Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Serangan Tiba-tiba Bai An


__ADS_3

Tubuh mereka seketika bergidik ngeri saat melihat wajah Bai An dan Duan Du yang menyeringai seolah menunggu buruan mereka datang.


***


“Kakak, mari kita buat mereka sadar jika telah menyinggung orang yang salah,” ucap Duan Du terdengar datar.


Hmm..!!


Bai An hanya menggeram dengan datar.


Duan Du tanpa basa basi langsung berubah menjadi bayangan, sekilas Duan Du terlihat seolah menyatu dengan yang ada di sekelilingnya.


Namun jika di fokuskan, maka mereka akan dapat melihat sebuah cahaya redup.


Wuss..!!


Melihat Duan Du sudah pergi, Bai An melirik ke arah Bai Yu We, dari awal ia datang, pandangannya tak pernah mengarah ke yang lain selain Bai Yu We.


Bai An memejamkan matanya, selama beberapa saat, setelah itu ia membuka matanya.


Mata Bai An kini bewarna biru sepenuhnya, pandangan Bai An juga jauh lebih luas dari sebelumnya.


“Baiklah, mari kita coba kekuatanmu budak,” gumam Bai An langsung merobek ruang.


Crash..!!


***


Bai Yu We yang melesat paling depan tiba-tiba merasakan bahaya mendekatinya.


Dengan segera Bai Yu We menghentikan langkahnya.


Tap tap..!!


Baru saja Bai Yu We berhenti, sebuah serangan muncul dari celah yang tiba-tiba muncul tepat 5 meter di depan matanya.


“Sialan,” teriak Bai Yu We merasa serangan tersebut sangat kuat.


Sadar jika dirinya tak bisa menghindar tepat waktu, Bai Yu We langsung membuat perisai menggunakan setengah energinya.


Wuss..!!


Bom..!!


Duar..!!


Ledakan seketika terjadi saat sebuah anak panah membentur perisai energi yang Bai Yu We buat.


Bukan hanya itu saja, saat ini Bai Yu We terlempar ke belakang.


Beruntung Bai Yun Qe dengan sigap membantunya agar tidak terlempar cukup jauh.


“Sialan, siapa yang begitu pengecut menyerang diam-diam, keluar kau,” teriak Bai Yu We kini di penuhi amarah.


Sementara Bai Yun Qe merasakan tangannya sedikit keram saat membantu Bai Yu We menghentikan tubuhnya yang terlempar.


“Orang ini sangat kuat,” gumam Bai Yun Qe langsung waspada.

__ADS_1


...


“Hmm..!! Lumayan juga,” ucap Bai An muncul dengan bentuk yang berbeda.


Saat ini rambut Bai An sepenuhnya putih, matanya bewarna biru langit polos tanpa ada noda.


Jubah yang ia kenakan kini bewarna putih polos, di sekeliling jubahnya terlihat seperti dilapisi oleh armor perang.


Bai Yu We yang melihat siapa yang muncul awalnya ingin berteriak penuh amarah.


Namun saat melihat dengan jelas orang di depannya. Tubuh Bai Yu We menatap orang di depannya dengan pandangan tak percaya.


“Ka..Kau masih hidup,” ucap Bai Yu We dengan nada tertaba-bata di sertai ia merasa di penuhi oleh rasa teror.


Tapi dengan cepat ia menggelengkan kepalanya.


“Tidak tidak, jika itu dia maka hanya dengan jentikkan jarinya, Dimensi ini pasti akan hancur olehnya,” sambung Bai Yu We menggelengkan kepalanya tidak mempercayai sosok di depannya ini sama dengan sosok yang ia kenal.


Sementara Bai Yun Qe hanya mengerutkan keningnya, karena baru kali ini ia melihat patriaknya ketakutan dan seperti orang gila.


Setelah meyakinkan dirinya, Bai Yu We langsung melirik Bai Yun Qe, ayo kita selesaikan dia dengan cepat, aku tak ingin energi kita habis lebih dulu sebelum mencapai lubang dinding formasi.” Ajak Bai Yu We.


Bai Yun Qe hanya mengangguk patuh, ia tentu tidak ingin berlama-lama juga.


Bai An yang diam saja kini menyinggungkan senyum jahat, aku ingin kalian menderita,” ucap Bai An.


Wuss..!!.


Bai An menghilang lalu muncul di depan Bai Yu We.


Pedang yang Bai An pegang terayun santai ke arah tubuh Bai Yu We.


Hukum Angin dan Hukum Besi yang Bai Yu We kuasai kini mulai menyatu dengan pedangnya.


Pedang yang Bai Yu We ayunkan seketika di kelilingi oleh angin yang terlihat liar.


Wuss..!!


Tring..!!


Walau begitu pedang yang Bai An ayunkan yang terlihat sederhana mulai menekan pedang Bai Yu We.


Bai Yu We mulai mengerutkan keningnya saat kedua Hukum yang ia gunakan hilang saat bersentuhan dengan pedang Bai An.


“I..Ini Hukum Dewa Asura, sang Dewa Pedang,” gumam Bai Yu We tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


Wuss..!!


Sebuah pedang energi tiba-tiba datang dengan kekuatan luar biasa melesat ke arah Bai An.


Bai An yang melihat itu menyunggingkan senyum tipis.


Tangan kiri Bai An melambai dengan santai, sebuah celah tiba-tiba tercipta tepat di depan pedang energi yang mengarah kepadanya.


Wungg..!!


Pedang energi tersebut langsung lenyap tanpa sisa.

__ADS_1


“Hukum Ruang.” Teriak Bai Yun Qe terkejut luar biasa.


Tak lama sebuah celah muncul di depan dirinya.


Hal itu yang membuat Bai Yun Qe yakin jika itu Hukum Ruang.


“Sialan, apa ini yang di namakan senjata makan tuan,” raung Bai Yun Qe di penuhi amarah.


Dengan segera ia menggunakan seluruh energinya untuk membuat pedang, tanpa basa basi ia langsung mengayunkan pedang energi yang tercipta di atas kepalnya.


Duar..!!


Tubuh Bai Yun Qe terlempar akibat serangannya sendiri. Beruntung ia terlihat baik-baik saja.


Tapi ia merasa malu saat ini, matanya memandang ke arah Bai An.


“Aku akan membunuhmu,” teriak Bai Yun Qe langsung melesat ke arah Bai An.


Bai An terlihat datar.


Tangan kanan Bai An yang memegang pedang kini mulai bergerak ke depan.


Hal itu membuat Bai Yu We di paksa mundur, wajahnya kini mulai jelek.


“Sialan kau bocah, aku akan menghancurkan seluruh tubuh dan jiwamu,” teriak Bai Yu We.


Blush..!!


Aura Bai Yu We seketika meningkat drastis. Bukan hanya aura saja, tingkat kultivasinya juga ikut meningkat.


“Kau yang memaksaku, akan aku perlihatkan jika kau melawan orang yang seharusnya tidak kau lawan,” ucap Bai Yu We dengan nada dingin.


Wuss..!!


Setelah mundur beberapa langkah, Bai Yu We dan Bai Yun Qe kini berdiri sejajar.


Bai An langsung memiringkan kepalanya.


“Akan aku perlihatkan apa itu keputus'asaan,” ucap Bai An dengan nada datar.


Bai Yu We dan Bai Yun Qe hanya mendengus dingin. Mereka saat ini sadar jika musuh yang mereka hadapi tidak boleh di remehkan. Jadi jika mereka tidak menggabungkan kekuatan, maka mereka yakin akan kalah.


Terlebih mereka cukup bingung, mereka berdua sampai saat ini tidak bisa melihat tingkat kultivasi Bai An.


Ketiganya saat ini saling menatap satu sama lain.


Tak lama siluet mereka langsung menjadi bayangan.


Trank trank..!!


Bam..!!


Saat mereka bertiga bertarung menggunakan kekuatan penuh. Hanya bayangan mereka saja yang terlihat oleh Bai Han, Bai Chu Ye, Mo Liang Liu dan Mo Denshan.


Sementara Tu Long mampu melihat jalannya pertarungan walau sekilas, tapi saat ini ia tahu jika Tuan mudanya ingin menyiksa kedua musuhnya hingga putus asa.


***

__ADS_1


Cukup jauh dari tempat Bai An. Saat ini Duan Du seorang diri melawan kurang lebih 20 tetua berbagai tingkat.


Walau begitu, semua tetua klan Bai saat ini memasang wajah yang sangat jelek.


__ADS_2