
Bai An dan Mo Liang Yun langsung bicara banyak tentang masa lalu.
Setelah berbicara selama satu hari satu malam penuh, barulah mereka menghentikan pembicaraan mereka saat energi yang mereka rasakan menjadi liar.
Pandangan semua orang kini mengarah ke Tu Long yang di rasa akan menerobos.
“Hmm..!! Memang pantas di sebut calon Raja Ras Half Giant Dragon berikutnya, bakatnya sangat mengerikan, bahkan aku yakin ia melebihi Jiwa utama yang membuatnya,” ucap Jiwa Raja Mo Liang Yun kagum.
“Hmm..!! Setelah ini kau hilangkan semua ingatan tentang diriku yang sebenarnya kepada mereka semua kecuali keluargaku, aku tak ingin terjadi sesuatu yang tidak aku inginkan suatu hari nanti jika keberadaanku di ketahui oleh mereka semua,” ucap Bai An.
Jiwa Raja Mo Liang Yun langsung mengangguk paham maksud dari Bai An, yang ia msksud mereka semua adalah musuh-musuhnya yang ada di masa lalu.
Blush..!!
Bam bam bam..!!
Ledakan kembali terdengar, bukan hanya Tu Long saja yang menerobos, bahkan Duan Du pun ikut menerobos. Duan Du memaksakan diri menerobos karena tidak mau kalah dari Tu Long.
Bai An tentu tidak melarangnya karena mereka berdua punya cara masing-masing untuk menyetabilkan pondasi mereka.
...
Secara serempak Duan Du dan Tu Long membuka mata mereka. Tatapan keduanya seketika bertemu di sertai senyum tipis.
“Hehe,, paman Tu, apa kau ingin mencoba kekuatan barumu,” kekeh Duan Du langsung memprovokasi.
Tu Long yang merasa tertantang langsung menyeringai. “Tentu saja bocah nakal, aku ingin melihat apakah kau mampu menahan pukulanku,” balas Tu Long dengan nada mengejek.
Tak lama, tatapan mereka berdua mengarah ke Bai An untuk meminta persetujuan.
Mereka berdua tidak berani langsung bertarung jika tanpa persetujuan Bai An. Mereka tahu jika Bai An yang paling licik, ia bisa saja mengeluarkan dua wanita yang paling mereka takuti.
Mu Xia'er dan putrinya Xie'er. Melihat Bai An mengangguk santai.
Wuss..!!
Duan Du seketika muncul tepat di depan Tu Long, ia saat ini ingin mencoba kekuatan tubuhnya sehingga tidak menggunakan Hukum Bayangannya.
Tangan Duan Du langsung terkepal, ia mengayunkan tinjunya tepat ke arah perut Tu Long.
Energi berat muncul dari tangan Duan Du.
Wuss..!!
__ADS_1
Bam..!!
Tu Long hanya diam saja, wajahnya saat ini menyeringai bahagia.
“Lemah, tunjukkan yang lebih kuat lagi bocah,” ejek Tu Long yang menahan hanya menggunakan tubuh tanpa menggunakan energinya.
“Hehe,, memang kekuatan tubuh yang luar biasa, tapi seranganku bukan begitu saja, lihatlah baik-baik ini,” kekeh Duan Du.
Tangan Duan Du yang masih menepel di perut Tu Long langsung di selimuti oleh energi, energi tersebut berubah menjadi benda padat.
Tu Long yang merasa perutnya bisa saja sobek langsung melapisi tubuhnya menggunakan energinya.
Crak..!!
Mata Tu Long melotot saat tubuhnya yang di lindungi oleh energinya langsung retak.
“Sialan kau bocah, kapan kau menguasai Hukum Angin dan Besi,” teriak Tu Long dengan kesal karena tidak tahu jika Duan Du sudah menguasai kedua Hukum tersebut.
“Hehe,, apakah aku harus bilang jika aku ingin buang air juga,” ejek Duan Du.
Wajah Tu Long seketika cemberut. “Bocah sialan, rasakan pukulanku,” dengus Tu Long.
Tangan Tu Long terayun dengan cepat, Tu Long memperkuat tangannya menggunakan sisik-sisik Naga yang saat ini muncul.
Wuss..!!
Tu Long seketika memasang wajah jelek, ia ingin mengejar keponakan nakalnya itu, tapi apa boleh buat. Saat ini ia bersembunyi di balik tubuh Bai An.
“Heng,, awas saja kau bocah, aku tak akan mengampunimu jika ada kesempatan untuk menghajarmu,” dengus Tu Long langsung mendekati Bai An.
“Eeh,, Jiwa Iblis yang sangat kuat,” ucap Tu Long terkejut.
“Hoho kau bisa merasakan jiwaku yang kuat bocah, lumayan lumayan,” puji Jiwa Raja Mo Liang Yun.
Tu Long seketika waspada, tapi tak lama ia langsung menghela nafas saat sadar jika Bai An dan semua keluarganya ada di sebelahnya.
“Hmm..!! Lakukan Liang Yun,” ucap Bai An melalui telepati.
Blush..!!
Energi bewarna coklat seketika menutupi seluruh Dimensi kecil tersebut.
Pandangan semua orang gelap kecuali keluarga Bai An dan Mo Hung.
__ADS_1
Tak berapa lama mereka semua pingsan.
Mo Hung yang melihat itu langsung paham maksud dari tujuan Bai An, jadi ia diam saja.
“Hmm..!! Beberapa menit lagi mereka akan sadar, jadi kau tahu apa yang akan kau lakukan bukan?” Tanya Bai An melirik ke arah Mo Hung.
Mo Hung mengangguk. “Aku mengerti Tuan, tapi apakah bisa salah satu dari kami berempat menjaga Ibu,” ucap Mo Hung berharap.
“Huuff,, sebenarnya aku ingin kedua keponakanmu ini meningkatkan kekuatan mereka lagi bersama adikmu, karena musuh yang sesungguhnya pasti akan muncul saat aku keluar dari Dimensi ini. Tapi karena kau menyayangi ibu atau putriku, maka biarkan Mo De di sini yang menjaganya, walau itu tidak perlu.” Ucap Bai An menghela nafas.
Mo Hung seketika tersenyum bahagia, hidupnya adalah milik ibunya, ia juga mengajarkan itu kepada kedua keponakan dan adiknya untuk mengabdi kepada ibunya, karena jika ia tidak bertemu orang yang ia anggap ibu, maka ketiganya juga tidak akan bisa hidup sampai saat ini.
“Terimakasih Tuan Bai, aku janji akan membantu meningkatkan kekuatan mereka berdua, begitupun aku. Terlebih ada Raja Iblis Pertama yang ikut membantu mengarahkan mereka nanti,” ucap Mo Hung dengan nada tulus.
Bai An mengangguk santai.
Pandangan Bai An mengarah ke Mo Liang Yun. “Bantu Mo Hung untuk memanipulasi kejadian ini, aku ingin memanfaatkan Raja Iblis Merah saat ini untuk memulai perang kepada Ras Half Giant Dragon,” Ucap Bai An tersenyum kecil.
“Hmm..!! Kakak sangat mengerikan untuk memulai kekacauan di Dimensi Pusat,” ucap Duan Du sedikit bergidik.
“Hmm hmm,, Ras ku juga suka akan pertarungan dan kekacauan, dan seperti yang di beritahu oleh saudara Mo Hung tadi melalui telepati, kedua Jendralku juga setuju ingin memusnahkan Bangsa Iblis Merah,” sambung Tu Long kini bersemangat.
Beberapa menit kemudian.
Kini semua Ras Half Giant Dragon bersama Mo Liang Liu, Mo Denshan, Mo De telah bangun, tidak ada yang curiga jika mereka telah pingsan, itu karena mereka di berikan ilusi nyata oleh Mo Liang Yun.
***
Di sebuah yang di kelilingi oleh Lahar panas, berdiri pemuda yang tak lain Mo Hen San.
“Siapa?” Suara tersebut sangat berat saat ia mengatakan siapa.
“Aku akan membunuh kalian semua Ras Half Giant Dragon,” sambung Raja Mo Hen San dengan nada dingin saat mengetahui hampir seluruh Bangsanya yang ia kirim musnah, termasuk Mo Chenfu, orang kepercayaannya.
“Mo Hen Xin, panggil semua Jendral Tertinggi yang selama ini bersembunyi beserta pasukan darah,” ucap Raja Mo Hen San.
Wungg..!!
Sebuah bayangan seketika terlihat lalu menghilang lagi.
Pandangan Raja Mo Hen San kini sangat dingin, seolah ingin melahap semua yang ada di depannya.
Raja Mo Hen San kini tidak akan menahan diri lagi, Pasukan Darah bentukan kakeknya kini terpaksa ia gunakan untuk melawan Ras Half Giant Dragon.
__ADS_1