Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Manusia Kelinci


__ADS_3

Sebuah benda kini bersemayam di tubuh Bai An dan benda tersebut datang dengan sendirinya tanpa di perintah.


Benda tersebut seolah memiliki nyawa, ia kini berputar-putar di dalam perut Bai An hingga membuat Bai An tersadar.


“Eeh.!! Apa yang bergerak-gerak di tubuhku?” Bai An merasa geli hingga konsentrasinya hilang.


Bai An mencoba memusatkan jiwanya hingga masuk ke dalam dantiannya, betapa terkejutnya Bai An melihat gadis kecil memiliki telinga kelinci dan ekor kelinci, wajahnya sangat imut, ia terlihat seusia dengan putra dan putrinya.


“Siapa kau? Bagaimana kau bisa masuk ke dalam dantianku?” Tanya Bai An dengan nada dingin.


Mendengar sebuah suara, gadis kelinci melirik ke arah Bai An dengan wajah ketakutan, ia langsung merubah dirinya menjadi boneka kecil.


Bai An yang melihat itu mengerutkan keningnya, dengan cepat Bai An muncul di depan boneka kelinci, saat tangan Bai An ingin meraih boneka tersebut.


Sreek..!!


Boneka tersebut bergeser ke arah samping, sehingga tangan Bai An hanya menggenggam energinya.


Merasakan hal tersebut, ia langsung tersadar jika kini ia bisa menggunakan energinya.


Tapi rasa senang Bai An berubah menjadi rasa kesal, ia seolah di kerjai oleh boneka kelinci di depannya ini.


“Heng,, aku tak akan mengampunimu jika tertangkap,” dengus Bai An langsung melesat ke tempat boneka kelinci.


Wuss..!!


Lagi-lagi Bai An hanya menyambar energinya, wajah Bai An sedikit malu saat ini, beruntung tidak ada orang yang melihatnya, jika ada. Mungkin ia akan di tertawai karena untuk menangkap benda mati saja ia tidak bisa.


“Sial,, kenapa bisa-bisanya aku di permainkan seperti anak-anak,” gumam Bai An kembali menghilang.


Kini terjadi kejar kejaran antara Bai An dan Boneka Kelinci.


Sementara di sebuah ruang putih, mungkin lebih tepatnya penjara, Bai So dan Bai Tan melihat kejadian antara Bai An dan Boneka Kelinci tersebut.


Terdengar jika Bai Tan saat ini tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


“Haha,, sampai mati pun kau tidak akan bisa mengejarnya Tuan muda,” ejek Bai Tan.


Walau begitu, tawa dan teriakan Bai Tan tidak di dengar oleh Bai An karena penghalang yang ada di depannya.


“Hmm,, apa yang kau ucapkan benar, bahkan kita sampai di kurung layaknya hewan kecil olehnya, melakukan perlawanan pun sia-sia,” sambung Bai So menghela nafas berat.


“Benar,, tapi yang aku herankan, mengapa hewan spiritual terkuat di seluruh Dimensi Pusat ada di sini, seperti ucapanmu barusan, secuil energinya mampu membuat kita sirna jika ia mau, jadi seberapa kuat dia?” Bai Tan kini memandang ke arah Bai So penuh rasa penasaran.


“Hmm,, aku juga tidak tahu, yang pasti aku mengikutinya karena ia mempunyai banyak rahasia di dalam tubuhnya ini, bahkan aku tidak bisa memecahkan 10% apa misteri tubuhnya ini.”


“Mungkin karena itu juga hewan spritual garis darah legendaris ini mendatangi Tuan muda, hal yang sama seperti diriku.”


Bai Tan yang mendengar penjelasan Bai So langsung mengerti, sama seperti dirinya, ia juga tidak bisa mengetahui rahasia tubuh Tuan mudanya ini dari pertama ia menjadi pengikut Bai An.


Saat ini, pandangan mereka berdua kembali mengarah ke Bai An.


“Huh huh huh,, kenapa semakin aku mempercepat langkah ku, ia juga semakin cepat, lebih aneh lagi saat aku memperlambat langkah ku, ia juga melambat,” gumam Bai An dalam hati.


Bai An tahu jika Boneka Kelinci ini tidak mempermainkannya, ia sadar saat mengejarnya selama satu bulan penuh ini.


Di satu sisi Bai An melihat jika Boneka ini menikmati kejar-kejaran mereka


“Baiklah berhenti bermain-mainnya, siapa kau sebenarnya, makhluk apa kau dan bagaimana kau bisa masuk ke dalam dantianku?” Nada suara Bai An terdengar lembut saat bertanya.


Boneka Kelinci seketika berubah bentuk menjadi manusia kelinci, wajahnya yang imut kini menatap wajah Bai An lekat-lekat.


“Apakah kau percaya jika aku adalah ciptaanmu?”


Dahi Bai An langsung berkerut saat mendengar ucapan Manusia Kelinci tersebut.


“Tentu saja aku tidak percaya,” jawab Bai An sambil menatap Manusia Kelinci dengan teliti.


“Sudah aku duga,” ucap Manusia Kelinci langsung mengembungkan pipinya.


“Kapan ingatanmu bisa pulih ya? Padahal ini adalah prestasi terbesarmu bisa sampai ke tahap ini, sudah jutaan kali kau di reinkarnasi, tapi kau mati karena usia dan ingin hidup damai.”

__ADS_1


Manusia Kelinci terus berceloteh yang menurut Bai An tidak jelas, saat Bai An ingin menegur Manusia Kelinci agar berhenti bicara tidak jelas, ia tiba-tiba terdiam.


“Kau tahu, apapun keinginanmu ingin hidup damai itu tidak akan pernah bisa sebelum kau menuntaskan tugasmu, dulu sebelum kau mati karena di khianati, Kau hanya pasrah saja dan ingin bereinkarnasi di tempat yang nyaman tanpa adanya dunia kultivator.”


“Sungguh naif, setelah kau mati kau akan tetap di Reinkarnasi lalu akan di bawa menuju yang seharusnya, yaitu merebut kembali milikmu,” dengus manusia kelinci dengan wajah cemberut.


“Kau juga menciptakanku sebelum kematianmu, kau menciptakan aku untuk menjaga tempatmu selalu damai dan tidak di masuki oleh orang-orang dari Dimensi Pusat, sampai waktunya dimana kau keluar dari Dimensi Kecil ini, barulah kau menyuruhku melakukan tugasku yang kedua.”


Bai An hanya bisa mematung mendengar cerita Manusia Kelinci di depannya.


Secara perlahan Bai An maju ke arah manusia kelinci tersebut.


Tap tap..!!


Seketika Manusia Kelinci gugup, ia takut jika Bai An akan memberikannya hukuman, karena dulu ia pernah mengalaminya saat ia nakal.


Bai An yang dulu sangatlah keji, ia tidak akan segan-segan membunuh bawahannya yang tidak becus, suka berkhianat, lalai dalam tugas, suka menindas yang lemah, hingga suatu saat ia di bunuh oleh orang-orang terdekatnya karena kekejamannya.


Saat kematiannya itu, Bai An tersadar jika apa yang ia lakukan salah, sehingga memilih untuk hidup tenang saat di Reinkarnasi.


Tapi takdir akan selalu membawanya ke tempat dimana ia berada, terlebih hanya Manusia Kelinci yang tahu jika ada sebuah konsfirasi saat Bai An di bunuh, ia di bunuh bukan karena ia kejam.


TUK..!!


Bai An langsung menyentuh kening manusia kelinci. “Hmm,, kau tidak sakit, tapi kenapa kau bicara seperti orang menghayal?” Tanya Bai An memiringkan kepalanya.


“Huuff,, aku lupa jika ingatannya belum kembali 1% pun, beruntung-beruntung,” gumam Manusia Kelinci.


“Simpan saja apa yang aku ucapkan tadi, dan suatu saat kau pasti akan mengerti.” Manusia Kelinci terdiam sambil melirik ke arah Bai Tan dan Bai So.


“Kau beruntung punya mereka berdua, Dunia Energi Inti yang tidak pernah berkhianat, walau mereka masih lemah, suatu saat mereka pasti akan ikut tumbuh bersamamu.”


“Satu hal lagi, jangan lagi menambah keluarga, cukup keluargamu yang ini saja, mereka semua sangat baik dan selalu saling terhubung.”


Manusia Kelinci langsung menghilang bersamaan dengan munculnya Bai So dan Bai Tan.

__ADS_1


“Hei,, apa kalian tahu siapa kelinci gila itu? Dan apa ucapannya ini benar atau hanya angin lalu?”


__ADS_2