Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Mencari Informasi dan Membuat Feng Ruan Idiot


__ADS_3

“Tentu kami tidak keberatan Tuan, terlebih dia lebih dulu mencari masalah dengan anda.” Ucap Feng Ruan langsung membungkukkan badannya.


“Saya pribadi meminta maaf karena belum mengjari mereka sopan santun Senior.” Ucap Feng Ruan masih membungkukkan kepalanya.


Bo Wuhan yang mendengar itu kini bingung mau memukul Feng Ruan atau tidak, itu karena ia ingin memukulnya jika ada kesalahan yang ia perbuat, namun kini Feng Ruan telah meminta maaf. Jadi Bo Wuhan hanya diam dan diam-diam melirik ke arah Duan Du.


Duan Du yang dari tadi memasang wajah gelap kini tidak tahu harus mengatakan apalagi terhadap Bo Wuhan.


“Dasar otak batu ini tidak bisa di beritahu dengan baik-baik,” gumam Duan Du meremas tangannya hingga auranya sedikit keluar.


Merasakan tekanan dari Duan Du, Bo Wuhan mengira jika Duan Du sengaja mencari masalah dengan kelompok Feng Ruan, ia tidak sadar jika Duan Du kesal kepadanya.


“Hehe,, Tuan Duan memang yang terbaik,” gumam Bo Wuhan dalam hati.


Sementara Feng Ruan dan kelompoknya langsung memasang wajah waspada lantaran merasa kedua orang yang di depannya memang tidak bisa di provokasi.


“I..Ini apa-apaan ini, kami sudah minta maaf dengan tulus, apa anda memang sengaja ingin mencari masalah dengan Sekte Naga Perak,” ucap salah pria tua yang menjadi Master Sekte tingkat menengah, ia sengaja menyebut Sekte tempat Feng Yuan menjadi murid agar kedua orang ini tidak mencari masalah lebih jauh lagi.


Namun Bo Wuhan terlihat ikut-ikutan mengeluarkan auranya.


Blush..!!


“Hahaha Sekte Naga Perak apanya, suruh Master Sekte Naga Perak kemari untuk bersujud di depanku agar amarahku mereda.” Teriak Bo Wuhan dengan tawa lantang.


Orang-orang yang berkumpul ingin menuju Dimensi Alam Surgawi langsung menjauhi portal karena tidak ingin ikut mencari masalah besar.


Bam..!!


Tangan Duan Du langsung menekan pundak Bo Wuhan hingga mengeluarkan suara yang cukup besar.


“Dasar idiot, ingin rasanya aku menghajarmu lantaran bergerak tanpa melihat situasi. Tapi karena saat ini sudah terlanjur kacau, lakukan sesukamu. Tapi nanti kau harus berurusan denganku.” Ucap Duan Du melalui telepati.


Glek..!!


Bo Wuhan langsung menelan ludahnya. Wajahnya berubah kusut, tapi tak lama ia melihat ke arah kelompok Feng Ruan yang siap bertarung.


“Ini gara-gara kalian,” gumam Bo Wuhan dalam hati.


Dengan cepat Bo Wuhan melesat ke arah para orang tua yang memiliki tingkat kultivasi rata-rata Dewa Surgawi ⭐ 5 Menengah kebawah.


Dret..!!


Tangan Bo Wuhan yang telah di selimuti oleh energi dalam jumlah besar langsung terayun.


Dua orang tua yang melihat itu saling melirik, mereka langsung mengeluarkan senjata mereka. “Lindungi Tuan muda,” ucap salah sati dari mereka.


Dret..!!


Bom..!!


Duar..!!


Ledakan besar seketika tercipta, udara hasil bentrokan langsung menyebar ke segala arah hingga menciptakan debu yang menutupi area sekitar.


Duan Du yang sudah muncul di depan Feng Ruan langsung mencekik lehernya.


Kini Duan Du sudah jauh lebih kuat dari Feng Ruan. Feng Ruan masih berada di Dewa Surgawi ⭐ 3 Puncak dan kini dirinya berkembang dengan cepat dengan metode terlarang hingga mencapai Dewa Surgawi ⭐ 4 Puncak.


Urgh..!!

__ADS_1


“Lepaskan,” ucap Feng Ruan terlihat meronta.


Tapi Duan Du yang memiliki dendam dengan Feng Ruan apakah melepaskannya begitu saja? Tentu saja tidak.


“Hem..!! Apakah kau tidak mengingatku bocah,” ucap Duan Du memperlihatkan wajahnya dengan menjulurkan dirinya hingga berjarak 5cm dengan wajah Feng Ruan.


Wajah Feng Ruan langsung melotot tak percaya, tentu saja ia sangat mengingat wajah Duan Du, ia kini sedikit melirik Bo Wuhan karena mengira jika itu Tu Long.


“Ka..Kau, kau tidak mungkin meningkat secepat ini dan juga tidak mungkin kau datang kesini begitu cepat.” Ucap Feng Ruan tak percaya.


“Hemm..!! Aku tak butuh pertanyaanmu, yang aku butuh adalah informasi darimu setelah kau kembali.” Ucap Duan Du langsung merobek ruang hampa.


Dret..!!


Wung..!!


Duan Du menghilang dari tempatnya berdiri. Sementara Bo Wuhan terlihat bersenang-senang dengan para Master Sekte tingkat menengah. Walau ia tahu tidak bisa menang melawan mereka, tapi ia tidak akan bisa kalah, artinya mereka saat ini seri.


Wung..!!


Duar..!!


Duan Du yang muncul langsung melempar Feng Ruan.


Uhuk..!!


“Apa mau-”


Dret..!!


“Aku sudah bilang jika saat ini akulah yang bertanya, bukan dirimu. Camkan itu,” ucap Duan Du dengan nada dingin sambil mencekik leher Feng Ruan.


“Beritahu aku semua informasi yang menyebar tentang kami setelah kau kembali bersama yang lainnya dulu?” Tanya Duan Du dengan mata mengerikan mengarah ke Feng Ruan.


Melihat Feng Ruan terdiam. Tangan Duan Du langsung terayun.


Crash..!!


Argh..!!


Sebilah belati energi langsung menyanyat leher Feng Ruan hingga menyemprotkan darah.


“Satu.”


Mendengar Duan Du berhitung, Feng Ruan menggertakkan giginya. Ia telah di beritahu untuk jangan menyebarkan informasi ini oleh Gurunya, jadi jika ia bicara maka Gurunya pasti akan mengetahuinya.


Crash..!!


Argh..!!


Bruk..!!


“Dua.”


Lengan kiri Feng Ruan langsung terpotong bertepatan Duan Du selesai menghitung.


“Aku tak peduli dengan segel yang ada di tenggorokanmu, jika kau tidak mau bicara, maka aku akan membuatmu tersiksa seumur hidupmu, bahkan jika kau mati, aku akan menyiksa jiwamu, karena aku memiliki metode untuk menarik jiwamu dengan paksa.” Ucap Duan Du menyeringai kejam.


Glek..!!

__ADS_1


Mendengar itu, Feng Ruan langsung menelan ludah dengan tubuh berkeringat dingin.


Melihat Feng Ruan kini mengangguk patuh, wajah Duan Du menyeringai tipis.


***


Wung..!!


Trank trank..!!


Duar..!!


“Sialan, apakah orang ini lebih kuat dari kita, ia dengan mudah menahan serangan gabungan kita, dan juga-” salah satu dari dua orang tua langsung melirik para Jenius klan dan Jenius Sekte yang terbaring di tanah.


Mereka berdua tak menduga jika Bo Wuhan mampu melumpuhkan semua jenius klan dan jenius sekte saat bertarung dengan diri mereka.


“Sialan, ini penghinaan,” teriak salah satu dari mereka langsung menyerang Bo Wuhan yang tak henti-hentinya tertawa.


“Hahaha,, ayo kerahkan semua kekuatan kalian.” Teriak Bo Wuhan kini memasang kuda-kudanya sambil menghunuskan pedang pemberian Bai An untuk menutupi identitasnya yang biasa menggunakan kapak.


Dret..!!


“Mati,” teriak orang tua tersebut mengayunkan pedangnya.


Trank..!!


Bam..!!


Baru saja Bo Wuhan menahan pedang salah satu dari merek, yang satunya muncul dengan panah telah di tarik tepat mengarah ke leher Bo Wuhan.


Wuss..!!


Bo Wuhan langsung menundukkan kepalanya.


Bom..!!


Anak panah tersebut langsung melewati kepala Bo Wuhan dan meledak saat mengenai tanah.


Melihat Bo Wuhan lengah lantaran berusaha menghindari anak panah rekannya, orang tua yang masih bentrok dengan Bo Wuhan langsung mengayunkan kakinya.


Bam..!!


Tangan kiri Bo Wuhan langsung menahan kaki kiri orang tua tersebut.


Wuss..!!


Jlep..!!


Bom..!!


“Hahaha,, akhirnya kau mati juga,” teriak orang tua yang memegangi busur panah.


Dret..!!


“Heh,, apakah benar begitu,” ejek Bo Wuhan muncul dalam wujud bayangan, bersamaan dengan itu Duan Du muncul sambil melempar Feng Ruan.


Bruk..!!


Melihat Feng Ruan seperti orang idiot, wajah kedua orang tua tersebut memerah penuh amarah.

__ADS_1


__ADS_2