Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Kepungan Dari Berbagai Jenius Klan dan Sekte


__ADS_3

Namun wanita tersebut langsung di hadang oleh tetua klan Han, kini matanya sudah memerah karena tidak di anggap dan di rendahkan.


“Berani sekali ****** sepertimu mengabaikanku,” ucap penetua Han di sertai air liur menetes keluar dari sela-sela bibirnya saat tak sengaja melihat dua melon milik wanita bercadar tersebut.


Wanita yang tak lain Li Qian tersenyum tipis saat melihat pria paruh baya yang ada di depannya.


Dengan santai Li Qian membuka cadarnya sambil berkata. “Apa kau terpesona?”


Glek..!!


Dengan cepat penetua Han mengangguk-angguk, dan ia tidak sadar jika telah masuk pesona milik Li Qian.


“Jika begitu bunuh dirimu lebih dulu, maka kau akan mendapatkanku,” ucap Li Qian dengan nada lembut.


Penetua Han yang telah masuk pesona milik Li Qian pun langsung mengeluarkan pedangnya.


Jlep..!!


Jlep..!!


Jlep..!!


Bukan hanya Penetua Han saja, hampir semua yang ada di dalam Penginapan + Restaurant ikut bunuh diri.


Hanya Bai Han saja yang tidak ikut bunuh diri karena ia tidak terpengaruh pesona milik Li Qian.


Li Qian yang menyadari hal tersebut langsung muncul di depan Bai Han.


“Hemm..!! Siapakah Tuan ini?” Tanya Li Qian dengan senyum lembut.


Bai Han yang mengenakan tudungnya hanya bisa tersenyum pahit dari balik tudungnya, ia kini beruntung langsung mengenakannya sehingga wajahnya tidak dapat di lihat.


Terlihat Bai Han mencoba untuk tidak terlihat gugup di depan wanita tersebut.


“Pergilah, jangan buat aku marah,” ucap Bai Han dengan nada dingin.


Li Qian yang mendengar itu pun terdiam, dengan seksama ia melihat bentuk jubah milik Bai Han.


Saat melihat punggung jubah tersebut, ia langsung tertegun lantaran mengetahui ini jubah yang mirip dengan jubah milik orang yang ingin ia cari dan klaim suaminya.


“Jubah ini sedikit lebih bagus dari jubah yang suami kenakan, tapi aku merasa jubah ini sedikit lebih lemah,” gumam Li Qian dalam hatinya.


Tak lama ia tersenyum dan menduga jika orang di depannya ini mungkin salah satu penetua Sekte Pengacau.


“Ah maafkan saya Penetua, saya mohon undur diri,” ucap Li Qian sambil melambaikan tangannya ke depan untuk memberi hormat kepada Bai Han.


Setelah itu Li Qian langsung membawa Xin Chen dan Ji San keluar dari Penginapan.

__ADS_1


...


Setelah di rasa ketiganya telah pergi jauh, Bai Han langsung merasa lega, ia jelas mengingat wanita di depannya tersebut.


Ingatan yang di berikan oleh Gu Sheng beberapa waktu lalu setelah invasi masih jelas terekam di kepada Bai Han.


“Dia salah satu Jenius Monster yang ikut menginvasi Dimensi kami, namun ia tidak ikut bertarung melawan kami, dan juga mungkin karena jubah yang aku kenakan ini mirip dengan jubah orang yang menolong paman Du dan paman Tu sehingga ia mengira aku dari sekte yang sama dengan orang yang membantu kami.” Gumam Bai Han.


Karena merasa sydah tidak aman berada di sini, Bai Han pun langsung keluar dari penginapan tersebut.


Saat keluar, ia mendengar banyak orang-orang berlalu lalang dengan wajah ketakutan di sertai gosip Klan Han mengusik orang yang salah sehingga klannya di hancurkan hingga ke akar-akarnya oleh salah satu pemuda yang maskulin.


“Huuf,, beruntungnya aku,” gumam Bai Han langsung melesat keluar kota dan tujuannya saat ini adalah Kota Besar, ia merasa yakin jika salah satu keluarganya pasti berada di Kota besar dan tidak mungkin jika semua keluarganya tidak berada di Dimensi Mixture.


Bai Han juga ingin ke kota besar untuk mencari beberapa informasi tentang keluarganya. Karena menurutnya dimana ada kekacauan atau keributan besar, disanalah salah satu keluarganya berada.


***


Dan apa yang Bai Han prediksi memang tepat, saat ini Bo Wuhan sedang di kepung oleh beberapa Jenius Sejati dari Sekte Sisik Naga dan beberapa Jenius Klan Besar yang rata-rata memiliki tingkat kultivasi Dewa Surgawi ⭐ 3 Awal ke bawah.


“Hahaha aku pasti akan di angkat menjadi murid Master Sekte atau setidaknya Penetua Pertama jika mampu menangkapmu,” ejek murid Jenius Sekte Sisik Naga, ia adalah yang terkuat dari mereka semua yang ikut mengepung Bo Wuhan. Yaitu Dewa Surgawi ⭐ 3 Awal.


Sementara Bo Wuhan yang di kepung terlihat santai, bahkan kini tubuhnya tak henti-hentinya bergetar hebat saking inginnya bertarung.


Tak lama tatapan Bo Wuhan mengarah ke Duan Du yang bersembunyi di balik kegelapan lorong bangunan.


“Hehe ternyata sangat mudah memancing para idiot-idiot serakah ini,” gumam Duan Du tersenyum lebar. “Dengan adanya Wuhan di sisiku, aku akan menjadi semakin kuat sebelum bertemu kakak,” sambung Duan Du langsung berubah menjadi bayangan.


Wuss..!!


Bo Wuhan langsung mengangguk dengan semangat.


Bukannya senang, Duan Du malah memasang wajah jelek saat melihat wajah Bo Wuhan yang mirip dengan pamannya Tu Long jika sedang bersemangat.


“Dasar otak dongol, jangan berpikir dengan otot tapi berpikir dengan kepala. Jika kau tidak mampu melawan mereka, aku bisa membuat beberapa rencana untuk kita melarikan diri dari sini. Tapi jika bisa maka kita akan kacaukan seisi kota ini,” dengus Duan Du.


Bo Wuhan kembali mengangguk-angguk dengan wajah berseri-seri saat mendengar kata kacaukan.


“Hais,, ingin rasanya aku belah kepalamu lalu lihat apa saja yang kau pikirkan,” gumam Duan Du kini semakin kesal.


Tapi Duan Du langsung sadar jika kecerdasan Bo Wuhan kini hanya 30% saja.


...


“Dasar bangsat, berani sekali kalian mengabaikan Tuan muda ini,” teriak Jenius Sejati dari Sekte Sisik Naga yang dari tadi semua ucapannya tidak di dengar.


Duan Du yang dari tadi di buat kesal oleh Bo Wuhan langsung mengalihkan pandangan ke arah pemuda yang meneriakinya.

__ADS_1


Pemuda tersebut langsung menyeringai saat Duan Du kini menatapnya.


Tapi tak lama tubuhnya terlempar ke jauh.


Bom bom bom..!!


Duan Du yang muncul dari bayangan milik pemuda itu langsung memukulnya sekuat tenaga.


“Kurang ajar, serang dia,” teriak salah satu pemuda yang berasal dari sekte yang sama dengan pemuda yang Duan Du pukul.


Duan Du seketika menyeringai kejam. “Aku tak akan puas jika tidak membunuh kalian semua,” ucap Duan Du.


Blush..!!


Tak lama ratusan bayangan keluar dari tubuh Duan Du.


Wuss wuss wuss..!!


Dret..!!


Bom bom..!!


Pertarungan seketika meledak saat ratusan bayangan Duan Du menyerang orang yang mengepungnya.


Duan Du juga muncul di depan pemuda yang ia pukul pertama kali.


Dret..!!


Dengan ganas Duan Du menginjak kepala pemuda tersebut.


“Ka..Kau akan di buru jika membunuh-”


Bam..!!


Kepala pemuda tersebut langsung meledak sebelum pemuda tersebut menyelesaikan ucapannya.


“Kurang ajar, berani sekali kau membunuh muridku yang paling berharga.” Sebuah raungan menggelegar dari balik awan.


Duan Du langsung menyeringai sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah atas.


“Maju, jangan banyak bacot,” tantang Duan Du.


Dret..!!


Duan Du kembali bergerak cepat dan muncul di depan pemuda yang ia yakini murid Sekte Sisik Naga.


“Mati,” teriak Duan Du dengan senyum provokasi.

__ADS_1


Wuss..!!


Bom..!!


__ADS_2