Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Kecurigaan Bai Han Tentang Chen Long


__ADS_3

“Hehe,, itulah yang namanya kekuatan seorang jenius,” ucap Bai Da Xing langsung bergaya sambil menyentuh hidungnya.


Bersamaan dengan munculnya Bai Da Xing di gerbang, kini terlihat anggota keluarga Bai Han yang tersisa sedang membelalakkan mata mereka.


Tentu mereka semua melihat pembantaian sepihak yang di lakukan oleh Bai Da Xing, karena mereka lebih dulu tiba sekitar beberapa detik dari Bai Da Xing.


“I..Ini, apa-apaan ini,” ucap Master Wuan Gu dengan tubuh sedikit bergetar.


“Monyet itu sangat kuat, tapi kenapa ia tidak bisa berubah ke wujud manusia?” Gumam Rubah Kematian sambil memiringkan kepalanya.


Sementara Bo Wuhan terlihat tersenyum lebar. “Woah,, hei monyet, kau sangat kuat, apakah kau mau bertarung melawanku,” teriak Bo Wuhan menunjukkan otot-ototnya.


Tap tap..!!


Lan Yuheng yang melihat semua orang yang ia cari kini berkumpul langsung menghela nafas.


“Hengyu, apa ini kau?” Ucap Ling Hua sedikit tak percaya saat melihat perubahan Lan Yuheng jauh berbeda dengan yang dulu.


“Ya ini aku bibi Hua, bagaimana kabarmu?” Tanya Lan Yuheng mendekati Ling Hua dan langsung memeluknya.


Bruk..!!


“Bibi baik-baik saja, namun tidak dengan tempat kita, saat ini pergerakan orang-orang Menara semakin agresif,” ucap Ling Hua terdengar sedikit tertekan.


“Hemm..!! Saudara Han sudah menyadari hal ini sehingga ia memintaku dan adik Da Xing menjemput kalian,” ucap Lan Yuheng.


“Jadi ayo kita kembali, karena melihat kalian semua berkumpul, membuat pekerjaanku sedikit ringan.” Sambung Lan Yuheng.


“Dasar bodoh, main ajak pergi saja, apa kau tidak lihat semua manusia yang ada di dalam bangunan itu, jika kita pergi, maka mereka semua akan mati,” dengus Bai Da Xing melototi Lan Yuheng sambil menginjak kepala Bo Wuhan yang menantang Bai Da Xing bertarung.

__ADS_1


Mendengar itu, Lan Yuheng seketika cengengesan. “Hehe,, lalu apakah kita akan membawa mereka semua?” Tanya Lan Yuheng.


“Tidak bisa, tempat itu bukan tempat seperti mereka, kau tahu akan hal tersebut bukan, dan gunakanlah sedikit otakmu itu untuk berpikir,” dengus Bai Da Xing sambil melirik Bo Wuhan.


“Aku melihat kau memiliki kembaran juga sekarang,” sambung Bai Da Xing sedikit tersenyum mengejek.


“Heng,, dasar monyet sialan, tentu saja aku tahu tekanan di sana sangatlah kuat, mereka semua tidak mampu bertahan dalam waktu yang lama. Tapi jika kita biarkan di sini, maka mereka akan mati kan, seperti yang kau katakan.” Ucap Lan Yuheng.


“Hemm..!! Maaf mencela, tidak baik bicara di sini, lebih baik bicara di dalam,” ucap Master Wuan De.


Tak lama, mereka semua pun langsung masuk ke dalam sekte untuk mendiskusikan masalah penduduk.


***


“Bagaimana Han'er, apakah kita akan kembali lagi ke dalam?” Tanya Bai Zhan tanpa basa basi setelah melihat Bai Han membuka matanya.


“Benar, aku penasaran apa sebenarnya yang ada di dalam sana, dan saat ini aku merasa kita sudah lebih dari setengah perjalanan lalu kembali ke mulut gua,” sambung Ling Shen.


Tap tap..!!


“Sudah-sudah jangan berdebat, lebih baik nikmati makanannya, mumpung masih hangat,” ucap Ling Shen meletakkan beberapa hidangan dengan aroma yang membuat semua orang yang ada di sana tak bisa untuk tidak meneteskan air liur mereka.


“Hehe,, nenek Ling memang yang terbaik, tahu saja jika Han'er lapar,” ucap Bai Han menggosok-gosok tangannya.


Tak lama, mereka semua pun mulai menikmati makanan yang di buat oleh Ling Yin.


Saat sedang makan, terdengar mereka berbincang-bincang.


“Oh ya, katamu semenjak dapat membuka Tubuh Tanpa Batas seutuhnya, kau dapat merasakan bahaya ya Han'er?” Tanya Bai Yu.

__ADS_1


“Benar nek, makanya aku langsung memilih kembali dan meminta tolong kedua saudaraku menjemput mereka yang tersisa. Aku juga dapat merasakan siapa saja yang masih hidup, asal berada di alam yang sama, seperti Dimensi Alam Dewa ini,” jawab Bai Han mengangguk-angguk.


“Walau Dimensi Alam Dewa terpecah menjadi beberapa bagian, sejatinya ini tetap Alam Dimensi Dewa, jadi aku dapat merasakan mereka yang terikat denganku, hanya saja, aku sedikit aneh, kemana perginya Master Xi Juan dan Penetua Agung Xi Luan ya, aku merasakan jika mereka tidak mati, apakah mereka di tangkap ya?” Sambung Bai Han sedikit merasa ada yang janggal.


“Ooh,, maksudmu itu keturunan atahmu ya, atau sama saja dengan keturunanmu juga, Juan'er dan Luan'er mungkin di bawa ke suatu tempat oleh senior.” Ucap Ling Shen.


“Eeh,, bagaimana bisa ia keturunanku?” Tanya Bai Han sedikit bingung.


“Eeh,, kau belum tahu ya,” ucap Bai Zhu sedikit terkejut.


Tak lama, ia pun menjelaskan jika Xi bersaudara adalah keturunan dari klan Xi, dan dulunya ada istri Bai An yang bernama Xi Xing memilih hidup tenang sehingga memisahkan diri dan mati meninggalkan banyak keturunan. Singkat cerita, Xi bersaudara termasuk keturunan Bai Han karena ia adalah anak pertama dari Istri Bai An juga, bukan seperti Xi bersaudara yang sudah beberapa generasi.


Artinya Xi Xing juga adalah Ibu Bai Han dan Xi bersaudara memanggil Xi Xing tentunya dengan sebutan leluhur.


Dan Chen Long lah yang membawa Xi bersaudara ke Dimensi Alam Dewa dengan menggunakan hukum waktu, sehingga jaraknya dengan kedatangan Bai An dan keluarganya terlampau jauh saat datang menuju tempat ini.


Bai Zhu juga menceritakan jika Guru pertama Xi bersaudara adalah Duan Du, paman dari Bai Han sendiri, di masa lalu, Duan Du lah yang mengajar Xi bersaudara selama beberapa bulan lalu pergi meninggalkannya.


Cukup lama Bai Zhu bercerita, dan setiap detik terlihat Bai Han menyipitkan matanya, kadang ia juga sedikit melotot, kadang juga tertawa dan sedih.


“Hemm..!! Jadi begitu ya, aku baru menyadarinya jika mereka berdua juga punya setengah tubuh Suci Asura, kenapa aku tidak bisa menyadarinya ya,” ucap Bai Han merenung.


“Itu karena Senior sengaja menyegelnya agar orang-orang Menara tidak dapat menyadarinya, sementara kasus ayahmu berbeda, hanya Senior saja yang mengetahui kenapa ia tidak membantu ayahmu dari awal, tidak seperti keturunanmu.” Balas Ling Shen.


Bai Han pun mengerutkan keningnya sambil bergumam. “Paman sialan itu, apa sebenarnya yang ia rencanakan?” Gumam Bai Han dalam hati.


Walau ia sadar jika Chen Long tidak jahat, tapi ia merasa sedikit di manfaatkan oleh Chen Long.


Tentunya Bai Han tidak terlalu mempermasalahkannya jika itu memiliki tujuan yang sama, yaitu melawan orang-orang Menara.

__ADS_1


Tapi Bai Han selalu merasakan ada yang janggal. Bai Han yakin jika Chen Long memanfaatkannya dan yang lainnya untuk melawan orang Menara saja.


“Hemm..!! Sial, aku tak bisa menebak apa tujuan Paman sialan itu selain melawan orang Menara, tapi aku yakin suatu saat itu akan terbongkar secara perlahan,” gumam Bai Han dalam hati.


__ADS_2