Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Pertarungan Yang Membosankan


__ADS_3

“Hehe,, tentu,” jawab Duan Du dan Tu Long terkekeh kecil sambil melirik ke arah 2 kelompok yang kini datang lebih dulu mengantar harta dan nyawa.


Tak lama, terlihat puluhan kelompok datang, satu dari arah timur, satu dari arah barat daya.


Wuss..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


Saat kedua kelompok sampai, mereka semua terpana saat melihat ketiga wajah yang selama ini mereka cari.


Saat salah satu dari kelompok tersebut ingin bicara sambil menunjuk ke arah Bai An, Duan Du dan Tu Long.


“Hahaha,, kalian adalah milik k-”


Jlep..!!


Kepala orang tersebut langsung tembus oleh pedang energi yang Duan Du lempar.


“Haha,, waktunya pembantaian,” gumam Duan Du yang hanya bisa di dengar oleh Bai An dan Tu Long.


Wuss..!!


Bai An lebih dulu melesat sambil menembakkan bola energi kecil berbentuk kelereng.


Bam..!!


Bam..!!


Tubuh orang-orang tersebut langsung meledak karena Bai An menaruh sedikit elemen apinya agar bisa menciptakan daya ledak rendah, tapi itu sudah cukup untuk menghancurkan seluruh tubuh musuhnya.


Sementara Duan Du maju dan langsung membantai mereka satu persatu tanpa menggunakan energi karena ingin mengirit, mereka berdua tentu sadar jika akan datang lebih banyak musuh yang memburu mereka.


Tapi bukan mereka yang saat memburu Bai An, Duan Du dan Tu Long. Melainkan kelompok Bai An lah yang memburu mereka.


“I.. Ini pembantaian,” teriak salah satu ahli yang paling kuat saat melihat semuanya mati tanpa perlawan, ia masih bisa bertahan karena sebuah keberuntungan serangan Bai An tidak pernah mengenai dirinya.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Bai An muncul tepat di depan orang tersebut.


“Kalian dari Alam Semesta mana?” Tanya Bai An.


“Ka.. Kami dari Alam Semesta Inti ke 4,” jawab pria sepuh itu agak guguk.

__ADS_1


”Hmm..!! Di lihat dari kekuatanmu maka kau dari klan menengah, apakah aku benar?” Tanya Bai An dengan santai.


“Be.. Benar,” jawab pria sepuh itu dengan tubuh berkeringat saat merasakan Duan Du dan Tu Long kini menatapnya dengan rakus.


Glek..!!


Pria sepuh itu menelan air liurnya, tak lama celananya basar.


Duan Du yang melihat itu langsung tertawa.


“Haha,, sudah tua masih mengompol di celana, ingat umur pak tua,” kata Duan Du sambil memegangi perutnya yang kini terasa nyeri akibat tawanya yang berlebihan.


Sementara Bai An hanya diam saja, beberapa saat kemudian ia berkata. “Kau bisa kembali, tapi dengan satu syarat, kumpulkan semua orang-orang yang ingin mencari kami, lalu bawa kesini, jika kau tidak melakukannya, maka aku akan mencarimu dimana pun kau bersembunyi.”


Dengan cepat pria sepuh itu mengangguk lalu melesat ke arah Daratan Utama tanpa berani menoleh ke belakang.


Tak lama setelah kepergian pria sepuh itu, beberapa kelompok datang dari berbagai arah.


Hal yang sama terjadi saat mereka melihat Bai An, mereka mengeluarkan kata-kata omong kosong saja.


Bai An sudah malas meladeni mereka, sementara Duan Du tetap aktip membalas ucapan mereka dengan kata-kata licinnya.


“Daripada meladeni mereka, lebih baik kita bantai saja mereka,” kata Tu Long melesat setelah melihat Bai An sudah lebih dulu membunuh yang terkuat saja.


Saat ini Bai An muncul di samping pemuda yang terbilang jenius, karena kekuatannya berada pada tingkat Dewa Immortal ⭐ 1 Menengah.


Bam..!!


Tubuh pemuda jenius itu terlempar jauh hingga menabrak beberapa pohon dan berahir di bukit kecil.


Kelompoknya yang melihat itu tercengang.


“I,, ini berita tersebut palsu, kita datang kesini hanya untuk bunuh diri,” teriak salah satu pemuda ketakutan saat melihat orang yang ia agung-agungkan terlempar hanya dengan pukulan tanpa energi, terlebih lagi mereka semua melihat ke arah dua orang yang kini membantai kelompok-kelompok lain dengan senyum bahagia.


Saat mereka tertegun dan ingin melarikan diri, Duan Du dan Tu Long sudah datang menuju ke arah mereka.


“Semua, berpencar selamatkan diri kalian, mereka bukan manusia, melainkan Iblis berwujud manusia,” teriak seorang pria cukup tua.


Saat pria itu membalikkan badannya, ia merasa badannya terasa berat, saat ia melihat ke arah bawah, matanya bergetar hebat melihat kakinya sudah terjatuh.


Bruk..!!


Pria itu mati dengan ekspresi ketakutan.


Orang yang membunuhnya adalah Tu Long, ia terlihat santai setelah membunuh orang tersebut, kini pandangannya mengarah ke arah beberapa orang yang berpencar.


Tanpa menunggu lagi Tu Long melambaikan pedangnya ke atas, lalu mengayunkannya ke arah beberapa orang yang paling dekat.

__ADS_1


Wuss wuss wuss..!!


Crash crash..!!


Tubuh orang-orang tersebut terpotong rapi.


“Hmm..!! Membosankan,” gumam Tu Long karena ia masih belum menemukan lawan yang setara.


Sementara jika ada yang ada di tingkat Dewa Immortal maka Bai An lebih dulu membunuhnya tanpa memberikan Tu Long kesempatan bergerak lebih dulu, jadi Tu Long merasa mendapatkan sisa-sisa saja.


Tap tap..!!


Bai An saat ini sampai di depan pemuda yang ia pukul.


Pemuda tersebut kini terlihat sekarat karena Bai An tepat memukul ke arah dantiannya hingga hancur dan menyebabkan ia lumpuh seumur hidup.


“Jika di lihat dari jubahmu maka kau orang dari Alam Semesta Inti ke 2 atau mungkin saja Alam Semesta Inti pertama,” kata Bai An mencoba menebak.


Namun, pemuda itu hanya diam saja tanpa mengeluarkan suara.


Terlihat tubuh pemuda tersebut bergetar ketakutan, hal itu membuatnya tidak bisa mengeluarkan suara.


“Apakah aku perlu memaksamu bicara?” Tanya Bai An menaikkan alisnya.


Mendengar itu, pemuda tersebut mencoba menaikkan sudut bibirnya agar ia bisa bicara, namun tetap saja tidak bisa karena saking takutnya.


Bai An yang melihat itu menghela nafas kecewa. “Orang-orang dari 3 Alam Semesta Inti terkuat terlalu membanggakan diri sehingga tidak memiliki kesiapan untuk datang mencariku, itu adalah kesalahan kalian, terlebih aku menebak kau salah satu murid Sekte,” kata Bai An lalu menghisap energi pemuda tersebut.


Setelah menyisakan kulit kering dan tulang, Bai An melirik ke arah Duan Du dan Tu Long yang kini menguap karena bosan.


Tap tap..!!


“Kak,, mereka terlalu lemah, walau mereka memiliki tingkat kultivasi yang setara denganku, Kaisar Immortal ⭐ 5 Puncak, tapi mereka kekuatan bertarung mereka layaknya Kaisar Immortal ⭐ 3 Awal,” kata Duan Du sedikit mengeluh.


“Hmm..!! Akupun tidak menduga itu, kebanyakan dari mereka menaikkan tingkat kultivasi secara instan tanpa menguatkan pondasi dan juga pengalaman bertarung mereka yang minim membuat mereka tidak setara dengan tingkat kultivasi yang sebenarnya.”


Mendengar ucapan Bai An, Duan Du tersenyum kecil.


“Bukankah kita juga melakukan seperti yang mereka lakukan kak,” kata Duan Du dengan nada polos.


“Itu berbeda bocah nakal, kita telah menahan diri untuk menerobos dan pondasi kita dulu telah berada di puncak, jadi, walau kita melakukan penerobosan beruntun, kita tidak selemah mereka,” dengus Tu Long.


“Benar, terlebih lagi kita menerobos tidak secara berlebihan, waktunya juga sepadan, berbeda dengan mereka, lihat saja usia tulang dan jiwa mereka,” kata Bai An memberikan jawaban.


Tentu saja Duan Du tahu, jika mereka berlatih dan meningkatkan kekuatan di dunia nyata layaknya kultivator normal, maka mereka membutuhkan waktu lama, maka dari itu Bai An mengajaknya di dunia jiwa.


“Hmm..!! Ada beberapa kelompok lagi yang datang, saat ini mereka lebih kuat dari sebelumnya.”

__ADS_1


__ADS_2