Hemm..!! Paman Chen dan Saudara Hu ada di pasar gelap Kota Hiren ini, sementara Saudara Ha sudah berangkat menuju Pasar Gelap Kota Xiren, dan terahir paman Wuhan ke Pasar Gelap Kota Ziren,” gumam Bai Han.


“Apakah kedua anak itu bisa di percaya ke Pasar Gelap Kota Lee ya?” Gumam Bai Han kini memikirkan Bai Da Xing dan Lan Yuheng.


Karena saat ada 5 kota yang mereka targetkan dan 2 Kota belum di datangi, yaitu Kota Lee dan satunya Kota Awan Langit.


Bai Han rencananya akan ke Kota Awan Langit, tapi nantinya Kota Lee akan kosong dan dia ragu dengan kedua saudaranya itu, tentunya ia bukan ragu dalam hal kekuatan. Tapi ia ragu jika masalah besar nantinya muncul, itu akan membuatnya kerepotan.


“Hais, seperti irformasi yang aku dapat, kelima kota ini terhubung akan jalur pasar gelap mereka, jika satu tidak di datangi, maka itu akan berbahaya bagi kami,” gumam Bai Han kini terlihat tidak punya pilihan lain selain menyuruh mereka ke Kota Lee.

__ADS_1


__ADS_2