
Bai Han yang melihat Tu Long isi otaknya hanya bertarung saja, langsung mendengus kecil.
Tapi beberapa saat ia teringat akan ayahnya, jadi Bai Han terpaksa mengangguk setuju ajakan Tu Long untuk menghilangkan rasa malunya saat ini.
“Ayo,, cepat Han'er sebelum mereka semakin jauh, padahal tadi aku belum puas bertarung malah bocah itu membuat masalah dengan membuat iblis bodoh itu ingin meledakkan dirinya,” ajak Tu Long sambil merutuki Duan Du.
Bai Han hanya terkekeh kecil saja saat Tu Long menyalahkan Duan Du yang tidak tahu jika masalah akan menjadi seperti ini.
Tanpa membuang waktu, Tu Long langsung menarik Bai Han.
Tu Long saat ini telah mencapai Dewa Suci Semesta ⭐ 3 Awal, sementara kedua komandan iblis merah yang ingin mereka kejar berada di tingkat Dewa Suci Semesta ⭐ 5 Puncak.
Wuss wuss..!!
Melihat Tu Long dan Bai Han menghilang, Bai An kini melirik kedua Jendral Muda Iblis merah dengan seringai kecil.
Kedua Jendral Muda Iblis merah berkeringat dingin, saat ini mereka tidak bisa menggerakkan tubuh mereka, hanya dengan tekanan dan beberapa benang energi untuk mengikat pergerakan mereka sudah dapat di yakini mereka akan mati di tangan Bai An kapan saja ia mau.
“Langsung saja, sebutkan tujuan kalian yang sebenarnya?” Tanya Bai An dengan nada dingin.
Kedua Jendral Muda Iblis merah terdiam, mereka kini saling melirik satu sama lain, tak tahu harus mengatakan apa.
Wuss!!
Crash crash..!!
Argh..!!
Seketika mereka langsung berteriak kecil saat tangan mereka terputus. Dan baru kali ini mereka merasakan rasa sakit yang luar biasa.
Biasanya saat anggota tubuh mereka terluka atau kehilangan salah satu anggota tubuh, mereka tidak akan merasakan rasa sakit.
Tatapan kedua Jendral Muda iblis merah kini ketakutan. Tubuh mereka tak henti-hentinya bergetar.
Sementara Bai An yang baru saja memotong tangan kanan mereka hanya bisa mengerutkan keningnya.
“Sungguh kuat, aku bahkan sampai harus menggunakan 60% kekuatan ku untuk memotong tangan mereka,” gumam Bai An dalam hati.
“Jika saja aku tidak di bantu oleh Bai Tan untuk menekan mereka, mungkin butuh 90% kekuatan penuhku untuk bisa membunuh mereka, jika Bai Tan tidak ikut campur,” sambung Bai An dalam hati.
Tapi ia kini menyeringai saat sudah berhasil menumbuhkan rasa takut kepada kedua iblis di depannya.
“Jawab aku, jika kau diam selama 3 detik, maka aku akan memotong setiap anggota tubuhmu,” ucap Bai An dengan nada dingin.
Tapi tidak ada respon dari kedua Jendral Muda iblis merah.
Hal tersebut membuat Bai An langsung menghilang.
Crash crash..!!
__ADS_1
Argh..!!
Teriakan kecil kembali terdengar, tidak hanya sekali dua kali, teriakan kembali terus terdengar.
“Ba..Baiklah kami akan bicara,” seketika salah satu Jendral Muda iblis merah langsung bicara dengan susah payah.
Tubuh jendral tersebut hanya menyisakan badan, paha, kepala, satu telinga dan satu mata, ia terlihat menyedihkan.
Sementara temannya yang satu lagi mungkin jauh lebih menyedihkan, ia kini sudah pingsan karena tidak tahan menahan rasa sakit.
Mereka tidak tahu apa yang Bai An tambahkan saat memotong setiap anggota tubuh mereka.
Bai An tersenyum tipis saat mendengar jika mereka telah mengalah.
“Tidak sia-sia aku menggunakan sedikit hukum jiwa untuk membuat mereka kesakitan,” gumam Bai An dalam hati.
“Hmm..!! Bicaralah dengan jujur tujuan kalian, karena dari niat kalian berdua, sangat berbeda dengan ketiga iblis yang keluargaku lawan.” Tanya Bai An berubah serius.
***
Bom Bom..!!
Di tempat yang cukup jauh, tepatnya perbatasan Alam Semesta biasa dan Alam Semesta Inti, saat ini dua iblis dan satu monster bersama satu manusia bertarung.
Terlihat jika satu monster dan satu manusia sedikit tertekan melawan kedua iblis berkulit merah.
Satu manusia yang tak lain Bai Han mundur dengan lengan tersayat, darah muncrat terus menerus keluar.
Tapi anehnya ia tidak merasakan rasa sakit, malah ia tersenyum lebar.
“Hehe,, akhirnya aku tahu sampai dimana batasanku,” kekeh Bai Han.
Pandangan Bai Han melihat ke arah Komandan Iblis merah, musuhnya ini hanya mengalami luka ringan.
Walau begitu, ia merasa terhina jika yang ia lawan sangat-sangat jauh lebih lemah darinya.
“Sialan, manusia ini walau tingkat kultivasinya sangat rendah tapi ia sangat kuat, terlebih lagi. Apa ia tidak mempunyai batas energi?” Gumam Komandan iblis merah mengutuk Bai Han.
Baru kali ini ia melawan manusia sekuat dan secerdik ini.
“Hmm,, aku akui kau memang kuat, aku merasa jika dagingmu pasti akan sangat nikmat di makan,” ucap Komandan Iblis merah menyeringai kejam.
Tubuh Komandan Iblis Merah seketika membesar, ia kini berubah ke wujud aslinya.
Crak crak..!!
Terdengar suara retakan pada setiap bagian tulang di dalam iblis tersebut.
Bai Han yang melihat itu seketika memasang wajah serius. Ia juga mundur beberapa langkah agar tidak terkena dampak dari aura iblis merah.
__ADS_1
Aura Iblis Merah kini di kelilingi oleh aura kematian dan bau darah yang menyengat.
Tak lama setelah Komandan Iblis Merah ke bentuk aslinya, yaitu setinggi 100 meter lebih dan di setiap bagian tubuhnya banyak sekali tangan keluar.
Hal tersebut membuat Bai Han menutup mulut untuk menahan tawa, ia merasa lucu saat melihat bentuk asli Komandan Iblis Merah di depannya ini.
Sementara Komandan Iblis Merah yang melihat Bai Han menutup mulut menyeringai semakin kejam, ia mengira jika Bai Han saat ini ketakutan saat melihat bentuk aslinya.
“Haha,, takutlah wahai manusia lemah, akan aku perlihatkan mengapa Bangsa Iblis begitu di takuti oleh bangsa dan Ras lainnya,” kekeh Komandan Iblis Merah.
Blush..!!
Tangan-tangan yang ada di setiap tubuh Komandan Iblis merah langsung melesat ke arah Bai Han.
Tak lama tangan tersebut berubah menjadi partikel kecil, lalu membentuk pisau kecil.
Di setiap tangan-tangan yang melesat, membentuk puluhan pedang kecil.
Bai Han masih tetap tenang, hal tersebut semakin menguatkan dugaan Komandan Iblis Merah jika saat ini Bai Han sangat ketakutan, saking takutnya ia tidak bisa menggerakkan setiap anggota tubuhnya.
Tapi dugaan Komandan Iblis Merah salah besar, diamnya Bai Han itu tanda bahaya bagi komandan iblis merah.
Bai Han diam karena saat ini ia merasakan jika pamannya Duan Du ada di dekat Komandan tersebut.
Benar saja, saat semua pisau kecil berbentuk darah melesat ke arah Bai Han.
Sebuah pedang Es muncul tiba-tiba dari balik ruang kosong.
Trank trank trank..!!
Bom Bom Bom..!!
Ledakan seketika terdengar menggema ke segala arah akibat dua senjata yang bertabrakan.
Urgh..!!
Komandan Iblis merah langsung mundur sambil memuntahkan banyak darah, ia juga memegangi perutnya..
Saat melihat ke arah bawah, darahnya seketika membeku.
Ia juga melihat buah pedang es tetancap di perutnya.
Pandangan Komandan Iblis merah mulai gelap saat merasakan hawa dingin yang luar biasa, kini hawa dingin tersebut menjalar ke seluruh tubuh Komandan Iblis tersebut.
“Si..sialan siapa yang melakukan in-”
Crash..!!
“Heng,, mau mati saja masih sempat-sempatnya berinisiatif berteriak untuk memberi ancaman,” dengus Duan Du sambil memasang wajah dingin.
__ADS_1