
“Jadi begitu, aku ibarat hanyalah pion untuk membangkitkan mu dan cangkang kosong untuk membangunkan Raja Vampire.” Gumam Bai An dengan nada dingin.
Pandangan Bai An mengarah ke Roh Senjata Asura yang kini menyeringai dari waktu ke waktu.
“Haha aku suka tatapanmu itu nak, sangat mengintimidasi,” ucap Roh Senjata Asura dengan bangga.
Bai An langsung mendengus ringan, tapi tak lama ia langsung memasang wajah serius.
“Aku merasa kau masih menyembunyikan sesuatu, walau begitu kau sepertinya dapat di percaya.” Ucap Bai An terdengar bermartabat.
Alis Roh Senjata Asura terangkat. “Hentikan basa basimu nak, walau aku bergabung dengan tubuhmu, pembuatku melarangku dan tidak akan pernah bisa membaca isi pikiranmu, walau begitu aku cukup mengenal watak pemilikku sebelumnya, itu sama denganmu.
“Jadi katakan saja apa keinginanmu?” Sambung Roh Senjata Asura.
Bai An tersenyum kecil. “Dari yang ku lihat-” Bai An melirik ke arah senjata Asura yang saat ini masih proses penggabungan. “Aku yakin Gu Wen Hung dan Wing Zhen itu pasti dapat merasakan jika kau telah sepenuhnya terlepas saat senjata ini telah bergabung bukan.”
“Salah, ia tidak akan dapat mengetahuinya walau ia telah menandai tubuhmu sekalipun. Maka dari itu ia menyuruh seseorang untuk terus mengawasimu dulu, namun karena ambisinya yang sangat ingin di angkat menjadi murid langsung, Wing Zhen atau orang yang kau anggap kakak di masa lalu langsung membunuhmu lalu mencoba untuk mengambilku. Tapi apapun usahanya, itu akan sia-sia.” Potong Roh Senjata Asura dengan santai.
“Bahkan Gu Wen Hung pun tidak bisa menggunakan atau membebaskanku sehingga ia menggunakanmu, apalagi hanya bocah kencur itu,” sambung Roh Senjata Asura dengan santai.
“Hemm,, jika begitu,” Bai An tersenyum tipis.
Tapi senyum Bai An seketika sirna setelah mendengar suara Roh Senjata Asura.
“Aku tadi membantumu karena orang yang kau panggil kakak di masa lalu sedang bersamamu dan keluargamu, jadi aku sengaja membunuh siapa itu tadi menggunakan kekuatan pedang ini, bukan kekuatanmu yang tak seberapa itu.”
“Heng,, apakah kau tidak bisa melihatku sedikit senang,” dengus Bai An.
Tapi Roh Senjata Asura hanya cuek saja.
Cukup lama mereka bicara, dan Bai An kini mengetahui nama Roh Senjata ini serta asal usulnya, walau tidak sebagian, karena Roh Senjata Asura sengaja menutupinya.
“Hemm..!! Asura Blood, nama yang di berikan cukup bagus. Jadi kapan kedua senjata ini selesai bergabung?” Tanya Bai An mengangguk-angguk sambil menatap Asura Blood yang masih terlilit oleh rantai.
“Aku tidak tahu, dulu Tuanku sengaja memisahkannya menjadi dua lalu menyembunyikan, yang satu ke keturunannya dengan tujuan melindungi penerusnya. Yang satu di perebutkan. Tapi setelah kau mati lalu bereinkarnasi kembali. Aku tidak bisa mengambil kesimpulan berapa lama mereka akan bergabung.” Jawab Asura Blood asal.
Bai An yang mendengar jawaban Asura Blood sama sekali tidak nyambung hanya bisa menghela nafas. Tapi ia dapat mengambil sedikit gambaran dari jawaban Asura Blood.
Waktu terus berlalu, kedua senjata Asura tiba-tiba bersinar dan Asura Blood langsung tersedot masuk ke dalam cahaya.
Bai An yang melihat itu awalnya mengira Asura Blood sengaja masuk ke tempatnya yang asli.
__ADS_1
Tapi Bai An juga merasakan dirinya di tarik, bertepatan dengan itu Tu Long datang bersama Xie'er, Bai Chu Ye dan Bai Han.
Mereka kesini bukan menemui Bai An, tapi Xie'er ingin melihat reruntuhan klan Ling.
Saat merasakan putra putri serta Tu Long datang. Bai An langsung berteriak. “Cepat kembali, bawa Duan Du juga pergi.”
Namun sebelum mereka berempat merespon, Bai An dan semua yang ada di sana tersedot.
Wuss..!!
Jlep..!!
Cahaya tersebut langsung menghilang bersamaan dengan Bai An, serta keluarganya.
Bukan hanya mereka saja, reruntuhan klan Ling pun ikut menghilang.
***
Tak lama Dimensi Pusat berguncang hebat, hal itu membuat semua orang menjadi panik.
Bahkan keluarga Bai An yang tengah berkumpul ikut merasakan panik.
...
“Sialan, aku tak mengira Roh dari senjata itu telah terlepas,” ucap sosok yang Bai An panggil Guru di masa lalu, ia tak lain Gu Wen Hung.
Gu Wen Hung saat ini berada di kediamannya, Yaitu Sekte tempat ia menjadi Master Sekte.
Bukan hanya Gu Wen Hung saja, banyak dari para Kultivator Dewa yang dulu sempat memperebutkan Senjata Asura kini dapat merasakan sosok senjata tersebut.
Dengan cepat mereka semua berbondong-bondong mengirim bawahan terkuat mereka ke tempat senjata itu berada.
Tapi sebelum semuanya melakukan apa-apa. Sebuah Guncangan serta Cahaya terjadi di Dimensi Para Dewa.
Blush..!!
Bersamaan dengan itu sebuah cahaya menyilaukan yang bahkan bisa menutupi mata semua orang tanpa terkecuali.
***
Bam..!!
__ADS_1
Bai An dan keluarganya yang tersedot kini langsung tersadar saat tubuhnya menabrak tanah.
Ia kini melihat sekelilingnya, saat melihat keluarga tidak terluka, Bai An menghela nafas panjang.
“Perasaan kami tadi tersedot oleh sebuah cahaya, tapi kenapa aku merasa tidak bisa mengingatnya dengan jelas?” Gumam Bai An mengerutkan keningnya.
Bukan hanya Bai An, semua orang termasuk orang-orang yang berasal dari Dimensi Para Dewa pun tidak bisa mengingat dengan jelas apa yang terjadi barusan.
Tapi satu hal yang pasti, kerusakan akibat guncangan tersebut nyata.
Bai An langsung melesat terbang, pandangan Bai An mengarah ke bawah untuk melihat semua agar lebih jelas.
“Hmm..!! Reruntuhan klan Ling mengapa bisa pindah ke sini?” Gumam Bai An sedikit heran.
Walau bingung dan penasaran, ia tidak menganggapnya serius selagi keluarganya tidak kenapa-napa.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Apa yang terjadi ayah? Kenapa bisa reruntuhan klan Ling ada di perbatasan dan aku juga tidak bisa mengingat kejadian tadi?” Tanya Mei Yin, orang yang pertama kali sadar dari pingsannya.
“Hmm..!! Ayah juga tidak tahu,” jawab Bai An menggelengkan kepalanya.
“Tunggu dan jaga mereka semua yang ada di sini Yin'er, aku ingin mencoba sesuatu terlebih dahulu.” Ucap Bai An mengusap rambut Mei Yin.
Mei Yin mengangguk patuh, ia juga sangat senang saat kepalanya di usap oleh pencipta sekaligus orang yang ia anggap ayah.
Wuss.!!
Bai An muncul lalu menarik pedang Asura keluar dari dalam tubuhnya. “Aku tak ingat secara jelas, tapi aku yakin kau pasti mengingat kejadian sebelumnya bukan?” Ucap Bai An ke arah senjata Asura yang kini sedikit lebih panjang.
Tidak mendapat jawaban dari Asura Blood yang mendiami senjata Asura. Kini Bai An terdiam, entah mengapa sifatnya sedikit lebih dingin dari biasanya. Jadi ia tidak mempermasalahkan jika Asura Blood terdiam.
Wuss..!!
Bai An menghilang lagi dari tempat ia berdiri.
Tak lama Bai An muncul di Wilayah Inti Pusat, tatapan Bai An mengarah ke salah satu orang yang ia kenal kini masih terbaring pingsan akibat guncangan dan cahaya dari penggabungan Pedang Asura.
“Saatnya mengurangi musuh sekaligus membasmi para pengkhianat,” gumam Bai An mengayunkan pedang Asura.
__ADS_1