Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Leluhur Terkuat Ras Manusia, Hendric dan Leluhur Terkuat Ras Elf ??


__ADS_3

Mereka semua pun langsung duduk sambil membicarakan rencana selanjutnya.


***


Bai An yang sedang berkultivasi langsung membuka matanya.


“Hemm..!! Apakah mereka sudah mulai bergerak?” Ucap Bai An langsung bertanya.


“Iya, beberapa leluhur dari Ras manusia melakukan pergerakan lebih dahulu, sementara untuk Ras Elf, mereka saat ini sedang merencanakan sesuatu yang belum aku ketahui.”


Sosok wanita yang tak lain Anariel muncul dengan pakaian yang jauh berbeda.


Saat ini Anariel mengenakan pakaian assasint, seluruh tubuhnya di baluti oleh kain kecuali mata.


“Bagaimana dengan Hendric? Apakah ia belum muncul-muncul?” Tanya Bai An kembali.


“Hanya Leluhur Hendric dan leluhur yang membunuh orang tua Ares saat ini belum terlihat. Mungkin mereka takut jika kau memburunya lagi seperti kejadian dua minggu yang lalu,” ucap Anariel santai.


“Tidak, walau ia sering melarikan diri jika aku muncul, seperti di masa lalu, Hendric ini bukanlah orang pengecut atau penakut, ia sangat cerdik. Ia tahu kapan waktunya muncul dan kapan waktunya pergi. Ia juga sadar jika tidak mampu melawan musuh, maka ia akan mundur.” Ucap Bai An sambil menggelengkan kepalanya.


Anariel mengangguk santai. “Tapi aku tak menduga jika muncul dan langsung memburu keluargamu yang masih lemah. Aku yakin jika Hendric tidak mengetahui kedua orang yang ia buru itu adalah keluargamu.” Ucap Anariel memegangi dagunya.


“Pirasat, ia memakai pirasatnya. Ia menyadari jika kakak Tian dan saudara Lang Zai akan jauh lebih kuat darinya suatu saat nanti, dan ia beranggapan jika mereka berdua di biarkan hidup sampai menjadi kuat, maka nyawa mereka yang terancam. Jadi Hendric tentu akan langsung memburu mereka.” Balas Bai An dengan nada santai.


Mata Anariel langsung terbuka lebar saat mendengar itu. “Hemm..!! Jadi begitu, orang ini berarti jauh lebih berbahaya dari yang aku bayangkan,” ucap Anariel kini berpikir apakah ia kesana untuk membunuh Hendric atau tidak.


“Biarkan saja ia hidup sedikit lebih lama, yang penting saat ini adalah cari tahu saja dimana posisi Leluhur terkuat Ras Elf, karena sampai saat ini aku belum mengetahui keberadaannya.” Ucap Bai An langsung memberi Anariel perintah.


“Eeh,, jadi-”


“Benar, Leluhur Elf yang kau kenal dan kira terkuat itu sebenarnya bukan ia yang terkuat.” Potong Bai An mengangkat tangannya.


“Aku pernah bertemu dengan di masa lalu dan sempat bertarung dalam waktu yang cukup lama, dia sangat kuat. Aku hanya bisa imbang melawannya,” ucap Bai An dengan nada serius.


Mata Anariel seketika melotot saat mendengar cerita Bai An.


“Jika begitu orang yang paling kita waspadai adalah dia,” ucap Anariel langsung mengambil kesimpulan sendiri.


Tak..!!

__ADS_1


“Aduh kenapa kau menjitak keningku,” dengus Anariel dengan wajah cemberut.


“Aku menyuruhmu mencari keberadaannya, bukan menyuruhmu mengambil kesimpulan atau berdiskusi.” Ucap Bai An langsung menggerakkan jarinya lagi.


Anariel langsung cepat-cepat menggerakkan tangannya.


Crash..!!


Sebuah celah langsung tercipta dan Anariel tanpa menunda lagi bergerak memasuki celah.


Jlep..!!


Melihat Anariel sudah kabur, Bai An tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya.


“Mereka berempat mungkin tidak terlalu cerdas dalam mengambil langkah, tapi mereka berempat memiliki kelebihan yang jauh lebih penting. Yaitu mereka semua penurut. Apapun yang aku katakan, tidak ada satupun dari mereka yang menolak.” Gumam Bai An dalam hati.


Sudah dapat Bai An pastikan jika mereka setia dan jauh lebih setia dari apa yang Bai An bayangkan.


“Hemm..!! Apa mereka berdua sudah sadar,” gumam Bai An memikirkan Lang Zai dan Cen Tian.


Jika Bai An lebih cepat mengetahui mereka berdua terluka parah saat di serang Hendric, mungkin Bai An akan langsung memburunya saat itu juga. Namun sayangnya, ia saat itu sedang bersama Ares dan berusaha menghibur Ares.


Dengan santai Bai An mengeluarkan sebuah lengan yang tampak masih hidup. Lengan tersebut terlihat ingin melarikan diri dari hadapan Bai An.


“Orang ini jauh lebih pintar dari dugaanku, ia sengaja menghapus semua aura yang ada di seluruh tubuhnya. Tangannya ini juga tidak langsung bergerak ke arah tubuhnya, malainkan sengaja berkeliling lebih dulu untuk menyesatkan orang yang mengikutinya,” gumam Bai An kini memikirkan cara bagaimana cara menemukan Hendric.


Saat ini lengan yang ada di depan Bai An adalah lengan milik Hendric yang berhasil Bai An potong satu minggu yang lalu.


Saat Bai An akan menangkapnya, Bai An tidak menyangka Hendric berhasil melarikan diri menggunakan sebuah Artefak kutukan.


Saat Bai An akan mengejar Hendric, ia langsung kehilangan jejak hingga saat ini.


“Hemm..!! Lebih baik aku kembali lepaskan lengan ini dan mengikuti jejaknya diam-diam. Jika gagal lagi, lebih baik aku menghancurkannya.” Gumam Bai An langsung mencoba bertaruh.


Bai An pernah melepas lengan ini 3 hari lalu dan mengikutinya diam-diam, namun sayang ia malah di permainkan oleh lengan Hendric.


Bai An langsung menggerakkan tangannya.


“Segel Asura.” Gumam Bai An langsung menanamkan segel yang sering ia gunakan dulu di masa lalu.

__ADS_1


Dret..!!


Setelah menanamkan segel, Bai An langsung melempar lengan Hendric secara acak.


***


Di sebuah gua, sosok pemuda buntung seketika membuka matanya.


“Hemm..!! Apa ia mencoba mempermainkanku lagi dengan pura-pura melepaskan lenganku?” Gumam sosok pemuda tampan yang tak lain Hendric.


“Ia mungkin tidak sadar jika seluruh anggota tubuhku ini satu. Jadi walau terpisah tentu aku memiliki koneksi ikatan dengan lenganku.” Ucap Hendric tersenyum kecil saat merasakan jika lengannya di tanamkan segel.


Dengan berwibawa Hendric berdiri. “Jika begitu mari kita bertaruh, aku yakin ia pasti meninggalkan lenganku dan menunggu lenganku bertemu denganku. Saat ia dapat merasakan diriku melalui segel yang ia tanam, ia pasti akan langsung bergerak ke arahku.”


“Jika ia bergerak dalam waktu 1 menit lalu sampai, maka aku pasti bisa melarikan diri, karena aku yakin butuh 10 detik untuk menghancurkan segel itu, setelah segel hancur di sanalah letak kemenanganku,” ucap Hendric tersenyum kecil.


“Namun sebelum itu aku harus menjauh agar ia membutuhkan waktu satu menit untuk datang,” ucap Hendric langsung merobek ruang di depannya lalu menghilang.


Kini Bai An dan Hendric sama-sama bertaruh dengan taruhan yang mereka ucapkan masing-masing.


Satu hari berlalu, Bai An saat ini merasakan jika lengan Hendric semakin menjauh dan merasa seperti mengulur waktu.


“Hoho,, aku yakin jika membuat taruhannya sendiri saat ini,” ucap Bai An tersenyum kecil.


“Aku juga yakin jika ia berpikir aku butuh waktu lama menuju ke tempatnya.”sambung Bai An langsung mengeluarkan token teleportasi tingkat tinggi yang mampu memindahkan seseorang dalam hitungan kurang dari 5 detik.


Jaraknya juga mampu mengitari setengah Dimensi Alam.Sihir.


Kini Bai dengan santai menunggu sambil menikmati segentong arak seorang diri.


***


Wungg..!!


“Dimensi ini akan hancur lagi setelah kembalinya orang dari luar Dimensi ini,” ucap sosok Elf wanita yang luar biasa cantik.


Saat Elf wanita tersebut membuka matanya, pandangannya mengarah ke cermin yang saat ini ia genggam.


Elf wanita tersebut kini melihat sebuah masa depan, banyak sekali kota hancur, kedua Ras hampir sepenuhnya musnah, pohon maupun binatang juga terlihat ikut hampir musnah.

__ADS_1


__ADS_2